
Arga terpaku melihat sosok wanita yang tengah menangis sendiri dibangku bawah pohon besar tempat yang sudah lama tak didatanginya. Tanpa mau mendekat brandon hanya melihat sosok rapuh itu dari kejauhan.
Wanita berkucir kuda itu berulangkali mengusap matanya sesekali mendongakkan kepalanya mengadah langit. Bahunya terlihat rapuh tidak seperti biasa, senyum ceria yang biasa dilihatnya kini berlahan memudar jarang terlihat. Tak ada lagi sapaan yang diterimanya lagi seperti biasa.
Jika biasanya kursi itu akan ramai dengan canda dan tawa mereka, kini sepi dan hanya satu penghuni yang berada disana. Sesekali daun yang sudah menguning jatuh dibawa angin, menerpa rambut wanita itu dan menepi diatas bangku yang kosong.
Bunyi notifikasi membuat arga buru-buru mengambil benda pipih yang berada disaku celananya. Arga langsung beranjak dari tempatnya berdiri menuju tempat kekasihnya berada.
Olive menatap nanar punggung salah satu orang yang sangat dirindukannya pergi Imenjauh dan menghilang dari pandangannya. Jika bukan pada mereka, maka dengan siapa olive harus meminta tolong atas masalah yang tengah dihadapinya sekarang. Tubuh dan hatinya sudah sangat lelah saat ini, mencoba terlihat baik-baik saja didepan laki-laki kejam itu. Lelah sekali!
***
" baik anak-anak, sebelum bapak mengakhiri pelajaran . Saya akan membagi kalian beberapa kelompok untuk tugas minggu depan. Kalian bersama kelompok kalian harus menampilkan pentas apapun, bisa drama musikal, menyanyi, teater dan lain-lain. Saya akan mengambil nilai untuk semester kalian. Jadi, saya harap kalian benar-benar menyiapkannya sebagus mungkin. Kalian mengerti? "
" siap pak. "
" bagus, saya akan membagi kelompok kalian dalam 8 kelompok yang terdiri dari 5 orang. " pak surya membuka absennya.
" kelompok satu, angga, gery, nona, susi dan kimberly. "
" kelompok dua, kiki, suca, mimi, peri dan daren"
" kelompok tiga, arga, brandon, maria, sabrina dan olive. "
"kelompok empat, lola, cucu, cinta, loren dan putra. "
__ADS_1
Pak surya terus membagi kelompok sampai delapan dan berjalan keluar kelas mengakhiri pelajarannya. Anak-anak didalam kelas mulai berkumpul dengan keompoknya masing-masing untuk membahas penampilan mereka. Berbeda dengan arga, brandon, maria dan sabrina mereka bergandengan, bukan lebih tepatnya sabrina dan maria yang menggandeng arga dan brandon keluar kelas.
***
Ditempat biasa olive tengah duduk dikursi favoritnya sambil menyeruput susu strawberry yang dibelinya dikantin. Angin yang bertiup menerpa wajahnya dengan lembut, membuat anak rambut lari dari ikatannya. Masa bodoh dengan kelompoknya yang tidak mengajaknya untuk berunding, kepalanya sudah terlalu lelah untuk memikirkan itu, olive berusaha menikmati kebebasannya selagi jam sekolah, jika sudah berakhir maka siksaannya akan dimulai.
Suara derap kaki dan aroma parfum dari seorang yang sangat dikenalnya mendekat kearahnya. Dengan ekpresi datar dan tanpa senyum yang biasa diterimanya. Sudah sangat lama mereka tidak saling menyapa satu sama lain. Rindu sekali rasanya.
"lo dan maria jadi vokalis digroup kita, hafalkan lagu ini. " brandon menyerahkan selembar kertas berisi lirik lagu pada olive yang terus menatapnya denganata berkaca. Suara itu, akhirnya olive bisa mendengarnya meski dingin.
Tanpa kata olive menerima kertas yang diberikan brandon kearahnya.
" ter....
***
" ayang kenapa? " tanya maria yang melihat brandon tak kunjung menyentuh mie ayamnya.
" ah. " brandon gelagapan mendengar pertenyaan maria. Dirinya benar-benar khawatir setelah menyerahkan tugad pada olive tadi. Bagaimana tidak, melihat wajah olive yang terlihat murung dan badannya sedikit lebih kurus dari biasanya. Kantung matanya yang terlihat jelas dan keningnya yang tertempel hansaplast bermotif frog kesukaannya.
" ayang kenapa? Ada masalah? " entah kenapa sejak bersama brandon sikap bar-bar maria perlahan pergi dan beralih menjadi lebih lembut kek jelly. Cie ileh alay banget dah.
" gak papa." bohong brandon " kamu lanjut makan gih. " brandon mulai menyuapkan mie ayam yang dari tadi belum tersentuh.
Maria hanya menuruti perintah brandon tanpa mau membantah, menahan rasa ingin tahunya agar brandon tidak marah dan memutuskan hubungan mereka yang baru berjalan beberpa bulan ini. Maria belum bisa jika harus berpisah dari brandon dalam waktu dekat ini maupun seterusnya, karena dirinya sudah sangat mencintai brandon setengah hidup, eh setengah mati. Meski caranya untuk dekat dengan brandon harus melalui cara yanh sedikit jahat. Bukan sedikit mbak maria, tapi amat teramat jahat. Pengen banget dah author ketemu mbak maria menyadarkan dia kalau yang dilakukan dia dan emaknya itu mat teramat sangat jahat dan tak berprikemanusian.
__ADS_1
"arga, sabrina kemana? " tanya brandon disela kunyahannya.
" mereka lagi diruang musik. " brandon menganggukkan kepalanya mendengar jawaban maria.
" ayang, sore ini bisa gak temenin aku ketoko buku?" tanya maria
" sore ini? " tanya brandon sekali lagi memikirkan jawaban. Kalo buat sore ini brandon masih memiliki waktu luang, karena baru besok dia akan jalan bareng alisha dan bu intan.
" ya udah, nanti aku jemput kamu dirumah."
" makasih yang. " ucap maria sumringah.
Diawal mereka pacaran brandon sedikit heran dengan perubahan sikap maria dan juga penampilannya yang lrbih modis sekarang juga maria kini tinggal dirumah mewah tanpa olive. Pernah sekaki brandon menyakan hal itu, maria bilang oluve tidak mau ikut dan tidak ingin meninggalkan rumah pemberian terakhir sang papa.
" alisha apa kabar? "
" dia baik. "
" kapan-kapan aku boleh gak main kerumah kamu? " tanya maria ragu, karana selama mereka menjalin hubungan brandon belum pernah mengajaknya kerumah brandon, maria hanya bisa mendengar sabrina bercerita tentang alisha dan bu intan yang sudah beberapa kali kerumah brandon bersama arga.
Alasan kenapa brandon belum bisa memperkenalkan maria kepada dua wanitanga adalah dirinya belum siap jika alisha tahu jika dirinya fan olive sudah tak bersama sebagai sahabat, brandon takut jika alisha marah padanya. Kenapa alisha tidak marah pada olive tersangka yang menyelakainya? Alisha bilang dia percaya bahwa bukan olive yang melakukan itu, tapi brandon masih sulit untuk menyetujui keyakinan alisha, karena semua bukti mengarah pada oliv zania adtmojo.
" emm,, " brandon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal mencari alasan yang lebih tepat " nanti aku akan kenalin ke mereka, tapi belun bisa sekarang. Maafin aku yah. " ucap brandon tersenyum lembut kearah maria dan menggenggam tangannya. Sedangkan maria hanya mampu menganggukkan kepalanya sambil tersipu malu oleh perlakuan manis brandon.
***
__ADS_1