
Di tempat lain para pengawal tampak menuruni anak tangga darurat berusaha untuk bisa lebih dulu sampai di lantai bawah dan menangkap anak majikannya.
"Sial.. anak-anak bos kita benar-benar menyusahkan.. ayok Pul lebih cepat lagi.. kita harus sampai lebih dulu.. jika sampai mereka lolos.. matilah kita Pul.." keluh satu pengawal menggerutu, mengumpat, kesal.
"Kau saja yang mati, dari pada harus mati lebih baik aku lari saja, aku belum menikah, kau tahu Man, ajudan tuan Reiner sangat kejam.. biasanya dia mengirim bawahan gagalnya untuk di jadikan santapan buaya.. jadi jika kita gagal, lebih baik aku lari saja..!" balas pria yang di panggil Pul.
Kembali ke sepasang suami istri rupawan, kini mereka sudah keluar dari lift, kemudian berjalan cepat menuju pintu keluar bangunan besar itu, langkahnya menuju motor gede miliknya yang sudah sedikit di rubah demi mendukung persembunyian dan penyamaran.
"Ayok sayang.. kita cepat pergi dari sini.." ajak Dirga melangkah naik ke jok motor, lantas dengan cepat pemuda itu memakai kan helm istrinya sebelum kemudian ia sendiri yang memakai helm.
"Naik lah.."
Kesya pun melangkah naik meski sedikit kesulitan karena rok pendeknya tapi akhirnya bisa juga, dengan segera Dirga menyalakan mesin motor dan menarik gasnya.
Bruuuummm... "Huhu.. let's go..!!"
Secepat kilat sosok mereka berlalu dari halaman parkir mall tersebut, meninggalkan para pengawal yang masih menuruni anak tangga, mungkin mereka harus siap siap menjadi santapan buaya.
Dalam perjalanan Kesya memeluk erat tubuh suaminya dan sesekali tangan Dirga mengelus paha mulus istrinya "Fyuuuhh.. romantis kan sayang..?" tanyanya keras sambil sesekali menoleh wajah cantik sang Istri.
"Fokus Dirga..!!" pekik Kesya menepis tangan nakal suaminya.
__ADS_1
Malam harinya
BRAK !! terdengar suara gebrakan tangan yang sangat keras di dalam ruang kerja sang Presdir tampan. Terlihat wajah dinginnya semakin menceku.
"Cepat cari putramu.. dia membawa kabur putriku Yuda..!!" tuntut Reiner dengan tangan yang mencengkram kerah baju kakak tirinya.
"Aku juga sudah mengerahkan seluruh orang ku, jika saja bisa semudah itu, aku sudah mengirimnya ke London Rei..!!" balas Yuda tak kalah bengis.
Reiner melepas cengkeraman tangannya kemudian mengusap perlahan wajahnya "Bagaimana jika Raya tahu.?" keluhnya frustasi.
"Haasss sial..!!" umpat nya.
"Untuk sementara kita bilang saja kalau Kesya menginap di rumah Hilda.. sampai anak buah kita bisa menemukan nya.." timpal Yuda.
"Bukan anak buah mu yang tidak becus Brother.. tapi Dirga yang terlalu lincah..!!" sambar Gabriel tersenyum singkat.
Gabriel masih menatap layar laptop yang menyuguhkan rekaman CCTV mall tersebut di jam, saat Dirga Kesya lari "Dari kamera CCTV, Dirga seperti memakai baju seragam, tapi dapat dari mana anak itu?" tanyanya dengan mata yang menyipit curiga.
"Bisa saja dia memberi uang pada seseorang untuk mendapatkan nya..!" sahut Reiner masih dengan wajah frustasi.
Mengingat hal itu raut wajah Yuda berubah sendu "Apa uangnya masih cukup? apa yang dia lakukan selama satu bulan ini? makan apa anak itu? lalu bagaimana jika Kesya menghadapi kesulitan dengannya? apa dia tidak memikirkan itu?" sambung nya terdengar sangat khawatir.
Tidak seperti kebanyakan orang tua yang memblokir rekening anaknya saat kabur. Pria seniman itu malah tidak mempermasalahkan jika sampai putranya menarik uangnya lagi sebab Yuda yakin putranya menuruninya, punya pendirian yang teguh.
Dirga tak kan menyerah hanya karena ATM yang di bekukan. Jadi percuma saja melakukan hal itu.
__ADS_1
"Sudah.. kita tunggu saja kabar dari Ferdy.. dia akan segera memberi tahu kita tentang kemana arah motor Dirga.. tetap kerahkan anak buah yang lainnya, untuk terus mencari mereka." imbuh Gabriel.
Sedang di tempatnya Briyan tampak berjalan mondar mandir menampilkan wajah gusarnya, "Kenapa belum juga mengabari ku?" gumam nya, sesekali memeriksa layar ponselnya berharap ada pesan teks dari kedua saudara nya.
BRAK !! tiba-tiba saja seorang pemuda masuk tanpa izin ke dalam kamar nya, melangkah cepat ke arah nya "Briyan..!!" panggil nya.
Briyan mengernyit "Ada apa? kenapa tiba-tiba masuk? mengagetkan saja.." ucapnya pelan.
"Apa benar Kesya lari bersama Dirga hah?" tanya pemuda itu bengis.
Briyan melotot "Jangan keras-keras..!! Mommy bisa mendengar nya..!!" pekiknya seraya menutup pintu karena sampai detik ini Raya belum mengetahui nya. Raya hanya tahu putrinya menginap di tempat Hilda karena biasanya pun begitu.
"Kenapa kamu membiarkan nya? apa kalian sekongkol hah? kamu tega membiarkan Kesya luntang-lantung di luar? bagaimana jika dia mengalami kesulitan? atau jangan-jangan kamu salah satu orang yang ingin menyingkirkan adik mu karena keserakahan mu hah?" tukas pemuda itu panjang lebar dengan tangan yang menunjuk wajah lawan bicaranya.
"Jaga bicaramu Jho.!!" pekik Briyan meraih kerah t-shirt pemuda itu.
"Katakan padaku di mana mereka sekarang.!!" balas Jho yang juga meraih kerah jaket Briyan, pemuda itu masih percaya diri dengan tukasannya.
"Aku tidak tahu.!! mereka tidak memberi tahu ku..!!" sanggah Briyan sambil melepas kasar tautan tubuh mereka.
...----------------...
Bersambung..!!
__ADS_1