Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Ehm.


__ADS_3

Kesya diam tak menyahut, Dirga memang benar, tapi tubuhnya seolah menolak jika harus tidur di ranjang yang kelihatannya saja begitu keras dan tidak nyaman, berbeda sekali dengan tempat tidur di rumahnya.


"Ok.. sekarang kita keluar dari sini.. kita cari hotel saja.." usul Dirga. Pemuda itu mulai merasa tidak nyaman dengan ekspresi wajah istrinya.


"Em.. tidak perlu kak.. Kesya tidak mau mereka menemukan kita.. Kesya mau tidur di sini malam ini.. tapi janji yah.. hanya malam ini saja.." pinta gadis itu dengan wajah geli.


Dirga berjalan menuju ranjang queen size di sudut ruangan itu kemudian duduk di tepi kasur "Lagian sayang, tempat ini bersih, hanya kurang terawat saja bangunan nya, kamu lihat sini, sprei nya wangi, tidak apek sama sekali, duduk lah di sini.." ajaknya.


Kesya menurut, gadis itu duduk di tepi kasur yang memang sedikit keras "Iyah.." sahutnya pelan.


"Sudah, jangan celingukan begitu, tatap wajahku saja hm.. besok pagi kita cari tempat yang layak untuk kita tinggali bersama, tapi uang Kakak sudah semakin sedikit, jadi mungkin tempatnya tidak semewah apartemen.. kita cari kontrakan yang kecil saja, asal bersih dan nyaman.. ok.."


"Iyah.. lagi pula Kesya sudah berjanji.. tidak akan menuntut apapun dari mu.."

__ADS_1


"Sssuuuuutttt.." Dirga menutup mulut Kesya dengan jari telunjuk "Tenang sayang.. aku akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk mu.. dituntut ataupun tidak.. tugas seorang suami adalah memberikan kenyamanan istrinya, kamu percaya padaku kan?" ujarnya.


"Tentu saja.." gadis itu tersenyum mengangguk.


Setelah membuat Kesya sedikit menerima tempat itu, mereka berdua bergantian mandi, meskipun awalnya Kesya menolak, karena kamar mandi yang tidak sesuai kriteria. Di dalam sana hanya ada air dingin, tidak ada electric water heater seperti di rumah orang tuanya. Tapi mau bagaimana lagi, Kesya sudah bertekad hidup bersama dengan suaminya, apa pun itu gadis itu rela.


Kini Kesya sudah mengganti baju dengan pakaian baru yang masih tersisa di dalam paper bag miliknya Sedang Dirga hanya memakai celana bokser dan singlet saja, pemuda itu duduk di tepi ranjang melihat lihat ponselnya mencari iklan sewaan tempat tinggal di daerah yang aman dari jangkauan keluarganya.


"Kak..."


"Duduk lah yank.." ajak Dirga menepuk pahanya dan meletakkan ponsel ke nakas kecil yang juga usang.


Kesya tersenyum dan menurut, gadis itu duduk di pangkuan suaminya, menatap intens setiap lekuk wajah pemuda itu "Kesya baru tahu, ternyata duduk di pangkuan suami itu sangat nyaman, dulu Kesya sering protes setiap memergoki Mommy Daddy bermesraan, jadi ternyata ini ya.. yang mereka rasakan? damai.. nyaman.. bahagia.." ucapnya.

__ADS_1


Dirga tersenyum membalas tatapan mata wanitanya "Aku mencintaimu..!!" celetuk dari mulutnya.


Dan entah siapa yang memulai mereka sudah saling mengecap bibir, rasa manis itu masih menjadi candu bagi suami perjaka ini, tangannya mulai menyisir seluruh gundukan padat yang membuatnya semakin agresif.


Hingga tanpa sadar kini tubuhnya sudah menindih istrinya tanpa menghentikan aktivitas bibirnya yang sudah merembet ke leher jenjang Kesya "Emmh.. kakak berat..!!" keluh gadis itu protes.


"Maaf.." pemuda itu beranjak dengan tawa nakalnya.


"Kamu sebesar itu, menindih ku yang sekecil ini hah..?" sentak Kesya.


"Maaf... hehe..."


Maaf, bagian ini aku hapus karena tidak ingin ada pelaporan, seperti kemarin... 🙏

__ADS_1


Dan Kesya masih harus merasakan sakit di area pribadinya, saat membuang air kecil. Gadis itu merintih bahkan berteriak kesakitan dalam kamar mandi karena seharusnya gadis kecil itu belum melakukan aktivitas orang dewasa.


"Oh ya ampun.. apa yang sudah aku lakukan.." Dirga baru merasa bersalah setelah menghujam istrinya tanpa ampun.


__ADS_2