
Jam istirahat adalah waktu yang sangat ditunggu-tunggu bagi 90% siswa. Karena dijam ini mereka bisa bebas melakukan hal yang diinginkan. Dari yang mau pacaran, mau makan, mau tidur , mau ngegosip, main basket dan mau baca buku keperpustakaan, semuanya bisa tanpa ada kendala.
Olive sedikit berlari menghampiri arga dan brandon yang tengah berada dilapangan basket baru saja selesai bermain.
Peluh terlihat mengucur deras didahi mereka, baju yang tadinya kering kini telah basah karena keringat.
Dua botol air mineral dan handuk kecil berwarna coklat olive serahkan pada mereka.
"habis ini kita kekantin, gue udah laper banget. Pengen makan mie ayamnya pak tarjo. " usul brandon antusias sambil mengelap keringat dilehernya.
Setelah membersihkan semua peralatan mereka dan memasukannya kedalam tas dan meletakkann diloker masing-masing. Mereka memutuskan untuk langsung pergi menuju kekantin.
" itu ada apaan yah? Kok rame banget didepan mading, ada pengumuman penting kali yah. Kita kesana dulu yuk. " ajak olive mencoba melepas rangkulan tangan arga dan brondon yang ada dibahunya.
" nggak usah liv, palingan juga pengumuman jalan-jalan sekolah." ujar brandon menahan bahu olive
" kalo nggak, mungkin pengumuman lomba nulis puisi. " timpal arga santai
Mendengar argument dari sahabatnya membuat olive percaya begitu saja dan mengurungkan niatnya .
Berbeda dari biasanya, siang ini kantin terlihat lebih sepi dari hari biasa. Bangku-bangku yang berada dikantin tampak kosong tak berpenghuni, antrian panjang diwarung pak tarjo yang biasanya terjadi mendadak sepi tak bernyawa. Hanya ada beberapa orang yang tampak mengisi bangku kantin sambil menyantap makanan mereka.
"tumben sepi. " celetuk olive yang sudah terlepas dari jeratan arga dan brandon
Olive memilih bangku yang berada ditengah lebih dekat dengan warung pak tarjo. Dan diikuti oleh arga dan brandon.
Pak tarjo tampak berjalan menghampiri mereka dengan membawa selembaran daftar menu yang tersedia diwarungnya.
" silahkan mau pesan apa." tawar pak tarjo menyerahkan daftar menu yang tadi dibawanya.
" lagi ada diskon 20% khusus untuk kalian." ucap pak tarjo dengan senyum lebar yang menunjukan deretan gigi yang sedikit menguning.
" beneran pak? Tumben. " ucal brandon sambil mencebilkan bibirnya heran.
" loh, iya. Masak bohong, bohong itu dosa jadi nggak boleh. " ujar pak tarjo terlihat meyakinkan.
__ADS_1
" kita pesen 2 mangkok mie ayam 1 mangkok bakso sama 3 jus alpukat." ucap arga memutuskan pesanan dan langsung disetujui oleh brandon dan olive.
Arga yang duduk disamping olive, menyelipkan anak rambut olive dibelakang telinganya, agar tidak menggangu saat makan.
Mendapat perlakuan lembut dari arga, membuat olive hanya mampu melebarkan senyumnya tanpa berkata.
Jika saja arga tahu, bahwa ditatap arga sedekat ini membuat jantungnya berdetak tak karuan.
Brandon yang sibuk dengan game onlinenya sama sekali tak memperhatikan arga dan olive yang sedang bertukar pandang mesra satu sama lain. Mulutnya sibuk merancau hal nggak jelas dan terkadang memukul meja pelan karena kesal.
Olive buru-buru memutuskan tatapannya pada arga dan mencoba mengalihkan keobjek lain. Dia tidak ingin sampai arga tahu kalau jantungnya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Pak tarjo dengan senyum lebar dan nampan besar yang berada ditangannga terlihat berjalan menghampiri mereka.
"silahkan dinikmati. " ucap pak tarjo setelah menyajikan semua makanannya.
" makasih ya pak, jangan lupa diskon 20% buat kita. " ucap branson takut-takut pak tarjo lupa dengan ucapannya diawal.
Arga mengambil alih mangkuk bakso milik olive. Memisahkan mie yang tercampur disana dan memindahkan kemangkuknya.
" makasih. " ucap olive yang ditunjukan pada mereka berdua.
***
Olive sibuk bolak balik ketoilet sekolah karena sejak tadi perutnya terasa sakit yang luar biasa. Sudah ke-10 kalinya olive memasuki toilet dalam waktu kurang dari 1 jam.
Dirinya sendiri heran, kenapa tiba-tiba saja perutnya menjadi sakit seperti ini. Seingatnya tadi pagi sampai jam istirahat berakhir perutnya masih tampak biasa saja.
Beruntung guru matematika yang sedang mengajar dikelasnya memberi izin untuk pergi ke UKS sekolah untuk meminta obat diare pada petugas.
Sesampainya disana, tidak ada siapa pun yang menjaga ruang uks. Karena sudah tidak tahan dengan badannya yang terasa lemas olive memutuskan untuk masuk dan membaringkan tubuhnya diranjang biru yang berada diruangan.
Tidak lama setelah dirinya berhasil meminum obat diare yang dicari dan perutnya yang sudah sedikit membaik dari sebelumnya. Suara gaduh dari luar ruangan membuat matanya yang semula ingin terpejam harus kembali terbuka.
" ampun dah, ada apa sih didepan. Nggak tau kalo ada orang sakit apa. " gerutu olive kesal mencoba memejamkan kembali matanya hingga tidak mengetahui kedatangan 2 makhluk yang merasakan rasa sakit yang sama seperti dirinya.
__ADS_1
" liv, olive....
Suara brandon yang terdengar begitu dekat dengan telinganya, membuat olive dengan cepat membuka mata dan menolehkan kepalanya kearah kiri.
Brandon dan arga tergeletak lemah tak berdaya tepat disampingnya diranjang yang berbeda. Sedang memejamkan mata dengan wajah pucat seperti vampir. lebay.
Olive mengambil obat yang diminumnya tadi, menuruni ranjang dan berjalan tertatih menghampiri brandon dengan segelas air putih ditangan kanannya.
" brandon, bangun bentar ." ucap olive mengusap lembut pipi brandon yang sedikit dingin. " minum obat dulu, biar enakan." olive berusaha menegakkan badan brandon untuk meminumkan obat padanya. Begitu pun dengan arga, olive melakukan hal yang sama.
Setelah menyelesaikan tugasnya , olive kembali membaringkan tubuhnya yang masih terasa lemah.
30 menit kemudian.
Arga mengucek mata dan mencoba mengumpulkan nyawanya kembali. Sakit diperutnya sudah berangsur membaik sekarang.
" brandon, olive, bangun....
Olive Dan Brandon pun, bangun bersamaan Dan menatap arga.
" kita kompak banget ya, sakit perutnya. Gue curiga sama mie ayamnya pak tarjo nih." gerutu brandon yang masih mengelus perutnya yang kotak-kotak kayak roti sobek.
" hush, sembarangan aja lo kalo ngomong, nggak boleh suudzun sama orang lain, dosanya gede, ini mah namanya udah takdir. " olive merasa tidak setuju dengan tuduhan brandon atas mie ayam pak tarjo, toh selama ini mereka baik-baik aja setelah menyantap mie ayamnya. mungkin memang hari ini aja sedikit mereka kurang beruntung.
" percuma dapet diskon 20%, bukannya untung malah buntung. " ucap brandon masih kesal, dan menghiraukan nasehat olive, karena menurut instingnya, sakit perut yang mereka alami sekarang, penyebabnya karena mie ayam pak tarjo tidak ada hal lain.
Arga hanya mendengarkan perdebatan mereka, tanpa ada hasrat untuk menjawab. Perutnya masih saja melilit-lilit didalam sana. Jadi memutuskan untuk mendengarkan saja sambil menyenderkan punggunnya didinding yang kebetulan menempel diranjangnya.
" nanti malem clubbing yok. " ajak olive asal, entah dari mana asalnya kalimat itu tiba-tiba meluncur begitu saja dari mulutnya.
Menyadari ajakan anehnya, sontak membuat olive menepuk-nepuk bibir tipisnya.
" clubbing? " tanya arga yang tak percaya dengan ajakan olive.
" liv, olive, udah gak jaman tuh main ditempat begituan. Bagusan juga kalo lo dateng kepengajiannya alisha , nggak bakal dapet dosa malah dapet pahala buat tabungan masuk syurga. " celetuk brondon menceramahi olive dan diacungi 2 jempol oleh arga.
__ADS_1
***