Olive

Olive
Makan rendang


__ADS_3

Brandon yang sibuk memainkan game online menghentikan permainannya tatkala melihat pesan dari olive.


Secepat kilat brandon membersihkan diri dan mengganti seragam yang masih melekat dibadannya saat ini. 


Setelah semuanya selesai brandon mengambil salah satu dari beratus parfum yang berjajar rapi dilemari kecil miliknya.


" udah ganteng aja bang,  mau kemana?  " tanya salsa satu-satunya adik perempuan sekaligus musuh bebuyutan brandon kerana kejahilannya sudah sangat amat menjengkelkan.


" anak kecil nggak boleh tau. " jawab brandon menghentikan langkahnya didepan salsa kemudian nyengir lebar mengejek.


Walaupum salsa sering banget membuat jiwa dan raga brandon jengkel,  tapi sebenarnya dilubuk hati yang paling dalam brandon sangat menyayangi adik semata wayangnya itu .


"bang... Abang.


"apa sih dek,  lo kira abang tukang bakso. " jawab brandon malas.


" mau ketemu sama kak olive kan? "


Brandon hanya diam mendengar pertanyaan salsa. Malas untuk sekedar menjawab "iya" buang-buang suara.


" ada biji cabe tu yang nyelip digigi depan abang. "


Yang namanya juga mas perfectsionist tentang kebersihan,  brandon langsung nyengir didepan kaca spion motornya. Setelah hampir 10 menit memeriksa seluruh giginya dari belakang sampai depan tapi nihil, tak ada biji cabe yang ditemukan disela giginya.


" kamu bohongkan sama abang. "


" emang. " salsa nyengir kemenangan karena tipuannya berhasil kemudian pergi mesuk kedalam rumah meninggalkan brandon yang menahan rasa kesalnya.


"untung sayang. " gerutu brandon kemudian menyalakan motornya membelah keramaian jalan raya. "


***


Olive yang lebih dulu tiba dirumah pohon dekat perkebunan teh milik brandon,  memilih membaringkan tubuhnya yang lelah sembari menatap foto-foto mereka yang bergantungan diatas langit-langit rumah. Foto mereka dari pertama masuk Sma,  saat mereka liburan bersama,  makan bersama semuanya ada disana. Bersama mereka olive merasakan hidupnya sedikit berbeda dan lebih berwarna. Kadang olive memikirkan bagaimana mereka kedepannya,  pasti akan ada saatnya mereka harus berpisah untuk sementara waktu.


Suara motor milik arga,  membuat olive bangun dari tidurnya dan menatap arga sambil tersenyum melambaikan tangan kearah arga yang sibuk melepas helm.


Arga bergegas menaruh helmnya dibadan depan motor dan menaiki tangga yang terbuat dari kayu untuk menghampiri olive yang sudah berada diatas.

__ADS_1


" udah dari tadi nunggu kita? " tanya arga ketika sudah sampai diatas dan duduk disamping olive.


" nggak,  gue juga baru nyampek. " jawab olive dengan senyum sedikit dipaksa.


" kok senyumnya nggak ikhlas gitu,  pasti lo lagi bete kan?  "


Arga sedikit banyak sudah mulai tahu tentang olive,  dari makanan kesukaan,  minuman favorite sampai warna kesukaan olive pun sudah tersimpan rapi dalam memorinya.


" nggak,  ni gue senyum lebar buat lo. " ucap olive sambil tersenyum selebar mungkin dihadapan agra untuk memastikan bahwa dirinya baik-baik saja .


Arga sontak ikut tersenyum melihat olive yang tampak begitu cantik dimatanya. Bukan cantik rupa ataupun fisik,  karena banyak cewek yang lebih dari segalanya ketimbang olive,  tapi kecantikan yang olive miliki itu susah jika harus dijabarkan dan dijelaskan dengan tulisan.


"woy,  pada ngapain senyum-senyum nggak jelas gitu?  " teriak brandon dari bawah yang tengah menyeprotkan parfum dibajunya.


Sedangkan mereka yang ditanya hanya diam dengan senyum yang masih setia terukir diwajah mereka.


" tu orang pada gesrek semua kali ya, ditanya bukannya dijawab malah senyum-senyum aja. " gerutu brandon kemudian menaiki tangga menyusul mereka.


" lama banget lo datengnya,  kenapa? " tanya agra setelah brandon berada bersama mereka.


" gue tau,  pasti alisha ngerjain lo lagi ." tebak olive yakin sambil menaikan kedua alisnya yang tebal.


"gue bawa makanan nih,  pasti belum ada yang makan siang kan,  terutama olive. Tadi mbok minah masak rendang,  pas gue lagi makan tiba-tiba gue keinget sama kalian. "


Arga membuka kotak makan berukuran besar warna hitam miliknya yang berisi nasi dan rendang buatan mbok minah.


Harum rempah yang berasal dari rendang,  membuat perut olive berbunyi meminta diisi. Karena memang sejak tadi dirinya belum makan apapun dirumah.


Brandon yang melihat rendang arga terlihat biasa saja tak berselera , berbeda dari biasanya.


Satu sendok berisi nasi dan rendang arga suapkan kepada olive yang nampak antusias menunggu suapan arga.


" maaf ya ga,  bukannya gue nggak mau, tapi tadi pulang sekolah gue udah makan diwarung padang deket rumah, jadi yah,  gue tadi makan rendang juga. " tolak brandon ketika arga menyodorkan satu sendok nasi padanya.


Mendengar penuturan brandon, membuat arga manggut-manggut mengerti.


" tapi gue mau dong,  disuapin rendangnya aja nggak pakek nasi. " pinta brandon mendekatkan mulutnya kearah arga.

__ADS_1


Satu sendok penuh rendang telah berhasil memasuki mulut brandon.


" emang nggak diragukan lagi,  rendang mbok minah yang paling enak sejagad raya. " puji brandon disela kunyahannya.


Semua masakan yang diolah dan dimasak dengan penuh cinta dan rasa ikhlas,  maka akan menghasilkan masakan dengan rasa yang istimewa dan pecah enaknya.


" lo bener banget don,  gue juga suka banget sama rendang bikinan mbok min, Arga sering-sering aja bawa beginian buat kita,  nggak bakal gue tolak dah pokoknya,  malah yang ada gue terima dengan penuh suka cita dan tawa bahagia. " tambah olive dengan kata-kata lebaynya.


Arga hanya tersenyum mendengar ucapan olive dan masih sibuk menyuapkan nasi dengan telaten kepada olive.


Brandon sibuk mengikat rambut panjang olive yang terurai,  agar memudahkan olive yang sedang makan supaya tidak terganggu dengan rambutnya.


Aduh gaes,  enak banget yah jadi olive.  Author juga mau kalo dikasih sahabat model begituan seperti barndon sama arga. Dikasih satu juga nggak papa,  tetep diterima dengan lapang dada. Udah pada baik,  ganteng,  perhatian pula. Kalo author jadi olive kagak usah lama-lama langsung bungkus bawa ke KUA  buat dijadiin suami dunia akhirat dah pokoknya. Hehe.


Setelah menghabiskan semua nasi yang dibawa arga,  olive segera meneguk air mineral yang berada didekatnya hingga tinggal setengah. Perutnya sudah terasa sangat penuh karena kekenyangan .


Arga yang melihat noda rendang dipipi kiri olive segera mengulurkan tangan untuk menghapusnya.


" makasih. " ucap olive nyengir kuda.


" lo mau ngomong apa liv?  Tanya brandon yang masih fokus pada game onlinenya.


Olive merasa ragu untuk meminta bantuan pada mereka,  dirinya tidak ingin merepotkan mereka yang sudah sangat baik pada nya selama ini.


"emm....  nggak ada,  gu......gue cuma pengen ketemu sama kalian.  Males dirumah dengerin omelan mama. "  untung aja otaknya berfungsi dengan cepat untuk mencari alasan yang tepat.


" kenapa lo jadi gagap liv? " tanya brandon menyudahi permainannya dan menatap olive penuh selidik karena merasa ada yang aneh pada olive.


" nggak don,  gue benaren nggak papa. Tadi tu efek kekenyangan doang. Lo nggak lihat perut gue udah mblendung kayak gini."


Olive menepuk-nepuk perutnya meyakinkan brandon atas alibinya.


" kalo ada masalah,  cerita aja sama kita,  nggak usah sungkan. Kita juga udah jadi keluargakan,  jadi lo nggak perlu sungkan. " tutur arga menatap olive lekat


" betul,  gue setuju banget sama arga. Tumben lo pinter. " ledek brandon.


" tenang aja,  saat ini gue lagi nggak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. " ucap olive terjeda " gimana kalo kita nonton bioskop aja,  tapi gue mintak bayarin. " pinta olive pada mereka.

__ADS_1


" nonton bioskop doang,  tenang aja sekalian kita beli bisokopnya juga boleh. " jawab arga sombong dan mendapat toyoran keras dikepalanya dari tangan jahanam brandon.


                                      ***


__ADS_2