
Sinar mentari memeluk lembut tubuh gadis belia nan cantik yang selalu di sapa Dede Kesya sayang, sungguh cerahnya begitu menghangatkan dari dinginnya setetes embun pagi ini. Sebuah bus telah melaju membawanya menuju ke suatu tempat.
New student camp tertulis di sebuah papan besar yang kini menyambut seluruh peserta camping ketika turun dari bus.
Yuapz..!! hari ini siswa-siswi SMA swasta elit tempat Kesya sekolah, khususnya murid baru melaksanakan kemah sebagai kegiatan awal tahun.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi di mana tenda akan di dirikan. Pohon-pohon tinggi menjulang di antara para peserta camping yang tampak takjub dengan pemandangan indah tempat itu. Sejenak mereka melupakan padatnya kota merasakan asri nya hutan.
Senyum kagum pun mengembang di bibir mungil Kesya "Uuuhh... Daebak..!! baru kali ini Daddy mengizinkan ku ikut acara seru seperti ini.." ucapnya dengan pandangan yang mengelilingi tempat yang menyejukkan mata.
"NORAK..!!!!" suara itu membuat bulu kuduknya terangkat geli karena sungguh bibir si penyeru menempel di telinga nya.
Kening berkerut kesal saat melihat pemuda itu berlari setelah menarik syal dari lehernya.
"Jho..!!!" teriaknya berlari mengejar.
Setelah sedikit menjauh dari para peserta camping yang lain Jho bergolak menatap nya dengan dada bidang yang berkembang kempis seraya menampilkan senyum manis.
"Balikin syal ku Jho.." pekik Kesya sinis.
"Ambil..!" Jho menyodorkan syalnya namun belum sempat terambil dengan sigap ia menariknya kembali hingga kini tubuh gadis itu terpelanting ke tubuhnya karena kurang keseimbangan.
GEP
Tangan kiri Jho melingkar di pinggang ramping Kesya "Aku mau bicara padamu.." ucapnya dengan deru nafas yang masih memburu karena lari nya.
Kesya berontak "Lepasin Jho.." teriaknya dengan wajah marahnya meskipun sebenarnya ada rasa damai saat mencium aroma parfum dari tubuh pemuda tampan itu.
"Aku lepas asal jangan pergi.. aku mau kita bicara sebentar saja.." Jho bernegosiasi.
__ADS_1
"Ok.. sekarang lepas..!" pinta Kesya ketus.
Jho melepaskan gadis itu, lalu menggandeng tangannya berjalan menuju satu batang pohon yang tumbang dan bisa di jadikan tempat duduk untuk mereka.
"Duduk lah Kes.. aku mau bicara.." ucapnya.
Kesya pun menurut ia duduk meski dengan wajah kesalnya karena sesungguhnya Kesya sangat membenci seseorang yang ingkar janji padanya.
"Kesya.. aku tahu.. sikap marah mu itu karena aku yang sudah melupakan janji ku empat tahun yang lalu.. aku minta maaf Kesya.." lanjut Jho dengan wajah yang serius.
"Tolong maafkan aku Kesya.." tambahnya.
Kesya memutar bola mata malas "Aku sudah memaafkan mu dari dulu.. jadi sekarang aku harus pergi Jho.." balasnya yang lalu beranjak.
Jho meraih kembali pergelangan tangan Kesya sebelum gadis itu pergi meninggalkannya lagi "Kesya.. please.. kasih aku kesempatan untuk menepati janji ku padamu Kes.." Jho terlihat memohon.
"Jho.. aku kan sudah bilang.. aku sudah tidak menyukai mu lagi.. dan tolong berhenti bersikap murah seperti ini.." pekik Kesya dengan nada yang berubah-ubah.
"Harus nya kamu salah kan saja dirimu sendiri Kes.." kalimat ini membuat gadis itu mengernyit heran "Coba saja dulu kamu sekolah di SMP yang sama dengan ku.. aku pasti tidak akan pernah menyukai gadis lain.. dan ini salah mu.." lanjut Jho dengan entengnya.
"Apa pun alasannya Jho... yang pasti aku sudah tidak menyukai mu lagi... kamu lanjutkan saja cinta mu pada Zaline mu itu... aku tidak perduli..." sambung Kesya yang lalu beranjak kembali.
Dan Jho menarik tangannya sekali lagi "Apa semudah itu Kes hm,?" timpal Jho dengan wajah memelas.
"Jho.. please.." Kesya lebih memelas membuat pemuda itu perlahan melepasnya dan berlalu dari pandangan nya.
Hari pertama, waktu mereka di habiskan untuk mendirikan tenda dan pengenalan lingkungan, di sudut lokasi perkemahan ada Zaline tengah membuat Teh tarik dengan mug keramik.
Gadis itu menatap seorang pemuda yang masih sibuk mendirikan tenda untuk nya karena sudah berkali-kali kelompoknya mendirikan tenda tapi tidak juga berhasil. Hingga akhirnya sang ketua OSIS turun tangan.
__ADS_1
"Ya ampun, kak Dirga.. bener-bener ganteng banget.. pengen banget ngelapin keringat nya.." gumamnya seraya mengaduk teh tarik nya.
"Masukkan lah barang barang kalian.. sudah siap pakai tendanya.." ucap Dirga yang terlihat menepuk silangkan telapak tangannya.
Zaline berjalan menuju nya "Terimakasih ya kak.. Emmh.. ini.. aku buatkan ini untuk kak Dirga.. mumpung masih hangat cobalah.." seru nya malu-malu sembari menyodorkan mug keramik berwarna putih pada Dirga.
"Oh ya makasih.." Dirga menerima mug keramik berisikan teh tarik itu lalu menghirupnya "Apa ini? sepertinya bukan kopi..?" tanyanya.
"Iya itu Teh kak.. yang aku sedu dengan susu dan krimer.." jawab Zaline tersenyum menunduk.
"Oh.. aku minum ya.." Dirga tersenyum datar sebelum kemudian mencicipi teh buatan Zaline. Pekerjaan nya barusan cukup membuatnya haus hingga tanpa sadar Dirga memberi kesan lain pada gadis cantik itu.
Dan benar saja di tempat lain yang tak jauh dari mereka, para siswa terlihat asyik membicarakannya "Eh.. itu kak Dirga beneran suka sama Zaline.?" tanya siswi A.
"Katanya sih iya.. tuh buktinya yang lain pada bikin tenda sendiri.. si Zaline di bikinin sama kak Dirga.." sahut siswi B.
"Enaknya jadi cewek cantik.. di sukai banyak cowok ganteng.. iri deh aku.." imbuh siswi C.
Dan di sisi kanan para siswi itu ada Kesya yang juga menatap Dirga bersama dengan Zaline. Gadis itu juga tak sengaja mendengar cuap cuap dari beberapa siswi lain yang tengah membicarakan mereka.
Senyum semangat karena kegiatan serunya memudar seketika "Sepertinya kali ini aku harus membuang jauh-jauh rasa penasaran ku pada perasaan kak Dirga.. dan lagi lagi Zaline itu yang menjadi alasan ku menyerah.. yaah mungkin aku bisa melupakan nya secepat aku merelakan Jho.." gumamnya menggerutu.
Kesya setegar ibunya dan sekokoh ayahnya, tak sulit baginya merelakan sesuatu yang belum bisa ia miliki. Apa lagi selama satu bulan ini Dirga memang tidak pernah mengungkapkan apapun meski sempat membuat nya bingung dengan gerakan tiba-tiba nya saat di dalam kafe dan di ruang OSIS. Melepaskan..! yaa mungkin itu yang akan gadis itu lakukan.
Hari mulai sore seorang kaka kelas sekaligus anggota OSIS bernama Dewi, mulai menggerakkan para peserta camping perempuan untuk segera membersihkan diri. Berhubung lokasinya di dalam hutan jadi para anak itu harus bersedia mandi di sungai yang tak jauh dari tenda.
"Ayok.. adik-adik kita mandi.." teriaknya di depan tenda Kesya.
"Iya kak.. segera.." sahut Meira dan Hilda yang sudah melampirkan handuk di bahunya.
__ADS_1
"Kes.. ayok.. " ajak Hilda pada Kesya.