
"apa kalian sudah melakukan semua yang saya perintahkan. " suara berat menggema diseluruh ruangan yang hening itu.
" tugas sudah dilaksanakan dengan baik pak. " jawab salah satu laki-laki berpakaian serba hitam yang memiliki tubuh kekar dan otot menonjol.
Laki-laki berjas hitam itupun berjalan menuju mejanya sambil tersenyum miring, mengingat semua rencananya akan segera terlaksana.
"bagus, dan ingat jika pekerjaan kalian gagal, kalian akan menerima konsekuensinya. "
Dia melettakan kedua kakinya diatas meja dan menyalakan benda kecil yang sudah berada ditangannya, hingga asap bertebarbangan dilangit ruangan.
" kalian boleh pergi."
" baik pak. "
10 laki-laki berpakaian serba hitam itu pun keluar ruangan dengan patuh.
***
Siswi perempuan berseragam Sma berambut lurus yang dikucir kuda, terlihat tak bersemangat menikmati makanannya, sedari tadi dia hanya mengaduk-aduk nasi goreng tanpa menyuapkan kedalam mulutnya sekalipun.
"liv....
Olive mengangkat kepalanya kearah brandon yang sedang menatapnya heran sambil terus mengunyah nasi goreng cuminya.
"kenapa? " tanyanya menyeruput ice teh yang tadi dipesanya.
"gak." olive sedikit ragu untuk menyuarakan kegelisahannya.
" kamu gak bisa bohong aku liv, cerita dong jangan dipendem sendiri, nanti lo makin kurus tak berdaging, pipinya doang yang makin gembung kek balon. "
Olive meninju lengan brandon sedikit hingga membuatnya meringis kesakitan.
" ihh, nyebelin banget deh lo. "
" gue gak tau, ini cuma perasaan gue doang atau mungkin bisa jadi kenyataaan. " olive menjeda ucapannya. " gue ngerasa kalo kita aka.........
" widih, pada ngomongin apaan. Serius banget kayaknya? "
__ADS_1
Arga tiba-tiba saja datang langsung mengambil alih piring biru yang masih utuh tak tersisa.
" lo tu ganggu banget, gak pas waktu datengnya. " protes brandon melempar arga dengan kacang berbalut tepung yang tepat masuk dalam mulut arga.
Arga mengambil bungkus kacang dari tangan brandon dan menuangkan diatas nasi gorengnya yang sudah tersisa setengah. Jangan heran yah pada arga, dia kalo makan cepet banget udah kayak ayam kalo lagi dikejar sama majikannya.
" enak banget don, nanti gue mau beli buat stock dirumah. "
" terserah lo, gue kagak nanya. " brandon menyuapkan nasi gorengnya kepada olive dan diterima oleh siempunya.
" sabrina mana? Tumben gak ngekor dibelakang lo. Biasanya kalo ada lo juga pasti ada dia, udah lengket banget kayak prangko."
" dia lagi diet, gak mau makan katanya. "
" halah, pakek acara diet-dietan segala. Emang ya jadi cewek tu ribet banget, yang harus dietlah biar kelihatan langsing, harus beli skincare , beli bedak. Beli segala perintilan yang kaum laki-laki gak ngerti. "
" wajar lah don, emangnga lo mau kalo punya cewek amburadul, gak mentingin penampilan. Lo gak mau kan? " protes olive tak terima dengan ucapan brandon.
" brandon mah, sukanya yang modelan emak-emak yang suka ngegosip ditempat arisan. " ledek arga tertawa terpingkal-pingkal.
" bahagia benget lo ngatain gue, awas kena karma lo, gue balik ketawain nanti. " ucap brandon tanpa tawa
" bokap nyokap lo udah pulang? " tanya brandon
" mereka sempet pulang, tapi pergi lagi, ada masalah kerjaan katanya. " jawab arga santuy meletakan salah satu kakinya dikursi yang didudukinya.
plaak
Olive memukul kaki milik arga yang menurutnya tidak sopan sama sekali dan seharusnya tidak dilakukan oleh semua orang, apalagi mereka adalah seorang pelajar.
" gak sopan ga."
"lupa. "
Arga menurunkan kakinya cepat setelah mendapat pukulan dari olive .
" kebiasaan banget emang lo tu ga, gak ada sopan-sopannya banget deh jadi orang ganteng. "
__ADS_1
"jangan bilang kalo horang ganteng itu bebas. " sergah olive sebelum arga mengeluarkan alasan klisenya.
" bebas pala lo peyang. " lanjutnya sambil melebarkan pupil matanya.
Arga membungkam mulutnya tak jadi menyuarakan pendapat yang sudah ditebak oleh olive zania atdmojo sahabat tercantiknya itu.
***
Didalam kelas terlihat sekelompok siswi yang sedang sibuk ngegosip sambil ada yang menaburkan bedak kewajah mereka, memoleskan lipstik dibibir mereka, menyemprotkan minyak wangi dan menyisir rambut mereka.
"heran gue, ini kelas apa kamar coba? Pada gak waras semua ni cewek. " protes kara anak yang terkenal badung disekolah dan sekaligus ketua geng yang sudah terkenal dan dikenal seantero sekolah karena kenakalan mereka.
" gak suka lo, sana pergi gak ada yang ngarepin lo disini juga kali. "
" gue mau tidur, gak mau ngelihatin muka lo yang kelewat jellek itu. "
Kara menelungkupkan kepalanya diatas meja, mengambil tas untuk menutupi wajahnya. Entah kenapa dan apa yang merasukinya sehingga hari ini dia sangat malas untuk berkumpul dengan teman-temannya dibelakang kelas.
" kayak muka lo ganteng aja, orang muka jelek kaya kaleng karatan gitu kok sombong banget, arga yang ganteng aja gak sombong. "
Bruukkk
Suara keras yang ditimbulkan oleh kursi yang didorong hingga membuatnya terbentur lantai, membuat semua yang ada didalam kelas tercengang dan membuka mulut tak percaya antara terkejut dan takut melihat kemarahan kara yang sangat luar biasa itu. Dengan sorot mata yang memancarkan kemarahan dan permusuhan kara menghampiri maria yang dengan mudahnya membandingkan dirinya dengan arga salah satu cowok yang masuk daftar orang paling dibencinya.
" sekali lagi lo bandingin gue sama cowok sok ganteng itu, gue gak akan segan-segan ngelakuin hal kasar ke elo. " ancam kara lalu pergi meninggalkan kelas dengan kemarahan yang masih menyelimuti dirinya. Kara sama sekali tidak menyukai jika ia dibanding-bandingkan dengan orang lain, karena menurutnya setiap orang itu mempunyai sifat yang berbeda.
Sepeninggalan kara dari hadapannya, maria menghembuskan nafasnya yang sedari tadi tertahan, kakinya terasa lemas karena takut pada kemarahan kara. Sabrina yang sedang berada didalam kelas pun berjalan dan membantu maria untuk duduk dikursinya.
Sabrina memberikan sebotol minum yanng tadi arga belikan untuknya.
" minum dulu, biar lo tenang. "
Maria langsung meneguk pemberian sabrina, para siswi lain pun tengah berbisik-bisik membahas kejadian mengerikan yang baru saja terjadi didalam kelas mereka. Ada yang merasa kasihan dan ada juga yang tertawa bahagia melihat maria yang ketakutan.
" gimana, udah mendingan? " tanya sabrina lagi
Maria menganggukan kepalanya pelan " udah. Makasih ya udah nolongin gue. "
__ADS_1
Sabrina tersenyum lembut dibalik motif tersembunyinya.
***