Olive

Olive
Kita


__ADS_3

"uwahhh ."


Olive merenggangkan otot-ototnya yang terasa remuk dan lelah. Cahaya matahari dipagi hari sungguh memikat hati dan memberi kehangatan tersendiri.


Tugas selanjutnya, bergegas membersihkan diri dan pergi ketoko.  Sudah beberapa minggu tidak pergi kesana, membuat olive rindu akan suasanya dan juga sudah tak sabar ingin merasakan nikmatnya hotdog panas favoritenya.


Dress putih selutut berlengan, menjadi outfit olive pagi ini, rambutnya sengaja digerai dan hanya memasang jepit rambut bermotif bunga disisi kanannya.


"pagi. " sapa olive ketika sudah sampai ditruck langganannya.


Bukannya menjawab, rey yang sedang sendirian disana, malah menatap olive tanpa berkedip.


"brondong, napa lo bengong aja kek gitu.  Matanya di lem? Sampai gak bisa kedip? " tanya olive menyipitkan matanya heran dengan tingkah rey yang tak lagi melontarkan gombalan paginya.


"biasa yah,  5 burger 2 hotdog. " pesan olive melebarkan senyumnya.


Pagi ini,  suasana hatinya sedang sangat baik. Bukan hanya cuaca pagi yang cerah tanpa mendung, satu berita yang mampu membuatnya bahagia dan bersyukur dengan kebaikan tuhan. Semalam mama laura memberi kabar, bahwa fabian sudah mendapatkan pendonor mata yang cocok dan operasinya akan dilaksanakan seminggu lagi disingapura.


Olive menolak lembut, tatkala mama laura mengajaknya untuk ikut serta menemani fabian. Bukannya tidak mau, hanya saja olive belum siap untuk bertemu langsung dengan fabian. Hatinya masih ragu, bimbang dan bingung bersikap seperti apa. Biarkan seperti ini dulu, olive juga ingin tahu seberapa besar fabian memperjuangkan dan mempertahankan pernikahan mereka yang menggantung ini. Olive juga ingin egois sedikit, bukan. 


Saat ini, biarkan olive  mendoakan kelancaran dan kesembuhan fabian disetiap tangannya mengadah pada Sang Pencipta.


"emang sekarang dilangit ada pelangi yah? " olive memutar matanya menatap langit.


"gak ada . Kenapa? "


"bidadarinya ketinggalan disini. " olive memutar malas bola matanya malas. Pasti gombal lagi.


Sedangkan rey, malah tersenyum puas melihat olive kesal.


"pesanannya, sudah siap. "rey menyerahkan kantong plastik putih berukuran sedang pada olive.


"terima kasih. " ucap olive memberikan senyum lebarnya pada rey.


***


Olive melahap hotdog diditangannya sembari duduk dikursi depan tokonya, kopi panas yang baru dibelinya disebrang sana menemani acara sarapan paginya. Tangannya sibuk membalas pesan-pesan dari customer yang menanyakan pakaiannya yang dijual dimedia sosial.


"makan sendiri lo, bagi-bagi kali. " arga mengambil hotdog yang tinggal setengah dari tangan olive yang langsung dibalas dengan tatapan membunuh.


"kebiasaan deh kamu brandon, gak jijik apa? Itu bekas gigitan aku loh." ucap olive memberenggut.


Brandon dibuat terkekeh melihat ekspresi gemas wajah olive. Dia menepuk-nepuk lembut puncuk kepala sahabatnya iti dengan sayang.

__ADS_1


"tumben kesini. Ada apa? " tanya olive mempersilahkan brandon duduk disampingnya.


"kangen kamu."


"gak boleh dong, nanti pacar kamu marah. "elak olive melebarkan senyumnya, menaik turunkan alisnya menatap brandon jahil.


"bukan pacar liv, CALON ISTRI. "ucap brandon penuh penekanan diakhir kalimatnya.


"iya, iya. Calon istri sholehah."


sombong banget, baru calon istri, belum juga jadi istri. Hadeh!


"cepetan gih, buruan disah in, nanti keburu diambil yang lebih beruntung dari kamu. Gak jadi deh, aku dapet orderan baju pengantinnya. " ujar olive bercanda.


Platak..


Brandon menjitak dahi olive pelan. Meskipun pelan mampu membuat olive meringis kesakitan.


Brandon kelabakan melihat ekpresi kesakitan olive, tangannya bergegas mengusap bekas jitakannya. "sakit yah, sorry. " ucap brandon merasa bersalah.


Olive menganggukan kepalanya cepat mengiyakan ucapan brandon. "tapi sekarang udah gak sakit lagi kok. Oh ya,  kabar alisha gimana? "


Sudah lama sekali, olive tak bertemu dengan adik kesayangannya itu. Alisha juga tengah sibuk belajar untuk ujian akhir semesternya disekolah.


"aku juga kangen. "jeda olive, membalikan badannya mengjadap brandon . "aisyah, apa kabar? "


Aisyah, gadis ayu dengan balutan jilbab yang setia menutupi rambutnya yang mampu membuat brandon menjadi bucin dan berubah menjadi lebih baik.


Aisyah gadis yang baik, menurut olive. Mereka pernah beberapa kali bertemu dan mengobrol bersama. Matanya yang bening dan senyum yang manis membuat aisyah terlihat sangat cantik dan lembut.


Hubungan mereka memang tanpa ada ikatan yang namanya pacaran, tapi brandon dan keluarganya sudah mendatangi keluarga aisyah dan mengutarakan niat baiknya kepada mereka. Sahabatnya satu ini memang benar-benar sudah menjadi lelaki dewasa.


"kenapa? Senyum-senyum gak jelas gitu? "tanya brandon menautkan alisnya.


"gak papa. " olive meletakkan ponselnya dimeja ."arga mana? "


"biasa, sudah jadi laki-laki sukses dia sekarang. Sibuk sama urusan kantornya. " brandon berjalan menuju kotak sampah membuang cup kopi yang sudah dihabiskannya.


Olive mengangguk mengerti ."belum punya pacar dia sekarang?"


Brandon mengendikkan bahunya pelan. "kayaknya sih belum. Masih tertutup dia sama masalah tentang begituan."


"kenapa? " tanya olive makin penasaran.

__ADS_1


Brandon hanya diam, pikirannya kembali melalangbuana kejadian masa lalu. Titik dimana arga, terlihat rapuh dan lemah dikala itu.


"sabrina? "


"arga, sudah terlalu mempercayai sabrina, memberikan seluruh hatinya pada wanita itu. Lo tau kan gimana arga kalo sudah menyukai sesuatu."


"aku harap, arga akan baik-baik saja...


"siapa yang sakit? Gue baik. "


Olive membulatkan matanya dengan mulut yang sedikit terbuka terkejut melihat kedatangan seseorang yang sedang menjadi topik pembicaraan saat ini. Brandon mengangkat tangannya menepuk pundak arga yang sudah duduk didepannya.


"kenapa ? Ada masalah? "tanya arga dengan senyum lebarnya terlihat tanpa beban.


Sebanarnya dia ini benar-benar bahagia atau pura-pura baik-baik saja.


"kamu baik? "olive menatap arga serius. Jujur dia khawatir dengan keadaan sahabatnya satu ini.


Arga menautkan alisnya. " gue baik, sangat baik malah. "


"bukannya lo ada urusan dikantor?" tanya brandon


"meetingnya ditunda, jadi hari ini gue free. Ada bokap disana. Minta cuti gue sehari,  mau ketemu kalian. "


Brandon menganggukan kepalanya pelan.


"kalian gak usah khawatir, gue sekarang baik. Tentang sabrina gue udah lupa lama, memang sekarang gue lagi belum kepikiran buat nyari istri. Mau fokus dulu bantuain nyokap. Kalo kalian udah bahagia, baru gue yang akan bahagia. "


"idih, lebay banget lo. Enek gue dengernya. " ujar brandon merinding. Arga hanya tertawa sembari memandang olive lekat.


Bukan pandangan cinta, hanya sayang antara sudara. Arga sudah menganggap olive sebagai adik kesayangannya yang wajib dia jaga.


"aku laper... "olive mengerucutkan bibirnya, dengan muka memelas menatap arga dan brandon bergantian.


"yuk, cari makan. Udah mau jam makan siang nih." arga berdiri dari kursinya menghampiri olive lalu menggenggam tangan sahabatnya itu.


"bentar, aku mau ngasih tahu mereka dulu." tunjuk olive pada para pegawainya.


"gimana udah?" tanya brandon melihat olive keluar dengan semyum lebarnya.


"siap berangkat. " ucap olive antusias.


Olive menggandeng tangan kedua sahabatnya lalu menyebrang jalan menuju kafe yang berjajar rapi dipinggir jalan menyajikan berbagai jenis makanan yang mampu memanjakan lidah untuk merasakannya.

__ADS_1


***


__ADS_2