Olive

Olive
Arga


__ADS_3

" arga , dari mana kamu nak? " Tanya wanita paruh baya  bernama bu nela yang tak lain adalah mamanya tersenyum sumringah dengan pakaian modis sedang menikmati potongan buah yang berada didepanya bersama pak kuncoro sang yang sedang sibuk dengan laptop dipangkuannya.


" mereka dirumah. " gumam arga dalam hati


" dari rumah brandon. " jawab arga singkat kemudian masuk kedalam lift.


Jangan tanya kenapa arga bersikap acuh kepada orangtuanya. Sejak kecil sampai sekarang keduaorangtuanya sangat jarang berada dirumah. Selalu saja sibuk dengan urusan bisnis mereka yang katanya demi masa depan dirinya,  agar tidak merasakan hal yang sama seperti mereka yang dulunya hidup susah sampai harus berjualan koran keliling sebelum dia dilahirkan.


Dari kecil arga selalu ditemani oleh assisten kepercayaan orangtuanya untuk menjaga dia hingga tumbuh dewasa sampai sekarang. Dalam satu bulan orangtuanya akan pulang kerumah hanya satu kali saja. Dengan membawa berbagai macam mainan mewah yang sengaja dibelikan untuk anak semata wayangnya.


Namanya saja hidup,  bukan hanya harta dan barang mahal yang diperlukan,  tapi kasih sayang juga sangat penting untuk diberikan, terutama kepada anak. Sebanyak apapun uang yang mereka berikan,  mobil mewah yang mereka kasih tetap saja seorang anak sangat membutuhkan pelukan hangat dari orangtuanya. Tapi,  ya sudahlah,  mungkin ini takdir yang harus arga terima dalam hidupnya.


Tok..  Tok..


Suara ketukan pintu diluar kamar,  membuat arga membuka matanya malas dan berjalan membuka pintu kamar yang selalu dikuncinya.


Sang mama tersenyum sumringah sambil membawakan segelas susu hangat untuknya.


" capek banget ya? " tanya sang mama yang sudah duduk dibibir ranjang milik arga.


" nggak,  mama tumben pulang. " kata arga kemudian dudum disamping sang mama.


" iya, mama udah pulang dari pagi,  nungguin kamu pulang sama papa. Tapi kamunya malah nggak pulang-pulang. " ujar mama sesdikit kecewa,  padahal rencanya dia akan mengajak arga bersama sang suami untuk makan malam diluar.


" arga tadi kerumah brandon,  alisha kangen. "


" oh ya udah,  gak papa kita bisa makan bersama dilain waktu. " ucap mama memegang tangan arga.

__ADS_1


" besok mama sama papa balik ?"


" iya,  besok mama sama papa mau keaceh kerumah nenem, udah lama gak kesana,  jadi beberapa bulan kedepan mama gak bisa pulang. "


" oh. Ma, arga capek mau istirahat. " ucap arga berdiri melepas bajunya berjalan menuju kamar mandi.


Kecewa,  itu yang dirasakan arga saat ini.  Hanya saja perasaannya tidak bisa dia ungkapakan , kalaupun bisa itu juga percuma.


" jangan lupa minum susunya ga" teriak mama dari luar.


Percaya deh,  sesibuk apapun orangtua karena pekerjaannya,  sebenarnya mereka tetap sangat mencintai anaknya dan hanya ingin membuatnya bahagia. Meski mungkin,  saat ini mereka belum sadar bahwa kebahagian yang sebenarnya tidak melulu pada harta.


***


Olive harus lebih banyak bersabar hari ini,  jarum jam sudah menunjukan pukul 23.15 seharusnya matanya sudah harus terpejam untuk istirahat. Tapi pada kenyataanya dirinya harus dibuat sibuk karena rumah yang sangat berantakan,  baju kotor sengaja disebar dimana-mana, air berwarna merah tumpah mengotori lantai, dan buku berserakan tak tentu arahnya.


Olive memunguti semua baju yang sengaja disebar dan memasukkannya kedalam mesin suci. Baru saja tangannya hendak mengambil sapu yang tergantung didinding dapur, teriakan sang mama menggema diseluruh ruangan. Dengan langkah cepat olive berjalan menuju kamar sang mama.


" ada apa ma? " tanya olive ketika sudah sampai dikamar.


" ambilin mama minum.  Cepet. " bentak sang mama dengan rambut awut-awutan.


Olive langsung memutar badannya untuk melaksanakan titah dari paduka ratu yang terhormat.


Tiba-tiba terlintas ide jahil,  untuk sedikit mengerjai sang mama dengan cara memasukan garam biar keasinan.


" tapi jangan deh,  gue gak mau jadi anak durhaka, dikutuk jadi batu bisa berabe nih hidup gue. " gerutu olive pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Mengikuti kata hatinya,  olive tidak jadi untuk mengerjai sang mama,  takut dosa. Dan mengatarkan satu gelas air kepada sang mama yang malah sudah kembali tertidur dengan mulut terbuka.


" gue masukin garem,  kayaknya seru nih." bathin olive dalam hati.


" tapi itu kan dosa ya,  gak boleh olive. " bathinnya lagi sambil menepuk pelan kepalanya mengusir bisikan setan yang terus berkeliaran ditelinganya.


Olive buru-buru keluar dan menutup pelan pintu kamar sang mama.  Betapa terkejutnya dia,  ketika berbalik melihat sesosok wanita berambut panjang yang menjuntai kedepan.


Matanya tampak menyelidik sosok misterius yang berada didepannga. Berputar-putar mengitari dan menelisik dari atas kepala sampai ujung kaki.


" mba hantu ya? " tanya olive pada sosok didepannya.


" tapi,  katanya kalo hantukan kakinya nggak nempel ditanah,  ini kok nempel. Apa ini hantu milenial 2020 yah." celetuk olive dengan argument somplaknya.


" hantu, mulut lo ember." ketus maria,  menyibakkan rambut panjangnya.


" oh lo mar,  kenapa? " tanya olive tak kalah ketusnya sambil besedekap angkuh.


" masakin gue mie,  laper. " perintah maria lalu duduk dikursi meja makan.


" jangan ngerjain gue lagi lo,  gue aduin ke mama baru tahu rasa lo.  Bisa-bisa hukumannya lebih berat dari ini. " kata maria mengingatkan dengan senyum mengejek.


" iya ndoro putri siluman. Titah segera dilaksanakan dengan ketidak ikhlasan. " ujar olive ingin melemparkan kemocheng yang dipegangnya.


01.03 olive baru saja menyelesaikan pekerjaan dan tugas sekolahnya.  Setelah memberishkan diri,  olive membaringkan tubuhnya dan memejamkam mata berharap esok waktu bahagianya akan datang.


                                        ***

__ADS_1


__ADS_2