Olive

Olive
Sebenarnya rindu


__ADS_3

Sesampainya dirumah,  agra bergegas memarkirkan mobil lamborghini miliknya diantara jejeran kendaraan mewah lainnya. Matanya menangkap satu kendaraan yang jarang sekali terlihat sedang terparkir disana. Arga menghembuskan nafasnya pelan mencoba mengurangi rasa sesak yang sedang melandanya saat ini. 


" ga....  " panggilan bu reni menyapa telinga arga ketika sampai diruang tamu matanya melihat dua sosok baya yang sedang memandangnya dengan perasaan rindu. Mungkin.


" emm,  arga mau istirhat. " mendengar jawaban sang anak mereka hanya pasrah,  ini semua juga kerena mereka,  sedari arga kecil hingga sekarang mereka jarang sekali berada disamping anak semata wayangnya itu,  mereka selalu disibukkan dengan pekerjaan yang dilakukan demi masa depan anaknya.


Didalam kamar warna putih dan terdapat gambar peta didinding serta ranjang berwarna army,  disinilah tempat arga menghabiskan waktu hampir seharian. Arga bukanlah tipe anak bandel yang suka kebut-kebutan dijalan raya,  nongkrong gak jelas atau anak geng yang bikin resah para warga. Arga cukup tau untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik itu. Buru-buru arga melepaskan celana abu-abunya dan mencium bagian belakang,  mencari bau kentut yang masih tersisa disana.


" gak bau kok celana gue." ucapnya mengernyitkan dahi


" emang dasar si brandon aja tu yang suka iri sama kegantengan hakiki gue. " arga berpose santai di depan cermin yang berada dikamarnya. Kulit putih,  hidung mancung,  rahang yang kokoh,  mata tajam dan alis yang tebal membuat membuatnya pantas menerima julukan sebagai salah satu cowok terganteng disekolah. Sangking kelewat gantengnya sampai-sampai jerawat pun minder untuk menetap diwajah gantengnya itu.


Selepas mengganti pakaian arga mengambil gitar yang tersender rapi didinding kamarnya. Petikan gitar dang nyanyian pelan terdengar merdu ditelinganya sendiri.  Senyumnya terbit ketika mengingat setiap moment kebersamaannya dengan dua sahabatnya olive dan brandon. Sahabat yang selalu bisa menghilangkan rasa bosan dan sepi dalam dirinya,  sahabat yang selalu berada disampingnya tatkala suka dan duka.


Bunyi ketukan pintu membuat arga menghentikan aktivitasnya dan berjalan membuka pintu kamar yang sengaja dikuncinya.  Mbok minah sosok wanita yang sudah sedikit tua tengah berdiri didepan pintu dengan nampan berisi makanan ditangannya.


" makan dulu den,  mbok masak rendang. " ucapnya dengan senyum tulus yang selalu terpatri diwajah keriputnya.  Sudah 10 tahunan bi minah bekerja dengan keluarganya,  jadi selama orangtua arga tidak ada dirumah,  maka arga akan sering menghabiskan waktu bersama bi minah.  Maka jangan salahkan jika arga lebih menyayangi wanita yang sedang berada didepannya ini,  dari pada orangtuanya.


" makasih ya mbok. " arga menerima nampan dari tangan mbok minah sambil tersenyum gembira. Arga kusuma cowok ganteng yang sangat menyukai olahan makanan dari daging sapi yang ducampur dengan rempah-rempah khas indonesia sehingga menghasilkan makanan dengan nama rendang yang memiliki rasa yang enak luar biasa apalagi jika itu buatan mbok minah, maka arga akan sannggup menghabiskan satu mangkok sedang rendang sekaligus.

__ADS_1


" iya sama-sama. Mbok mau kebawah dulu masih ada kerjaan. " pamitnya kemudian berlalu menuruni tangga.


Arga sudah berulang kali memberitahu mbok minah untuk tidak lagi mengantarkan makan siangnya kekamar,  mengiangat mbok minah harus menaiki tangga terlebih dahulu untuk menuju kekamarnya diusianya yang sudah tidak muda.


" mbok udah kebiasaan den,  mbok gak papa malah seneng kalo lihat aden tepat waktu makannya. " itu jawaban  yang selalu mbok minah ucapkan jika arga melarangnya.


Arga menutup pintu dan membawa nampannya diatas meja hitam yang ada didalam kamarnya. Arga melahap makan siangnya sambil memandangi pemandangan diluar dari dinding kaca kamarnya dan ditemani lagu yang ia putar dari ponsel pintarnya.


***


Tok tok tok


Ketukan pintu membuat arga buru-buru bangun dari rebahannya untuk membuka pintu, nafasnya terasa berat ketika melihat mamanya yang tengah menatapnya dengan mata sendu.


"ga...  " panggil bu reni sayang,  tidak ada seorang ibu yang tidak menyayangi anaknya bukan,  sesibuk apapun pekerjaannya beliau pasti selalu mendoakan untuk kebaiakan anaknya, meski kadang cara yang beliau lakukan kurang tepat, seperti jarang bersama dengan anaknya karena sibuk bekerja meski itu demi anakanya juga, tapi ya namanya anak bukan hanya butuh kecukupan dan kemewahan materi, tapi juga sangat membutuhkan dan menginginkan kasih sayang dari orangtuanya.


" emm.. "


" mama sama papa mau ngomong, kalo nanti sore kita bakal kepalembang karena ada sesuatu yang papa urusi. " ucap sang mama berpamitan.

__ADS_1


"oh ya udah. " jawab arga tanpa menatap sang mama yang sedang menatapnya dengan tatapan rindu.


" mama sama papa juga mau minta maaf sama kamu."


"maaf? Buat apa? " tanya arga mengalihkan pandangannya menatap bu reni .


" maaf buat semua waktu yang tidak bisa kami berikan untuk kamu. "


" udah arga maafin. "


Cllik..


Satu pesan dari olive membuat arga bangun dari rebahannya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, mengambil handuk abu-abu didalam lemarinya.


" arga mau mandi, mau ketemu olive sama brandon. " ucapnya kemudian masuk kedalam kamar mandi.


" jangan lupa susunya diminum ga, nanti keburu dingin. " suara bu reni masih bisa arga dengar dari kamar mandi.


Rindu, jika ditanya tentang itu arga pasti sangat rindu pada orangtuanya terutama mama, tapi nyatanya egonya saat ini masih bisa mengalahkan rasa rindun yang berada dihatinya. Arga kusuma dibalik sikap cueknya pada orangtuanya, arga menyimpan rasa sayang pada mereka yang tidak pernah mau ia ungkapkan lewat kata atau tindakan. Namun disisi kecil dalam hatinya, masih ada rasa kecewa akan mereka yang selalu sibuk pada pekerjaannya.

__ADS_1


"maafin arga ma. " ucapnya lirih diguyuran sower.


\*\*\*


__ADS_2