Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 39. Rencana misi


__ADS_3

"Di mana dia sekarang.? apa dia baik-baik saja hah.? apa kegiatan nya selama satu bulan ini..?" cecar Briyan terlihat berapi-api saking penasarannya.


"Eeizz.. sabar sabar bro..!!" sahut Ucup dengan wajah selengean. Tangannya lalu mengipasi tubuhnya "Kasih lah dulu teman mu ini minum bro..!! haus kali.. bila perlu sekalian sama kue kering juga boleh.." pintanya kemudian.


Briyan menghentakkan punggungnya ke sandaran kursi "Sebenarnya Dirga nemu di mana anak menjengkelkan seperti mu ini.." keluhnya dengan wajah jengkel nya.


Kemudian tangannya melambai ke salah satu tukang kebun yang tengah duduk santai di sudut taman "Pak sini pak.. sebentar.." teriaknya memanggil.


Lelaki bernama Subur pun berlari dengan segera menghampiri putra mahkota Reiner "Iya Dhen.. adha apha.." ucapnya dengan bahasa medok nya.


"Tolong suruh orang dapur membuat kan minum dan bawakan beberapa camilan juga ke sini.. segera!!" perintah Briyan. Subur menunduk memberikan tanda setuju dan segera melaksanakan perintah putra semata Reiner.


Kemudian Briyan kembali menatap wajah tamu tak diundang nya "Sekarang.. jawab pertanyaan ku.. siapa nama mu.? dari mana asal mu.? dan di mana kau bertemu dengan saudara ku.?" cecar nya kembali.


"Aku Nguncup.. panggil saja aku Ucup.. asal ku dari kota T tapi tinggal ngekost di kota B.. aku masih sekolah.. kita ini sepantaran.. sebulan yang lalu tidak sengaja aku bertemu dengan bro Dirga, dia juga membantuku melunasi tunggakan kost ku, hingga SPP ku, jadi sekarang aku ke sini untuk membalas budi baiknya padaku selama satu bulan ini.. gimana..? apa masih kurang penjelasan ku..?" jawan Ucup yang di akhiri dengan mencuatnya wajah selengean pemuda itu.


Tentu saja otak encer Briyan bisa dengan cepat mencerna penuturan Ucup bahkan langsung mengingat nama aneh pemuda itu.


"Lalu dimana dia sekarang? apa dia ikut bersama mu kesini.? aku merindukan nya.. aku mau bertemu dengan nya.." sambung Briyan kemudian.


"Dia ada di sini.. di dalam taksi.. di ujung perumahan elit ini.. si bro sengaja tidak mau keluar.. penjagaan di sekitar sini masih begitu ketat bukan..?" lanjut Ucup sekaligus bertanya.


Dan Briyan mengangguk "Iya.. memang ketat.. tapi kenapa kalian baru memberi kabar padaku setelah satu bulan..? kenapa tidak dari kemarin hah..?" cecar nya lagi.


Ucup mendekat kan wajah nya pada Briyan "Setiap minggunya kami ke sini.. karena sekolah ku hanya libur di hari Minggu saja.. tapi tidak ada kesempatan untuk mendekat, karena tiga Minggu sebelum nya di depan rumah ini banyak sekali penjaga yang bersiaga.. dan itu sangat menyulitkan kami.." jawabnya.


"Baiklah.. lalu.."


"Permisi Den.. minum nya.." ucap sopan Tami menyambar pembicaraan mereka.


Dan Briyan menghentikan kalimat nya "Oh.. iya Bik.. terimakasih.." sahutnya menoleh ke arah wanita itu dan Tami menunduk sopan kemudian berlalu dari sana.


Belum sempat Briyan mempersilahkan jamuan nya pada Ucup namun pemuda selengean itu sudah meneguk gelas berisi lemonade membuat Briyan geleng-geleng kepala heran.

__ADS_1


"Haduh.. Nguncup... Nguncup.. manusia aneh dari planet mana kamu ini..?" gerutu nya.


"Cek ahh.. segarnya.. begini ya rasanya jadi orang kaya.. minuman nya kecut kecut segerrrr.." celoteh Ucup menggelengkan kepalanya nikmat.


Sekitar satu jam lamanya kedua pemuda sepantaran itu berbincang serius, kemudian Ucup pamit untuk segera pergi, tentu saja setelah dengan detil menyampaikan maksud dan tujuan nya datang ke griya tersebut.


Setelah mengantar Ucup keluar dari gerbang rumah nya, Briyan pun membalikkan badan kemudian berjalan gontai menuju pintu masuk, di teras sudah ada sang ayah tampak menatapnya dengan penuh tanya.


"Siapa tadi Briy..?" tanya lelaki itu.


"Uh..? Emmh.. teman sekolah Dad.." jawab Briyan gugup sambil celingukan ke arah gerbang dan sesekali tangannya menggaruk pucuk hidungnya.


Membuat Reiner mengernyit "Teman? kamu punya teman seperti itu.? Daddy baru melihat nya." tanyanya mencecar seolah tak percaya.


Secara kan selama ini teman yang di bawa Briyan hanya putra-putra dari rekan bisnis ayahnya saja.


"Iya.. dia teman baru Briyan Dad.." jawab pemuda itu meyakinkan.


"Oh.."


...----------------...


"Selamat malam adik kesayangan ku.." ucapnya seraya mendekat. Tak lupa menampilkan senyum manis di wajah tampan nya namun sang adik hanya diam tak menyahut.


Briyan pun duduk di tepi ranjang bersebelahan dengan tubuh adiknya "Habiskan lah seluruh air mata mu.. karena Kaka pastikan hari ini hari terakhir kamu menangisi suamimu." lanjut Briyan mengelus punggung Kesya yang kini tidur menelungkup.


Dan Gadis itu menoleh ke arah Briyan "Memang nya kenapa?" tanyanya.


"Kaka janji akan membantu mu bertemu dengan suamimu.. jadi sudahi lah tangis mu.. makan yang banyak.. dandan yang cantik.. sebentar lagi Dede bertemu dengan nya.. suami mu.." jawab Briyan, dan kalimat itu membuat gadis itu beranjak dari tempatnya secara tiba-tiba.


"Benarkah Kak? apa Ka Briyan sudah bertemu dengan nya? dimana dia sekarang? bagaimana kabarnya?" tanyanya lengkap dengan wajah penasaran nya.


"Kak Briyan sendiri belum menemui nya.. tapi secepatnya kita bertemu dengan nya.. sabar lah.. dan sebisa mungkin bersikap seperti biasa.. supaya Daddy cepat memberi izin Dede untuk jalan keluar dari rumah.. jika Dede terus menerus seperti ini.. Daddy juga akan terus mengurung mu.." jelas Briyan kemudian.

__ADS_1


Kesya mengangguk "Iya.. baiklah.." sambungnya "Tapi.. kapan Kaka mempertemukan ku dengan nya? aku sudah sangat merindukan nya.." lanjutnya.


"Minggu depan kita bisa bertemu dengan nya.. jadi mulai dari sekarang.. berusaha lah untuk tidak membangkang semua ucapan Daddy.. menurut lah hm.." tambah Briyan dan gadis itu mengangguk beberapa kali dengan binar senang di matanya.


...----------------...


Dan di tempat lain Dirga sudah dalam perjalanan menuju kost miliknya bersama dengan Ucup tentunya. Kedua pemuda itu melakukan perjalanan dengan menggunakan mobil taksi. Tabungan Dirga masih cukup untuk membayar argo transportasi mahal itu.


"Rasanya lega sekali Cup.. terimakasih atas bantuan mu.. aku tidak akan melupakan jasamu ini.." ucap Dirga pada teman barunya.


"Santai saja lagi bro.. nanti juga aku akan lebih merepotkan mu.. hehe.." balas Ucup nyengir.


"Jadi bagaimana dengan Kaka sepupu mu? apa benar dia sudah siap membantu ku Minggu depan?" tanya Dirga kemudian.


"Sudah dong.. tenang saja.. Minggu depan beres pokonya.. di jamin kalian pasti bertemu.." jawab Ucup.


"Semoga saja.." harap Dirga yang lalu menatap jalanan malam di jendela kaca nya "Kira kira seperti apa dia sekarang? pasti anak itu tidak mau makan.. dia punya kebiasaan itu dari kecil.." gerutunya pelan kini wajahnya berubah sendu.


"Yang pasti gak akan berubah banyak hanya dalam waktu satu bulan saja.. pasti si Sis masih tetap cantik.." sambung Ucup.


Dirga mendadak menoleh ke arah Ucup dengan kening yang mengerut "Si Sis.? siapa si Sis..?" tanyanya.


"Ya istri mu lah Bro.. siapa lagi.." jawab Ucup membentak.


"Kok Sis? kamu kira istri ku penjual online shop..??!!" protes Dirga menoyor kepala Ucup.


Dan pemuda menjengkelkan itu mengelus kepalanya "Ya kan pasangan nya kata Bro itu kan Sis.. gimana sih..?" gerutunya.


Sudah satu bulan lamanya kedua pemuda itu berteman baik, mereka juga sudah bertukar cerita tentang asal usul keluarga mereka. Hingga kini mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Dan karena mereka tinggal satu kamar, mereka juga sering berbagi makan berbagi minum bahkan berbagi selimut dan tempat tidur. Yah.. begitulah mereka.


...----------------...


Ok bersambung dulu yaa.. sepertinya part selanjutnya aku harus fokus supaya bisa dapet feel nya deh.. dan bagaimana kah cara Mereka bertemu?? simak selengkapnya yaa Kaka..

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan.. stay at home duduk manis sambil baca novel ku yang masih amatiran ini.. hihihi.. semoga kalian semua sehat selalu.. Aamiin.. 🤗😘 Terimakasih sekali lagi buat yang udah vote dan kasih bunga.. 🤗😘


__ADS_2