Nikah Kan Kami Daddy..!!

Nikah Kan Kami Daddy..!!
Bab 25. Terciduk Lagi


__ADS_3

Di kamar yang berukuran tiga meter kali tiga meter Zaline baru saja tiba, yang pertama kali ia tuju adalah cermin besar di sisi ruangan itu, ingatannya tentang pemuda yang baru saja mengantarkannya masih membuatnya senyum senyum tak jelas.


Gadis itu merengkuh jaket jeans yang masih melekat di tubuhnya, oh Ingatannya langsung tertuju saat pemuda tampan itu memakaikannya "Gantengnya.. baik nya.. gagahnya.. dia nyaris sempurna.." ucapnya tersenyum.


Dan seorang ibu mendatangi nya dengan wajah penasaran "Lin, siapa pemuda tadi,? mamah baru melihat nya.. dia tampan sekali.. wajahnya mirip artis terkenal.." tanyanya.


"Kaka kelas mah.. kan Zaline udah bilang.." jawab Zaline merubah ekspresi wajahnya, gadis itu tidak suka saat ibu rewel nya ikut campur urusan hatinya.


"Kamu harus jadiin dia pacar mu Lin.. sepertinya dia menyukai mu.. atau jangan-jangan ini yaah.. alasan mu tidak juga menerima Jho hm.?" tambah Shella menerka.


"Apa sih mah.. mereka itu orang kaya.. gak pantes buat Zaline.. berkhayal saja tak boleh.." ketus Zaline kemudian.


"Loh.. dulu mamah juga pacaran sama anak orang kaya, dia selalu menuruti apa yang mamah minta, dia baik, menerima mamah yang hanya anak orang miskin" sambung Shella.


"Tapi buktinya sekarang apa? mamah sama papah kan.? yang sama-sama orang biasa.." timpal Zaline kecut.


"Sudah lah, Zaline mau ganti baju.. mau mandi, lengket.. mamah keluar gih.." tambahnya sambil mendorong tubuh ibunya perlahan.


Shella menghembuskan nafas pendek sebelum kemudian keluar dari kamar putrinya "Iya iya.." ucapnya.


...----------------...


Satu bulan berlalu lagi, di meja makan panjang minimalis seluruh keluarga besar Presdir tampan tengah asyik melakukan ritual sarapan pagi bersama. Dan satu kursi yang seharusnya tidak kosong tapi masih belum berpenghuni.


"Briyan kemana mbak? belum bangun.?" tanya Reiner pada Tami yang berdiri sigap di samping meja makan kalau-kalau ada sesuatu yang diperlukan majikannya.


"Iya tumben anak itu belum turun.." sahut Mira nenek Briyan.


"Maaf tuan, nyonya, Den Briyan sudah berangkat ke sekolah.." jawab Tami kemudian seraya menunduk sopan.


"Hah?? pagi-pagi sekali..?" Hans menyambar heran.


"Iya tuan.. katanya mau ada penting.. saya sudah suruh sarapan dulu.. tapi tidak mau.. Den Briyan menolak nya.." terang Tami lagi.


"Yah.. Kesya berangkat sendiri dong.." gerutu gadis itu menyambar pembicaraan mereka.


"Selamat pagi semua.." suara dari kejauhan mendatangi meja makan. Ternyata Dirga yang berjalan dengan senyuman.


Dan lagi-lagi Kesya hampir tersedak, kekasih diam-diam nya itu selalu tiba-tiba mengejutkan. Dirga masih bisa bersikap seperti biasa di hadapan keluarganya tapi tidak dengan Kesya, gadis itu terlalu polos untuk menyembunyikan sesuatu.


"Pagi Dirga.. ikut sarapan sini.." tawar Leta nenek Briyan yang satunya lagi.


"Tidak nek.. Dirga sudah sarapan.. Dirga mau jemput Kesya berangkat bareng.." tolak nya sopan.


"Ayok Dede kita berangkat.." ajak Dirga. Karena Kesya memang sudah menyelesaikan sarapan paginya.


"Emmh iya.." sahut Kesya kikuk. Tapi tetap menurut, gadis itu mengelilingi meja makan berpamitan dengan seluruh anggota keluarga nya kemudian berjalan berdampingan dengan kekasih diam-diam nya menuju halaman parkir.

__ADS_1


Tiba di halaman parkir, Kesya meraih tangan Dirga lalu menatap wajah nya "Kenapa Kaka jemput Kesya.. Kaka tidak takut kak Briyan marah..?" tanyanya.


"Tenang saja sayang.. Briyan gak apa-apa, asal Ka Dirga gak macem-macem ke kamu.." jawab pemuda itu sambil celingukan memastikan tidak yang melihat mereka, dan setelah merasa aman Dirga kembali menatap wajah Kesya Cup pemuda itu melu.mat bibir mungil kekasihnya.


"Satu macam saja sudah cukup.." tambahnya tersenyum.


Kesya memukul dada bidang Dirga "Kaka.. jangan sembarangan.. gimana kalo ada yang lihat kita.?" pekiknya melotot.


"Aman.. Kaka tau kok.. situasi nya.. tenang sayang.." ujar Dirga seraya memakaikan helm Kesya "Ayok naik.. Kaka bawanya pelan-pelan biar lebih lama pelukan nya.." bisik nya nakal sambil tersenyum.


Kesya menggelengkan kepalanya heran kemudian mengikuti instruksi pemuda itu "Baiklah.." ucapnya manyun.


...----------------...


Di tempat lain, seorang pemuda duduk di meja makan bundar menghadapi nasi goreng yang terlihat sangat enak, apa lagi di sampingnya ada gadis cantik yang beberapa bulan ini mencuri hatinya, siapa lagi kalau bukan Zaline Arta.


Dan seorang ibu baru saja duduk di meja dengan senyum bahagia menatapnya "Ayok nak Briyan.. cobain nasi goreng buatan Tante.. orang bilang sih enak.. gatau deh menurut nak Briyan.. makanya coba dulu ya.." ucapnya hangat.


Briyan menunduk sopan "Iy iya Tante.." sahutnya kemudian tatapannya beralih ke seorang bapak di samping tempat duduknya "Om.. Briyan coba yah.." imbuhnya tersenyum.


"Iya.. makan lah.. pasti nak Briyan ketagihan" balas Heru ayah Zaline.


Briyan pun mulai menyendok nasinya lalu menyuapkan nya ke mulut dan "WOW" sebut dalam hatinya, ternyata rasanya memang enak sekali, masakan mbak Tami koki handal di rumahnya saja kalah enaknya.


"Gimana Kak rasanya..? apa Kaka sakit perut..?" tanya Zaline terlihat penasaran.


"Emmh.. enak kok.." jawab Briyan setelah menyelesaikan kunyahan nya.


"Zaline Zaline.." ucap Heru yang juga tersenyum. Dan Briyan membalas senyuman kikuk.


Setelah selesai sarapan Briyan dan Zaline berpamitan pada Heru dan juga Shella, sebenarnya ada penghuni lain di rumah itu namun sang nenek memang selalu di dalam kamar mengingat kondisi nya yang susah berjalan. So.. ya.. mereka langsung keluar berangkat ke sekolah bersama dengan motor nya.


Tak terasa kedekatan mereka semakin intens, Briyan sering mengajak Zaline jalan di sela waktu libur nya. Dan Zaline pun selalu menunggu dan menunggu pemuda tampan itu menghampirinya, entah itu di perpustakaan ataupun di rumahnya.


Mungkin belum ada yang menyatakan cinta tapi waktu menyatukan mereka hingga kini mereka saling suka dan nyaman satu sama lain. Bahkan sering kali mereka bertemu pandang saat tiba-tiba menghadapi adegan canggung.


Tapi si tampan Briyan itu termasuk dari jajaran pemuda cupu, mungkin saja dia menuruni sifat kakeknya Hans yang taunya hanya bergulat dengan buku-buku, tidak lihai dengan adegan romantis atau pernyataan cinta pada seorang gadis.


So ya.. Zaline harus lebih bersabar lagi menunggu si tampan Briyan menyatakan cinta yang entah kapan. Dan kini hari-hari mereka lalui, perlahan Kesya juga tahu kedekatan sang Kaka dengan teman sekelasnya, berhubung Briyan juga menutupi hubungan nya dengan Dirga, Kesya pun melakukan hal yang sama, jadi sekarang mereka impas.


...----------------...


Dan hari ini hari Minggu, keluarga besar Reiner tengah berkumpul di halaman belakang rumah, memanfaatkan waktu luang di hari libur, ada Dirga dan kedua orang tuanya tidak terkecuali Jho dan kedua orang tuanya yang juga ikut hadir.


Aroma daging sapi barbeque tercium begitu lezat. Sedang Kesya? gadis itu masih sibuk dengan keran kamar mandi yang macet. Sudah sekitar lima belas menit gadis itu mengutak-atik berharap bisa segera betul kembali, sebab dari subuh tadi gadis itu belum juga mandi.


Lama tak juga berhasil menyalakan kerannya, gadis itu berjalan keluar dari kamar dan tiba-tiba saja di kejutkan dengan wajah tampan kekasih diam-diam nya.

__ADS_1


"Selamat pagi menjelang siang sayang.." ucapnya tersenyum sambil melipat kedua tangannya, bersandar di dinding dengan kaki yang menyilang.


"Kaka.. dari kapan Kaka di sini..?" tanyanya.


Dirga menghela nafas dan menghembusnya "Sudah lama, Kaka tunggu kamu keluar dari tadi.. sampe jamuran Kaka di sini.." keluhnya.


"Maaf ya.. Kesya belum mandi, keran kamar mandi nya rusak.. Kaka bisa tolong benerin gak.?" pinta Kesya.


"Emmh.. coba deh.. kali aja bisa.."


Dirga pun masuk kedalam kamar lalu berjalan menuju kamar mandi, dia mencoba mengutak-atik keran yang macet entah kenapa.


Tangan mungil Kesya tidak bisa memutarnya namun sepertinya tangan perkasa Dirga malah membuat keran itu patah dan Byuuurr...!!


"Kaka... hiks... Kaka mengacaukan nya.." teriak Kesya sambil tertawa.


"Ampun deh.. kenapa jadi patah..?" gerutu Dirga yang juga tertawa.


Air itu mengenai kedua insan rupawan itu hingga kini baju mereka basah kuyup satu sama lain.


Dengan sigap Dirga menyumbat keran los dol itu dengan sesuatu yang ada di dalam sana.


"Untuk sementara begitu saja dulu yank.. nanti minta betul kan saja sama tukang.." ucap Dirga.


Kesya mengangguk setuju "Iya deh.." lalu keluar dari kamar mandi langkahnya menuju lemari mengambil handuk dari dalam sana kemudian duduk di sisi ranjang mengeringkan rambutnya.


Tak lama kemudian Dirga pun ikut keluar, dengan percaya diri nya pemuda itu melepaskan t-shirt putih basahnya.


Tak sengaja Kesya melihat ke arah nya, gadis itu mendadak tersipu, pipinya kian memerah, matanya tak berkedip menatap bagian perut sixpack kekasihnya.


Dan sepertinya pemuda itu tahu, dengan langkah pelan Dirga menuju tubuh kekasihnya yang masih duduk di tepi ranjang "Sayang.. kamu terpesona padaku.?" ucapnya menggoda.


"Hah.?" Kesya mengalihkan pandangannya "Emmh ti tidak.. aku.." gugupnya.


Dirga menatap ke bagian depan tubuh kekasihnya yang juga nampak menerawang hingga samar-samar pemuda itu bisa melihat gundukan padat yang terlihat menggoda baginya.


"Sayang.. kamu cantik.." ucapnya. Dan gadis itu hanya menatapnya beku.


Perlahan Dirga duduk di samping kekasihnya dan kini kedua mata sayup mereka bertemu, tanpa izin pemuda itu melu.mat bibir mungil gadis itu kemudian merembet ke leher yang masih menyisakan aroma skincare malam harinya, tangannya mulai bergerak kemana mana, hingga sampailah ke bagian itu, bagian yang sudah lama ingin pemuda itu remas.


"Ahh.." desah spontan Kesya yang memang tidak pernah menolak cumbuan mesra Dirga. Tangan gadis itu mulai reflek meraba tubuh Dirga yang kini telanjang dada. Bisa jadi sifat Kesya menuruni kakek Hendrawan yang bucin dan agresif.


Semakin mendengar desahan gadisnya semakin Dirga meliar kan tangannya. Mereka melupakan pintu kamar yang tidak terkunci. Jika sudah saling menyentuh mereka tak memperdulikan sekitar nya. Seakan dunia hanya milik berdua.


"Dirga..!!! Kesya...!!!"


Teriakkan itu membuat mereka menoleh serempak. Dan mata mereka saling terbelalak kaget melihat seseorang di ambang pintu menatapnya bengis penuh amarah.

__ADS_1


...----------------...


Silahkan protes..!! Tekan Like dan Love ya..🤗😚


__ADS_2