
" aww..
Olive refleks berteriak ketika tangannya ditarik paksa oleh brandon yang entah sejak kapan berada didekatnya yang sedang berada didepan rumah menunggu angkot yang biasa dinaikinya kesekolah, setelah keluar dari rumah fabian.
" lepasin brandon, aku mau sekolah. " teriak olive berusaha melepaskan cekalan tangan brandon.
Ketika mereka sudah sampai dimotor milik brandon, brandon langsung memasangkan helm cream yang dibawanya kekepala olive.
" naik aja, nanti lo bakal tahu. " ucap brandon mengendikan bahunya, mengisyaratkan agar olive naik kemotornya.
***
Bangunan besar yang memiliki peran penting bagi semua orang, yang dominan dengan warna putih dan bau obat yang menyengat membuat olive sedikit penasaran, kenapa brandon membawanya kerumah sakit, bukannya kesekolah. Dikoridor rumah sakit ada banyak orang-orang berbeda usia yang hilir mudik disana , ada juga yang tengah duduk menggengamgam tangan didepan sebuah ruangan yang tertutup rapat.
Brandon terus menarik tangan olive melewati ruangan-ruangan dengan pintu tertutup, menuju sebuah ruangan bernomor 305 dengan pintu cream dan kaca sepetak itu.
Diranjang dengan seprei warna biru khas rumah sakit tengah terbaring lemah sosok pria yang beberapa bulan ini sengaja menjauhinya, selang infus menempel ditangannya dan perban purtih membalut lengan kanannya. Yah, dia arga. Kondisinya sekarang sedang tidak baik-baik saja, luka lecet tampak menghiasi kulit putihnya dibeberapa bagian.
Arga melebarkan senyumnya tatkala melihat brandon berhasil membawa olive untuk menemuinya. Penyesalan , satu kata yang saat ini sedang melanda arga dan juga brandon. Bagaimana tidak, dengan bodohnya, ah , bukan hanya bodoh tapi sangat bodoh mereka lebih mempercayai orang lain dibanding dengan sahabat mereka sendiri yang sudah lama bersama-sama dan masuk dalam kehidupan mereka .
Setetes bulir bening, menetes begitu saja dari kelopak mata olive yang memandang arga dengan tatapan nanar. Meski masih ada rasa kecewa atas perlakuan mereka, tapi disebagian dirinya tersimpan kecemasan pada sahabatnya itu, melihat dia tengah terbaring lemah tidak seperti biasanya.
Brandon manarik tangan olive untuk mendekat keranjang brandon sehingga menjadi sangat dekat.
" hai... " sapa arga melambaikan tangannya kearah olive meski tak terangkat sempurna.
__ADS_1
Olive reflek menarik sudut bibirnya mendengar sapaan arga dengan senyum dibibir arga yang sudah lama tak dilihatnya dan tak diperuntukkan untuknya.
" kenapa bisa gini? "
Arga tertawa kecil mendengar pertanyaan olive
" karma buat gue. "
" gue keluar dulu, mau beli minum. " pamit brandon seolah memberi waktu untuk mereka berdua.
Sepeninggalan brandon, semuanya diam, hening tanoa suara sibuk dengan pikirannya masing-masing.
" gue mau mintak maaf sama lo. " ucap arga memecah keheningan. Hanya kalimat itu yang saat ini ingin arga sampaikan pada olive.
Sebenarnya masih berat, untuk mrngucapkan kata iya atas permintaan maaf arga , bagaimana pun olive hanya orang biasa yang masih memiliki hati yang bisa merasakan namanya sakit hati dan juga kecewa. Tapi, olive pernah membaca dalam sebuah cerita bahwa memaafkan itu baik dari harus menyimpan dendam yang hanya membuat kita menjadi tidak tenang dan tidak nyaman. " aku tahu, kamu emang bodoh. Tapi, aku yakin semua yang terjadi sudah menjadi takdir dan aku yakin tuhan juga sedang memberi sebuah pelajaran untuk kita. " olive mencoba tersenyum meski rasa kecewa itu masih ada.
" lo orang baik liv, gue harap lo masih mau jadi sahabat gue dan juga brandon. "
" kita memang masih sahabatkan, yang namanya sahabat itu tidak ada istilah mantan atau bekas sahabat. "
" makasih lo udah mau maafin gue. " arga menggenggam tangan olive yang mungil dalam telapak tangannya.
" kamu kok bisa gini, kenapa? "
" gue nabrak pohon didepan rumah. "
__ADS_1
Olive menautkan alisnya heran, menabrak pohon didepan rumah. " kok bisa? "
" kayak gak tau gue aja lo liv, gak fokus nyetir gue. "
" pohonnya baik-baik aja kan ga? "
" kok lo malah nanyain pohon? Harusnya nanyain keadaan gue dong. " olive menahan tawanya mendengar dumelan arga.
" om sama tante udah tau kamu masuk rumah sakit?" olive tau jika hubungan arga dan orangtuanya memang tidak bisa dikatakan baik, hanya karena kesalahpahaman dan kurangnya perhatian dari orangtuanya kepada arga sejak kecil, mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka, olive tahu jika mereka sangat menyayangi anak semata wayangnya ini, meski jarang olive sering berhubungan dengan mama arga untuk sekedar menanyakan kabar dan keadaan arga. Jika ada yang bertanya kenapa mamanya tidak langsung menghubungi arga? Maka jawabannya adalah arga tidak pernah mau mengangkat telphone dari mereka.
" mereka udah tau , tapi gue yakin mereka gak bakal peduli." ujar arga tertawa sumbang memgingat hubungannya dengan orangtua.
" ga, kamu gak boleh gitu. Mereka itu sayang banget sama kamu, aku yakin mereka pasti bentar lagi bakal dateng karena khawatir sama kamu. " olive balik memegan erat tangan arga.
Sudah saatnya arga tahu, jika diam-diam orangtuanya sering menanyakan keadaan putranya itu dam selalu mengawasinya dari jauh. " kamu tau gak? Tante sering banget ngehubungin aku diem-diem buat nanyain kabar kamu. Aku bisa lihat, bukan hanya aku tapi semua orang pasti bisa lihat dari tatapan mata tante, kalo beliau itu sayannggg banget sama kamu. " olive berkata dengan mata berkaca-kaca, karena olive juga sangat merindukan sosok mama untuk hadir dalam hidupnya. "
" gak ada seorang ibu atau bapak yang gak sayang sama anaknya, hanya saja kadang mereka terlalu egois memikirkan kepentingan mereka ketimbang perasaan anaknya, tapi gak menutup kemungkinan kalo kadang sang anak yang terlalu keras kepala tak mau mengerti atau memahami orangtuanya, kamu taukan semua kerja keras yang dilakukan mereka itu juga semuanya buat kamu, buat kenyamanan hidup kamu, agar tidak mengalami keadaan yang sama seperti mereka dimasa lalu. " olive menatap arga dengan lembut dan tersenyum untuk memberi kekuatan pada arga dan berharap arga akan mengerti semuanya. " ga, jangan sia-siakan mereka selagi mereka masih ada disisi kamu, jangan sia-siakan kasih sayang mereka ga. Mereka rindu sama kamu, sangat rindu bahkan. Aku tahu, kamu baik ga, kamu juga merindukan mereka. Katakan itu ga. Katakan kalo kamu sayang mereka, kamu kangen sama mereka, peluk mereka, cium tangan mereka. Sebelum semuanya terlambat ga. " sesak, sedih dua kata yang saat ini benar-benar sangat dirasakan olive, jika sudah menyangkut tentang orangtua maka semua orang pasti akan merasakan hal yang sama, pasti akan berlinang air mata. Karena kasih mereka itu sepanjang masa.
Untuk ayah dan ibu dimanapun berada Semoga mereka, pahlawan tanpa berharap balas, pamrih dan imbalan, selalu diberi kesehatan dan kebahagian didunia dan akhiratnya kelak. Aamiin.
Pintu cream itu terbuka memperlihatkan dua sosok yang sudah tak muda lagi dengan mata memerah berjalan cepat menghampiri arga yang menatap mereka dengan tatapan rindu.
Untuk semua ayah dan ibu dimanapun berada, semoga tuhan membalas semua perjuangan dan jerih payah kalian yang tak terhitung berapa banyaknya, semoga Tuhan membalas dengan menghadiahkan Syurga-Nya untuk mereka.
***
__ADS_1