
Kesya bersemangat, berangkat ke sekolah dengan motor Dirga, gadis itu memang jarang sekali menaiki kendaraan yang menurutnya seru. Dan akhirnya Briyan sang Kaka pun terpaksa mengikuti kemauannya. Briyan mengendarai motor sendiri sedang Dirga dan Kesya berboncengan.
Setelah berpamitan dengan seluruh anggota keluarga nya, mereka beruntun keluar dari gerbang rumah besar bercat putih yang dahulunya milik Hendrawan ayah Reiner dan sekarang pun masih sama karena mereka masih tinggal satu atap.
Sedang Reiner dan Raya melambaikan tangan kepada ketiga anak rupawan itu.
"Kesya.. Kesya.. London..?" ucap Raya dengan nada herannya sembari menggelengkan kepalanya ringan.
"Anak itu benar-benar" sahut Reiner menggerutu membuat sang istri menoleh padanya.
Raya menarik pangkal dasi suaminya lalu memberikan tatapan menggoda dan sang suami pun menempatkan tangan ke pinggang ramping nya.
"Sudah.. sekarang kamu berangkat ya.. jangan suka marah-marah, nanti lama-lama kamu mirip papah Hendrawan loh.." ucapnya.
"Jangan menatapku seperti itu.. atau aku tidak jadi berangkat kerja.." lelaki itu menggigit bibir bawahnya dengan mata yang menatap lekat istrinya.
"Berangkat lah.. nanti aku yang ke kantor.. kamu hati-hati.. tunggu aku membawakan makan siang untuk mu.. hm..?" sambung Raya sambil menyapu jas suaminya.
"Kamu yang harus hati-hati.. hentikan praktek memasak mu itu, kamu bisa kecapean, aku tidak mau dokter mu datang ke rumah ini lagi.. mengerti.." pesan Reiner padanya. Dan Raya tersenyum mengangguk.
Kecupan singkat mendarat ke seluruh wajah istrinya sebelum kemudian berjalan ke mobil mewah nya. Dan kali ini Reiner hanya di temani Andi karena Gabriel sang ajudan sedang pulang kampung ke London.
...
...Visual Raya Anggelina Adiwangsa Ibu dari Kesya dan Briyan, penderita lemah jantung....
...----------------...
Tiba di halaman parkir sekolah Dirga memarkirkan motornya tepat di sebelah motor Jho yang juga baru saja tiba. Dan tentu saja Zaline yang masih di samping Jho melihat pemuda tampan pujaan hatinya.
Menatap lekat gerak tubuh Dirga saat melepaskan helm lalu turun terlebih dahulu sebelum kemudian membantu Kesya turun dari motornya "Pelan-pelan sayang.." ucapnya.
"So sweet banget ka Dirga.. sama adiknya saja perhatian begitu.. apa lagi kalo sama pacarnya.." batinnya seraya menghayal kan dirinya berada di posisi Kesya.
Sedang Kesya tampak membuang muka saat melihat Jho bersama dengan Zaline "Aku kuat.. aku bisa melupakan cowok menjengkelkan ini.. aku cantik.. aku bisa dapetin pacar yang lebih baik dari nya.." batinnya.
__ADS_1
"Eh Jho.. ciyee setia juga kamu.. berangkat bareng cewek kamu tiap hari.." sapa Dirga pada pemuda yang masih membetulkan tali helm di atas motor nya. Dan pemuda itu hanya tersenyum.
Dirga lantas menepuk punggung Jho "Kita masuk duluan ya.." pamitnya.
"Oh ya.. siap.." sahut Jho dengan pandangan yang mengarah ke gadis cantik yang di gandeng Dirga "Sepertinya Kesya benar-benar marah dan tidak mau memaafkan ku" batinnya.
Sedang Zaline sedikit masam saat mendengar Dirga menyebutnya pacar Jho. Rasanya ingin sekali menjelaskan aku bukan pacar Jho tapi itu tidak mungkin karena mereka belum saling mengenal.
Sementara Briyan? pemuda itu memarkirkan motornya ke tempat khusus karena memang begitulah sifat nya. Selalu pilih-pilih apa pun.
...----------------...
Kemudian Dirga dan Briyan berjalan berdampingan setelah memastikan Kesya masuk ke dalam kelas dengan aman.
Namun cuap-cuap yang terdengar di sepanjang jalan nya terlalu mengganggu Dirga. Dirga mendengar mereka menyebut Kesya Kesya dan Kesya. Hingga akhirnya ia menghentikan langkahnya dan menanyakan sesuatu pada salah satu siswi di dekat nya.
"Eh.. kalian ngomongin soal apa? Kesya siapa..?" tanyanya penuh penekanan.
"Emmh tidak kak.. maaf bukan siapa-siapa kok.." jawab siswi A menurunkan pandangan nya segan.
Briyan mengelus punggung Dirga "Ga.. bisa lebih tenang sedikit tidak kamu..?" timpal nya kemudian.
"Sekarang jelaskan. cepat..!" lanjut Dirga menatap sinis ketiga siswi A B dan C.
Dan mereka tersentak takut "Emmh iya kak.. sebenarnya kita mendengar desas desus tentang murid beasiswa yang di tindas oleh Meira dan Hilda.." ucap siswi C.
"Lalu..? apa hubungan nya dengan Kesya..?" Briyan yang penasaran kali ini.
"Katanya murid beasiswa itu merebut Jho dari Kesya kak.. dan katanya lagi, Kesya yang menyuruh kedua temannya menindas murid beasiswa itu" terang siswi B dengan wajah yang menunduk.
"Apa..? jadi maksudnya Kesya suka sama Jho begitu hah..?" sambung Dirga ketus.
"Kalian jangan bikin gosip sembarangan, Kesya tidak mungkin tega melakukan hal itu..!" timpal Briyan melototi ketiga siswi itu.
Dengan tangan yang mengepal Dirga sudah menunjukkan wajah marahnya. Tanpa berkata apapun lagi pemuda galak itu berjalan berputar arah kembali menuju ke ruang kelas adik sepupunya. Briyan yang mulai tahu maksud dari Dirga juga mengikuti langkahnya.
"Ga.. kamu mau apa hah..?" tanyanya.
__ADS_1
"Diam saja.. kamu ke kelas saja.. aku ada urusan dengan Kesya.." jawab nya dengan langkah cepat nya.
"Ga.. Kesya juga sudah besar.. wajar saja kalau dia menyukai pria.. jangan terlalu keras padanya Ga.." pekik Briyan kemudian. Dan pemuda galak itu masih terus melanjutkan langkah cepat nya.
Hingga tiba lah mereka di kelas adik kesayangannya. Dirga langsung menghampiri Kesya yang sudah duduk di kursi nya "Ikut Kaka sekarang..!" ucapnya.
Kesya melongo bingung "Kemana Kak..?" sahut nya.
"Ga.. mau di apakan Kesya hah..?" Briyan mencekal jalan Dirga. Ia ingin melerai kedua saudara nya yang mungkin akan bertikai.
"Jangan ikut campur.. aku mau bicara dengan nya..!" Dirga ketus seraya melanjutkan langkahnya menyeret Kesya ke luar dari kelas.
Sedang di tempatnya Hilda dan Meira saling menatap "Mereka kenapa?" bingung nya.
Begitupun dengan Zaline yang juga bingung dengan sikap Dirga yang tiba-tiba menunjukkan wajah marahnya pada Kesya adik kesayangan nya.
...----------------...
Briyan masih mengikuti langkah Dirga yang menyeret adiknya menuju ruang OSIS "Ga.. kamu dengar kan aku Ga.. Kesya gak mungkin menindas murid lain.." bela Briyan sambil terus berusaha menghentikan niat Dirga yang mencurigakan.
Sepertinya ketua OSIS galak itu ingin menghukum adiknya. Dan aksi ketiga anak rupawan itu menyita perhatian seluruh siswa di sekolah mereka.
"Kaka.. Kesya mau dibawa kemana.?" keluh gadis itu dengan wajah takut nya.
Sesampainya di pintu ruang OSIS, Dirga melemparkan Kesya ke dalam hingga hampir terpelanting ke lantai.
"Dirga..!!" Briyan berteriak karena sudah tidak bisa menahan emosi nya.
"Kamu diam..!!" Dirga mendorong Briyan sebelum kemudian ia masuk kedalam ruangan nya. Dan Brugh Dirga menutup pintu ruangan itu.
Di dalam sana hanya ada Dirga dan Kesya saja Kesya yang sudah ketakutan dari semenjak ia di seret oleh Kaka sepupunya kini mulai mengeluarkan kaca-kaca di matanya.
Dan sedikit banyak Kesya tahu alasan Dirga menyeretnya ke ruang itu. Pasti Dirga akan menghukumnya. Meski sebenarnya ia suka jika di perlakukan seperti siswa lainnya namun wajah marah sang Kaka terlalu menakutkan baginya.
"Kaka.. jangan hukum Kesya.. Kesya tidak bersalah.. Kesya tidak pernah menindas siapa pun.. sumpah kak.." ucapnya membela diri.
__ADS_1