Olive

Olive
Rindu (dia)


__ADS_3

Disebuah kontarakkan sederhana,  terlihat seorang wanita tengah duduk didepan rumah sembari memandangi langit malam yang tampak kelam. Pikirannya menerawang jauh,  memikirkan kejadian masa lalu,  yang membuat kehilangan segalanya, termasuk sosok mama yang menjadi satu-satunya yang menemaninya sampai tahun lalu,  sebelum sang mama mengjembuskan nafas terakhirnya karena tumor ganas yang dideritanya,  sehingga mengakibatkan semua harta dan kekayaan yang mereka miliki habis terkuras untuk pengobatan sang mama yang akhirnya pergi selamanya.


Bungkus nasi berwarna coklat masih teronggrak disamping tempatnya duduk malam ini. Sepi, kehilangan,  penyesalan, masih dirasakannya sampai saat ini, dirinya harus rela memberhentikan pendidikan kuliahnya ditengah jalan karena keterbatasan biaya. Setiap pagi, dirinya akan bekerja menjadi pelayan kafe hingga sore untuk mencukupi kebituhannya sehari-hari.


Maria Faniya adtmojo, gadis angkuh yang rela mengorbankan saudaranya demi memenuhi keinginannya. Sepertinya,  Tuhan sedang memberi pelajaran padanya,  karena semuanya kini telah berbalik seperti semula, sama seperti ketika dirinya tidak mempunya segalanya,  rumah mewah,  mobil,  uang dan semua barang berharga lainnya. Semuanya hilang dan pergi begitu saja tanpa menyisakkan apapun,  malah memberi luka dengan kehilangan sang mama tercinta.


Harta, kekayaan, jabatan,  kemewahan yang dimiliki lewat hal yang tidak baik atau curang,  maka perlahan tapi pasti semuanya akan pergi dan tak kembali.

__ADS_1


***


Olive mengambil nafasnya pelan lalu menghembuskannya perlahan. Sekembalinya dirinya dari makan malam bersama mereka, olive segera membersihkan diri dari semua make up yang tak terlalu disukainya, mengibaskan gorden biru yang terpasang dijendela kamarnya untuk melihat langit malam dan keheningannya. Mug senada bermotif abstrak bertengker ditangan kanannya berisi coklat hangat favoritenya. Ada rasa yang mengganjal hatinya hingga saat ini,  berbagai pertanyaan bercabang dikepalanya.  Tentang maria dan juga mamanya,  bagaimana kabar mereka sekarang?  Dimana mereka tinggal saat ini?  Beberapa kali olive mencoba bertanya pada brandon,  tapi sayangnya saat brandon berusaha menemui maria dirumahnya dulu,  para tetangga mengatkan bahwa mereka sudah pindah dari sana.  Dan satu lagi,  rindunya terlalu besar pada sosok laki-laki yang berhasil menanamkan cinta dihatinya sampai sekarang,  dua kali sudah olive mencoba menjalin hubungan dengan pria lain, tapi tetap saja,  hubungannya akan kandas karena pasangannya merasa olive tidak benar-benar serius dengan hubungan mereka.


Meski sudah sangat lama tak bertemu,  hatinya masih saja terus mencintai laki-laki bernama lengkap Zayn fabian itu,  kepalanya terus saja teringat dengan senyuman langka dari pria dingin itu. Rindu melihat akan wajah tegas fabian,  suaranya yang selalu berbicara formal padanya. Selama ini,  bukannya olive tak bisa mengetahui tentang fabian,  tapi dirinya sengaja untuk menghindari semua informasi tentang pria itu, olive tidak ingin menjadi lemah karena perasaannya sebelum dirinya bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi wanita sukses dan memberi manfaat bagi orang lain.


Setelah setahun lebih menjalani bisnisnya bersama clara dinegara tempatnya mengemban pendidikan disana , meski awalnya sulit tapi semuanya berangsur membaik seiring berjalannya waktu. Apalgi berkat bantuan orangtua clara yang cukup dikenal disingpura membuatnya sangat terbantu dalam bisnis yang mereka jalani, hingga mereka bisa memperkejakan orang lain yang membutuhkannya, dan sekarang olive mencoba merintis usaha dinegara  yang menjadi tempatnya lahir dan dibesarkan. melihat respon baik yang diberikan konsumen pada desain yang dibuatnya dan kualitas produk yang sangat baik dan harga yang tidak terlalu tinggi, membuat produknya laris dipasaran.

__ADS_1


Sedikit cerita ketika dirinya tengah menempuh pendidikan disana,  semua cara olive lakukan untuk memenuhi kebutuhannya dan keperluannya , tentunya dengan cara yang tak menyalahi peraturan hukum disana. Olive bersyukur sang papa meninggalkan tabungan yang cukup besar untuk biaya kuliahnya,  jika hanya mengandalkan tabungan papa,  tentu saja itu tidak akan cukup,  maka olive memutar untuk menghabiskan penghasilan lebih dengan cara berjualan online lewat media sosial, karena memang barang yang dijualnya selalu ia beli dengan kualitas baik, dan dikirim dengan keadaan apik dan rapi, maka banyak konsumen yang mempercayainya. Jangan lupakan jika brandon dan arga juga ikut membantunya untuknya, meski dengan tegas olive menolak tapi mereka tetap kekeh memberi uang saku untuknya setiapa bulan. Ada satu hal yang masih menjadi misteri dan belum terpecahkan,  setiap bulan ada saja seseorang yang tak dikenalnya meninggalkan amplop berisi uang didepan pintu tempat tinggalnya. Sampai saat ini,  uang itu tidak olive gunakan sepeserpun dan tetap disimpan. Tak perlu ditanya lagi jumlahnya sudah mencapai nominal yang memiliki banyak angka nol dibelakangnha,  bahkan uangnya bisa dipakai untuk membangun dua kafe mewah sekaligus.


Seminggu lagi,  butiknya akan segera launcing perdana,  semua promosi melalui media sosial dan media cetak sudah dilakukan jauh-jauh hari.  Olive akan memberi diskon sebesar 20% bagi pelanggan yang belanja kebutiknya dihari perdana mereka buka.     Rumah minimalis bergaya modern yang baru ditempatinya sejak pulang dari singapura , merupakan rumah yang baru dibelinya beberapa bulan lalu setelah sepakat menentukan lokasi butiknya akan dibuka.  Tujuannya agar lebih mudah dan tak perlu menempuh perjalan jauh untuk pergi kesana. Ruman peninggalan sang papa,  masih tetap sama,  tidak pernah diubah dan tak ingin menjual rumahnya meski ada beberapa orang yang menawar rumahnya untuk dibeli. Meski tak lagi tinggal disana,  olive masih tetap akan menyambangi dan rutin membersihkan sesekali diwaktu senggang nanti. Rumah itu juga bukan hanya miliknya,  tapi juga milik maria dan juga mamanya.


Jam dinding sudah menunjukkan pukuk 01.00 malam,  matanya sudah sedikit berat meminta istirahat, badannya juga terasa sedikit lelah setelah menepuh perjalan tadi pagi. Setelah olive membuka gordennya kembali,  dirinya meletakkan mug dan membasuh tangan dan juga kakinya,  kemudian beranjak untuk mengistirahatkan tubuhnya untuk menyambut hari bahagia esok hari.


***

__ADS_1


__ADS_2