
5 tahun kemudian
Tidak banyak yang berubah setelah 5 tahun tak membawa kakinya kenegara kelahirannya. Bangunan-bangunan pencakar langit terlihat semakin banyak menjulang tinggi dengan kokohnya dinegara yang terkenal dengan julukan syurga dunia ini, dimana lagi kalo bukan negara indonesia. Kendaraan roda empat dan dua masih tetap sama banyaknya memenuhi jalanan. Kemacetan menjadi salah satu diantara beberapa masalah yang masih belum juga menemukan solusinya dibeberapa titik-titik tertentu.
Hujan yang mengguyur kota metropolitan yang menjadi ibukota ini, membuat para pejalan kaki sebagian terpaksa berhenti dihalte terdekat atau bahkan ada yang berlari cepat agar segera sampai ketempat tujuannya.
Olive zania adtmojo, sosok gadis sma yang dulu sengaja dijual oleh ibu tiri bersama sudara tirinya kepada sosok laki-laki dewasa yang berhasil memporak-porandakan hatinya. Sudah 1 jam yang lalu, setelah keluar dari bandara, olive memutuskan untuk tidak memberitahu dua sahabatnya yang selalu membantunya dengan tangan terbuka selama ini, karena ingin memberi kejutan kecil pada mereka. Koper warna biru muda yang masih setia menemaninya menikmati segelas kopi hangat dan kue tiramissu yang menjadi menu baru kesukaannya saat santai.
Olive mengangkap sopan tangannya kepada witers yang lewat tak jauh dari tempatnya , tiba-tiba perutnya berbunyi meminta jatah makan siangnya.
Selang beberapa menit memesan, sepiring pasta dan segelas jus alpukat sudah berada dimejanya.
" makasih ya mbak. " ucap olive sopan pada waiters yang mengantarkan makanannya.
***
Dress merah selutut warna merah dengan model bagian belakang yang sedikit lebih panjang menjadi pilihan gaun yang tepat malam ini untuk menemui orang-orang terkasihnya. Rambut panjang yang sengaja digerai dan aksesoris kalung sederhana yang tampak indah melingkar dilehernya, jangan lupakan high hells warna silver yang tampak pas mendukung penampilannya yang terlihat sangat cantik dan sempurna.
Olive mengambil tas selempangnya dan beberapa paperbag berisi oleh-oleh untuk mereka yang akan ditemuinya malam ini. Mobil warna hitam sudah terpakir didepan rumahnya. Olive mematut tampilannya dicermin sekali lagi, merasa sudah rapi, olive beranjak keluar mengunci pintu rumah dan menghampiri sosok yang menunggunya didalam mobil.
" siapa? " tanya arga selaku sang pengemudi berlagak lupa melihat olive yang duduk disampingnya.
__ADS_1
Olive menyentil dahi sahabat somplaknya itu gemas "pura-pura lupa kamu, awas aja kalo lupa beneran. "
Arga tertawa keras melihat ekspresi jutek sahabat tercantiknya ini. "wah, tambah cantik aja lo, beda banget sama setahun lalu. "
Olive mendengus kesal mendengar gombalan tak bermutu arga. " gombalannya receh banget, cepet berangkat yuk, aku udah kangen sama semuanya." rengeknya dengan muka memohon.
" iya tuan putri, tugas siap laksanakan. " arga berjalan pelan membelah jalanan malam yang sedikit sepi dari biasannya.
"lebay banget deh kamu ga. Geli aku dengernya. " olive mengusap lengannya yang merinding, akibat ucapan arga yang terlewat lebay dan berlebihan.
***
Halaman rumah arga yang berubah menjadi tempat pesta kecil bagi mereka untuk menyambut kedatangan sosok wanita cantik kesayangan mereka. Lampu-lampu kecil warni-warni berkelap-kelip memperindah suasana. Meja bundar berukuran besar telah terpasang rapi beserta beberapa kursi yang mendampinginya. Bau harum daging panggang yang sudah diberi bumbu menguar melengkapi acara kumpul-kumpul mereka.
" kak olive.... " alisha yang sudah beranjak menjadi gadis remaja berlari menghampiri olive, untuk memberi pelukan hangat penuh kerinduan pada kaka perempuan kesayangannya. Olive tak kalah erat membalas pelukan alisha yang sangat dirindukannya.
" gak kangen sama aku? " tanya brandon yang meletakan tangannya didalam saku celana warna coklat susu selutut yang dipakainya.
" gak tuh, kak olive gak kangen sama bang brandon, kangennya sama alisha sama yang lainnya, kecuali abang. " jawab alisha menjulurkan lidahnya mengejek brandon. Sehingga membuat gelak tawa semua yang ada disana.
Disana ada tante sarah mama alisha dan brandon, tante kenanga dan om ridwan yang tak lain orangtua arga yang menyambutnya dengan pelukan hangat. Setelah melakuakan ritual peluk memeluk dan bertanya kabar dan mengobrol ringan, mereka akhirnya telah duduk rapi dimeja makan dengan hidangan makan malam yang beraneka ragam macamnya, ada gado-gado, rendang, soto, sate kambing, opor ayam dan cemilan lainnya yang berhasil memenuhi meja dari ujung kanan sampai ujung kiri. Jangan lupakan diantara mereka juga hadir sosok siswa bandel bernama kara prasetiyo dan nara yang ikut hadir menyambut kedatangan temannya.
__ADS_1
" butik kamu disingapura gimana liv? " tanya tante kenanga disela makan malam mereka.
" allhamdulilah lancar tan, lagian kan butik disana hasil kerja sama olive sama clara, jadi clara yang sekarang bertanggung jawab disana. " jawab olive menyendok nasi dan menaruhnya dipiring arga dan juga brandon.
" kamu jadi, buka cabang disini kan liv? " nara ikut nimbrung memberi pertanyaan pada olive.
" insaallah jadi ara, kita juga kemaren-kemaren udah survey tempatnya dan allhamdulilah cocok. " jawab olive dengan senyum lebarnya.
" bagus dong kalo gitu, jadinya kamu akan stay terus disinikan?" tambah tante sarah yang sangat memperhatikannya selama ini, sehingga membuat olive kembali merasakan sosok ibu dalam hidupnya.
" iya tan, olive mau fokus disini. Mungkin juga sekali-kali balik kesana. "
" gak papa kalo sekali-kali, nanti biar ditemenin arga sama brandon. " celetuk tante sarah dan langsung disetujui anggukan oleh yang lainnya.
" gue juga siap, buat nemenin lo liv. " ucap kara santai sambil menikmati opor ayamnya.
" enak dikamu kali kak, gak enak buat kak olive. " balas nara yang langsung disambut tawa oleh yang lainnya.
" om mau ngucapin terima kasih sudah membuatkan baju yang luar biasa bagusnya buat om, om jadi kelihatan lebih muda dan lebih fresh. " ucap om ridwan menunjuk jas coklat susu dengan panjang selutut dan saku dipinggang yang diberi hiasan kancing berukuran sedang berwarna coklat gelap.
" iya om, sama - sama. " jawab olive dengan senyum lembutnya, karena olive tidak mau mudah puas dengan pujian yang didapatkannya, malah olive menjadikan pujian itu sebagai penyemangat untuknya supaya bisa menghasilkan karya-karya yang lebih bagus lagi.
__ADS_1
Biarkan bintang dan bulan malam ini, menjadi saksi kebahagian mereka. Memberikan pancaran cahaya dan keindahan rupanya menemani canda tawa mereka yang sudah lama tak bertatap muka. Angin malam yang menambah suasana nyaman dan kekeluargaan pada mereka. Tentang orangtua arga, setelah kejadian arga kecelakaan 5 tahun yang lalu, mereka memutuskan untuk menetap diindonesia menemani putra mereka dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama, jadi, hubungan mereka saat ini sudah membaik dan menjadi sangat baik. Satu hal yang wajib mereka lakukan setelah menghabiskan makan malam adalah berfoto bersama mengabadikan moment bahagia mereka dalam sebuah jepretan kamera milik brandon.
***