Olive

Olive
11. Sabrina


__ADS_3

" pagi.... 


Sapaan pagi arga ibarat angin lalu bagi brandon dan juga olive. Bukannya menjawab atau melontarkan guyonan garing yang biasa di lakukan. Malah mereka kompak terdiam menatap sosok baru disamping arga.


Sosok perempuan yang sangat cantik berambut lurus panjang,  hidung mancung dan muka blasteran dengan kulit putih bersih dan senyum lembutnya tampak serasi bersanding dengan arga.


Ada sesuatu berbeda yang olive rasakan ketika melihat arga yang memeluk erat pinggang perempuan disampingnya. Rasa yang olive sendiri tidak tahu itu apa. Ada sesak dan nyeri yang dia rasakan saat ini, seakan takut kehilangan sosok arga yang selama ini berada disampingnya.


"siapa? " tanya brandon yang menghentikan kunyahan kripik jagung ditangannya sejak melihat arga dengan sosok baru datang menghampiri mereka yang sedang duduk dibawah pohon didepan sekolah.


" kenalin, ini sabrina. " ada jeda dikalimat akhirnya. " pacar gue. " ucap arga menuntaskan kalimatnya.


Hening, hingga akhirnya brandon memberikan ucapan selamat dan memperkenalakan diri pada sabrina.


" widih,  udah jadi pacar aja nih. Kecolongan gue. btw,  selamat ya buat kalian berdua semoga hubungannya langgeng bangetttt dan samawa. Kenalin gue brandon,  sahabat sekaligus musuh bebuyutan arga. " kata brandon memperknalkan diri sembari menyodorkan tangannya dan langsung diterima oleh sabrina.


Ini brandon somplaknya udah keluar lagi sepertinya,  masa masih pacaran sudah didoain samawa.


Olive masih tak bergeming larut dalam pikirannya yang bercabang,  kek akar. Hehe.


Kesadarannya baru pulih,  tatkala lengannya disenggol sedikit kuat oleh brandon.


" kenapa? " tanya olive gelagapan


"What?  Kenapa? Ini orang berdiri disini dari tadi kagak bergerak,  masih nanya kenapa? " gerutu brandon dalam hati


" ini sabrina pacarnya arga. " jelas brandon penuh penekanan disetiap kata.


" oh,  iya. Selamat yah,  buat kalian berdua. Gue olive sahabatnya mereka berdua. " kata olive berusaha menormalkan suaranya agar tidak terdengar parau.


" iya. Makasih buat ucapannya. " ucap sabrina dengan senyum lembut yang terus berada diwajah cantiknya itu.


" lo anak kelas mana ? kok gue baru lihat" tanya brandon mengeluarkan rasa penasarannya.


" sabrina murid pindahan dari jakarta,  dia anak dari temen deketnya mama sama papa. Nah,  karena orangtuanya dipindah tugaskan disini. Jadi dia pindah juga. " jelas arga sambil menuntun sabrina untuk duduk disamping olive yang sedari tadi hanya senyum canggung.


"lo udah lama kenal sama dia? " tanya olive dengan wajah datarnya


" udah dong liv, kalo baru kenal masa udah jadian aja. Terus kalian tau gak , kenapa gue selalu nolak cewek-cewek cantik yang nembak gue. "


" karena sabrina? "


" yap,  100 buat jawaban lo  liv. "


Sabrina yang menjadi topik pembicaraan mereka,  hanya senyum bahagia mendengar semua ucapan jujur arga.


Mendengar jawaban arga membuat Olive mengambil udara sebanyak mungkin lalu menghembuskannya berlahan,  untuk menghilangkan rasa sesak dihatinya.


" sekelas sama kita?  " tanya brandon pada arga


" iyalah. " jawab arga singkat.

__ADS_1


***


Didalam kelas


" arga. " panggil sabrina menghampiri arga yang tengah mengobrol dengan olive yang duduk dibelakangnya.


"iya,  kenapa rin?  "


Arga meraih tangan sabrina dan menatapnya lembut.


" boleh gak,  kalo aku duduk disini. " pinta sabrina menunjuk bangku yang diduduki olive.


Arga menautkan kedua alisnya heran mendengar permintaan sabrina.


" kenapa? "


" aku belum terlalu dekat dengan brandon. Jadi,  agak canggung.  Aku duduk disini yah,  biar deket sama kamu. " kata sabrina beralasan.


Arga memandang olive untuk meminta persetujuan.


" ya udah gak papa,  biar gue yang duduk disana. " ucap olive mengambil tasnya dan berjalan menghampiri meja dibelakang bangku brandon.


" makasih ya liv. " ucap arga sembari tersenyum hangat.


Olive hanya tersenyum sebagai jawaban "iya" atas ucapan terima kasih brandon. Kemudian mengobrol bersama brandon yang tengah menatapnya.


" ga...


" kayaknya olive kurang suka deh,  sama aku. " bisik sabrina pelan , takut olive mendengar pembicaraan mereka.


Arga menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tangan sabrina meyakinkan"gak mungkin dia gak suka sama kamu,  olive orangnya baik rin. Kamu belum kenal lama aja sama dia,  dia itu orangnya asik banget malah kalo lagi diajak ngobrol."


" semoga  yang kamu omongin tadi bener. " kata sabrina membalas genggaman arga.


2 jam kemudian


Bel waktu istirahat telah berdering merdu diseluruh pelosok sekolah. Para siswa kembali berlarian bebas,  ibarat burung yang keluar dari sarangnya. Lapangan yang semula sepi,  dalam sekejap mata sudah dipenuhi para siswa yang sedang melihat pertandingan basket yang sedang berlangsung kelas XI bahasa dan ipa.


Teriakan cewek-cewek alay terdengar memberi semangat pada jagoannya masing-masing. Para chelidears tampak semangat unjuk gigi dengan tarian kompak mereka. Para cowok yang sedang mendibrling bola basket dengan keringat yang membasahi tubuhnya menambah berkali-kali lipat kegantengan mereka.


Spanduk besar dengan nama arga dan brandon dibentangkan oleh cewek-cewek bermake up tebal , yel-yel alay yang mereka teriakan tak kalah heboh dengan teriakan pendukung lain.


Hingga akhirnya pertandingan berakhir dengan kemenangan tim arga dan kawan-kawan dan disambut bahagia oleh para wanita. Sorak sorai kemenangan dan riuh tepuk tangan menggema dibawa angin siang.


Dua wanita dari arah berbeda berjalan menuju satu arah dengan membawa minuman dan benda yang sama.


" arga...  Panggil olive dan sabrina bersamaan.


" buat kamu. "


Sabrina menyodorkan minuman dingin berbulir  dan handuk kecil berwarna abu-abu kepada agra.

__ADS_1


" makasih sayang." arga mencium pipi sabrina dengan cepat " tau banget aku lagi haus. " lanjutnya kemudian meneguk minuman yang diberikan sabriana hingga habis.


" sesakit ini rasanya tuhan. " bathin olive dalam hati yang mati-matian menahan air matanya agar tidak tumpah ruah didepan mereka.


Olive membalikan badannya mencari brandon.  Senyum brandon langsung menyapanya tatkala tatapan mereka bertemu.


" buat kamu,  minuman dingin rasa orange."


Olive memberikan satu botol minuman favorite brandon dan haduk kecil untuk sahabatnya itu.


" makasih. " ucap brandon mengacak pelan puncak kepala olive.


"sama-sama. " jawab olive dengan senyuman lebar khasnya.


" punya arga? "  tanya brandon ketika melihat minuman berbulir ditangan olive


" iya tadinya,  sekarang udah bukan. "


" buat gue aja gimana? "


" lo mau?  Bukannya nggak suka? "


Selama ini yang olive tahu,  bahwasanya brandon tidak menyukai minuman berbulir seperti arga.


" iya gak suka,  kalo cuma satu,  maunya banyak. " jawab brandon mengambil alih botol dari tangan olive.


" ye,  dasar lo mah. Gak berubah dari dulu. " ucap olive memencet hidung mancung brandon.


"liv, barandon...  Teriakan arga membuat mereka secara bersamaan menoleh keasal suara.


Jarak sekitar 2 meter dari tempat mereka,  bisa dilihat dengan jelas kalau sekarang arga tengah menggandeng tangan sabrina.


" gue duluan sama sabrina. " teriak arga kemudian pergi meninggalkan mereka.


" lo laper gak? " tanya brandon pada olive yanh sedang menundukkan kepala.


Olive mengangguk cepat mendengar pertanyaan brandon" laper. "


" yuk kantin, keburu bel. " ajak brandon menggandeng tangan olive.


Bukannya mengikuti olive malah tetap berdiri ditempat .


"kenapa? "


" capek. "


" mau gue gendong? " tawar brandon dan langsung diangguki kepala oleh olive


Brandon menundukkan badannya sedikit berjongkok untuk memudahkan olive naik kepunggunya.


Ini bukan kali pertama bagi mereka,  jadi semua murid yang ada disana sudah tidak merasa heran dengan hal itu.  Dan bagi mereka yang menyukai brandon hanya mampu berdoa pada tuhan semoga bisa merasakan hal yang sama seperti olive saat ini.

__ADS_1


                                           ***


__ADS_2