Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 31. Mertua ikan terbang


__ADS_3

"Aahhh... fyuhh..." jurus terakhir di keluarkan oleh pengantin perjaka. Oh sudah tersalurkan meski harus dengan cara yang membosankan baginya.


Pemuda itu lantas membersihkan diri dengan air hangat kuku dari shower, sekitar lima belas menit saja ia sudah keluar dari kamar mandi dengan celana bokser dan t-shirt putih.


Langkahnya menuju ranjang dimana istrinya bersembunyi di balik selimut tebal, dengan gerakan yang sangat cepat pemuda itu menyelusup ke dalam selimut tebal berwarna putih itu.


"Uuugghh.. dingin sayang.. Ough peluk aku.." ucapnya merintih dengan pundak yang bergidik kedinginan.


Kesya pun menurut, dengan senyum manis gadis bersuami itu mulai memposisikan tubuhnya ke pelukan suaminya, merasakan sentuhan kaki suaminya yang dingin sebab baru selesai mandi kemudian terkena udara AC di kamar nya.


"Sudah hangat ..?" tanyanya mendongak ke wajah suaminya.


"Sedikit.. harusnya.. bisa lebih hangat lagi.." keluh Dirga sedikit protes.


"Gimana cara nya?"


"Kalau Dede gak datang bulan, pasti sprei ini terbakar karena panas dari tubuh kita berdua sayang.." jelas Dirga berandai.


Dan gadis dalam pelukannya manyun "Hmm.. masih ajah di bahas.." ucapnya.


Di balik selimut, pengantin baru itu saling memeluk, sungguh damai hati mereka, bisa sedekat itu.


"Kaka.." panggil Kesya "Hmm?" sahut Dirga.


"Boleh Kesya tanya sesuatu?" tanya gadis itu dan Dirga mengangguk sambil berdehem.


"Sejak kapan Kaka menyukai ku? kenapa tindakan Kaka seekstrim ini? seberapa besar cinta Kaka padaku?" cecar Kesya kemudian.


Dirga tersenyum "Seingat Kaka dari kecil, Kaka sudah sering cemburu melihat kedekatan mu dengan Jho, tindakan ini belum seberapa sayang, aku rela melakukan apa saja untuk bisa terus bersama mu, kalau di tanya seberapa besar cinta ku padamu.. Oh.. rasakan saja sendiri.." jawabnya.


Kening Kesya mengerut "Berarti dari kecil Ka Dirga sudah mesum dong.. kan Kaka sering cium pipi kening bahkan bibir Kesya dari kecil.." tukasnya.


Dan sang suami nyengir "Hehe.. tapi jodoh kan..? seandainya gak jodoh pun.. Kaka ini saudara mu.. jadi gak mesum juga dong.." sangkal nya.


"Ngeles ajah terus..."


Sepasang suami istri itu mengobrol kan hal random. Semua yang menjadi rahasia, mereka buka malam itu juga hingga tak terasa hari sudah hampir pagi, namun tubuh mereka masih tak rela berjauhan, bahkan tangan nakal Dirga mulai beraksi kembali saat hawa dingin dari embun pagi mulai merajai.

__ADS_1


"Sayang.." panggil Dirga "Hm?" sahut Kesya.


"Sebentar lagi kan Kaka pulang, dan suami mu ini harus menuruni tali sialan Kaka kutu buku mu itu.. jadi sekarang Kaka harus punya energi ekstra sayang.." ucap Dirga mulai menyusun siasat mesumnya.


Kesya mendongak menatap wajah suaminya "Kaka lapar? Kaka mau Kesya ambilkan makan hm?" tanya gadis itu polos.


"Tidak perlu repot-repot sayang.. Kaka cuma haus saja.. kasih ini ajah lebih dari cukup sayang.." jawab Dirga tangannya menyentuh dada sekal Istrinya.


"Nyunyuuu.." imbuhnya sambil memanyunkan bibir ke depan dengan kerlingan mata mesum.


Kesya mengernyit tapi tidak bisa menolak, bagaimana pun juga yang meminta itu suami Syah nya "Iyah.. tapi jangan lama-lama.. nanti bangun lagi itu syi Dede nya.." sambung nya dengan ujung bibir yang naik.


Dan yeeh senyum kemenangan Dirga mengembang di bibir sensualnya, pemuda itu lantas membebaskan gunung kembar Istrinya dari wadah renda tipis berwarna putih, kemudian mulai mencecap dan menyesapnya lagi, tangan kanannya meremasi buah yang lainnya.


Tatapan matanya mengarah ke wajah sang istri yang nampak menahan desahan dengan menggigit jari telunjuk. Dan sungguh, itu terlihat sangat seksi bagi pemuda bringas itu.


Tok tok tok !! Suara ketukan pintu membelalakkan mata mereka.


"Hah.? siapa itu sayang..?" tanya Dirga melotot panik.


Begitupun dengan Kesya yang juga melotot kaget "Pasti Daddy.. biasanya jam segini Daddy memang kesini memeriksa Kesya.." jawabnya sambil membetulkan pakaiannya kembali.


Kesya mengernyit "Ikan terbang..?" tanyanya.


"Iya.. yang soundtrack nya K'huuu menangiiiiiiiiis... huwoooo..." jawab Dirga penuh dengan intonasi.


"Ya ampun sempat-sempat nya nyanyi. Sudah cepat keluar.. sebelum Daddy membuka kamar dengan kunci cadangan nya.." sambar Kesya sambil menolak tubuh tegap suaminya yang masih memakai celana bokser.


"Sayang.. bajuku.. celana ku.." Dirga berjalan menuju balkon sambil memakai satu persatu pakaian nya kembali.


Dan suara ketukan pintu semakin kerap terdengar.


"Iya.. iya.. sabar mertua ku.. kasih aku waktu sebentar lagi" gerutu Dirga menyahut. Dan yang pasti suara mereka tak terdengar dari luar karena kamar itu kedap suara.


"Cepat Kaka.. ayok.." usir Kesya mendorong tubuh suaminya.


"Iya sayang.. tapi satu kali ciuman lagi please.." pinta Dirga merengek sambil memanyunkan bibirnya. Meski kesal Kesya tetap menurut dengan singkat gadis itu melu.mat bibir suaminya.

__ADS_1



Pemuda itu lantas melangkah ke pagar besi balkon, kemudian menggantungkan tubuhnya ke tali tambang putih yang cukup besar.


"Cepat lah turun, hati-hati..!!" perintah Kesya dengan tangan yang menggebrak kecil besi penyekat balkon tersebut, karena sepertinya sang ayah sudah membuka pintu kamar nya.


"Bye sayang.. istriku.. seksi ku.. tunggu lah kanda datang kembali.. kita lanjutkan bikin anak lagi.. ok.." cerocos Dirga sambil menuruni tali tersebut.


"Ya ampun.. cepetan.. banyak sekali bicara.." sungut Kesya sambil menoleh ke arah kamar dan benar saja Reiner sudah memasuki kamar nya.


"Aduh.. gimana kalo Daddy lihat tali ini.." gumamnya gugup sembari berdiri menutupi tali yang masih menjadi alat transportasi suaminya turun ke bawah.


Sedang Reiner berjalan dengan raut wajah yang khawatir menghampirinya "Kesya.. kenapa di luar sayang?" tanya lelaki itu.


"Emmh iya Daddy.." gugupnya.


Braaaakkk !!! suara yang terdengar sangat keras dari bawah.


"Suara apa itu sayang.?" tanya Reiner lagi sambil melangkah mendekati putrinya bermaksud memeriksa ke sumber suara.


Dengan segera Kesya mencegah langkah ayahnya "Oh.. Itu.. pak Parjo sedang beres-beres Daddy. Emmh.. ayok kita ke kamar lagi Daddy.. Kesya masih ngantuk.. tepuk-tepuk Kesya lagi yah.." ujarnya sambil membalikkan badan sang ayah sebelum kemudian mendorong punggung lelaki itu masuk ke dalam kamar.


Dengan cepatnya Kesya menutup pintu geser lalu kembali masuk ke dalam selimut tebal nya. Dan tentunya sang ayah juga mengekor di belakangnya. Lelaki itu duduk di tepi ranjang menghadap putrinya.


"Dede kenapa di luar jam segini.?" tanya ayahnya.


"Emmh.. tadi Kesya sedikit mual Daddy.. jadi keluar.. rasanya sumpek di dalam.." jawab putrinya membual.


"Mual..? kamu sudah mulai mual hm.? Daddy panggil dokter ya.." sambung Reiner yang semakin menunjukkan wajah khawatir nya.


"Emmh tidak-tidak Daddy.." sergah Kesya melambaikan tangannya cepat.


"Kesya mungkin hanya masuk angin saja.. ini bukan tanda kehamilan.. baru juga kemarin ngelakuinnya.." lanjutnya beralasan.


Reiner menggeleng, hatinya tercabik mendengar kalimat baru kemarin ngelakuinnya, seperti mengakui hal yang tidak berdosa sama sekali, tapi apa lah daya, nasi sudah menjadi bubur, dan Kesya adalah putri kesayangannya, apa pun itu yang harus di lakukan Reiner saat ini adalah mengurus putrinya.


"Ya sudah Dede tidur lagi.. Daddy tepuk-tepuk.." ucapnya kemudian.

__ADS_1


...----------------...


Segitu dulu part ini ya.. Like komen ya Kaka.. biar akooh lebih semangat lagi nulisnya.. 😘🤗


__ADS_2