
Di dalam kamar miliknya, Raya duduk di tepi ranjang, wanita itu tampak menurunkan ponsel dari telinga, tatapan matanya nanar, baju tipis nya ia remas kuat-kuat, sebab baru saja wanita itu mendapat kabar yang lumayan menghujam jantung lemah nya.
"Ini semua salah mu Rei..!!" gumamnya lirih tapi penuh penekanan.
Kini matanya terpejam menikmati rasa panas yang menyengat di jantungnya, dan seorang pria berlari menghampiri lengkap dengan wajah paniknya.
Kebetulan Reiner baru saja tiba, sebenarnya lelaki itu masih gundah dengan kabar putrinya tapi di rumahnya masih ada wanita lemah yang harus ia buat tenang. So ya.. Reiner menyerahkan urusan nya pada Yuda dan Gabriel.
"Sayang.. kamu kenapa hm? apa terasa lagi..?" tanyanya gusar.
Raya membuka matanya kemudian menoleh perlahan ke arah suaminya "Di mana putri ku Rei.?" tanya baliknya datar.
Lelaki itu tercengang "Kesya? k-Kesya di rumah Hilda sayang, mungkin kangen, mereka kan lama tidak bertemu, biarlah untuk beberapa hari ini Kesya bersama Hilda.." jawabnya berusaha tidak gugup tapi tidak berhasil.
Membuat Raya memejamkan matanya lemah kemudian mengerling sinis ke arah Reiner kembali "Sampai kapan kamu terus menyembunyikan sesuatu dari ku Rei? apa sampai aku mati? kamu tidak pernah menganggap ku penting untuk di beri tahu hal yang perlu Rei..!!" protesnya ketus dengan tangan yang masih meremas kuat baju tipis nya, berusaha mengurangi rasa sakit di jantung nya.
"Kamu ini bicara apa hm? sini sini.. lebih baik kita tiduran, sepertinya kamu lelah sayang.." ajak Reiner mengalihkan pembicaraan. Tangannya meraih tubuh kecil istrinya.
"Jangan sentuh aku.!!" teriak Raya menepis kasar.
Dahi Reiner berkerut tegang "Yank.." seru nya.
Dan kini Raya beranjak dari duduknya "Jangan menyentuh ku sampai kamu bisa membawa pulang Dirga dan juga Kesya.!!" tolaknya menunjuk wajah suaminya yang kini duduk di tepi ranjang.
"S-sayang, dari mana kamu.......?"
"Kesya sendiri yang menelepon ku, dia meminta izin pada ku, dia tahu suami ku tidak pernah menganggap ku ada. Yah Rei.. saat ada masalah aku seolah tidak terlihat oleh mu..!! dari dulu kamu memang tidak pernah berubah..!!" sergah Raya memotong pertanyaan suaminya yang sudah bisa di tebak.
"Sayang......" Reiner gelagapan. Tepisan demi tepisan wanita itu berikan, sergahan, lontaran kata pedas istrinya ucap kan. Raya memang selalu mendapati hal serupa selama pernikahan nya, suaminya selalu saja menutup nutupi sesuatu darinya.
__ADS_1
"Aku minta maaf.. aku.. sayang.. jangan seperti ini, aku mohon maaf kan aku.." ucap Reiner terus berusaha meraih tubuh istrinya.
"Apa lagi yang masih kau sembunyikan dari ku Rei.? apa.? aku memang lemah, tapi setidaknya kamu beri tahu aku apa yang perlu aku tahu.. putri ku.. putri ku pergi dari rumah lalu kau membodohi ku.? hiks..." sambung Raya yang di akhiri dengan suara isak nya. Bulir air mata mulai mengalir bebas di pipi lembut nya.
Reiner mengusap wajah nya gusar, sungguh lelaki itu serba salah "Mengerti lah, ini semua karena aku sangat menghawatirkan mu, kenapa tidak ada yang bisa mengerti posisi ku? aku ini orang yang sangat menyayangi kalian? tapi aku selalu saja menjadi tokoh antagonis di dalam rumah ku sendiri" kini suara Reiner terdengar protes.
Mendengar itu Raya mulai diam tak menyahut namun masih berpaling muka dari suaminya, sebetulnya wanita itu juga tahu maksud dan tujuan suaminya, tapi di bohongi juga sangat menyakitkan baginya.
Melihat istrinya sudah sedikit lebih tenang Reiner mulai melingkarkan tangannya ke perut wanita itu "Maaf.. maaf sayang. Aku janji tidak akan menyembunyikan apapun lagi.. dan secepatnya menemukan mereka, tenang lah, jangan terlalu khawatir, Dirga pasti bisa menjaga Kesya, bukan kah dia pemuda yang tangkas.?" rayu nya menenangkan.
"Sekarang tiduran, kamu istirah........" ucapan Reiner yang belum selesai karena Raya melepas pelukannya tiba-tiba kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.
Wajah wanita itu masih sangat marah, tapi sejujurnya Raya sedikit lebih tenang, Reiner benar, Dirga bisa di andalkan, pemuda itu pasti bisa menjaga putrinya.
...----------------...
Sedang di tempat lain Yuda sudah menemukan titik terang, Gabriel mencurigai seragam yang di pakai Dirga pasti ada sangkut pautnya dengan seseorang yang bekerja di mall tersebut. Sampai akhirnya anak buah mereka berhasil menemukan dalang di balik layar aksi Dirga siang tadi. Mereka memaksa bahkan mengancam sepupu Ucup agar mengatakan tempat persembunyian Dirga saat ini.
"Lebih baik aku saja yang ke sana..!! Aku tidak yakin jika anak buah kita mampu membawa Dirga pulang.." ucap Yuda.
"Aku ikut.. kau membutuhkan ku brother.." sergah Gabriel yang lalu mengekor di belakangnya.
...----------------...
Sementara di tempat yang lainnya lagi, sebuah motor memasuki halaman parkir penginapan kecil, Dirga belum mempunyai tempat tinggal untuk istrinya, jadi malam ini mereka harus mencari penginapan sementara. Satu jam yang lalu sepasang suami istri itu makan di restoran kecil di sekitaran sana dan setelah kenyang rasa ngantuk malah menderanya.
Sedang Kesya tampak mengernyit protes saat di turunkan ke tempat itu, matanya menyisir seluruh sudut "Kita mau apa di sini Kak?" tanyanya bingung.
"Menginap sayang, kamu pasti lelah kan? untuk sementara, kita di sini dulu, besok kita cari tempat yang bisa kita tinggali bersama.. hm..!" jawab Dirga sembari beranjak dari motornya.
__ADS_1
"Ayok.. kita masuk.." ajaknya menggandeng tangan Kesya.
"Tapi..." ucap Kesya ragu.
"Ayok sayang.. kenapa lagi..?"
"Iyah.. baiklah.." meskipun ragu gadis itu tetap menurut, ia melangkah mengikuti ajakan suaminya.
Tiba di dalam beberapa pria dewasa menyambutnya "Silahkan.." ucap sopan resepsionis pada mereka. Tapi tatapan lelaki itu seolah mencela melihat pemuda yang masih muda membawa gadis yang masih sangat muda, bahkan terlihat masih kecil.
"Masih ada kamar?" tanya Dirga tanpa ragu.
"Kalian....." sahut lelaki itu bingung. Secara kan sekarang banyak sekali anak muda yang sudah berani bolak-balik ke hotel atau penginapan hanya untuk merusak anak gadis orang.
"Pak.. kami sudah menikah.. tenang.. kami bukan mau berbuat zinah di sini.." sergah Dirga saat melihat ekspresi wajah resepsionis yang terkesan curiga.
Setelah sekian menit Dirga berhasil membuat beberapa pria itu percaya dengan status pernikahan mereka, tentu saja tidak semudah itu, Kesya menunjukkan video akad nikah yang masih tersimpan di ponselnya. Ponsel yang ia mode terbang, agar tidak terlacak oleh Ferdy yang ahli IT itu.
Dan akhirnya mereka mendapat satu kamar kemudian segera menujunya. Tapi Kesya sendiri masih terlihat diam dengan wajah protesnya, matanya terus menerus mengelilingi tempat yang tidak layak menurut nya.
Kini langkah mereka sudah memasuki kamar nomor 18 dengan pintu bercat coklat kusam bahkan terkelupas, tiba di dalam ruangan mereka di sambut oleh ranjang queen size yang sangat biasa, dinding berwarna putih namun sudah sedikit berjamur. Sedang Dirga tampak santai menutup pintu kamar nya.
"Kakak.."
"Hm..?"
"Kakak yakin menyuruh ku tidur di tempat seperti ini..?" tanya Kesya dengan pandangan yang mengedar ke seluruh arah.
Dirga tersenyum kemudian meraih tangan lentik istrinya "Sementara saja, kita tidak mungkin menginap di hotel mewah yank.. om Ferdy bisa dengan cepat melacak keberadaan kita, apa kamu mau seperti itu.?" jawabnya.
__ADS_1
...----------------...
Bersambung..!!