Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 28. Pengantin gagal


__ADS_3

"SYAH..!!!"


Kini Dirga Pratama & Kesya Asmara Putri sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Mata kedua mempelai terpejam seolah lega mendengar kata Syah.


HALAL mereka sekarang, tapi sepertinya itu terdengar lebih menyakitkan, sebab mereka justru tidak boleh saling menyentuh ditambah lagi selama satu bulan ke depan mereka tidak bisa bertemu atau mungkin saja, dua tahun ke depan mereka baru akan bertemu kembali, karena jika sampai Kesya tidak hamil stop sampai di situ saja hubungan mereka, dan ini sudah kesepakatan bersama yang mau tidak mau mereka patuhi.


Setelah selesai acara pernikahan yang hanya di hadiri segelintir orang itu Yuda dan Chloe segera membawa pulang putranya sedang Kesya kembali di kurung dalam kamar. Tidak ada malam pertama malam pertama. Pernikahan itu sendiri pun sebenarnya sebuah hukuman bagi mereka.


Hingga satu Minggu berlalu begitu cepat namun pasangan suami istri muda itu belum juga bertemu, Dirga masih berangkat ke sekolah seperti biasanya sedang Kesya sudah berhenti, gadis itu mengikuti homeschooling seperti yang sudah di putuskan orang tuanya.


Dirga sibuk memikirkan bagaimana caranya bisa membuat istrinya hamil tapi sungguh frustasi pemuda itu. Kini wajah galak sang ketua OSIS berubah galau, sedari tadi hanya melamun di ruangannya hingga tak mendengar suara seseorang memanggil namanya.


"Woy.. pengantin gagal..!!" seruan itu membuatnya tersentak dan menoleh ke arah si penyeru. Jeng-jeng wajah nyengir adik sepupu yang kini menjadi Kaka ipar pun nampak memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Sialan kamu Briy..!!" balasnya cemberut.


"Ngelamun ajah terus kamu Ga.. nanti juga istri kamu hamil.." sindir Briyan padanya.


"Asem kamu.. bukannya bantuin.. malah cengengesan gak genah begitu.. adik sepupu sialan.. durhaka..!!" hardiknya.


"Eh sorry aku bukan adik sepupu mu lagi, sekarang aku Kaka ipar mu.. jadi lebih hormat sedikit padaku.. atau aku pecat kamu jadi ipar.." sahut Briyan dengan senyum seringai nya.


"Aaah bener-bener sialan kamu..!" gerutunya seraya menghentakkan punggung ke sandaran kursi.


Setelah terdiam sejenak tiba-tiba Dirga terpikirkan sesuatu "Eh Briy.." panggil nya dengan wajah yang serius dan Briyan mencuatkan wajah nya seolah berkata Ya ada apa?


"Malam ini juga kamu harus bantu aku bertemu Kesya.. aku kangeeeeeen banget.. please..!" ucap Dirga dengan wajah memelas.


Briyan melipat kedua tangannya lalu duduk di meja Dirga "Emmh.. gimana ya?" sahut nya dengan pupil mata yang naik ke atas.


"Briyan tampan.. yang gagah perkasa.. oh Kaka ipar ku tersayang, tercinta, terbaik, aku mohon.. hiks hiks.." rayu Dirga sembari menarik pucuk lengan seragam Kaka ipar nya.


"Cek..!!" decak Briyan menepis tangan Dirga.


"Ok ok.. aku bantu.. tapi ada syaratnya.." pemuda itu bernegosiasi.


Dirga mengernyit dengan ujung bibir yang naik "Apa? jangan macam-macam kamu!!" protesnya.

__ADS_1


"Gak macam-macam.. kamu cukup merekomendasikan satu siswi untuk jadi tutor baru Kesya.. gimana?" tawar Briyan.


"Maksudnya?"


Briyan sedikit membungkuk mendekatkan wajahnya pada Dirga "Daddy lagi butuh tutor buat Kesya, dan Daddy akan mengambil satu siswi dari SMA kita.. jadi kamu harus merekomendasikan siswi pilihan ku ke pak Arif.. gimana? kamu kan dekat dengan nya.." jelasnya pelan namun penuh paksaan.


"Siswi pilihan mu?" Dirga menyipitkan matanya curiga "Siapa?" lanjutnya bertanya.


"Zaline Arta..! dia siswi beasiswa.. sudah pasti pintar dan yang pasti Kesya akan merasa nyaman belajar dengan nya.." sambung Briyan kemudian.


"Tunggu.. sepertinya aku pernah mendengar nama itu.. siapa tadi..? Salim..?"


Briyan mengernyit "Zaline.. Ga.. Zaline.." ucapnya penuh dengan intonasi.


"Oh ya.. itu.. tapi kapan ya?" Dirga nampak mengingat ingat sesuatu.


"Ah sudahlah.." Briyan mengibaskan tangannya ke wajah Dirga. "Kamu harus cepat menemui pak Arif.. takutnya dia sudah memilih siswi lain.." imbuhnya.


"Iya.. iya.."


...----------------...


Terlalu jahat jika Reiner sampai tidak memberitahu Rafa, karena sesungguhnya pria itu juga sangat menyayangi putrinya. Dan yaah.. pria tampan mantan play boy itu pun terlonjak kaget mendengar nya.


"Rei.. kenapa bisa begitu? kita kan sudah sepakat.. mau menjodohkan Kesya dengan Jho.." protes Rafa.


"Maaf Fa.. tapi mau bagaimana lagi.. Kesya dan Dirga sudah saling menyukai.. dan sepertinya mereka cukup serius.." kelit Reiner.


"Tapi nasi sudah menjadi bubur.." imbuh Rafa putus harapan.


"Tapi Rei.. kita semua tahu kan.. jodoh takkan kemana.. siapa tahu saja Kesya tidak hamil.. dan ketika mereka di pisah.. Dirga mengenal gadis lain dan menyukainya.. kamu masih mau kan menerima Jho..?" sambung Rafa berandai.


"Itu sih.. apa nantinya saja.." sahut Reiner kemudian.


Dan ternyata di sudut tempat itu seorang pemuda mendengar percakapan mereka. Seketika wajah imutnya berubah muram.


"Kesya.. Dirga.. kalian.." ucapnya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Dengan langkah cepat pemuda itu berjalan masuk ke dalam rumah, yang ia tuju adalah kamar di lantai atas. Dan kini langkahnya sudah menaiki anak tangga.


"Jho... " sapa seseorang dari arah berlawanan padanya.


"Tante.." sapa baliknya sopan.


"Mau ketemu Kesya ya?" tanya Raya.


"Iya Tante.. Jho ada perlu sama dia.. Kesya di kamar kan Tante..?" ujarnya memastikan.


"Iya.. masuk lah.. Tante ke bawah dulu ya.."


Jho mengangguk mempersilahkan, pemuda itu lantas melanjutkan langkah menuju pintu kamar Kesya.


"Kesya.." panggilnya mengetuk pintu.


Tak lama seorang gadis membukakan pintu menampilkan wajah lesunya "Jho..!" seru Kesya sedikit kaget


Tanpa izin Jho masuk ke dalam kamar seraya menarik lengan gadis itu dan menutup pintu.


"Jho..!!" Kesya mengernyitkan dahinya heran.


Pemuda itu lantas menatap Kesya dengan tatapan yang menusuk "Sejak kapan kamu berhubungan sama Dirga hah? kamu gak mungkin melakukan hal itu kan? kamu menyukai ku.. aku cinta pertama mu.." ujarnya penuh penekanan.


"Jho.. kalau kamu sudah mendengar nya.. itu memang benar.. dan aku sekarang sudah menjadi istri Dirga.. jadi jangan seenaknya kamu masuk ke kamar ku Jho..!!" pekik Kesya melotot.


Jho mengerucutkan bibirnya geram mendengar kata istri Dirga "Aku tidak perduli.. Papi ku masih mau menjodohkan kita Kesya.. dan aku akan menunggumu.. aku yakin kalian tidak pernah melakukan hubungan dosa itu.." ucap Jho penuh paksaan.


Dan gadis itu memutar bola mata malasnya "Sekarang keluar.. tunggu saja aku sesuka mu.." sambungnya seraya membuka pintu kamar.


"Ayok keluar Jho..!" Kesya memberikan tanda usir dengan matanya. Dan pemuda itu melangkah keluar dengan tatapan menceku.


Kesya menutup pintu kamar nya kembali kemudian berjalan menuju ranjang yang seharusnya sudah menjadi saksi bisu malam panas bersama dengan suaminya.


Brugh gadis itu menjatuhkan tubuhnya dan sedikit memantul di atas ranjang.


"Kenapa dengan Jho.. bukannya dia yang menolak ku.. dia yang mengingkari janjinya.. lalu sekarang seenaknya datang ke kamar ku.. mengancam ku.. mau menunggu ku.. aneh.." gerutunya.

__ADS_1


...----------------...


Like komen ya Kaka.. semangati author dong..🤗😚


__ADS_2