
" mas bian, makan dulu. " olive ikut duduk disamping fabian yang sedang asyik termenung.
" saya bisa sendiri, kamu keluar! Perintah fabian ketus. Dirinya sangat tidak suka jika ketenangannya diganggu oleh orang asing seperti wanita bebal didepannya ini.
Olive meletakkan nampan berisi sepiring nasi diatas paha fabian, olive terpaksa menuruti perintah laki-laki bergengsi tinggi ini, ia juga ingin melihat apa bian bisa benar-benar mengerjakannya sendiri.
Fabian meraba-raba, mencari sendok dinampan yang berada diatas pahanya. Berulangkali fabian berusaha mencoba menyendok nasi dipiringnya, namun berungkali juga ia gagal melakukannya.
" saya bantu, suapin mas bian untuk makan. "
" kamu tuli, saya bilang tidak perlu !" seru fabian dengan emosi menggebu.
" terserah, coba saja jika mas bian bisa. " balas olive sewot, melihat sifat keras kepala fabian yang tak kunjung hilang.
Fabian kembali berusaha meraba nasinya, menggunakan tangannya, lalu mengarahkan sendoknya pada sasaran dan hap! Akhirnya sesuap nasi tanpa lauk berhasil masuk kedalam mulutnya.
Perlu waktu hampir 1 jam, fabian menghabiskan nasinya, sedangkan olive senantiasa duduk disamping fabian memperhatikan, tangannya ikut membantu menyisihkan daging ikan dari tulangnya agar tidak dimakan fabian dan nanti akan melukainya.
Pranggg....
Olive yang baru saja membuka pintu untuk keluar. Memberhentikan langkahnya membalik badan dan melihat fabian yang termangu setelah menjatuhkan gelas berisi air putih yang membasahi lantai.
" biar saya yang membereskan mas. "
" saya bisa sendiri. " fabian meraba-raba dilantai mencari serpihan gelas kaca dilantai.
Dasar! Keras kepala, apa dia tidak jika itu bahaya kalo nanti kena tangannya.
__ADS_1
Aww...
Cairan berwarna merah mengalir dari jari telunjuk fabian yang terkena serpihan. Olive bergegas menjauhkan tangan fabian kasar, supaya dia sadar tidak harus melakukan hal bahaya itu.
" jari mas bian terluka, biar saya yang membereskan."ucap olive dengan nada dingin karena kesal . Tangan fabian kembali terlulur tanpa mengindahkan ucapan olive.
" mas bian ini benar-benar kepala batu! Sudah saya bilang jangan melakukannya, biarkan saya saja. Apa mas bian pikir dengan begini mas bian tidak meropatkan orang lain. Tapi, kebalikannya. Bukannya membantu malah tambah menciptakan masalah baru." olive sudah tidak tahan lagi dengan kepala batu fabian, biarkan saja jika saat ini dia berteriak emosi didepan muka fabian yang tak bisa melihatnya.
" siapa kamu, berani berteriak didepan saya ! Seru Fabian sudah menahan emosi sedari tadi, mendengar orang asing yang mengaku sebagai perawatnya bicara kasar padanya membuat kepalanya bertambah panas.
" saya memang bukan siapa-siapa. Hanya seorang yang dibayar untuk membantu mas bian. Tapi, saya berhak mengatakan ini pada mas bian, sebagai sesama orang yang hidup tak bisa melakukan semuanya secara sendiri, entah itu mereka yang cacat atau bahkan normal seperti saya. " olive menghembuskan nafasnya pelan, meredakan emosinya supaya tidak meledak dan menambah masalah yang tidak akan menyelesaikan segalanya.
" tapi, satu hal yang bapak harus tahu. Membantu atau menerima bantuan adalah hal lumrah untuk semua orang. Karena sejatinya manusia lemah seperti kita ini gak bisa kalo tidak membutuhkan pertolongan pada orang lain, entah apapun bentuknya. Jangan egois dan terlalu memikirkan harga diri yang takut diinjak-injak oleh orang lain. Tapi, alangkah baiknya kalo kita juga harus memikirkan orang lain disekitar. Diluaran sana, masih banyak orang yang tidak seberuntung mas bian dan diluaran sana banyak orang yang sakit tapi masih bersyukur dan tetap bahagia disela rasa sakitnya. Karena mereka menyimpan harapan mereka akan sembuh suatu saat nanti. Meski sekarang mata mas bian tidak bisa melihat, tapi mulut, tangan, kaki dan anggota tubuh mas bian masih berfungsi dengan baik. Jadi, jangan selalu merasa bahwa dengan keadaan seperti ini mas bian merasa tidak berguna dam hanya berdiam diri dikamar. Banyak kok orang lain yang memiliki kekurangan tapi bisa sukses dan bermanfaat bagi orang lain. "
olive berhasil membersihkan serpihan gelasnya, dan memutuskan untuk keluar, untuk membari waktu pada fabian agar mencerna ucapannya. Tidak ada maksud apapun disetiap ucapannya, hanya harapan agar fabian sadar dan kembali bangkit dari keterpurukannya.
***
" itu bukan apa-apa tan. Ini juga masih tanggung jawab saya. " olive melettakkan piring dan gelas yang baru saja dicuci ketempatnya , mengelap tangannya yang basah kemudia berjalan menghampiri sarah.
Kenapa masih menjadi tanggung jawab olive? Yah, karena olive masih belum berpisah dari fabian secara resmi. Olive tahu jika fabian sedang terpuruk saat ini, tenti saja dirinya tak bisa mementingkan egonya sendiri. Fabian butuh bantuan untuk dia bangkit.
Sarah meneguk tehnya yang tinggal sedikit " mulai sekarang panggil saya mama, karena kamu adalah menantu sah mama. "
"tapi..
" liv, mama itu juga orangtua kamu. " olive menghembuskna nafasnya pelan. Entahlah, dia sendiri bingung dengan perasaannya . Apakah dia masih pantas menjadi bagian dari keluarga ini. Untuk sekarang olive tak mau memikirkan apapun.
__ADS_1
" iyah, ma. " olive melebarkan senyumnya lebar, meyakinkan hatinya, meski hubungannya bersama bian diambang ketidak pastian.
" ma, olive boleh nanya sesuatu? Olive menggigit bibir bawahnya ragu. Sarah mengangguk cepat mendengar pertanyaan menantu cantiknya.
" tentang sabrina. " olive sengaja menjeda " bukannya mas bian sudah menikah dengan sabrina? "
Sarah tergelak mendengar pertanyaan olive
" sabrina? Bian menikah dengan sabrina? " olive menganggukan kepala dengan kening berkerut.
" sabrina sama bian itu gak ada hubungan apa-apa. Cuma memang sabrina yang ngaku-ngaku dan ngebet buat nikah sama bian. "
" sabrina bohong? "
" iya, dan 3 bulan lalu, mama denger sabrina ditangkap sama pihak berwajib karena membawa dan positif memakai barang haram. " olive membulatkan matanya sempurna tak percaya dengan ucapan mama mertuanya.
" mungkin hoaks ma? " timbal olive tak percaya.
" gak dong liv, orang beritanya dulu tu sering banget muncul. Kamu sibuk terus pasti, disingapura. " hardik mama dengan senyum jahilnya.
" oh ya liv, besok mama harus pergi selama beberapa hari, ada urusan kantor. Mama mintak tolong kamu tinggal disini buat jagain fabian. Mama gak tega kalo harus ninggalin bian sendiri. "
"Tapi, ma..
" kamu gak usah khawatir liv. " sarah menyentuh lembut surai olive sayang " disini ada biimah, pak paimin. Jadi, masih ada orang lain yang nemeni dan bantuin kamu. "
Seneng? Atau sedih?
__ADS_1
Olive kembali memantapkan hatinya, untuk menerima permintaan tolong sang mertua.
***