ONLY MINE!

ONLY MINE!
Kamu... Udah Suka Sama Aku?


__ADS_3

Cika pun masuk, setelah di persilahkan sama Nina.


"Silahkan duduk," kata Nayla mempersilahkan.


Cika mengangguk."Terima kasih. Bu Nayla," kata Cika ramah.


Cika dan Nayla pun membahas kerjasama yang sudah mereka rencanakan. Sebenarnya, Nayla sedikit ragu. Apa lagi, pemilik perusahaan Gx1 tidak datang. Malah di gantikan sama Cika, selaku sekertaris di perusahaan Gx1 itu. Tapi, Nayla berusaha untuk berpikir positif. Mungkin, pemilik perusahaan sedang sibuk.


"Baik bu, Nayla. Nanti saya ke sini lagi setelah mendapatkan jawaban dari Pak Gilang," kata Cika sambil menjabat tangan Nayla.


Nayla mengangguk."Kalo bisa. Suruh pak gilangnya yang ke sini," kata Nayla tegas.


Cika tersenyum."Nanti akan saya sampaikan ke pak Gilang juga, bu. Terima kasih sudah meluangkan waktunya," kata Cika sambil mengangguk paham.


Cika pun pamit untuk pergi. Tapi, saat dia berbalik. Dia melihat Daren yang sedang menatap Nayla intens.


"Ehh. Ketemu lagi," kata Cika tanpa sadar menghampiri Daren.


Daren hanya diam sambil menatapnya datar.


"Kamu ngapain di sini? Kan pemilik perusahaannya bu Nayla? Atau kamu kakaknya bu Nayla?" tanya Cika langsung duduk di sebelah Daren.


Nayla menatap Cika tak suka. 'Bukannya dia pamit keluar? Ngapain masih di sini!' batin Nayla. Tapi, Nayla mengira kalo Cika mungkin kenalan Daren. Jadi, dia biarkan dan kembali membuka satu persatu map di hadapannya.


Daren menggeser duduknya menjauh dari Cika."Keluar sana," kata Daren dingin. Cika menggeser dan menempel pada Daren. Mungkin dia belum sadar kalo masih di ruangan Nayla.


Cika berusaha meraih tangan Daren yang sedang memegang ponsel."Anterin aku pulang, yuk!" kata Cika genit.


Daren mendengkus kesal."Gue udah bilang tadi. Bisa nggak, kalo lu mahalan dikit jadi cewek?" kata Daren tajam.


"Aku kayak gini cuma sama kamu kok. Jangan malu-malu, dong!" goda Cika tak tahu malu. Tangannya melingkar di bahu Daren.


"Cika! Apa-apaan kamu?!" sentak Nayla sedikit kaget, setelah melihat kelakuan Cika yang sudah melewati batas.


Cika tersentak kaget."Eh ya ampun! Aku sampe gak sadar kalo masih ada di ruangan bu Nayla. Maaf bu!" kata Cika beranjak dan langsung menundukan badannya meminta maaf.


"Saya batalkan semua kerjasama dengan perusahaan Gx1. Sekarang, kamu keluar dan jangan pernah balik lagi ke sini!" sentak Nayla.


Cika mendongak."Loh? Kenapa bu! Saya kan gak ngelakuin apa-apa? Cuma ngedeketin cowok doang, apa masalahnya? Ibu marah karena kakaknya saya deketin?" kata Cika merasa tak bersalah.


"KAKAK-KAKAK PALAMU! ITU CALON SUAMI SAYA SIAL*N! PERGI KAMU DARI SINI SEBELUM SAYA JAMBAK KEPALA KAMU SAMPAI BOTAK!" bentak Nayla murka. Entah kenapa mulutnya berbicara sendiri. Padahal, sejak kemarin Nayla mati-matian menolak Daren.

__ADS_1


Cika terlonjak kaget, mendengar bentakan Nayla dan fakta bahwa Daren itu calon suami Nayla. Cika langsung keluar dari ruangan Nayla tanpa berkata apa-apa lagi.


BRAK!


Cika membanting pintu kencang. Membuat emosi Nayla semakin melonjak."CEWEK BRENGS*K! BERANI-BERANINYA MAIN BANTING PINTU ORANG SEENAKNYA!" kata Nayla menatap pintu nyalang. Lalu, melipat lengan kamejanya sampai ke sikut. Bersiap untuk berantem.


Nayla berjalan kesal ke arah pintu, hendak menyusul Cika dan menjambak rambutnya sampai botak. Baru hendak memutar gagang pintu, Daren sudah menahan tangannya, dan menarik pelan Nayla kedalam pelukannya."Tenang, Nay..." kata Daren lembut sambil mengusap pelan punggung Nayla.


Sebenarnya, Daren sedang berbunga-bunga dan tersenyum bahagia karena Nayla mengakuinya sebagai calon suami. Tapi, satu sisi Daren juga sangat kesal sama Cika.


*****


Tak terasa, sudah waktunya untuk pulang. Dan Daren masih setia duduk di samping Nayla dari pagi sampai sore."Yuk pulang," kata Nayla mengambil tasnya.


"Yuk... Malam ini jadi kan?" tanya Daren senang.


Nayla mengangguk."Jadi... Udah dateng emangnya?"


"Udah!" jawab Daren sambil menunjukan ponselnya ke arah Nayla. Terlihat dua kado untuk Adnan di sana. Nayla dan Daren langsung bergegas ke arah rumah Adnan. Untuk memberikan kado yang sudah mereka janjikan.


"Oh, iya. Daren... Rumah yang kemarin kita tempati itu, rumahnya siapa?" tanya Nayla.


Daren yang sedang menyetir langsung menoleh sekilas."Rumah aku sama kamu nanti," kata Daren tanpa ragu.


"Iya... Itu rumah buat kita setelah menikah," jawab Daren.


"Tapi kan kita nggak nikah, Daren..." kata Nayla terlihat ragu.


"Masa? Udah Nay... Kamu terima aja perasaan di hati kamu. Masa gak mau nikah, tapi bilang ke Cika kalo aku itu calon suami kamu?" kata Daren menggoda.


Blush!


Pipi Nayla memerah karena malu. Nayla langsung mengalihkan pandangannya. "Hehe... Abisnya aku kesel sama Cika!"


"Kesel kenapa? Kamu kan nggak suka sama aku?" tanya Daren.


Nayla terdiam sejenak."Gak tau..." jawab Nayla.


Daren terkekeh dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan."Nay... Aku mau nanya serius, tapi kamu jawab jujur ya?" kata Daren menghadapkan tubuhnya ke arah Nayla.


"Nanya apa?" tanya Nayla bingung.

__ADS_1


"Balik sini," kata Daren sambil menggeser Nayla supaya berbalik ke arahnya.


"Kamu... Udah suka sama aku?" tanya Daren lembut sambil menyelipkan rambut Nayla ke belakang telinga.


Nayla terlihat salah tingkah bahkan hendak menghadap ke arah lain lagi. Tapi, Daren menahannya.


Daren menangkup pipi Nayla."Jawab sayang..." kata Daren lembut.


"E-enggak!" elak Nayla berbohong.


Daren terkekeh pelan melihat pipi Nayla yang sudah memerah."Beneran?" tanya Daren.


Nayla mengangguk."Bener!" jawab Nayla ketus.


"Kalo gitu... Aku sama Cika ya?" kata Daren melepaskan tangannya di pipi Nayla.


Nayla mendengkus sebal. Lalu, membalikan badannya ke depan dan melipat tangannya di depan dada."Yaudah! Nikah sana sama Cika!"


Daren tertawa pelan sambil membalikan kembali badan Nayla ke arahnya. Daren menarik pelan tengkuk Nayla dan mengecup bibir Nayla sekilas."Beneran?" tanya Daren meledek.


Nayla mengerucutkan bibirnya kesal."Iya! Lepasin aku!" kata Nayla berusaha melepaskan tangan Daren yang menahan pinggang dan tengkuknya.


Daren tersenyum sambil mencium bibir Nayla lembut. Memagutnya perlahan sambil memejamkan matanya. Membuat Nayla membelalakan matanya kaget. Karena, bukan hanya sekedar kecupan seperti tadi!


"Hmmpppp Da-" Nayla terus memberontak memukul punggung tegap Daren.


Daren melepaskan pagutannya dan menatap Nayla dalam."Diem sayang..." gumam Daren kemudian kembali mencium dan memagut bibir Nayla.


Nayla yang sudah kehabisan napas langsung mencubit keras punggung Daren. Membuat Daren langsung melepaskan pagutannya.


"Hosh... Hosh..." Nayla meraup udara dengan rakus sampai tersengal-sengal. Daren terkekeh pelan melihat Nayla yang hampir kehabisan napas.


"Aku kan udah bilang... Napas aja, Nay," kata Daren sambil mengusap pelan bibir Nayla.


Nayla menatap Daren tajam."Kenapa cium-cium aku! Cium aja si Cika sana!" kata Nayla kesal.


Daren langsung menarik dan memeluk tubuh Nayla erat."Gimana aku bisa sama Cika, kalo... Kamu yang bikin aku kecanduan," bisik Daren pelan membuat bulu kuduk Nayla meremang.


Bersambung...


Haiiii semuanyaaaa! Gimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya!❤️

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar di bawah yaaa. Biar author semangat dan rajin untuk upload. Terimakasih!🥹❤️


__ADS_2