Olive

Olive
Kaleng kosong


__ADS_3

Jarum jam terus berputar setiap detiknya,  tanggal terus berganti setiap 30 hari,  tahun pun akan berganti setelah 12 bulan terlewati.


Begitu pula dengan hidup akan terus berjalan dan akan berubah menurut porsi takdirnya masing-masing.


Olive menyeka keringat yang menetes begitu saja dipermukaan wajahnya. Panas terik matahari tak mengalahkan semangatnya untuk terus berlari mengitari taman seperti kebiasaannya disetiap akhir pekan.


Olive memutuskan untuk beistirahat sejenak disebuah bangku putih yang ada disana sambil menikmati tawa ceria dari anak-anak kecil yang tengah bermain dengan teman sebaya dan ada juga bersama keluarganya.


Pletak....


" aww...


Kaleng kosong bekas minuman tiba-tiba saja terbang dan mengenai kepala olive yang tengah menikmati es kelapa yang dibelinya dari abang yang lewat.


Olive mengambil kaleng yang tergeletak tak bernyawa didepannya.


" siapa  yang ngelempar sampah sembarangan, kena kepala gue,  sakit woy. " teriak olive mengangkat tinggi kaleng bekas yang telah memberi luka pada kepalanya.


" keluar woy,  pantes aja sekarang banjir dimana-dimana pada belum sadar buat buang sampah pada tempatnya. " teriak olive hingga membuat beberapa pasang mata menatap kearahnya dengan ekspresi yang berbeda.


" itu dia tu,  orang yang buang sampah sembarangan. "


olive berjalan cepat kearah laki-laki sedang meminum munuman yang sama seperti kaleng yang dipegangnya.


" om,  kalo buang sampah itu jangan sembarangan,  nggak lihat banyak kotak sampah yang tersebar dimana-mana tinggal buang gitu aja susah banget. " ucap olive membuang kaleng yang dipegangnya ketempat sampah disampingnya.


Olive bertambah kesal karena tidak ada respon apapun dari laki-laki didepannya.


" wah bikin emosi ni orang tua. " gerutunya kemudian mengambil paksa botol yang dipegang laki-laki itu.


" om nggak punya kuping ? Nggak punya mulut buat respon omelan gue. "


Laki-laki itu pun berdiri  dan memasukan tangannya kesaku celana training yang sedang dipakainya.


" udah ngomelnya?  Berisik tau nggak? " ucapnya dengan muka datar tanpa ekspresi kemudian mengambil kembali minumnya dari tangan olive dan membuangnya ketempat sampah lalu pergi meninggalkan olive .


" bener-bener dah itu om-om,  ngeselin banget. " gerutu olive kesal lalu berjalan untuk pulang kerumah.

__ADS_1


***


"pagi ma...  Sapa maria menghampiri ibunya yang sedang sarapan.


" pagi sayang,  tumben udah bangun. "


" laper. " jawabnya sambil nyengir


" ya udah cepet sarapan,  habis itu mandi ."


" tumben,  emang kita mau kemana? "


Maria menyuapkan sarapannya sembari menatap mamanya.


" kita mau jalan-jalan,  mama bosen dirumah terus. " ucap mama masih sibuk membalas pesan diponselnya.


Maria manggut-manggut santai,  hari ini sepertinya cuaca akan sangat cerah,  ide bagus jika menghabiskan waktu untuk jalan-jalan kemall untuk melihat barang-barang terbaru meski tidak membeli dari pada menghabiskan waktu dirumah bersama dengan siupik olive. Membosankan.


"ehm,,  ma. Kita belanja gak? "


Maria heran hingga membuat keningnya berkerut dan matanya menyipit. Apa mamanya ini sudah tidak waras,  belanja sepuasnya?  Omong kosong apa ini.


" belanja sepuasnya?  Heh,  dapet uang dari mana ma.  Boro -boro belanjan beli skincare aku aja belum kebeli sejak seminggu yang lalu. Mama gak lihat wajah maria udah gak fresh seperti biasa. " maria menepuk-nepuk pipinya yang sudah seminggu ini tak bertemu dengan barang keramat itu.


"loh,  kamu jangan ngeremehin mama dong,  mama punya uang banyak, jadi kita bisa shoping,  kesalon makan enak , nonton bioskop , semuanya akan mama turutin apa mau kamu. "


" mama dapet uang dari mana? "


" kamu mau tau? "


Maria menganggukan kepalanya cepat karena penasaran .


Menghampiri maria dan membisikan sesuatu,  hingga membuat maria tertawa sambil memukul-mukul meja kegirangan.


***


Olive berjalan kearah dapur untuk mengambil air minum,  tenggorokannya sudah terasa kering sedari tadi,  setelah tertawa bersama brandon dan arga via telphone. Membicarakan orang lain yang dianggap aneh dan lucu,  karena mereka tak sadar bahwa itu dosa.

__ADS_1


Baru saja ingin masuk kekamarnya, biru dikejutkan dengan kepulangan mama dan maria yang membawa begitu banyak barang belanjaan. Olive sama sekali tidak iri dengan mereka,  yang dia herankan dari mana mereka mendapatkan uang untuk berbelanja sebanyak itu, padahal sangat jelas mereka sama sekali tidak mempunyai uang sepeserpun.


Maria meletakkan semua barang belanjaannya diatas meja dengan muka angkuh,  dan dengan sengaja mengeluarkan ponsel baru miliknya dengan merk apel digigit yang tentu memiliki harga selangit apalagu bagi kalangan rakyat jelata seperti keluarganya.


Olive hanya mampu geleng-geleng kepala dan mengedikan bahunya santai,  tak mau mengurusi urusan mereka,  terserah saja mereka mendapatkan uang itu dari mana,  entah halal atau haram olive sama sekali tak mau tahu. Selagi mereka tidak mengganggu miliknya dia tidak akan ambil pusing. Dirinya sudah cukup lelah memikirkan kehidupannya sendiri.


" upik olive mau kemana?  Gak mau minta sesuatu dari kita. "


Maria nampak semakin angkuh berjalan menghampiri olive yang menghentikan langkahnya.  Maria menyerahkan 1 paperbag warna putih padanya.


" buat kamu,  aku baikkan, masih inget sama kamu sebagai saudara aku. "


Heh. Baik darimana coba.


" gak perlu deh,  aku gak minta,  buat kamu aja. "


Setelah mengatakan itu,  olive meneruskan jalannya dengan berlagak angkuh tanpa mengambil dan menoleh pada maria. Dirinya sudah muak dengan penindasan mereka selama ini.


" dasar anak gak tau malu. " ucap sang mama yang terlihat sangat marah melihat tingkah olive.


" maria biarkan saja,  barang itu nanti kita buang ketong sampah. " tambah mama bersama amarahnya.


Sebenarnya yang gak tau malu itu aku apa kalian.


Olive menutup pintu kamar lalu menguncinga dan mematikan lampu bersiap untuk tidur,  rasanya malas sekali jika harus melayani omelan mereka berdua.  Lebih baik tidur mengistirahatkan badan dan mata yang setelah seharian ini mengerjakan tugasnya dengan baik, dan berharap memimpikan pangeran tamvan yang akan membawa menjauh dan keluar dari kehidupan ini.


Sedangkan diluar sana,  maria bersama sang mama sibuk membuka semua tas belanjaan dan mencobanya satu persatu baju yang mereka beli.


"ma,  lihat ini bagus gak? " tanya maria yang tengah mencoba dress selutut berwarna hitam tampak pas ditubuhnya.


" bagus dong,  kamu itu pakek baju apa aja selalh terlihat bagus dan cantik persis mama. "


" emang mama cantik? "


"Orang kata temen aku mama itu jelek." maria mengatakan ergumentnya dengan mudah tak memikirkan perasaan sang mama yang menahan emosinya.


                                    ***

__ADS_1


__ADS_2