
Si kecil Kesya sudah duduk mengikuti pelajaran pertama nya namun telinganya tak mendengar suara dari guru yang mengajar di depan kelas.
Pikirannya terus menerus di hujani dengan wajah Kaka sepupunya yang tiba-tiba mengganggu konsentrasi nya.
Hingga Sadam sang guru biologi menggelengkan kepalanya karena Kesya yang meracau sendiri di atas bangkunya.
"Kesya..! Kesya..!" seru lelaki berusia 26 tahun itu. Dan gadis itu masih asyik dengan gerutunya sendiri membuat Sadam semakin mengerutkan keningnya "Kesya kamu kenapa?" tanyanya lagi dengan sedikit berteriak.
Hingga Kesya tersentak kaget "Iya pak .. saya.. mau di cium pak..!" sahut gadis itu spontan. Dan membuat seluruh anak di dalam kelasnya tertawa tidak terkecuali Zaline di sebelah bangkunya.
Sadam tersenyum "Kamu mau bapak cium?" sambung guru muda itu. Dan tawa di dalam kelas nya semakin pecah.
Kesya melihat ke sekeliling alangkah malu sekali dia tiba-tiba menyerukan mau di cium pada gurunya "Oh my God.. aku ini kenapa.. aaah.. gara-gara ka Dirga.. aku tidak fokus.." batinnya.
...----------------...
Bel istirahat berbunyi satu persatu siswa di kelas Kesya mulai meninggalkan tempat duduknya. Wajah lapar dari para anak itu mulai terlihat tidak terkecuali Kesya dan Zaline namun keduanya masih sibuk dengan tas nya masing-masing.
Hingga akhirnya murid lelaki tampan dari kelas sebelah menghampiri mereka. Eh ralat menghampiri Zaline "Lin.. kita ke kantin bareng.." ajak Jho.
Dan gadis itu menatapnya ragu "Jho.. aku.." sahutnya.
"Kenapa? kamu takut di tindas lagi sama Hilda sama Meira?" ucap Jho melirik ke arah kedua gadis itu.
Jho menarik lengan Hilda yang masih duduk di bangkunya "Sini kamu..!!" seru nya geram.
"Apa sih Jho..!" Hilda melotot sembari menepis tangan Jho namun sayangnya pemuda itu kepalang geram padanya.
"Minta maaf padanya..!" tuntut Jho yang juga melotot.
"Jho sudah lah.. jangan begitu Jho.." pinta Zaline mencoba menghentikan aksi pemuda itu.
Hilda menyeringai "Aku ..? minta maaf..? sorry ya Jho.. aku tidak mau merendahkan diri sendiri untuk meminta maaf ke manusia gratisan ini..!" ungkap nya menunjuk wajah Zaline yang kini menunduk.
"Kamu..! kamu sadar kamu sudah sejahat apa hah..?" Jho menekan cengkeraman tangan pada Hilda hingga kini gadis itu meringis.
"Lepas Jho.." teriaknya.
__ADS_1
"Minta maaf atau aku laporkan ke kepala sekolah..!" ancam Jho.
"Jho.. aku tidak apa-apa kok.. tolong lepaskan Hilda Jho.." bela Zaline namun pemuda itu tak mengindahkan nya.
Kesya yang sedari tadi diam kini mulai beranjak dari tempat duduknya melangkah ke dua orang yang tengah berseteru "Lepasin Hilda..! apa kamu tidak malu menindas seorang gadis..?" ucapnya menatap sinis Jho.
"Suruh dulu teman mu minta maaf ke Zaline baru setelah itu aku lepas..!" Jho bernegosiasi.
"Minta maaf lah Hilda.. kamu memang salah.." ucap Kesya kemudian.
Kening Hilda mengerut menatap wajah Kesya "Aku tidak mau Kes.. aku membela mu.." sambung nya berapi-api lalu jari telunjuk nya menunjuk wajah Zaline dengan penuh kebencian "Wanita gratisan ini merebut......" Hilda menghentikan perkataan nya karena Jho masih di depannya.
"Merebut siapa Hilda..? merebut cowok menjengkelkan ini..?" Kesya menunjuk wajah Jho yang kini menatapnya.
"Ayolah Hilda.. aku tidak menyukai Jho..!! sekarang minta maaf.. jangan membuat ku malu dengan mengatakan hal seperti itu.. aku Kesya tidak menyukai cowok menjengkelkan ini lagi..! paham kalian..!" imbuhnya.
"Dan untuk kalian semua di kelas ini.." Kesya menatap ke seluruh siswa yang masih berada di dalam kelas "Jangan menindas Zaline lagi.. jangan sampai aku yang di fitnah lagi.. kalian paham..?" ungkap nya.
Dan seluruh temannya mengangguk.
"Kita pergi saja.. aku lapar.." Kesya mengajak kedua sahabatnya Hilda dan Meira. Dan ketiga gadis bersahabat pun berlalu dari sana.
Tidak serakah.. karena semua orang merasa senang jika di cintai.. merasa hebat jika di kagumi.. dan sekarang gadis cantik yang dahulu sempat ia kagumi memutuskan untuk berhenti menyukai nya.
"Apa benar semudah itu.? lalu kenapa aku tidak mudah menerima nya.? aku bahkan tidak mudah melupakan Zaline.. jika bisa semudah Kesya melupakan ku.. mungkin aku akan lebih memilih nya.." kecamuk Jho dalam hati.
...----------------...
Tiba di luar ruangan Meira menatap heran sahabatnya "Kes.. beneran kamu sudah tidak menyukai Jho lagi..?" tanyanya.
"Tentu saja tidak semudah itu Meira.. tapi apa aku harus memohon mohon sama cowok brengsek kaya dia.. enak saja.. seorang Kesya tidak akan pernah melakukan itu.." jawab Kesya.
Mereka melanjutkan langkah menuju kantin karena sudah sangat lapar. Dan tiba-tiba Kesya menarik kedua sahabatnya bersembunyi di balik sekat dinding pendek. Kesya memaksa Hilda dan Meira menundukkan kepalanya.
Dan kedua gadis itu bingung dengan ulah Kesya yang tiba-tiba aneh "Kamu kenapa sih Kes..?" tanya Hilda.
"Sssuuuuutttt...! ada kak Dirga di sana.. aku tidak mau bertemu dengan nya.." bisik Kesya dengan wajah yang serius.
__ADS_1
"Hah.? kenapa.?" Meira bingung.
"Sudah lah diam saja.." sambung Kesya sambil terus menekan kepala kedua sahabatnya menunduk.
"Apa hukuman mu menyeramkan sampai sampai kamu takut bertemu dengan Kaka mu sendiri Kes..?" tanya Hilda kemudian.
"Hah..?"
"Hukumannya lebih menakutkan dari pada hukuman yang pernah dia kasih ke siswa lain.. ini sangat menakutkan bagiku.. aku trauma Hilda.. tolong jangan terus bertanya.. sembunyi lah.." bisik Kesya yang semakin panik karena sang Kaka sudah dekat dengan posisi persembunyian mereka.
Dirga menghentikan langkahnya tepat di samping sekat dinding itu karena beberapa adik kelas nya memanggilnya.
"Kak.. kita mau kasih ini ke kak Dirga.. ini buatan kita sendiri loh kak.. semoga Kaka suka" ucap salah satu penggemar Dirga menyodorkan kotak makan kepadanya.
"Kenapa kalian memberikan nya padaku.? aku tidak perlu ini.." tolak Dirga menyorong kembali kotak nya.
Beberapa gadis itu pun merubah ekspresi wajahnya "Tolong terima lah kak.. kita sudah capek-capek membuat kan nya untuk mu.."
Sedang di tempatnya ketiga gadis yang masih bersembunyi mulai tidak nyaman dengan posisi mereka karena mulai merasa pegal "Kenapa harus berhenti di situ sih..?" gerutu Kesya.
"Beruntung sekali menjadi ka Dirga.. banyak yang memberinya makanan dan minuman gratis.." sahut Meira sedikit keceplosan.
"Sssuuuuutttt..! jangan keras-keras ngomong nya.." pekik Kesya melotot.
"Aku sudah pegal menunduk Kes.. kita menyerah saja yah.. lagian ka Dirga kan sayang sekali padamu.. pasti tidak akan tega menghukum mu lagi.." bisik Hilda. Kesya menggelengkan kepalanya sambil merem.
Sedang di tempat nya Dirga mulai tidak enak dengan ekspresi wajah beberapa gadis yang memberinya makanan "Ok ok.. aku terima.. terimakasih ya.." ucap Dirga mengalah membuat beberapa gadis itu tersenyum girang "Ya sudah kita pergi ya kak.. selamat menikmati makanan nya.." ucap nya.
Dirga mengangguk tanpa tersenyum.
Craaaakkk kaki Kesya menyenggol pot bunga di sebelah nya dan suara itu mengalihkan perhatian Dirga.
"Matilah aku.." bisik Kesya memejamkan matanya kuat kuat.
...Sekat dinding persembunyian Kesya 😂...
__ADS_1
Dukung akooh dengan like ya... kalau boleh vote juga senang banget akooh...😍