ONLY MINE!

ONLY MINE!
Lima Belas Hari Menjelang Pernikahan


__ADS_3

"Aku serius, Nina. Dan kamu tau siapa yang di jodohin sama aku?" tanyaku. Nina menggeleng ragu.


"Daren!" sambungku menggebu-gebu karena kesal.


"GILA... Gak nyangka! Tapi, gak mustahil juga sih," jawab Nina sambil memegang dagunya seperti sedang berpikir.


"Gak mustahil gimana? Aku pengen ngebatalin perjodohannya. Tapi... Papa sama mama keliatan udah seneng banget. Terus, Daren juga kemarin bilang kalo dia suka sama aku!" kataku langsung mengingat kejadian kemarin saat Daren menciumku.


Nina memandangku takjub."Gila! Beneran? Kayak di film-film. Judulnya, jodohku adalah pacar bohongan waktu ke nikahan mantan! Wih, jadi film bagus tuh," kata Nina meledekku.


Aku mendengkus kesal."NINA!" teriakku nyaring.


"Tapi, gue sih setuju kalo lu nikah sama Daren. Dari pada sama Bian atau Fahmi, Daren menang segalanya!" kata Nina sambil tersenyum mesem sendiri tanpa memperdulikan aku yang sudah sangat kesal padanya.


"Bantuin aku buat batalin perjodohan ini, ya?" rengekku pada Nina.


"Nggak ah!" tolak Nina mentah-mentah.


"Kenapaaaaaaa?" tanyaku frustasi.


"Kalian berdua cocok!" kata Nina tanpa dosa.


Rasanya aku ingin mengajak Nina berantem sekarang juga. Tapi, tubuhku tidak mendukung. Sangat lemas dan tak berdaya.


*****


Waktu pulang sudah tiba. Aku meregangkan badanku yang terasa pegal karena duduk seharian. Sepertinya aku akan makan-makanan pedas hari ini.


Lebih enak bakso atau mie ayam ya?


Aku memasukan barang-barang ke dalam tasku. Lalu, langsung beranjak untuk pulang. Kayaknya makan bakso enak nih! Udah aku putuskan untuk makan bakso malam ini.


Tok! Tok! Tok!


"Masuk." kataku sambil terus memasukan barang.


"Nay, udah selesai?"


Aku menatap malas ke arah Daren yang berdiri di ambang pintu."Udah! Ngapain kamu ke sini sih? Aku sibuk!" kataku ketus.


Daren menghampiriku dan kembali menutup ruangan."Kan udah selesai... Sibuk apa lagi?" tanya Daren.


"Apa aja. Bukan urusanmu!" jawabku sewot.


Daren terkekeh pelan."Mau makan di luar?"


Aku memandangnya aneh. Kok Daren bisa tau?


"Ayo cepet, kita makan di luar..." sambung Daren.


"Gak! Aku mau makan sendiri," jawabku ketus sambil berjalan menuju pintu untuk meninggalkannya di ruanganku.


Srak!


Daren menarik lenganku dan mengunciku di dinding samping pintu."Daren! Apa-apaan, sih. Lepasin gak!" kataku sambil mendorong dada bidangnya kencang.


Daren tersenyum lembut lalu memelukku erat."Aku kangen, Nay..." rengeknya.


Aku mematung heran dengan perlakuan manja Daren. Tidak! Aku akan tetap membatalkan pernikahan ini.


"Daren! Aku mau pulang. Lepasin sekarang!" kataku ketus sambil mencoba melepaskan pelukan Daren.


Daren semakin mengeratkan pelukannya."Nay... Aku gak sabar buat nikah sama kamu," gumam Daren pelan.


"Hah? Nggak! Kamu jangan mimpi, Daren!" jawabku kesal.

__ADS_1


Daren terkekeh pelan di samping telingaku membuatku sedikit merinding."Cepat atau lambat... Aku akan buat kamu suka sama aku,"


Aku mendorong Daren keras, sampai sedikit terhuyung ke belakang." Daren! Jangan aneh-aneh!"


Daren kembali berjalan ke arahku,"Kamu belum suka sama aku, Nay?" tanya Daren.


Pertanyaan random lagi...


"Bel-"


Cup!


Deg!


Jantungku kembali berdegup kencang. Daren mengecup lembut bibirku. Entah kenapa, Daren sekarang suka sekali menciumku!


"Aku udah tau jawabannya," kata Daren tersenyum sambil mengusap pelan pipiku.


"Ayo pulang..." sambung Daren meraih dan menggenggam lenganku.


Setelah sepuluh menit Daren mengendarai mobil. Dia hanya diam saja, tidak berbicara satu kata pun. Membuatku merasa tidak nyaman.


"Daren..." pangilku pelan.


Daren menoleh sekilas."Iya, Nay?" jawabnya.


"Aku... Aku mau makan bakso dulu,"


"Bakso? Di mana?"


"Ada abang bakso langgananku, nanti di depan belok kanan. Dari situ nggak jauh," kataku menunjukan jalan ke arah abang bakso langgananku.


"Oke," jawab Daren.


*****


Aku dan Daren turun. Lalu, kami langsung masuk. Dari jauh terlihat mama dan papa sedang duduk di sofa menghadap satu laki-laki yang aku kenal. Itu Bian! Mau apa lagi manusia satu itu?


"Udah pulang..." kata mama langsung beranjak menghampiriku dan Daren.


"Iya ma..." jawabku pelan.


"Ayo Daren sini... Kenalin, ini Bian teman sekolahnya Nayla!" kata mama antusias mengenalkan Bian pada Daren.


Daren memandang Bian datar."Udah kenal, ma," jawab Daren.


Mama terlihat kaget mendengar jawab Daren."Wah, udah kenal? Bagus dong!" kata mama senang.


Bian menatap Daren tak suka."Tante, dia siapa? Kok manggilnya mama?" tanya Bian.


Mama merekahkan senyumnya."Dia Daren, mantunya tante!" jawab mama.


Raut wajah Bian seketika berubah."Emangnya, Nayla udah nikah?"


"Belum... Lima belas hari lagi, kamu datang ya!" kata mama sambil mengusap pelan kepalaku yang bersandar di bahunya.


"Ma, jangan di kasih tau..." bisikku pelan.


Mama menatapku heran."Kenapa sayang? Kan Bian temen kamu, gak apa-apa kalo dia datang kan?" tanya mama tidak mengerti. Karena mama memang tidak tau apa yang sudah Bian lakukan padaku. Mama juga tidak tau sifat asli Bian. Bian selalu bersikap baik di depan mama dan papa.


"Daren... Mama sama papa kamu sehat, nak?" tanya papa mengalihkan pembicaraan.


"Sehat, pa. Besok juga mereka mau berangkat ke luar kota buat bisnis katanya," jawab Daren.


"Begitu, ya? Bagus deh kalo sehat. Papa sama mama juga besok ke luar kota, paling seminggu aja. Nanti pulang sebelum kalian menikah. Oh, iya Daren. Papa titip Nayla ya?" kata papa.

__ADS_1


Daren mengangguk yakin."Siap pa!"


Papa terkekeh pelan melihat tingkah Daren."Bagus..."


"Pa... Malam ini Daren mau ngajak Nayla ke rumah Adnan boleh nggak? Soalnya ada acara di sana. Nina juga datang kok," kata Daren meminta izin.


Papa mengangguk."Boleh... Asalkan jangan mabuk-mabukan ya?" kata papa mengingatkan.


Daren mengangguk patuh."Daren gak suka minum-minuman kok, pa. Papa tenang aja!" jawab Daren senang.


Bian berdiri, aku terus menatapnya datar."Om... Tante... Bian pamit pulang dulu," kata Bian menyalami papa dan mamaku.


"Loh, Bian cepet banget pulangnya!" eluh mama.


"Iya tante, soalnya ada kerjaan nih," jawab Bian sedikit terkekeh.


Mama mengangguk mengerti."Yaudah, hati-hati di jalan ya! Jangan lupa nanti datang ke nikahan Nayla..."


"Siap tante. Pasti datang, kok!" jawab Bian lalu bergegas pergi.


Setelah Bian pergi, mama menoleh ke arahku."Sayang... Kok kamu larang Bian buat datang, emangnya kenapa? Kalian lagi bertengkar?" tanya mama pelan.


"Iya tuh. Dulu kan kemana-mana bareng Bian. Nay gak boleh gitu," sahut papa.


"Nay... Nggak suka sama Bian!" jawabku langsung pamit dan pergi ke kamar.


Moodku benar-benar hancur hari ini. Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur, rasanya aku pengen maraton drakor saja sampai taun depan!


Tok! Tok! Tok!


Aku menoleh cepat ke arah pintu dan langsung bergegas untuk membukanya. Siapa tau mama atau papa ingin berbicara suatu hal yang penting.


Kret...


Wush~


Ternyata Daren yang menerobos masuk ke kamarku!


"Daren? Keluar sekarang!" kataku tegas tapi sedikit pelan. Takut mama dan papa dengar.


"Kamu kenapa?" tanya Daren padaku.


Aku mengernyit."Kenapa apanya?"


"Kamu pernah di apain sama Bian? Sampai kamu keliatan gak nyaman pas ketemu sama dia?" tanya Daren sambil menyenderkan badannya ke tembok.


"E-engga di apa-apain! Udah sana keluar!" kataku berusaha mendorong Daren keluar dari kamar.


Daren tersenyum nakal."Mau bilang atau aku cium?" tanya Daren sambil mengedipkan sebelah matanya.


Aku menatapnya meledek."Ancamanmu nggak berlaku di sini! Kamu mana berani," cibirku.


Daren mencodongkan badannya."Kamu nantangin?" bisiknya pelan di telingaku.


Aku mundur beberapa langkah."Nggak! Aku yakin kamu nggak akan bera-"


Daren menarik pinggangku membuatku terhuyung dan merapat pada tubuhnya. Lalu, Daren menarik tengkukku. Aku reflek mendorongnya. Tapi, sia-sia! Daren sama sekali tidak bergerak sedikit pun.


Cup!


Daren mencium bibirku lembut, memagutnya perlahan membuat jantungku kembali berdetak tak karuan. Aku langsung memejamkan mataku sambil memberontak mencoba melepaskan pagutan Daren. Tapi, tangan Daren yang tadi menarik tengkukku berubah dan menahan kepalaku.


"Hmmmppp!"


Bersambung...

__ADS_1


Haiiii semuanyaaaa! Gimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya! Jangan lupa like dan komentarnya biar author semangat buat update. Terimakasih!🥰❤️


__ADS_2