
Seorang ayah melangkahkan kakinya panjang menuju ranjang dimana putri dan keponakannya duduk dengan mata yang masih terbelalak. Kemudian menarik kasar lengan gadis itu lalu menghempas nya menjauh dari pemuda yang baru saja mencumbu gadis itu.
"Sayang.." ucap spontan Dirga berteriak saat melihat tubuh kecil kekasihnya terpelanting.
"Daddy.. hiks.." keluh Kesya sambil memejamkan matanya kuat kuat saat tangan sang ayah melayang mengudara.
"Om.. jangan sakiti Kesya om.. hukum saja Dirga om.. ini salah Dirga.." sambar pemuda itu yang kini berdiri menghalangi tubuh Kesya.
Reiner bernafas kasar, hatinya hancur mendapati putri kecilnya melakukan hal yang tak semestinya di depan kepala mata.
"Sejak kapan kalian berbuat seperti ini..? sejak kapan kalian begini..,?" cecar nya lirih. Kokoh sang ayah tiba-tiba lemah tak bertenaga saking syok nya.
"Maaf kan Dirga Om.. Dirga menyayangi Kesya.. begitu juga sebaliknya.." jawab pemuda itu menunduk.
Dan kali ini tangan Reiner melayang kembali namun tiba-tiba seseorang mencekal nya "Jangan macam macam dengan putraku Rei..!!" ucapnya melotot.
Reiner pun menoleh ke wajah sang Kaka tiri lalu memejamkan matanya lemah "Tanyakan pada putramu itu.. dia apakan putriku.." ujarnya lirih.
Yuda menatap putranya dan seketika mengerutkan keningnya ia baru menyadari putranya bertelanjang dada di dalam kamar seorang gadis.
"Sedang apa Dirga di sini hm? kenapa pakaian kalian basah.? kemana bajumu hah.?" tanyanya mulai tak tenang.
"Maaf kan Dirga Pi.." ucapan itu terus menerus membuat Reiner merasakan pukulan di dadanya. Sesak pria itu rasa.
"Apa yang kalian lakukan? kenapa harus minta maaf hah.?" Yuda mulai berpikir macam-macam.
"Dirga mencium Kesya.." jawab pemuda itu mengaku.
Spontan Yuda mengayunkan tangan ke atas dan kali ini Kesya yang menghalangi tubuh kekasihnya "Jangan Pi.. jangan pukul ka Dirga.. Kesya sayang ka Dirga.. Kesya menyukainya.. Kesya mencintai nya.. maaf kan kami Pi.." ucapnya terisak.
"Apa..??" Yuda semakin menunjukkan kerutan di keningnya mulutnya ternganga tak percaya.
"Sekarang putuskan hubungan kalian.. kalian masih kecil.. masa depan kalian masih panjang.. jangan sia-sia kan dengan cinta monyet kalian itu..!!" pekik Yuda kemudian.
Mungkin jika tetap di biarkan kedua anak itu akan semakin lekat dan terjerumus lebih dalam lagi. Sedang masa depan mereka masih sangat panjang, mungkin saja yang di rasakan mereka hanya cinta monyet yang akan hilang seiring berjalannya waktu.
"Bawa pulang Dirga.. jangan sampai dia menemui Kesya lagi..!!" pinta Reiner pada Yuda.
Dan sepertinya Yuda setuju, lelaki itu mulai menarik lengan putranya "Ikut Papi sekarang..!!" teriaknya bengis.
"Jangan Pi.. jangan suruh kita putus.. Kesya mohon.." keluh gadis itu merengek sambil menarik lengan lelaki yang di panggil nya Papi.
__ADS_1
"Sudah lepas Kesya..!!" Reiner berusaha melepaskan putrinya dari lengan Yuda.
Dirga yang tak pernah bisa tahan melihat kekasihnya tersiksa ia pun segera menghempas tangan sang ayah lalu merengkuh tubuh kecil kekasihnya "Sayang.." ucapnya mengecup singkat puncak kepala Kesya.
Hal itu membuat kedua sosok ayah semakin mengernyit geram, juga frustasi tentunya, ternyata hubungan putra putri mereka yang masih anak bawang sudah sejauh itu tanpa mereka curigai sebelumnya.
"Kesya.. lepaskan Dirga.. Dirga.. lepaskan Kesya..!!" bentak Reiner yang mulai tak bisa mengendalikan emosi nya.
"Kesya gak mau.. Kesya gak mau putus.. Kesya sayang kak Dirga.. hiks hiks.." keluh Kesya terisak sambil terus mempererat pelukannya begitupun dengan Dirga.
"Kalian masih kecil.. tidak seharusnya kalian begini Kesya.. Dirga.. lepas..!! atau Papi kirim Dirga ke London..!!" ancam Yuda.
Dan ancaman itu membuat Dirga berpikir pendek, bertahun-tahun lamanya pemuda itu memendam rasa cinta nya dan saat sudah tersampaikan, apakah harus secepat itu berpisah? itu tidak mungkin di biarkan begitu saja.
"Pi.. tolong jangan pisahkan kami.. atau kalian akan mendapat malu nantinya.." ujarnya yang terselip ancaman.
Reiner mengernyit "Apa maksudnya?" tanyanya, lelaki itu mulai mencium sebuah pengakuan tersirat di balik ujaran pemuda itu.
"Kami.. sudah melakukannya.. kami sudah melakukan dosa itu.. dosa terindah dalam hidup kami.." ucapnya yang entah spontan, asal atau sudah di rencanakan, tapi yang pasti suara pemuda itu sangat lantang.
Dalam hati Kesya bertanya tanya apa yang sebenarnya di rencanakan kekasihnya. Namun gadis itu masih diam mengikuti permainan pemuda itu asalkan bisa tetap mempertahankan hubungan mereka gadis itu setuju, rasa sayangnya pada Dirga yang semakin hari semakin dalam membuatnya berani melakukan hal itu.
"Dosa..?" tanya Reiner geram "Dosa apa.? dosa apa hah..??" lanjutnya berteriak sambil mencengkram lengan Dirga.
"Kesya.. putriku.." ucapnya lirih dengan tatapan kosongnya.
Begitupun dengan Yuda yang juga nampak syok mendengar pengakuan Dirga.
"Ini tidak mungkin.. kamu berbohong.. iya kan Dirga..!!" tanyanya memastikan. Dan berharap putranya menjawab ini hanya Prank tapi ternyata tidak, pemuda itu cukup yakin seyakin-yakinnya dengan ucapannya barusan.
Sedang Kesya yang masih dalam pelukan kekasihnya, gadis itu mendongakkan wajahnya menatap Dirga penuh tanda tanya, kenapa Dirga harus membohongi kedua ayah mereka?
Sementara di luar sana orang lain mengelak perbuatan dosa itu, tapi kenapa Dirga malah mengakui hal yang tidak sama sekali dilakukannya, bahkan terpikir pun enggan. Tapi ciuman itu, aroma damai itu, rasa nyaman itu, sudah menjadi candu bagi gadis ini. Ya.. aku rela berbohong.. teguh nya.
"Tolong nikah kan kami.. sebelum Kesya hamil.." ucap Dirga lagi. Dan Reiner menitihkan satu bulir air mata penyesalan.
Putri kecil yang tidur nya saja masih harus di tepuk-tepuk ayahnya. Kini minta di nikahkan? sungguh tidak masuk di akal.
"Menikah??" mata Yuda terpejam frustasi.
Putra putri kebanggaan mereka kini berusaha mencoreng wajahnya. Hamil? di usia muda? mereka tak kan pernah membayangkan nya.
__ADS_1
Pikiran kedua orang ayah itu bercelaru, bagaimana dengan pandangan orang nantinya, ditambah jantung Raya yang lemah? apa yang harus di lakukan? kacau..!!
Padahal sebagai seorang ayah kurang apa Reiner selama ini.. bahkan di tengah kesibukannya mengurus dua perusahaan sekaligus pun masih menyempatkan waktu memanjakan putrinya, tapi apa balasannya sekarang? sungguh menyedihkan.
Ternyata di ambang pintu kamar sudah ada para ibu dari putra putri rupawan itu, yah.. Chloe dan Raya mereka mendengar percakapan mereka, dan kini Raya mulai berjalan mendekat sambil memegangi letak jantungnya berada.
"Kesya.. Dirga.. apa yang mommy dengar ini benar..?" lirihnya bertanya memastikan.
"Mommy.. maaf kan Kesya.." gadis itu menghambur ke pelukan Raya begitu pula dengan Dirga. Tidak mungkin mereka menghentikan langkah yang sudah kepalang basah, mereka akan tetap mengakuinya meskipun mereka tahu akan lebih banyak lagi yang tersakiti nantinya.
Kesya merasakan tubuh wanita yang ia peluk melemah tak bertenaga "Mommy..!!" teriaknya melotot panik.
"Sayang..!"
Reiner segera menangkap tubuh lunglai istrinya, begitu juga dengan Yuda yang reflek dengan gerakan pedulinya. Yah.. wanita lemah itu cinta pertama ayah Dirga bukan?
Sedang Chloe? wanita itu hanya bisa diam mematung di tempatnya, mencoba mencerna ucapan demi ucapan yang terlontar dari mulut putra semata wayangnya. Putra yang cekatan, cerdas, penurut, tapi setelah mengenal cinta monyet nya menjadi begitu liar, bahkan sampai mendapatinya bertelanjang dada di kamar seorang gadis.
"Cepat.. telepon Bagas..,!!" perintah Reiner pada Yuda. Dan lelaki itu segera melakukan nya, memberitahukan kedatangan Raya sebentar lagi ke rumah sakit. Karena memang begitulah kebiasaannya, setidaknya sampai di sana langsung di sambut oleh petugas medis.
Sedang Reiner menggendong tubuh rapuh istrinya menuruni anak tangga, tiba di lantai bawah sudah ada Hans dan Hendrawan yang baru saja masuk dari halaman belakang.
"Raya.. kenapa dengan nya..?" teriak mereka panik. Namun pria yang menggendong Raya tak mengindahkan nya ia masih terus berlari menuju pintu keluar.
Tiba di teras pria itu berteriak "Parjo.. Andi.. cepat siapkan mobil..!!" titahnya.
Dengan sigap Parjo berlari karena kebetulan dia lah sopir yang bertugas siap siaga saat ini.
"Baik tuan..!" ucapnya seraya membukakan pintu mobil.
Reiner segera masuk ke dalam mobil menempatkan tubuh kecil istrinya ke pangkuannya "Bertahanlah sayang.. putri kita sudah dewasa.. dia bisa saja mencintai seorang pemuda.. bukan kah dulu kamu juga begitu hm..? kamu juga sangat mencintai ku di usia Kesya..?" gerutunya berusaha tegar.
Sedang di lantai atas Yuda masih mengurung kedua anak kebanggaannya di kamar, sambil berpikir tindakan apa yang harus di lakukan setelah ini.
"Papi.. Kesya mau ikut Daddy Papi.. Kesya takut terjadi apa-apa sama mommy Papi.." keluh gadis itu memohon dengan wajah sesalnya.
"Maafkan Kaka sayang.." Dirga mendekap erat tubuh kekasihnya yang juga menyesal.
"Kalian tetap di sini.. bersama Mami Chloe.. Papi akan susul kerumah sakit.." putus Yuda kemudian.
...----------------...
__ADS_1
Kasih semangat author dengan Like dan Love Dan Bagi Vote kalian ya.. I love you.. By_Ayu Pasha.