
" lo mau maafin gue? " tanya brandon memberhentikan jalannya berbalik badan menatap olive yang berjalan dibelakangnya. Olive bisa dengan mudahnya memaafkan kesalahannya yang sudah keterlaluan pada sahabatnya ini. Melihat ekspresi kaget dari muka brandon olive kembali mengaggukan kepalanya pelan sambil tersenyum kecil.
" tapi ada syaratnya. " ucap olive tiba-tiba dengan muka serius.
" apapun syaratnya, bakal gue lakuin. Karena gue pantes nerima itu. " jawab brandon enteng.
Saat ini mereka sedang duduk disalah satu kursi yang berada ditaman rumah sakit. Mereka tahu, jika arga dan orangtuanya membutuhkan waktu untuk memperbaiki semuanya.
" yakin? " tanya olive mengerutkan keningnya meragukan jawaban brandon.
" 100% yakin. "
" ok, kalo gitu kamu harus traktir aku makan siang dikantin rumah sakit. "
" itu aja, gue beliin deh langsung sama toko-tokonya. "
" idih sombong, gak kasihan sama tante yang nyari duit. "
Brandon menepuk jidatnya dengan telapak tangan "gue lupa. "
Olive menarik ujung bibirnya melihat tingkah brandon yang menggemaskan dimatanya.
" kalo buat beli 10 porsi makan buat lo, gue masih sanggup kok. " brandon berdiri dari duduknya kemudian menarik pelan tangan olive mengajaknya pergi kekantin.
" ada syarat lain yang harus kamu sanggupi. " brandon kembali menatap olive , menunggu apa syarat selanjutnya.
" gendong aku sampek kekantin. " brandon langsung berjongkok membelakangi olive dan mempersilahkan olive untuk naik kepunggungnya.
Jangan pada ngiri yah.....
***
__ADS_1
Dua piring nasi ayam kalasan beserta dua mangkuk kecil sayut tumis kangkung sudah siap dimeja makan mereka. Sambal tomat yang begitu menggiurkan membuat olive buru-buru mencuci tangannya kedalam mangkung yang berisi air kobokan.
" emm,, enak bangett. " gumam olive ketika sesuap nasi beserta lauknya sudah masuk dalam mulutnya. Sedangkan brandon hanya tersenyum kecil sambil menikmati makan siangnya seperti biasa.
" lo beberapa bulan ini tinggal dirumah bapak fabian?"tanya brandon disela makan mereka
"iya. Kamu tahu? " olive sedikit kaget mendengar bahwa brandon menyebut nama laki-laki yang diam-diam kadang dirindukannya itu, yang berarti bahwa brandon mengenal fabian.
Brandon menyeruput air putih dalam botol yang berada didepannya hingga tandas. " gue tahu, karena gue paksa sabrina dan maria buat ngomong semuanya. "
Olive buru-buru menelan nasi yang berada dimulutnya " mereka yang ngasih tahu kamu? " brandon menganggukan kepalanya santai sambil menggigit cuilan ayam yang berada ditangannya.
" dan syukurnya lo udah lepas dari laki-laki licik itu." ucap brandon dengan kilatan amarah dimatanya.
Olive ikut menganggukan kepalanya "emm, aku juga bersyukur akhirnya bisa bebas dari semuanya. Oh ya, gimana hubungan kalian dengam sabrina dan maria?"
" kamu pasti udah tahu jawabannya, kita gak mungkin mau berhubungan dengan orang-orang tak berwatak baik seperti mereka. " jawab brandon santai, memang hubungannya dan maria sudah berakhir sejak hari itu, mereka bersama sabrina dan juga arga.
" kalian seharusnya gak boleh gitu dong, semuanya bisa diperbaiki dan bisa berubah. Seperti mereka juga pasti akan bisa merubah sikap mereka. Jangan ngorbanin kebahagian kamu. "
"yah, tetep aja brandon, kamu jangan marah atau benci sama mereka. "
" gak bisa, mereka pantes buat dapetin itu. " ucap brandon santai sembari membuka tutup botol air mineralnya. " lo sendiri, kenapa ngorbanin kebahagian? "
" karena kebahagian yang aku rasain saat ini semu, kebahagiaan yang gak bisa dikatan bahagia sesungguhnya. Selain bahagia ada luka yang harus aku rasa disana, jadi, aku fikir untuk saat ini aku ingin pergi dan mencoba untuk menata kembali hidupku sampai dimana aku bisa menemukan kebahagianku yang sebenarnya. " olive menghembuskan nafasnya pelan, kembali membersihkan tangannya kewastafel yang berada disana.
" alisha gimana, apa kabarnya? " tanya olive mengganti topik pembicaraan setelah kembali duduk didepan brandon yang sudah selesai membasuh tangannya.
" baik, alisha sama mama kangen sama lo. "
" aku juga, kapan-kapan aku mau ketemu mereka. "
__ADS_1
" nanti gue yang jemput lo dan nganterin kerumah buat ketemu mereka, aku yakin alisha pasti seneng."
Olive menumpukan dagunya diatas tangan yang ia tumpukan diatas meja menatap brandon serius "kamu gak seneng? " membuat brandon tersedak san salah tingkah ditatap seintens itu oleh olive.
" keselek apa kamu? " tanya olive tak peka.
" keselek biji cabe. " jawab brandon tertawa keras melihat ekspresi jengkel olive mendengar jawabannya.
" biji cabe tu gak bikin keselek, tapi nyelip disela digigi. " ucap olive sewot.
" oh ya, kok gue baru tahu. "
" tau ah, bodoh amat. " ucap olive masih sewot tak terkendali.
" rencana kamu selanjutnya apa? " tanya brandon serius.
Olive menghembuskan nafasnya panjang, ia harap keputusan yang diambilnya ini akan menjadi langkah terbaik untuk semuanya, untuk kehidupannya dimasa yang akan datang. " aku mau ngejar beasiswa kesingapura. "
" singapura? Kenapa kesana? " tanya brandon tak setuju dengan keputusan olive.
" yah, karena aku mau belajar disana. Aku ingin mewujudkan dan menggapai cita-cita aku ."
" kamu yakin? " tanya brandon melihat pancaran kebahagian dari sorot mata olive sangat antusias. Olive kembali menganggukan kepalanya mantap.
" kalo itu bisa buat lo bahagia, gue bakal setuju, dengan syarat lo mau nerima bantuan gue selama lo ada disana. "
" kamu gak usah khawatir brandon. Aku masih punya tabungan dari papa untuk biaya kuliah aku. Jadi yah, insaallah bakal cukup sampai lulus. " olive melebarkan senyumnya untuk meyakinkan brandon.
" oke, tapi jangan larang gue buat gak jengukin lo disana dan lo juga harus ngasih tahu arga, sama semuanya.
Olive mengakat tangannya hormat " siap, laksanakan. " olive rasa untuk beberapa waktu, dirinya harus bisa meninggalkan negara tercintanya sejenak, mengikhlaskan untuk melepaskan rasa cintanya dan meninggalakan orang-orang yang peduli dan juga sayang padanya.
__ADS_1
Kecewa boleh, merasa sakit boleh. Tapi harus tetap ingat bahwa cita-cita perlu diwujudkan dan diraih. Karena hasil tidak pernah mengkhianati sebuah usaha. Kalaupun sudah berusaha tapi tak kunjung mencapainya, berarti itu bukan atau belum rezeki kita. Tetap tawakal , bersabar dengan usaha dan doa supaya disegerakan berhasil mewujudkannya.
***