
Daren berjalan menghampiri Nayla. Menutupi seluruh tubuh Nayla menggunakan selimut.
Nayla mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya."Daren..." panggil Nayla pelan.
"Iya sayang..." jawab Daren lembut.
Daren merebahkan tubuh Nayla. Lalu, kembali menyelimuti tubuhnya. Tapi, Nayla kembali ingin membukanya. Daren menahan tangan Nayla, dan ikut berbaring di samping tubuhnya. Daren memeluk tubuh Nayla dari belakang, Nayla langsung membalikan tubuhnya ke arah Daren. Membuat jantung Daren berdegup tak karuan.
Nayla mengusap pelan dada bidang Daren, membuka satu persatu kancing kamejanya. Yang tadi sempat Daren kancingkan lagi."Nay... Jangan begini," kata Daren menahan tangan Nayla.
Nayla menatap Daren kecewa. Tubuhnya tak berhenti menggeliat. Daren memeluk Nayla erat, tanpa Daren sadari. Tangan kiri Nayla mengusap sesuatu di bawah sana. Sesuatu yang sudah mendesak ingin keluar. Daren terlonjak kaget, dia langsung mengambil tangan Nayla, dan menahannya di atas kepala Nayla."Jangan begini sayang... Aku takut tak bisa mengontrol diriku lagi," bisik Daren pelan, suaranya serak.
Nayla tersenyum."Begitu kah?" kata Nayla menggoda.
Cup!
Nayla mengecup sekilas bibir Daren."Hei, kamu gak adil, sayang!" kata Daren kesal. Mungkin, karena Nayla melakukan itu dengan keadaan setengah sadar. Atau dalam kendali obat.
Daren menindih tubuh Nayla. Karena masih menahan kedua tangan Nayla di atas kepalanya."Sedikit ciuman tidak masalah kan, sayang?" bisik Daren lembut.
Cup!
Daren mencium bibir Nayla rakus, dia memagutnya dengan perlahan. Begitu pun dengan Nayla, yang berusaha membalas ciuman Daren.
Setelah beberapa menit, Daren melepaskan pagutannya. Dia memandang Nayla yang sedang memejamkan mata sambil terengah-engah. Daren mengusap pelan bibir Nayla."Aku sangat merindukanmu, Nayla..." bisik Daren lirih."Aku mohon, jangan pergi lagi. Atau bahkan menghilang lagi.... Aku bisa benar-benar menjadi gila!"
Daren kembali memagut pelan bibir Nayla. Membuat Nayla melenguh pelan. Daren yang mendengar suara lenguhan Nayla, semakin gencar menciumi Nayla. Bukan hanya bibir, tapi menjalar ke leher dan dada Nayla.
Nayla semakin melenguh sambil memeluk punggung Daren."Da-daren..." panggil Nayla terbata. Matanya terpejam, bibirnya sedikit terbuka. Membuat Daren semakin tak bisa menahan diri. Daren menjalar ke setiap inci tubuh Nayla, menciumnya dan mengisapnya. Membuat tanda pemilik di sana. Kemudian Daren kembali melahap habis bibir Nayla.
__ADS_1
"Maafkan aku, Nayla..." bisik Daren pelan. Daren membuka seluruh baju dan celananya, kemudian melakukan sesuatu yang seharusnya mereka lakukan sebagai pasangan suami-istri.
"Arghhhh! Sa-sakiitt..." teriak Nayla.
Daren menatap Nayla dalam."Hmm... Tahan sebentar sayang," bisik Daren pelan.
Saat semuanya masuk. Daren dan Nayla saling memberikan kepuasan masing-masing. Walau pun, Nayla dalam pengaruh obat-obatan. Suara merdu mereka berdua mendayu seisi ruangan. Membuat ruangan yang di lengkapi alat pendingin ruangan, berubah menjadi panas. Keringat dingin mulai mengucur dari tubuh mereka berdua.
Tubuh mereka berdua berguncang hebat, teriakan kenikmatan keluar dari mulut mereka. Pertanda, jika mereka sudah mencapai puncak bersama. Dalam ikatan yang sah dan halal.
Setelah selesai, Daren berbaring di sebelah tubuh Nayla. Memeluknya erat, lalu kembali menciumi pipi chubby istrinya itu."Sayang... Apapun yang ada di tubuh kamu, selalu bikin aku kecanduan..." kata Daren pelan.
Daren pun tertidur, sambil terus mendekap erat istrinya yang sudah lebih dulu ke alam mimpi.
*****
"Mau aku cium lagi? Atau... Kita lakuin hal seperti tadi lagi?" Daren terus bergumam sendiri. Sambil menatap lembut ke arah Nayla."Ah. Pikiranku! Sepertinya, aku benar-benar kecanduan sama semua bagian tubuhmu, sayang..."
Daren beranjak berdiri, hendak mandi. Setelah di rasa sudah puas menatap wajah cantik Nayla yang masih tertidur. Pikirannya masih melayang jauh, ke kejadian tadi sore saat mereka melakukan hubungan itu. Daren tersenyum, jantungnya tak berhenti berdegup kencang. Perasaannya benar-benar bahagia. Apa lagi, setelah melakukan itu, dia yakin jika Nayla baru pertama kali melakukannya dengan Daren. Seperti hal nya Daren, yang baru pertama kali melakukan hubungan itu dengan Nayla.
Daren menghidupkan shower. Membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat. Bibirnya masih tak berhenti menyunggingkan senyuman.
Nayla terbangun, dengan perasaan takut. Dia mengedarkan pandangannya ke seisi kamar. Lalu, melihat ke arah tubuhnya yang di tutupi selimut. Saat Nayla mengintip ke dalam selimut, betapa terkejutnya dia melihat gaun dan pakaian dalamnya sudah tidak ada. Dia telanjang.
Air mata Nayla mengalir deras."Hiks... Daren, maafkan aku!" gumam Nayla lirih. Dia tidak menyangka jika laki-laki gila itu akan melec*hkan dirinya.
Nayla menangis terisak-isak. Merasa bersalah kepada suaminya, Daren. Saat sedang menunduk sambil terus menangis. Seseorang menepuk pundak Nayla. Membuat Nayla terlonjak kaget.
"Sayang... Kamu kenapa?" tanya Daren lembut. Wajahnya terlihat khawatir, Daren duduk di hadapan Nayla hanya menggunakan sehelai handuk. Tetesan air berjatuhan dari rambutnya.
__ADS_1
Nayla mengerjabkan matanya. Dia benar-benar melihat Daren, atau hanya halusinasinya saja? Seperti tadi siang."Ka-kamu beneran Daren?" tanya Nayla ragu.
Daren mengangguk, lalu menarik pelan Nayla ke dekapannya."Iya sayang. Ini aku, kamu tenang ya?" jawab Daren lembut.
Nayla kembali menangis, kali ini suara tangisannya cukup terguncang."A-aku takut!" kata Nayla tersendat.
Daren mengusap lembut punggung Nayla. Membuat Nayla merasa sedikit tenang, apa lagi wangi tubuh Daren menyeruak ke indra penciumannya.
"A-ku u-dah g-gak pe-ra-wan da-daren... Maafkan aku! Hiks... Hiks..." kata Nayla terisak.
Daren terkekeh cangung."Gak apa-apa, sayang..." jawab Daren lembut. Karena dia yakin, saat mereka melakukan hubungan itu. Daren menembus sesuatu di milik Nayla. Meninggalkan bekas merah di sprei yang Nayla duduki sekarang.
"A-aku nggak suci lagi. Huaaaaa!" teriak Nayla sambil terus menangis.
Daren hanya tertawa pelan dan berusaha menenangkan Nayla. Nayla melepaskan pelukannya."Apa laki-laki gila itu sudah di tangkap Daren? Dia yang sudah memperk*saku tadi sore!!" tanya Nayla murka.
Daren menggaruk tengkuknya tak gatal."Sebenarnya..."
Nayla mengernyit. Melihat Daren yang tersipu malu. Wajah Daren memerah."Apa?" tanya Nayla.
"Sebenarnya aku-" Daren kembali menggantungkan ucapannya.
"Apa, ishhh!" tanya Nayla kesal.
Daren tersenyum, lalu mengusap pelan wajah Nayla. "Sebenarnya, tadi sore kamu ngelakuin itu sama aku."
Tak ada gerakan apapun di sana. Nayla juga hanya terdiam membeku, berusaha mencerna apa yang baru saja Daren katakan."A-APA?!" Sentak Nayla terkejut. Pikiran Nayla menerawang jauh, ke kejadian tadi sore. Ternyata, itu nyata, bukan halusinasinya saja!
HAPPY READING 🥰🥰🥰
__ADS_1