ONLY MINE!

ONLY MINE!
Acara?


__ADS_3

Aku beranjak hendak keluar dari ruangan, ada satu hal lagi yang harus aku lakukan.


"Sekarang, ikut saya." jawabku singkat.


Rio mengikutiku dari belakang. Aku membuka pintu dan berjalan ke tengah-tengah meja para karyawanku.


"Semuanya, tolong hadap saya dan luangkan waktu kalian sebentar..." kataku tegas.


Para karyawanku berdiri dari meja mereka masing-masing. Karena lima menit yang lalu waktu bekerja sudah di mulai kembali, jadi semuanya sudah kembali bekerja.


"Saya Nayla Ganendra. Penerus perusahaan Ganendra grup. Akan memecat siapa pun yang merendahkan atau menghina orang lain. Ntah dia bekerja atau hanya sekedar ada urusan, seperti bapak atau ibu ojek. Dan saya juga akan memberi hukuman sama orang yang cuma diam jika melihat orang lain di rendahkan atau di hina sama salah satu dari kalian, siapa pun itu! Satu lagi, saya minta maaf atas ketidaknyamanan kalian di sini, apa pun yang sudah di lakukan sama Rio. Entah merendahkan atau menghina salah satu dari kalian. Saya minta maaf sebesar-besarnya." kataku tegas.


"Sekarang, kalian bisa langsung menghadap ke saya jika nanti Rio atau karyawan saya yang lainnya merendahkan atau menghina kalian. Melakukan atau mengatakan hal yang tidak pantas juga. Kalian langsung lapor sama saya. Saya tidak akan segan-segan untuk memecat orang tersebut. Seberapa tinggi jabatannya saya tidak perduli! kalo kalian tidak saling menghargai sesama manusia. Bukan cuma sekedar teman kerja. Jangan takut! Entah itu ancaman atau apapun itu. Saya ada di pihak kalian jika kalian benar. Tolong kerjasama untuk kedepannya. Terimakasih!" lanjutku.


"Baik, bu! Terimakasih banyak sudah mengutamakan kenyamanan kami." kata salah satu karyawanku.


"Jangan lupa, tolong sampaikan ke teman-teman kerja kalian di ruangan yang lain. Karena saya baru bilang sama kalian saja." kataku tegas.


"Baik bu! Terimakasih banyak, bu Nayla!" kata karyawanku serentak.


Aku mengangguk sambil tersenyum."Baik. Sekarang semangat kerjanya, ya!"


"Baik bu." jawab mereka semua.


Rio pamit untuk kembali ke mejanya, aku mengangguk mengiyakan. Dan langsung berjalan kembali ke ruanganku.


"Nay... Kenapa lu segitunya?" tanya Nina padaku yang kini sudah duduk di sofa sambil memakan makanan yang aku beli.


"Gak tega aku, liat si Rio ngebentak bapak-bapak ojek tadi." jawabku sambil kembali membuka map.


"Iya sih sama. Gue juga gedek banget! Kenapa gak langsung lu pecat aja?" tanya Nina.


"Aku kasian. Tapi, sekali lagi kalo dia begitu langsung aku pecat." jawabku.


"Iya. Padahal tadi banyak orang yang lewat. Tapi, gak ada yang bantuin bapaknya." kata Nina.


Aku mengangguk."Makanya. Aku bilang begitu, mungkin sebagian ada yang mau bantu tapi takut sama Rio."


"Sekarang kasih aturan aja Nin. Yang pesan minuman atau makanan, suruh ambil ke lobby. Biar bapak sama ibu ojeknya gak terlalu capek..." kataku.


"Oke. Nanti gue umumin ke karyawan lain." jawab Nina mengacungkan jempolnya.


"Oh iya, sekalian pesenin kulkas deh. Taro di lobby kantor. Besok aku beli minumannya, bapak sama ibu ojek juga kalo haus kan bisa langsung ambil minum. Sambil nunggu karyawan turun ke lobby kan?" kataku, Nina mengiyakan.


"Okeee, bu bos!" kata Nina meletakan tangannya di jidat seperti sedang hormat.


Aku dan Nina tertawa pelan.


*


*


*


Pagi ini aku habis belanja minuman untuk mengisi kulkas baru yang kemarin aku beli.


"Pak, tolong bawain kardus minuman ini ke lobby ya," kataku pada pak satpam.


"Siap, bu..." jawab pak satpam langsung mengangkut beberapa dus minuman ke depan kulkas.


Aku langsung membuka dusnya dan menyusun satu persatu minuman ke dalam kulkas, setelah selesai, aku menempelkan selembar kertas di depan kulkas. Yang bertuliskan 'Gratis buat siapa pun yang mau dan membutuhkan. Silakan ambil!'

__ADS_1


Sekalian aku naik ke lantai satu, di sana juga ada kulkas yang ku isi dengan berbagai macam minuman gratis untuk karyawan. Aku membuka dan melihat isinya, ternyata sisa sedikit.


Aku kembali ke lantai satu lagi dan meminta tolong pak satpam untuk mengambilkan dua dus minuman dan di antarkan ke lantai satu.


"Bapak kalo mau minum ambil aja yang di kulkas lobby ya, biar gak repot naik ke lantai satu." kataku.


"Siap bu. Terimakasih," jawab pak satpam.


"Iya pak. Saya juga terimakasih sudah di bantuin, ini buat beli kopi." kataku yang memberi sedikit uang untuk pak satpam, karena sudah membantuku.


"Ini sudah tugas saya bu, terimakasih banyak." kata pak satpam.


Aku mengangguk sambil tersenyum lalu pak satpam pamit untuk kembali ke bawah. Aku mengiyakan.


"Nay... Ngapain?" tanya Nina menghampiri aku yang sedang jongkok sambil memasukan satu persatu minuman ke kulkas.


"Masukin air..." jawabku.


"Buset dah. Biarin aja sih, nanti suruh karyawan lain aja yang masukin. Toh, buat mereka juga." jawab Nina.


"Udah gak apa-apa. Biar nanti kalo mereka pengen minum udah ada yang dingin." kataku.


Nina berdecak."Yaudah, gue duluan ya."


"Okeee!"


Setelah selesai aku beranjak menuju ruanganku.


Drtttttt


Drtttttt


Tumben mama menelepon?


Aku segera mengangkat telepon dari mama.


"Halo, ma..."


"Halo, Nayla. Gimana kabar kamu sayang?" tanya mama lembut.


"Baik mah. Mama sama papa gimana kabarnya?" tanyaku balik.


"Mama sama papa juga baik. Oh iya, Nay. Perusahaan Xxx1 minggu depan ngadain acara. Kamu datang ya?" kata mama.


"Ah, Nayla gak mau. Kenapa gak mama sama papa aja?" tolakku pelan. Bukannya aku tidak mau, tapi pemilik perusahaan Xxx1 menyebalkan. Dia sering menggodaku kalo bertemu.


"Mama sama papa masih sibuk sayang... Mungkin dua minggu lagi baru bisa pulang. Tolong bantu mama ya?" kata mamaku lembut.


Aku tidak bisa menolak permintaan mama kali ini. Lagi pula, sekarang aku yang memegang perusahaan utama papa. Walau pun aku sesekali menolak datang ke acara perusahaan lain.


"Yaudah, Nayla dateng..." kataku.


"Okee. Makasih sayang! Mama tutup ya teleponnya. Jaga diri kamu baik-baik!" kata mama senang.


"Iya ma, mama sama papa juga ya!" jawabku.


Tuttt...


Aku menghembuskan nafas kasar. Tapi, tidak ada jalan lain. Aku harus menghadiri acara itu.


Tok! Tok! Tok!

__ADS_1


"Masuk." kataku.


"Nay! Perusahaan Xxx1-" Nina kelihatan sedikit panik. Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, aku sudah memotongnya.


"Perusahaan Xxx1 ngadain acara minggu depan?" kataku.


"Iya! Kok lu tau, kan baru gue kasih tau? Ah, gimana dong? Gue males banget datang ke sana. Lu tau sendiri kan?" tanya Nina beruntun.


Aku mengangguk."Aku tau. Aku juga males dateng, tapi gimana? Kita udah tiga kali gak datang ke acara yang dia adain , loh? Kali ini harus dateng."


Nina terlihat lesu."Ngapain sih! Dia harus adain acara terus?!" kata Nina kesal.


Aku mengedikkan bahu."Gak tau..."


"Daren sama Adnan datang juga gak ya? Kan mereka juga sama-sama pimpin perusahaan?" tanya Nina antusias.


Aku menggeleng."Gak tau..."


Nina berdecak sambil menatapku kesal."Gak tau! Gak tau mulu!"


Aku cengengesan."Biarin!"


*


*


*


Tidak terasa, sekarang waktunya untuk datang ke acara yang di adakan perusahaan Xxx1. Aku sudah siap dengan gaun biru selututku. Berdiri di depan cermin besar sambil memutar, memakai high heels warna sepadan dengan gaun yang aku kenakan.


"Aku cantik juga..." kataku berbicara dan cekikikan sendiri.


Tok! Tok! Tok!


"Neng Nayla... Neng Nina udah nunggu di bawah," kata bi Ipah dari luar kamar.


Aku langsung berjalan dan membuka pintu."Iya bi, terimakasih..."


"Neng, nanti mau pulang jam berapa?" tanya bi Ipah.


"Belum tau, bi. Nanti aku telepon deh, ya." jawabku.


Bi Ipah mengangguk.


Aku langsung turun menghampiri Nina yang menggunakan gaun berwarna biru dongker.


"Ayo... Udah telat, nih!" kata Nina yang langsung beranjak.


Aku mengikuti Nina dari belakang.


"Loh, mobilmu baru, Nin?" tanyaku aneh melihat warna dan bentuk mobil Nina yang berbeda dari biasanya.


Nina menarik pelan tanganku,"Masuk aja cepetan..."


Aku sedikit kaget melihat ada Daren dan Adnan di dalam mobil dengan pakaian yang sangat rapih.


"Loh, Daren, Adnan... Kalian datang juga?"


Bersambung...


Gimana Bab 12 ini? Boleh like dan komentar di bawah yaaa! Biar author tambah semangat buat update. Terimakasih 🥹❤️

__ADS_1


__ADS_2