Olive

Olive
Fakta fabian


__ADS_3

Gumpalan awan putih,  menemani pagi ini. Hari baru untuk memulai pelajaran dikelas baru.  Seragam putih abu-abu beserta dasi dan topi yang tadinya sengaja disimpan dalam lemari,  pagi ini sang seragam bisa kembali bertemu dengan sang mentari setelah sekian lama beristirahat dari tugasnya.


" seragam rapi,  dasi udah,  topi udah,  buku,  pena.  Semuanya siap,  saatnya sarapan. " seru olive girang mematut penampilannya sekali lagi dicermin untuk memastikan apakah dirinya sudah terlihat rapi apa belum.


" selamat pagi pak bian sayang..... " olive buru-buru menutup mulutnya yang ember,  karena dengan lantangnya memanggil fabian dengan sebutan sayang.


" saya gak denger kamu bilang apa, coba ulangi. " perintah fabian sengaja,  sangat tidak mungkin dirinya tidak mendengar teriakan cempreng istrinya itu.


" selamat pagi pak bian.... " ulang olive menghilangkan satu kata terakhirnya.


" terus..


" terus apa pak, capek dong kalo disuruh ngulang-ngulang terus.  Kan aku harus sekolah. " olive  melebarkan senyumnya kearah fabian,  membuat yang dipandang hanya menganggukkan kepala menikmati sarapan yang sudah olive siapkan.


" oh iya, bapak jangan lupa bekalnya,  sudah aku siapin. " olive menggeserkan paperbag berisi bekal makan siang pada fabian.


" terima kasih. " olive hanya menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan terima kasih fabian.


***


" pagi...


" pagi juga kara....


" lo udah sarapan?" tanya kara yang tiba-tiba duduk didepan bangku olive


" udah,  kenapa? Mau beliin aku sarapan? " tanya balik olive sibuk mengeluarkan bukunya dari dalam tas.


" gak jadi,  lo kan udah sarapan. " kara membalikan tubuhnya membelakangi olive.


" tapi,  aku haus ra,  mau titip minun dong kalo lo kekantin. " rengek olive menepuk pundak kara menggynakan pena.


" haus? " olive langsung menganggukan kepalanya cepat.


" beli sendiri sana,  gue udah PW disini. "

__ADS_1


" PW ? Apaan tu,  kok aku baru denger?"


" posisi weeenakkkk liv,  kudet banget deh lo. "


" enak aja, gue selalu update , cuman ya emang lo kan terkenal dengan bahasa aneh lo itu. " seru olive sewot tak terima dengan ejekan kara.


" sewot amat loh,  awas nanti cepet tua loh. " ejek kara sengaja ingin membuat olive jengkel.


" apa kaitannya sewot sama cepet tua ra, lo tu emang aneh banget yah. "


" yah ada, kan kalo keseringan sewot bisa......


" SELAMAT PAGI ANAK-ANAK... " seruan dari guru yang baru saja masuk membuat kara tidak melanjutkan ucapannya dan memilih diam menyimak penjelasan yang disampaikan.


***


Ditempat berbeda,  seorang laki-laki dewasa berjas hitam terlihat sibuk melihat jajaran boneka dengan berbagai macam bentuk karakter dan warnanya yanh disusun rapi didalam rak-rak besar didalam toko.


" maaf pak,  cari boneka yang seperti apa? " tanya salah satu wanita muda yang menggunakan kaos pink yang menjadi seragam tempatnya bekerja pada fabian yang sekarang menjadi pelanggannya.


" em,  cari boneka. " jawab fabian yang membuat sang pegawai menahan tawa.


" yang lucu. " ini pak bian gak pernah beli boneka kali yah, yang namanya boneka kan pasti lucu dan ngegemesinkan.  Masak iya ada boneka yang nyeremin. Tapi,  kayaknya ada deh, boneka yang masuk dalam kategori menyeramkan. Tapi ya sudahlah,  sekarang intinya pak bian lagi nyari boneka yang lucu buat istrinya.


" baik,  pak.  Mari ikut saya disebelah sana pak.  Banyak sekali boneka yang digemari bulan ini. " fabian berjalan mengikuti mba bername tag vera itu menuju rak yang sedikit berbeda dari yang lainnya.


***


Brakkkk.....


" astagfirullahaladzim,,,, "  pekik olive kaget karna sebuah bola basket menghantam keras kepalanya yang sedang berjalan dipinggir jalan menuju kelas untuk mengganti seragamnya karena pelajaran olahraga sudah selesai. Ditengah lapangan bisa olive lihat dengan jelas bahwa dua nenek lampir tersenyum licik dengan wajah angkuh mereka sambil melipat kedua tangannya didepan dada.


" udah liv,  gak usah diladenin. Nanti mereka juga capek sendiri.  " Kara yang berada disamping olive menarik tangan temannya itu untuk tidak meladeni mereka,  karena hanya akan membuang waktu dan tenaga saja.


"gak bisa gitu dong kara,  mereka keterlaluan.  Semena-mena banget sama aku. Mentang-mentang selama ini aku diem terus ngadepin mereka. " bantah olive sudah muak dengan semua perlakuan tak adil dari mereka. Padahal selama ini olive berusaha untuk tidak berurusan dengan mereka lagi,  karena diringa tahu tidak akan pernah menang jika melawan mereka yang licik.

__ADS_1


" mau kalian tu apa ? Maksudnya tadi apa? " bentak olive ketika sudah sampai didepan maria dan sabrina yang masih memasang wajah angkuh mereka.


"lo kenapa sih,  marah-marah gak jelas kek gini. " balas maria sok cantik,  membenahi rambut yang sudah berubah warna itu


" gak jelas?  Gak jelas dari mana coba?  Jelas-jelas lo itu udah ngelemper bola basket ini ke kepala gue dengan sengaja, lo gak tau kalo itu sakit !"teriak olive menunjuk muka maria dan menunjukkan bola yang tadi mengenai kepalanya. Membuat semua mata yang berada dilapangan kini tertuju pada pertengkaran mereka. Kan sangking marahnya sampek kata gue muncul lagi dari mulutnya olive tanpa direncanakan.


" manja banget sih lo,  kena bola sekecil itu aja udah mencak-mencak gak jelas,  kek sakitnya ketiban duren aja. " ejek sabrina terkekeh pelan.


" kecil kata lo? " tanya olive mendekat kearah sabrina mak lampir berkulit putih itu. " mau lo ngerasain gimana sakitnya. Mau lo ngerasain? " teriak olive geram dengan ejekan maria.


" gue selama ini diem aja,  ngadepin kelakuan jahat kalian.  Gue diem karena gue gak mau memperpanjang masalah. Gue gak suka cari-cari sensasi kayak kalian. " bentak olive tepat didepan muka mereka berdua,  yang memandang olive dengan tatapan meremehkan.


" bukannya lo takut,  pakek sok-sok an bilang gak mau memperpanjang masalah. Heh,  hello!  Hari gini lo masih pakek alasan klasik kayak gitu. Kuno banget sih lo. " sabrina sengaja membuat situasi semakin panas sampai brandon dan arga kembali dari ruang olahraga.


Olive menggigit bibir bawahnya dengan senyum mengejek


" gak ada alasan kenapa gue harus takut sama kalian.  Gak ada sama sekali !  Yang ada gue malah takut jika nanti semua kebusukan kalian diketahui oleh brandon dan arga.  Eetss,  bukan hanya mereka tapi semua orang yang ada disini. "


" kebusukkan kita? " tanya maria memasang muka mengejek kearah olive " bukannya lo ya,  yang punya kebusukan sangat memalukan,  karena mencintai sahabatnya sendiri yang sangat jelas hanya menganggap lo sebagai SAHABAT,  gak lebih. "


Olive mengikat rambutnya dengan karet yang berada dilengannya,  karena merasa semakin panas mendengar ocehan tak bermutu dari mulut merah maria. " salah kalo DULU gue suka sama arga yang ganteng itu,  gue yakin lo juga suka sama dia,  tapi sayangnya arga udah jadian sama sabrina. " olive berjalan bolak-balik didepan mereka dengam muka yang tak kalah angkuh.


" tapi sayangnya sekarang, gue sadar kalo arga dan brandon memiliki posisi yang sama penting dihati gue.  Tapi,  sayangnya karena kelicikan kalian,  mereka jadi salah paham sama gue. Kalian udah bersekongkol merencanakan semuany,  mengarang cerita sehingga ngebuat gue jadi seakan-akan menjadi pelaku,  padahal sebenarnya gue itu korban. "


" Dan lo mar,  lo gak sadar kalo kita itu saudara. Tapi,  kenapa lo sama mama tega ngejual gue cuman gara-gara uang dan gue....  sama sekali gak habis fikir dengan kelakuan kalian. " ucapan gamblang olive membuat semua orang yang berada disana membelalakan mata dan berbisik-bisik tetangga.


" jaga ya mulut lo,  jangan asal bicara. " elak maria tak terima memandang olive dengan tatapan membunuh.


" lo tau kan,  gue itu tipe orang yang bicara tanpa asal bicara,  setiap gue ngomong itu pasti ada bukti akuratnya,  lo mau bukti? " tanya olive balas menatap maria tak kalah tajam " gue punya kok, atau sekarang aja gue panggil saksinya. " tawar olive dengan senyum kemenangan. Duh,  mbak olive kagak boleh ikutan jadi sombong kek gitu. Gak baik.


Maria semakin dibuat geram melihat senyum kemenangan olive " kalo iya kenapa?  Kalo iya gue sama mama ngejual lo kenapa? Mau marah?  Mau lapor?  Siapa sih saksi yang lo bilang itu " ucap maria berlagak celingak celinguk mencari seseorang.


" apa dia bapak ZAYN FABIAN. " ucap sabrina mencebikkan bibirnya.  Olive sontak terkejut mengetahui tentang sabrina yang mengenal bian.


" olive..  olive..  lo itu bener-bener bodoh dan amat sangat bodoh. " sabrina senaja menoyor pelan kepala olive yang masih terkejut dengan semuanya.

__ADS_1


" Mas bian itu adalah dalang dibalik semua ini.  Lo denger SEMUA  " ucap sabrina penuh penekakan diakhir kalimatnya.


***


__ADS_2