Olive

Olive
perubahan


__ADS_3

" iya,  mba ella. Hari ini saya belum bisa ketoko, jadi tolong dihandle semuanya yah.  Nanti kalo udah mau tutup tolong kirimkan laporannya lewat email yah.  Biar nanti bisa saya cek dirumah. " pinta olive pada sosok yang dihubunginya.


" baik kak olive. " jawab seseorang disebrang sana.


Olive menutup telphonenya , meletakkannya disaku outher panjangnya.  Lalu berjalan yakin menuju kamar berpintu hitam itu.


" waktunya makan mas bian."


Tidak seperti biasa, bian langsung bangun dari tidurnya dan duduk ditepi ranjang tanpa melakukan penolakan. Ada senyum kelegaan yang olive rasakan melihat perubahan sikap suaminya.


Fabian memakan sarapannya hingga tandas tak tersisa, dibantu olive yang sesekali membenarkan lauk dan nasi disendok.


"makannya udah selesai,  sekarang minum obat. "


"terima kasih. " kerutan didahi olive terlukis sempurna mendengar dua kata langka yang keluar dari bibir bian.


"mas bian, mau keluar gak. Cari angin,  nanti biar saya yang bantu." tidak ada maksud apapun, olive hanya ingin bian kembali merasakan lembutnya angin, hangatnya sinar mentari dipagi hari dan udara segar dialam bebas.


"tidak merepotkanmu. "


Olive menggeleng cepat, hatinya mendadak berbunga melihat respon bian yang semakin membaik. "tidak, sama sekali, tidak merepotkan. " jawab olive bersemangat.


"baiklah. "


Jika sedang tidak berada dikamar fabian,  mungkin olive sudah meloncat-loncat kegirangan dan berteriak kencang . Tapi, belum saatnya untuk melakukan hal konyol itu.


"gimana, udaranya segar bukan? " tanya olive sudah sampai ditaman belakang rumah fabian.

__ADS_1


Fabian menarik bibirnya pelan, rasanya sudah lama sekali dirinya tidak menghirup udara bebas seperti ini. Angin lembut yang menenangkan membuatnya memejamkan menikmati setiap terpaan dipermukaan kulitnya. "sudah sangat lama. "


"mulai sekarang dan seterusnya, saya akan membawa mas bian keluar setiap pukul 10 pagi untuk berjemur dibawah sinar matahari, itu baik buat kesehatan tubuh. "


Hening, tak ada jawaban iya atau tidak dari fabian, membuat olive menyimpulkan bahwa bian menyetujui rencanya.


"saya melakukan kesalahan besar dimasa lalu."


Olive menyembunyikan keterkejutannya menetralkan suaranya supaya terdengar biasa. "apa? "


"mas bian bisa cerita kesaya, jika mau. " olive kira fabian tidak akan mau menceritakan masalahnya pada orang lain yang baru dikenalnya.


"membiarkan orang yang berarti dalam hidup saya dengan membiarkan membawa kesalahpahaman yang tidak saya jelaskan."


Olive mendekatkan dirinya diujung bangku putih didekat kursi roda fabian berada."kesalahpahaman?"


"iya, membiarkan kesalahpahaman itu melukai hatinya yang rapuh. "


Fabian menghembuskan napasnya pelan, menetralkan hatinya yang terasa sesak tak terkendali "diam-diam saya mengirim orang kepercayaan untuk menjaganya dan mengawasinya dari jauh. Saya masih mendengar kabarnya setiap hari,  dia tampak lebih bahagia sekarang, aku bersyukur. Semoga dia menemukan kebahagian sejati secepat mungkin,  menemukan seseorang yang mampu menghapus air matanya saat menangis, memberi pelukan hangat saat dia kedinginan, memberi kekuatan saat dia rapuh dan menjaganya dengan baik. Aku akan lebih tenang jika dia sudah menemukannya. "


Olive menggigit bibirnya pelan, menahan keras supaya bulir bening diakelopak matanya tak mengalir deras membasahi pipi. Jadi, selama ini fabian tetap mengawasinya dan menjaganya tanpa dia tahu.


"kenapa tidak coba mas bian, jelaskan saja padanya, supaya permasalahan itu selesai. "


"saya takut kembali melukainya jika mengetahui yang sebenarnya. Saya tidak mau dia menangis lagi karena ulah saya. "


Mencintai itu tidak harus memiliki, rasa cinta itu kadang tak selalu berakhir diperasaan seseorang yang diinginkannya. Mencintai yang sebenarnya adalah akan merasa bahagia melihat dia yang dicintai tersenyum , meski tidak bersama.

__ADS_1


"apa mas bian tidak mau mencoba, meski sekali? "


"saya ingin, tapi saya yakin dia tidak akan mau menerima keadaan saya yang sudah seperti ini. Menjadi laki-laki tak berguna,yang hanya berjalan pun harus meraba dan memerlukan bantuan orang lain. Jika dia bersama saya, maka tidak akan ada yang melindunginya nanti. "


"apa mas bian,  masih mencintainya?"


"sangat, saya akan mencintainya sampai kapanpun." jawab fabian mantap.


Deg, olive ingin sekali berteriak keras mengatakan bahwa dia juga masih sangat mencintai laki-laki bodoh disampingnya ini, olive ingin sekali memeluk suaminya dengan erat melepaskan rindu yang sudah menggunung dihatinya saat ini. 


Tapi sabar!  Tarik nafas dalam, lalu keluarkan.  Jangan ditahan. Jangan gede rasa dulu, siapa tahu ada orang lain dihato fabian setelah dia pergi.


"kalo boleh saya tahu, siapa wanita itu?" tanya olive tanpa bisa direm. Olive merutuki kelancangannya menepuk-nepuk pelan bibirnya.


"istri saya, olive. "


Uwahhh, olive benar-benar dibuat bahagia dengan jawaban fabian.Tapi juga merasa kecewa dengan sikap fabian yang tidak ingin memperjuangakan cinta mereka. Gimana orangnya mau tahu kalo gak dikasih tahu ! Dasar laki-laki tidak peka. Jujur,hatinya sedikit lega, mengetahui ternyata fabian juga mencintainya.


"yang namanya cinta itu harus diperjuangkan mas. Harus ada usaha. Jangan hanya disimpan dalam angan tanpa melakukan usaha yang meyakinkan. Percuma ."olive sengaja mengatakan itu,berharap supaya fabian mau meperjuangkan cintanya. Biar dia panas dan membuang jauh-jauh yang namanya ego itu.


"mas bayangin aja deh, kita kalo mau makan nasi aja. Prosesnya panjang pisan euy, nanem bibitnya dulu, baru dipanen kalo udah nguning dan merunduk, dibersihkan dulu dari jerami menggunkan mesin, hingga kulitnya lepas tak tersisa, setelah itu dicuci hingga bersih sebelum dimasak,  batu setelah matang bisa dimakan. " ucap olive bangga dengan jawaban ngawurnya.


"gak ada kaitannya,  dasar aneh ! ." seru fabian mendorong kursi rodanya pelan.


"mas bian,  mau kemana? " teriak olive lancang tanpa sadar.


"balik kekamar, capek.  Mau tidur. "

__ADS_1


Olive berdecak kesal,  melihat tingkah menyebalkan fabian, bukannya terima kasih sudah diberi saran.  Eh,  malah malah ditinggal.


***


__ADS_2