
Brandon memberhentikan motornya tepat didepan rumah berwarna abu-abu yang tidak jauh dari rumahnya. Sosok wanita berseragam abu-abu dengan rambut hitam panjang yang sengaja digerai tampak berlari kecil menghampiri keberadaan brandon.
"pagi. " sapa maria tersenyum lebar pada kekasihnya.
"pagi juga." brandon mengambil helm yang diletakkan didepan dan memasangkannya pada maria.
"makasih. " ucap maria dengan senyum yang tak luntur diwajahnya.
Yah, setelah seminggu mereka saling bertukar kabar lewat aplikasi, akhirnya semalam tepat dimalam minggu brandon memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada maria. Jika ada yanh bertanya apakah maria menerima? Maka jawabannya jelas sangat menerima, siapa yang tidak mau menjadi pacat dari salah satu laki-laki terganteng seantero sekolah. Perkenalannya memang singkat, tapi mereka sudah merasa nyaman satu sama lain, maka tidak ada alasan untuk tidak bersama bukan.
***
Hari olive memutuskan untuk pergi lebih awal dari biasanya, dengan senyum lebar yang menghiasi wajah bulatnya olive memasukan 3 kotak kecil yang berisi roti dengan selai yang berbeda disetiap kotaknya, untuk arga roti dengan selai coklat, brandon roti dengan selai bluberry dan untuk dirinya sendiri dengan selai strawberry.
"mereka pasti suka. " gumam olive kemudian memakai tas biru miliknya.
20 menit kemudian olive telah sampai disekolah yang masih sepi, hanya ada beberpa murid yang sudah sampai disana. Olive lantas membuka tasnya ketika sudah berada dikelas, meletakan kotak berwarna orangenya dimeja brandon yang berada didepannya, meski sudah 9 hari ini mereka tidak saling bertegur sapa, lebih tepatnya brandon yang mengacuhkannya meski sudah beberapa kali olive mencoba membuka obrolan terlebih dahulu, tapi sayangnya brandon tek pernah mau menanggapinya malah terkesan cuek dan tidak mau tau. Setiap harinya olive tak pernah lelah menyapa arga dan brandon meski terus mereka abaikan dan setiap harinya olive harap akan ada keajaiban tuhan yang memperlihatkan kebenarannya pada mereka. Setelahnya, olive meletakkan satu kotak dengan warna hijau dimeja arga, berharap arga akan menyukai roti kesukaan buatannya.
"oh iya, gue mau pinjem buku diperpus. " olive berjalan meninggalkan kelas menuju tempat favoritnya belakangan ini, betapa bodohnya dia baru menyukai benda penampung ilmu bernama buku setelah sekian lamanya.
Perpustakaan masih sangat sepi pagi ini, ada beberapa murid berkacamata tebal yang mengisi beberapa kursi kosong yang ada disana.
__ADS_1
***
Olive mempercepat jalannya untuk memasuki kelas, sesampainya didepan pintu matanya menatap nanar dua kotak berwarna orange dan biru dengan memo yang menempel disana didalam kotak sampah yang berada didepan kelasnya. Rasa sesak kembali hadir dihati rapuhnya, pemberiannya dibuang begitu saja tidak dihargai sama sekali. Olive kembali mengambil dua kotak itu dengan tangan gemetar menahan isakannya agar tidak keluar.
Setibanya didalam kelas semua murid telah duduk ditempatnya masing-masing. Matanya langsung tertuju dibangku depannya yang kosong tak berpenghuni. Olive mengedarkan matanya mencari, hingga satu pemandangan yang mampu membuat nyeri itu kembali, brandon, arga, maria dan sabrina mereka tampak sangat dekat, maria yang duduk didepan brandon dan arga yang duduk dibelakang brandon dan berada didepan sabrina. Mereka tampak bahagia tertawa bersama disela obrolan yang terlihat sangat seru. Dengan langkah pelan sedikit berat olive berjalan menuju bangku dan menyimpan dua kotak ditangannya didalam laci mejanya. Semuanya telah pergi, benar-benar pergi meninggalkan dia sendiri, setelah bertahun-tahun bersama kini mereka telah pergi hanya karena kesalahpahaman yang sangat konyol. Tatapan berbeda dari teman-temannga sama sekali tak dihiraukannya sama sekali . Biarkan saja mereka menganggapnya apa, olive sama sekali tak mau mengurusi omong kosong mereka, yang nantinya hanya akan membuatnya lebih sakit dan terlihat lemah. Matanya kembali menatap 2 sahabatnya yang sama sekali tak menganggap kehadirannya lagi.
" selamat pagi anak-anak. " sapa bak bagus guru bahasa indonesia pada semua muridnya, pak bagus guru yang populer karena kelucuannya dalam berbicara.
" pagi pak. " jawab beberapa siswa serentak.
" bagus, pagi itu harus semangat. " ucap pak bagas bangga dengan semangat murid-muridnya.
***
Setelah melalui 5 jam pelajaran, bunyi bel jam istirahat akhirnya menggema dan membangunkan mata para murid yang tengah tertidur atau sengaja tidur dikelas. Ketika kelas sudah sepi, semua siswa pergi ketempat tujuan mereka masing-masing. Kini hanya tinggal olive yang kembali menatap nanar tiga kotak kecil diatas mejanya. Jika biasanya kotak itu akan habis dalam waktu 10 menit, tapi sekarang sama sekali tak tersentuh dan dibuang begitu saja. Pelan olive membuka semua kotak yang berada didepannya dan mulai mengunyahnya perlahan. Makanan ini tidak boleh dibuang begitu saja, biarkan ia sendiri yang memakannya jika mereka tidak mau, ia dengan susah payah menyisakan uang jajannya untuk membeli selai kesukaan sahabatnya.
Tiba-tiba tangan tak dikenal mengambil salah satu roti yang berada didepannya.
" gue laper, lo gak mungkin habisin ini semuakan. " ucap kara yang sudah duduk didepannya sembari mengunyah rotinya. Sedangkan olive menatapnya dengan datar. Sejurus kemudian olive mengambil roti yang berada ditangan kara dan menggantinya dengan roti dikotak hitam miliknya dengan selai strawbery.
" kenapa? " tanya kara mengernyitkan keningnya bingung.
__ADS_1
" yang ini biar gue yang makan." ucap olive menggeser roti yang tadinya milik brandon didepannya " yang ini, sama yang gue makan tadi gue ambil dari kotak sampah didepan. Gue gak mau lo sakit gara-gara makan roti kotor ini. "
Kara hanya tersenyum mendengar penuturan olive, dirinya tau jika tentang itu, kara melihat dengan matanya saat maria dan sabrina membuang dua kotak kecil dengan warna berbeda yang terletak dibangku arga dan brandon, hingga akhirnya brandon memutuskan untuk pindah dibangku lain, kara sengaja tidak masuk dijam pelajaran, malah sibuk tidur dibangku panjang dibawah pohon besar yang berada dibelakang kelas. Bangku yang biasanya akan ditempati oleh 3 sahabat yang terlihat sangat bahagia, belakangan ini tampak kosong dan sepi.
" gue tau, tetep gue yang makan. " kara memgambil kembali roti didepan olive. Olive yang masih sibuk dengan satu rotinya membelalakan mata melihat kara yang hanya butuh waktu beberapa menit untuk menghabiskan satu roti ditangannya.
" lo tau, roti ini gue ambil dari kotak sampah?" tanya olive menatap kara. Sedangkan kara hanya menganggukan kepalnya santai sambil terus mengunyah roti ditangannya.
"gak jijik? " cicit olive pelan.
" gaklah, kenapa jijik? Orang roti enak gini, mubazir kalo dibuang, diluaran sana banyak orang yang gak bisa makan." olive sedikit terkejut mendengar jawaban tak terduga dari kara yang terkenal sebagai murid badung disekolah kemudian tersenyum lembut.
" kenapa lo senyam -senyum gak jelas gitu, gila lo? "
Olive kembali membulatkan matanya mendengar ucapan kara yang terdengar kasar ditelinganya.
" gue gak gila ra. " ucap olive memukul pelan tangan kara yang berada diatas meja.
" iya lo gak gila tapi gak waras. " ucap kara lalu berlari pergi meninggalkan olive sudah bersiap dengan pukulan selanjutnya.
***
__ADS_1