
2 bulan kemudian
Kenapa matahari terlihat begitu cantik diantara langit biru itu, sinarnya memancar indah menerangi bumi yang luas ini, memberikan kehangatan dan manfaat yang sangat luar biasa bagi semua makhluk hidup.
" liv..
"emm...
Semenjak kejadian bian sakit, semuanya perlahan berubah menjadi sangat baik. Fabian yang biasanya selalu mengatakan kata-kata kasar dan tak jarang melakukan kekerasan fisik pada olive, sekarang sudah tidak melakukannya lagi, malah selalu bersikap lembut dan perhatian pada istri kecilnya itu, hingga membuat olive menjadi sangat nyaman berada didekat fabian, meski kadang ada saja pertengkaran kecil mereka, dari masalah sepele sampai serius. Tak jarang olive harus mengalah dan mengajak fabian berdamai terlebih dulu agar tak memperpanjang masalah.
"olive... " panggil fabian lembut pada istri kecilnya yang masih bergumul didalam selimut warna biru kesukaannya. Perlahan olive mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalu fentilasi kamarnya.
" pak bian udah bangun." cicitnya mengubah posisi menjadi duduk.
" sudah, sekarang kamu harus sarapan. Saya bikin roti bakar kesukaan kamu. " olive mengambil nampan yang diberikan fabian dengan antusias, mengingat ada menu favoritenya sedang menunggu untuk disantap.
" em, enak banget seperti biasanya. Sepuluh jempol buat pak bian. " ucap olive mengacungkan jempulnya sambil mengunyah rotinya yang masih hangat.
" pak bian, kenapa berdiri disitu. Duduk sini dong, kita sarapan bareng-bareng. " olive menggeserkan badannya kesamping untuk memberi ruang pada fabian agar bisa duduk disampingnya.
" saya sudah sarapan, ada kerjaan yang harus saya selesaikan. " fabian pergi meninggalkan olive pergi menuju ruang kerjanya. Kalo saja tidak ada kerjaan yang sudah menggunung disana, fabian pasti akan senang hati menemani olive menikmati sarapan paginya.
***
Olive meletakkan kopi hangat dimeja fabian yang sedang fokus pada laptopnya. Setelah memebersihkan diri dan mengerjakan semua pekerjaan rumah, olive memutuskan untuk membuatkan kopi untuk fabian, ia ingin menemani fabian seharian ini, karena besok sudah harus kembali kesekolah, karena libur semesternya sudah selesai dan besok olive akan duduk dikelas XII, gak kerasa banget kan, secepat ini semuanya berlalu.
" terima kasih. " ucap fabian yang tetap fokus pada pekerjannya.
Olive duduk disofa yang tak jauh dari meja kerja fabian, memainkan ponselnya sembari membuka aplikasi pengugah foto yang memiliki berjuta-juta pengguna itu. Olive melebarkan matanya begitu melihat biasnya yang baru saja mengunggah foto terbarunya, yang terlihat sangat tampan . Jangan salahkan matanya, jika memyukai pemandangan laki-laki tampan berkulit putih dan berbadan roti sobek itu.
" subhanallah, ini oppa kok bisa gitu gantengggg banget. Bikin hati aku berbunga-bunga dan deg-degan. " guman olive sambil senyum-senyum gak jelas membuat fabian yang mendengarnya mengerutkan kening heran.
" coba aja, aku punya pacar. Eh, bukan pacar tapi suami seganteng mereka. Pastinya bakal betah dirumah cuman buat mantengin wajah gantengnya kan. Ya ampun, bener-bener gak bisa dibayangin gimana senengnya. " ucap olive menghentakkan kakinya disofa kegirangan.
"ehmm...
Deheman fabian yang terdengar menakutkan membuat olive menghentikan aktivitasnya dan perlahan menatap fabian yang ternyata masih fokus pada laptopnya.
__ADS_1
" bapak perlu minum? " tawar olive basa-basi.
" saya butuh kamu. "
" kan, aku udah disini nemenin bapak. "
" kejauhan liv. " olive memiringkan bibirnya malas, kejahuan gimana coba orang jaraknya cuman 5 langkah. Kek lagu dangdut yang terkenal itu.
" pak bian aja yang kesini, kalo disana aku mau duduk dimana. " ujar olive sesuai faktanya. Kan gak muat kalo satu kursi dibagi buat dua orang yang sudah dewasa.
Fabian menutup laptopnya dan meletakkannya diatas meja, kemudian berjalan menghampiri olive yang memandang dengan heran.
"kok laptopnya gak dibawa? " tanya olive pada fabian yang sudah berada disampingnya.
" saya capek, mau istirahat. " tanpa ragu fabian merebahkan tubuhnya disamping olive, dan menggunakan paha olive sebagai bantal.
" aku pijitin tangannya sini. " ucap olive meminta tangan fabian.
" kamu bisa? "
" pak bian..
" emm..
" pak bian punya sahabat gak sih, sahabat yang bener-bener deket banget. "
" gak punya, kenapa? "
" berarti pak bian gak pernah curhat. Gimana coba rasanya, memendam keluh kesah, suka duka sendirian. Gak enak tau gak sih pak. Kalo punya sahabatkan enak, bisa diajak curhat sana sini, ketawa ketiwi bareng, jadi ngerasa punya teman berbagi. " curhat olive sembari tetap memijit tangan besar fabian.
" nyatanya saya tetap baik-baik saja, tanpa mereka, dan saya tetap bahagia. " jawab fabian memejamkan matanya, menikamati setiap pijitan dari tangan mungil istrinya.
" pak bian itu pura-pura bahagia doang ."
" sok tau banget kamu. "
" bukannya sotoy pak, tapi aku bisa lihat kenyataannya dari sorot mata bapak yang terlihat menyimpan banyak beban. "
__ADS_1
" memangnya kamu mau jadi sahabat saya, jadi teman untuk saya bercerita tentang kaluh kesah yang sedang saya alami, kamu sanggup? "
" itu mah gampang pak, setiap detik dan menit aku bakalan siap jadi pendengar terbaik untuk pak bian. " jawab olive tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
" baik, saya pegang ucapan kamu. "
" pak bian tau gak, 2 sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudara, yang selalu berada disamping aku ketika aku sedih, seneng, sekarang udah bener-bener pergi jauh. Meskipun kadang mereka berada dijarak yang sangat dekat, tapi rasanya sangat jauh. Gak ada lagi omelan mereka yang mengingatkan apapun itu, mulai dari hal sepele sampai yang serius, gak ada lagi yang memberikan perhatian-perhatian kecil yang sangat berarti untuk aku , semuanya bener-bener udah berubah. " olive menghembuskan nafasnya pelan untuk menghalau rasa sesak yang bergelayut manja dihatinya yang rapuh.
" nyatanya sampai sekarang aku masih sangat merindukan kehadiran mereka, mendengar kembali canda dan tawa garing mereka. karena sebuah kecelakaan yang sama sekali tidak aku lakuin, membuat mereka marah dan menjauh. Aku bener-bener gak nyangka ada orang sejahat itu yang tega menyebarkan berita bohong yang mengatasnamakan aku. " olive menyurai lembut rambut fabian yang masih memejamkan matanya.
" maria saudara aku yang kenyataannya adalah keluargaku sendiri tega memfitnah aku dan bersengkokol dengan wanita jahat seperti sabrina, dia ikut andil dalam fitnah yang mereka buat untuk menjauhkan aku dengan arga. Dan ada satu hal yang masih belum tahu siapa yang sudah menggunakan kelemahan alissa untuk menjauhkan aku dengan brandon. Aku juga gak tahu, apa alasan mereka melakukan hal sesakit ini. Aku rasa pasti ada alasan dan sosok orang penting yang ngetancanain semua ini, jika memang benar ada, aku bener-bener kecewa sama orang itu. " ada setes air mata yang dengan mudahnya mengalir dipipi olive dan dengan cepet menghapusnya.
" tapi aku yakin, tuhan sedang merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk kedepannya. Aku hanya ingin semua membaik dan bahagia tanpa ada kebohongan. Aku juga ngucapin banyak terima kasih sama pak bian karena udah ngasih kenyamanan dan kebahagian buat aku. Meski awalnya harus ada sedikit luka dan perselisihan diantara kita. Pak bian itu orang baik, hanya saja kadang sedikit galak dan nyebelin. "
Cup...
Olive membulatkan matanya , fabian yang kini tengah mentapnya lembut setelah tiba-tiba mengecup tangannya.
" kita mulai semuanya dari awal, saya harap kamu gak akan pernah ninggalin saya dalam kondisi apapun. Karena saya benar-benar ingin memperbaiki semuanya, saya juga mau minta maaf untuk suatu hal yang kamu tidak tahu. " olive mengernyitkan keningnya mendengar kalimat akhir bian. Hal uang tidak diketahuinya?
" hal yang tidak aku tahu? Apa itu? ". Tanya olive penasaran
" itu bukan apa-apa. "
" kok,,,
" olive, saya lapar. Kamu bisa membuatkan saya makan siang. " fabian sengaja memotong ucapan olive, ia belum siap jika semuanya terbongkar, fabian tidak ingin kehilangan olive, fabian tidak ingin olive kecewa lalu pergi meninggalkannya sendiri.
" bisa dong, bapak mau makan apa? " tanya olive antusias, melupakan pertanyaannya tadi.
" apapun itu, pasti akan saya makan. "
"siap, tugas segera dikerjakan. " seru olive antusias, meletakkan kepala fabian pelan kesofa dan lekas berjalan menuju dapur.
" semoga semuanya tetap baik-baik saja. " mohon fabian dalam doanya.
***
__ADS_1