Olive

Olive
Mak lampir


__ADS_3

"olive..........


Teriakan mak lampir berambut merah berdagu runcing bernama Maria clara adtmojo yang tak lain adalah saudara tiri olive terdengar memekakkan telinga bagi seluruh penghuni rumah kecil itu.


Olive yang sedang tidur siang karena kelelahan sepulang sekolah,  dengan malas membuka matanya lebar.


" kenapa lagi tu orang,  ganggu gue aja. " gerutu olive mengikat rambut asal.


Dirumah ini semua pekerjaan rumah adalah tugas olive mulai dari nyapu,  ngepel, masak dan lain-lain. Bukannya tidak ingin menolak atau memberontak atas ketidakadilan ini,  tapi semuanya olive lakukan karena demi baktinya kepada mama yang telah merawatnya dengan baik saat itu, sebelum semuanya berubah seperti sekarang.


" uwaahh..... kenapa? " tanya olive ketika sudah sampai didepan maria dengan keadaan yang masih mengatuk.


" kalo lagi nguap tu ditutup,  mulut lo bau basi. " gerutu maria sembari menutup hidungnya .


" pakek masker sana,  biar nggak bau. " jawab olive tak mau kalah.


" gue laper,  masakin cepet. " perintah maria angkuh.


Olive berjalan menuju dapur untuk melaksanakan perintah dari mak lampir yang tinggal dirumahnya.


Sedangkan maria malah asyik ketawa-ketiwi melihat drama korea yang lagi ditontonnya.


Dengan hati dongkol olive sengaja mengketuk-ketukan wajan yang digunakannya sehingga menimbulkan suara berisik , ingin membuat acara nonton maria terganggu.


Bukannya marah,  maria malah mengeraskan tawanya karena melihat adegan lucu dari drama yang ditontonnya.


"pantes aja nggak marah,  orang telinganya disumpel pakek earphone." gerutu olive mencebilkan bibirnya setelah mengetahui kabel putih yang bergantung bergantung diponsel maria.


Semangkuk sup hangat dan tempe goreng telah tertata rapi didepan maria.


" udah siap nih,  buruan makan,  keburu dingin,  gue nggak mau buat manasin makanan lo. "


" itu udah jadi tugas lo,  jadi nggak usah ngeluh. Sana pergi,  enek gue ngelihat muka jelek lo. " usir maria kasar

__ADS_1


" dengan senang hati,  gue pergi. " ucap olive dengan penekanan diakhir.


" makan tu sup asin sama tempe busuk, hehe. " gumam olive dengan senyum kemenangan dan berlari pergi menjauh.


Dalam hitungan kelima,  bakal ada teriakan lebih dahsyat dari sebelumnya. Siap-siap tutup telinga biar nggak pada budek nantinya.


1 ..... 2.... 3... 4..... 5


" olive.................


***


Sudah sejak 2 jam yang lalu,  hujan deras terus mengguyur kota bandung yang terkenal  dingin dan bentangan perkebunan teh yang tumbuh subur .


Seorang gadis berumur belasan tahun tengah duduk dibangku taman terlihat sedang menunggu seseorang. Tiupan angin yang cukup kencang berhasil memporak-porandakan rambut sebahu yang sengaja dibiarkan terurai.


Butiran hujan deras sama sekali tidak membuatnya pergi dari tempatnya.  Membiarkan air hujan yang dingin membasahi seluruh bajunya begitu saja.


Seorang laki-laki berpayung hitam tampak menghampiri gadis itu dengan senyum tak biasa.


***


Hot chocolatte yang dipesannya hampir habis tak tersisa. Sudah hampir 2 jam olive duduk dicafe yang berada dekat dengan rumahnya untuk menikmati hujan yang sedang turun melalui sebuah dinding kaca yang mengelilingi kafe dan memanfaatkan wifi gratis untuk melihat  komentar-komentar para pembaca ditulisan onlinenya,  meski tidak lebih dari 30 komentar. Tapi,  itu sudah sangat membantu memberi semangatnya untuk menulis.


Bagi olive yang seorang amatiran,  untuk menghasilkan tulisan yang bagus sangat membutuhkan pengetahuan yang luas tentang apapun. Karena dalam menulis harus mempunyai banyak ide menarik untuk menjadi bahan tulisan. Lihat saja karya yang ditulis olive hanya memiliki 200 like dari 43 episode . Sedikit miris bukan, hehe. Tapi,  dari sana olive sedikit mengerti bahwasanya pembaca akan sangat antusias jika cerita dalam sebuah karya itu memiliki masalah yang membuat penasaran dan beda dari yang lainnya bukan yang biasa dan datar, seperti tulisannya.


Kadang olive sampai dibuat terkagum-kagum ketika membaca karya milik orang lain yang memiliki cerita dengan alur yang luar biasanya hebatnya,  susunan kata yang mampu membuatnya betah berlama-lama membaca setiap episode yang panjangnya sudah mencapai ratusan episode. Ada pesan yang bisa diambil disetiap peristiwa yang terjadi,  dan mampu memberikan nyawa dala tulisan mereka,  sehingga mampu membuat pembaca tertawa dan menangis ikut terbawa suasana yang digambarkan melalui tulisan itu.


Tapi ada satu yang olive sukai saat menulis,  sejenak dia akan lupa dengan masalah yang sedang menimpanya,  lupa akan waktu yang terasa berjalan begitu cepat,  sehingga kadang olive sampai melupakan waktu makan, mandi dan lainnya.


Suara ambulance yang lewat membuat olive menghentikan aktifitasnya dan berdoa sejenak untuk orang yang sedang tertimpa musibah itu, meski mereka tidak saling mengenal, jika sedang sakit semoga segera diangkat penyakitnya ,  jika telah meninggal semoga ditempatkan ditempat terbaik diakhir hayatnya. Aamiin


Setelah hot chocolattenya benar-benar habis  dan hujan telah reda olive beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan cafe untuk menikmati bau hujan yang masih tertinggal menyatu dengan udara malam yang dingin.

__ADS_1


Genangan air tampak terlihat dijalanan yang berlubang,  menciptakan percikan kecil jika ada kendaraan yang melewatinya.


Sesampainya dirumah olive tidak melihat 2 mak lampir yang biasanya duduk santai menikmati siaran sinetron kesukaan mereka sambil menikmati keripik ubi yang mereka beli dari tetangga sebelah.


Setidaknya malam ini olive bisa sedikit bersantai karena tidak perlu mendengarkan omelan dan melayani semua titah mereka.


Olive dibuat terkejut dan marah melihat meja dikamarnya sangat berantakan. Sobekan buku bertaburan dimana-mana hampir memenuhi lantai kamarnya yang kecil. Buku bacaan yang semula tertata rapi dirak mini dekat ranjangnya,  semuanya tampak kusut dan bertebaran tak tentu arahnya.


Olive segara mengambil buku tulis tebal warna putih bergambar bunga sakura yang kini sudah tak terbentuk rupanya berjalan cepat menuju kamar maria.


" pasti kamu kan yang udah nyobekin buku aku yang ini?  " teriak olive yang sudah tersulut emosi melemparkan buku yang atdi dipegangnya.


" iya,  kenapa emangnya? " tanya balik maria yang tampak tak terima dengan lemparan olive yang mengenai wajahnya.


" kenapa emangnya?  Lo tu nggak mikir,  betapa susahnya gue nulis cerita dibuku yang lo hancurin itu. "


Olive benar-benar marah saat ini,  dia sama sekali sudah tidak bisa mengontrol emosinya .


" halah,  ngapain juga lo gaya-gayaan nulis cerita yang nggak ada bagusnya sama sekali itu. Buat apa hah?  Buang-buang tinta tau gak lo,  percuma. " bentak maria tak kalah marahnya dari olive.


" lagian ya,  lo itu nggak ada bakat sama sekali buat jadi penulis. Lihat aja,  ajuan kontrak lo aja nggak diterimakan. Itu karena tulisan lo itu jelek dan nggak menarik sama sekali. " ucapmaria dengan penuh penekana disetiap kalimatnya.


"stopppp.......


Mama muncul dengan wajah putih karena sedang memakai masker sambil berteriak kencang melerai mereka.


" kalian ini,  apa nggak ingat waktu. Ini udah malam,  masih aja berantem. Malu sama tetangga. " ucap mama tegas


" kamu olive,  bukannya berbakti dan bikin bangga mama,  ini malah nyusahin dan bikin malu aja. Sana masuk kamar,  jangan bikin ribut disini." usir mama sambil mendorong tubuh olive untuk keluar dari kamar maria.


Kemudian menutup pintu dengan keras.


                                       ***

__ADS_1


                                      


__ADS_2