
Brugh!!
Suara tubuh pemuda yang berguling di lantai balkon dan bibir sensualnya meringis kesakitan.
"Aaawww... sial... pinggang ku... jangan sampai tidak bisa di pakai malam ini..." keluhnya mengelus pinggang sambil berguling perlahan ke kanan dan kiri.
Briyan yang melihat itu menahan tawa sekuat-kuatnya berharap tak membangunkan seseorang dalam rumahnya.
"Sial kamu Briy.. ide kanak-kanak mu menyusahkan ku.. tangan ku pedas karena tali sialan mu itu.." rutuk Dirga sembari beranjak dari posisinya dengan tangan yang masih mengelus pinggang.
"Oh.. encok.. ini semua gara-gara kamu Briy.."
"Sudah sana cepat masuk.. temui istrimu sebelum pak Parjo dan yang lainnya bangun.. tapi inget.. jangan lama-lama ketemunya.. lima belas menit saja.." ucap Briyan mengepalai.
Dirga mengernyit "Lima belas menit katamu..? gimana bisa bikin anak lima belas menit hah..? kamu pikir tidak ada pemanasnya dulu..?!" cerocos nya melotot.
"Ah sudahlah.. terserah kamu mau berapa lama di dalam.. asal kamu tanggung sendiri resiko nya setelah ini.." timpal Briyan mengangkat tangannya Bye!! kemudian berjalan masuk ke pintu kamar nya.
"Dasar.. jomblo akut.. cupu.. kutu buku.. gak laku-laku.." rutuk Dirga mengumpat sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar yang bersebelahan dengan kamar Briyan.
...----------------...
Dengan sangat pelan pemuda itu menutup pintu geser transparan dengan gorden putih yang menjuntai. Berharap tidak membangunkan wanita cantik yang tengah tidur di atas ranjang kamar itu.
Dengan ciri khas menggigit bibir bawahnya, lelaki berwajah sensual itu berjalan mendekati wanita nya dengan langkah tak berderap.
Hingga sampailah di sisi ranjang, pemuda itu melihat satu keindahan ciptaan Tuhan, wajah polos istri dadakan nya saat tertidur menggetarkan hatinya, punggung sakit nya mendadak hilang setelah terbayang adegan panas yang akan ia tuntut dari istri tercintanya malam ini.
Rindu.. sungguh rindu yang tak terlarang tapi terselimuti oleh aturan konyol keluarganya.
Pemuda itu lantas berjongkok di hadapan istrinya, menatap lekat wajah gadis itu "Sayang.." bisik nya seraya menyingkap rambut yang menjuntai ke pipi istrinya.
"Emmh.." gadis bersuami itu membuka mata perlahan sebelum kemudian mengernyitkan dahinya sedikit terkejut.
"Kaka..." ucapnya setengah melotot.
Dirga tersenyum "Yah.. aku datang.. suamimu.." sahutnya seraya berdiri.
"Hiks hiks hiks.. kenapa lama sekali menemui Kesya nya? hiks.. Kesya kangen.." ujar gadis itu menghambur ke pelukan suaminya.
"Penjagaan nya ketat sayang.. Papi juga akhir akhir ini menjengkelkan sekali.. dia gak kemana mana.. hanya di rumah saja mengawasi ku.. bahkan di sekolah pun.. Papi menugaskan seseorang.." Dirga merenggangkan tubuh istrinya.
__ADS_1
"Sudahlah.. sekarang aku di sini.. untuk mu.." lanjut Dirga seraya melekatkan pandangan pada wanitanya, menatap setiap lekuk tubuh yang terlihat sangat menggoda baginya.
Dress mini putih sepaha dengan tali kecil di pundaknya hingga membuat seluruh bagian atas tubuh Kesya terlihat jelas, belahan dada yang menyembul sudah menyambutnya.
"Seksi.. kamu.. sangat seksi sayang.." cemelos dari bibirnya membuat gadis itu tertunduk tersipu.
"Jangan menunduk.. Kaka masih mau menatapnya.. Kaka kangen.. satu Minggu Kaka gak melihat wajah cantik ini.. menyentuh tubuh mulus ini.. mencium bibir seksi ini.." ucap Dirga merayu sembari menyentuh bagian yang di agung kan.
Tanpa aba-aba Dirga melu.mat bibir mungil istri dadakan nya, tangannya menekan punggung Kesya menyatukan tubuh mereka. Dan perang panas bibir di mulai. Perlahan Dirga melahap bibir itu namun terlihat begitu rakus bagai kucing yang baru menemukan makanan setelah satu Minggu lamanya terjebak di got.
Tangannya mulai menyingkap dress mini istrinya hingga nemu lah gundukan padat di bawah sana lalu meremas nya "Emmph.. Kaka.." tiba-tiba saja wanitanya melepas paksa cumbuan mesra dari nya.
"Ja jangan lakukan ini.." larang nya seraya membalikkan badannya lalu melangkah menjauh namun dengan segera Dirga meraih kembali tubuh kecil itu kemudian menempatkannya ke dalam pelukan hangatnya, mendekap erat dari belakang, hingga kini benda keras di bawah sana bergesekan dengan gundukan padat milik istrinya.
"Mau kemana hmm?" tanyanya dengan suara berat yang terdengar sangat seksi bagi Kesya. Ia men.jilat basah dan menggigit kecil daun telinga istrinya hingga membuat gadis itu menggeliat kegelian.
"Oughh.. Kaka.. jangan lakukan ini.." tolak Kesya sedikit meronta.
"Jangan takut.. Kaka pelan-pelan.." rayu Dirga yang sok tahu pria itu berpikir istrinya menolak hanya karena takut di obrak-abrik oleh nya.
"Emmp Kaka..!!" pekik Kesya menahan desahan karena gesekan yang terjadi di bawah sana.
Dirga tak memperdulikan tepisan istrinya ia justru menciumi ceruk leher wanita itu dan menyesapnya kuat-kuat hingga terciptalah cap sebuah tanda kepemilikan di leher jenjang istrinya.
"Aahh.." satu desahan lolos dari bibir mungil Kesya "Emmph.. Dirga.. Kaka.." desahan Kesya semakin menjadi saat dada nan kenyal di remas oleh tangan halus suaminya sambil terus menghirup aroma leher jenjangnya yang tercium begitu segar.
Dirga menjatuhkan tubuhnya yang masih mendekap erat tubuh istrinya hingga mereka memantul di atas ranjang secara bersamaan.
"Kesya bilang.. jangan lakukan Kaka..!!"
Namun pemuda itu tak mengindahkan nya. Tangan kiri Dirga mencekal kedua tangan Kesya ke atas menguasai seluruh akses gerakan penolakan gadis itu.
"Aku kesini untuk ini.. untuk tetap mempertahankan pernikahan kita.. aku hati-hati.. tidak akan menyakiti mu sayang.. percayalah.." racau Dirga sambil terus menyesap ujung berwarna pink milik istrinya, mencecap gundukan putih mulus yang masih sangat kencang karena masih fresh, separuh tubuhnya menindih, tangan kanannya meraba tubuh istrinya "Oh.. Dirga.. jangan.." suara penolakan Kesya menjadi penyemangat baginya, hingga sampailah saat tangan halusnya menyentuh ke bagian bawah Kesya lalu merasakan ada yang mengganjal di balik CD renda berwarna putih itu.
Dan seketika pemuda bringas itu menghentikan aksinya ia beranjak dari posisinya lalu menatap wajah cantik Istrinya yang terlihat kesal "Hmm..? apa ini yank..?" tanyanya sambil terus meraba bagian itu.
"Pembalut..!!!!" ketus Kesya menjelaskan.
Toew wew wew wew...
Dirga menghentakkan kepalanya ke bantal dengan wajah yang sangat kesal. Sudah bersusah payah datang berharap bisa menanam benih agar istrinya cepat hamil untuk mempertahankan pernikahan nya, namun ternyata oh ternyata sang istri lampu merah. Stop Dirga stop..!! sebut dalam hatinya bergejolak.
Rupanya pelajaran dari internet tentang cara membuat istri nyaman tanpa sakit harus di tunda. Sungguh sayang..
__ADS_1
"Matilah aku.." ucapnya menyumpahi dirinya sendiri.
Kesya duduk dan membetulkan pakaian yang sudah tidak karuan pasalnya lalu menatap wajah suaminya yang terlihat sangat galau "Kaka.. maafkan Kesya.. lagian ini bukan salah Kesya kan?.. ini nasib mu.." tukasnya padanya.
Dirga membalas tatapan istrinya "Bagaimana jika sampai mereka tahu, Dede lagi datang bulan? tak perlu menunggu tiga Minggu lagi kita di pisah, sayang.." ucapnya frustasi.
"Kesya juga tahu.. makanya Kesya diam-diam.." wanita itu menundukkan wajahnya sendu.
Dirga duduk menghadap istrinya "Maafkan Kaka hmm.. Kaka cuma takut saja.. satu Minggu saja tersiksa.. apa lagi dua tahun lamanya.." ucap nya dengan tangan yang merangkum kedua pipi wanita nya.
"Hu um.."
"Jadi berapa lama lagi kita bisa melakukan nya hm..?" tanya Dirga masih tak menyerah.
"Mungkin tiga sampai lima hari lagi.. lagian kenapa kamu bilang kita sudah berhubungan se.ks.. sekarang repot begini kan jadinya.." jawab Kesya sekalian menggerutu.
"Tapi buktinya kita menikah kan sayang.. kamu gak suka? kamu menyesal hm?"
"Tentu saja tidak..!!"
...----------------...
Setelah sedikit membuat istrinya lebih tenang Dirga mulai mendekat lagi "Sayang.. hehe.." nyengir nya.
"Hmm.?" jawab Kesya menatap curiga.
"Tolong bantu aku.. hiks.." rayu Dirga memelas dengan kedua mata yang menyipit memohon.
Kesya mengernyit "Bantu apa?" tanyanya polos.
"Tidur kan syi Dede yang satu ini..." Dirga memberikan tanda dengan mata yang mengerling mesum ke benda miliknya yang masih mengeras.
Gadis itu melotot "Tidur kan? gimana cara nya..? mau Kesya tendang hah..?" hawa rasa bawaan tamu bulanan nya membuat Kesya emosian.
"Huhu.. kenapa galak sayang.. suamimu ini sudah pusing.." rengek Dirga sambil menarik-narik dress tipis istrinya.
"No..!!"
"Lalu bagaimana dengan nasibnya? apa mau di biarkan terus begini hm?" pria itu merepek dengan bibir yang mengerucut lucu.
Kesya tersenyum "Bukannya Kaka pernah bilang hm? mentok-mentok buang di toilet.. jadi sekarang lakukanlah.. cepat.!!" titahnya seraya menunjuk pintu kamar mandi.
"Ya ampun.. ada istri tidak ada istri.. sabun juga ujungnya.." gerutunya dalam hati.
__ADS_1
...----------------...
Like komen ya Kaka.. Biar aku makin semangat nulis nya.. I Love you 😚🤗