Olive

Olive
Upik abu


__ADS_3

Dua wanita beda usia dengan make up tebal yang menempel diwajah mereka terlihat sedang menunggu sesuatu dari siupik abunya.


" olive,  cepetan.  Mana sarapannya,  keburu telat. " teriak maria yang sudah siap dengan lipstik merah dibibir tipisnya.


Tak berselang lama,  gadis yang sudah memakai seragam putih abu tengah berjalan membawa 2 piring nasi goreng pedas dengan telur mata sapi yang matang sempurna meletakkan makanannya dimeja makan yang telah dihuni oleh manusia berwajah ondel-ondel.


Dirinya kembali kedapur untuk membawa 2 gelas air putih dan 1 piring nasi miliknya. Kemudian duduk bergabung untuk menikmati sarapan pagi sebelum berangkat  sekolah.


Pahpahpah....


" kok asin banget,  lo mau ngerjain gue ya? " tanya maria melepeh nasi goreng yang dikunyahnya,  karena merasakan asin yang sangat luar biasa sambil mengelap bibirnya hingga membuat lipstiknya berlarian tidak pada tempatnya.


" nggak,  kurang kerjaan banget mau ngerjain lo.  Nggak ada waktu. " jawab olive sarkas kemudian menyuapkan satu sendok penuh nasi goreng kemulutnya.


" nggak percaya,  sini tukeran piringnya. "


Maria menukarkan piringnya dengan piring olive dan kembali menyuapkan nasi goreng kemulutnya. Namun herannya rasanya tetap sama asin yang berlebihan.


" sama aja." ucap maria kembali melepehkan makanannya.


"yaiyalah sama aja,  orang garemnya gue tempelin disendoknya dia. Mau lo tuker sampai 10 kali pun masih tetep sama" bathin olive dalam hati dan menahan tawa.


Mama yang sedari tadi hanya diam,  mengambil sendok maria dan mengamati dengan seksama. Terlihat butiran-butiran garam halus menempel disana.


Sebelum mama mengetahui tingkah jahilnya,  olive buru-buru berlari menjauh sebelum mendengar omelan sang mama yang tajam bagai pisau. Sangking terburu-burunya sampai keningnya tak sengaja terjedot pintu kayu rumahnya.


***


Sesuai janjinya pada alisha,  sepulang sekolah brandon mengajak arga dan olive kerumahnya.


Suasana parkir yang mulai sepi,  karena sebagian siswa sudah meninggalkan sekolah untuk kembali kerumahnya masing-masing.


Mobil BMW warna hitam metalic milik brandon keluar dari gerbang sekolah membelah keramaian jalanan bandung disiang yang sedikit terik.


Arga yang duduk disamping kemudi brandon sibuk memutar musik lewat ponselnya dengan earphone yang terpasang dikedua telinganya.  Gelengan kepala dan gerakan tangan diatas pahanya mengikuti irama musik yang didengarnya.

__ADS_1


Mendengarkan musik adalah salah satu hobi yang sangat disukai oleh arga,  meski dirinya tidak bisa bernyanyi dikarenakan suaranya tidak enak didengar alias sumbang. Jadi jangan heran jika setiap hari arga akan membawa earphonenya disaku sekolah.


Berbanding terbalik dengan brandon yang tidak terlalu suka mendengarkan musik apalagi melalui earphone, terlalu memekakkan telinga katanya.  Brandon akan menggunakan alat itu untuk menghindari omelan maut dari mamanya saja bukan karena alasan lain.


Sedangkan olive yang duduk sendirian dikursi belakang,  sibuk melanjutkan tulisannya untuk mengikuti audisi online yang diadakan oleh salah satu penerbit. Meski dirinya gagal berkali-kali tapi tidak melunturkan semangatnya untuk terus mencoba lagi dan lagi. Karena kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda.


Meski tak jarang , lelah menghampiri dirinya berulangkali,  malas melanjutkan tulisan, tidak mendapatkan ide untuk ceritanya dan masih banyak lagi. Maka jika itu sedang menyerang dirinya,   olive akan membuka buku dan mencari kata motivasi yang bisa membakar semangatnya lagi.


" sepi banget,  pada sibuk kenapa lo pada?  Diem-diem aja,  belum pada ngopi?" cerocos brandon yang bosan dengan kebisuan dua sahabatnya itu.


" brandon? " panggil olive


" kenapa liv? Ngomong aja,  jangan bikin gue penasaran. "


" em... Em..."  Olive ragu-ragu untuk mengutaraka keinginannya.


"em.... em.... em,  embek maksud lo. "


" bukan don...


" em.. em,  embah gayung ya liv. " ucap arga yang telah mematikan musiknya dari tadi,  hanya saja earphonnya sengaja tidak arga lepaskan karena malas.


" walah,  rujak doang liv,  dari tadi kek ngomong. Mau berapa gue beliin. Beli gerobak sama penjualnya pun gue bisa,  asalkan semuanya buat lo bahagia. " ujar arga menyombongkan kekayaannya sedangkan brandon hanya mampu Geleng-geleng kepala mendengar kesomplakan sahabatnya satu ini.


" nggak perlu gerobak sama penjualnya juga kali ga,  bisa tambah repot gue.  "


" becanda doang liv. "


" iya gue tau. "


Berkat obrolan garing mereka,  tanpa terasa mereka sudah sampai didepan penjul rujak langganan olive.


Olive langsung membuka pintu mobil dan membeli rujak kesukaannya dan tante intan mamanya brandon. Jika mereka sedang bersama maka rujak sebanyak 5 bungkus pun akan habis dalam hitungan menit.


Olive kembali memasuki mobil dengan membawa 7 bungkus rujak dan satu kantong kecil tahu goreng sebagai pelengkap.

__ADS_1


" banyak baget liv,  kita mau ada syukuran yah?  " tanya arga keheranan


" syukuran biar lo cepet dapet pacar. " jawab olive bercanda dan meletakkan barang belanjaannya disamping tempat duduk.


" bakal sumringah nih mama,  kalo tau olive bawa rujak sebanyak itu. " ucap brandon lalu melajukan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.


Mobil BMW hitam milik brandon berhenti setelah sampai dirumahnya yang tampak sepi.


Mereka kemudian berbarengan memasuki rumah dan langsung disajikan dengan pemandangan yang mampu membangunkan cacing diperut masing-masing.


Bayangkan saja,  berbagai makanan kering sampai basah telah tersaji dan tertata rapi


diatas meja.  Belum habis keheranan mereka,  bu intan tampak sumringah membawa minuman dingin berwarna merah dan meletakkannya bersanding dengan makanan yang telah disiapkannya.


" udah pada dateng,  mari masuk.  Brandon temen kamu suruh masuk dong,  masak disuruh berdiri disitu aja. " ujar mama menghampiri mereka


" ayo olive masuk,  tante udah kangen banget sama kamu. Tapi,  sayangnya tante harus pergi buat ketemu sama temen lama yang baru dateng dari luar negri habis jalan-jalan katanya. " tutur bu intan dengan muka yang dibuat bersalah


" yah tan,  olive udah beli rujak banyak banget biar bisa duel sama tante."


Olive menyerahkan kantong yang dipegangnya kepada tante intan


" aduh,  maaf banget ya liv, tante nggak bisa nemenin. Sama brandon dan arga aja ya ajak mereka duel bareng kamu. " usul tante meletakkan bungkusan rujak yang diberikan olive


Usulan mama membuat brandon maupun arga garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Boro-boro kan mau duel makan rujak bersama olive,  makan satu buah dengan sambal sedikit diujungnya saja sudah membuat wajah mereka memerah bak kepiting rebus.


" iya deh tan, nggak papa kok. "


" ya udah tante buru-buru mau berangkat.  Itu udah tante beliin camilan dari toko disebrang,  ada donat,  dadar gulung,  risol, pempek, keriping jagung,  keripik ubi,  sama tante udah pesenin pizza yang bentar lagi nyampek.  Nggak usah dibayar yah,  udah tante bayar. Tinggal abang ojeknya yang belum dibayar. " ucap bu intan tanpa ada jeda untuk bernafas. Karena beliau sudah sangat menghafal makanan yang tersedia .


" brandon nanti kamu yang bayar ya. Alisha lagi diatas ganti baju. Jangan lupa suruh dia makan. " tambah tante intan kemudian berjalan untuk masuk kedalam mobilnya yang sudah terparkir didepan bersama sopir pribadinya.


"iya mama. "


" tante tiati ya." ucap arga dan olive hampir berbarengan.

__ADS_1


" kompak banget lo berdua,  jodoh kali ya. "


                                        ***


__ADS_2