ONLY MINE!

ONLY MINE!
Malam pertama


__ADS_3

"Gilaaaa. Capek banget!" keluh Nayla. Dia berbaring di atas kasur masih menggunakan gaun pengantin.


Nayla menghembuskan napas berat."Emang nikah secapek ini ya? Mana belum selesai!"


"Ngapain ngomong sendiri?"


Nayla menoleh ke arah Daren yang hendak membuka bajunya."Woi! Jangan sembarangan. Buka di kamar mandi sana! Enak aja buka di sini!" kata Nayla mengomel.


Nayla dan Daren memang sedang beristirahat di hotel. Niatnya, Nayla ingin memesan satu kamar lagi untuk dirinya. Tapi, orang tuanya malah melarang.


Daren yang tidak mendengarkan omelan Nayla, langsung membuka bajunya tepat di hadapan Nayla. Membuat Nayla menutupi wajahnya menggunakan kedua lengannya."Kenapa di tutupin? Kan kita udah nikah," tanya Daren tanpa dosa.


Nayla hanya diam, setelah Daren masuk ke kamar mandi. Nayla langsung beranjak untuk menghapus riasannya menggunakan micellar water. Nayla kembali menarik napas panjang."Besok harus di rias lagi..." gumam Nayla.


Setelah selesai menghapus riasan. Nayla hendak membuka gaunnya, karena jika membukanya di kamar mandi. Pasti akan basah. Nayla mendengarkan Daren yang masih menyalakan air di kamar mandi.'Masih lama kali ya? Jadi nggak bakalan ngeliat,' batin Nayla.


Nayla membuka gaunnya perlahan. Walau pun jantungnya berdegup tak karuan, karena takut Daren sudah selesai dan keluar dari kamar mandi. Saat semuanya sudah terbuka, Nayla bergegas mengambil handuk di kopernya.


'Ya ampun. Handuk aku kemana! Nyesel udah buka gaun duluan, harusnya nyari anduk dulu. Nay! Kebiasaan...' batin Nayla merutuki dirinya sendiri.


Nayla terus mengacak-acak kopernya. Mencari keberadaan handuk birunya, tapi tak kunjung ketemu."Apa ketinggalan ya?" gumam Nayla.


Bunyi percikan air di kamar mandi berhenti. Membuat Nayla makin kelabakan sendiri.'Duh. Gimana dong!' Nayla yang panik langsung memakai baju yang ada di hadapannya.


Daren keluar dari kamar mandi, melihat Nayla yang sudah ganti baju."Kamu gak mandi dulu?" tanya Daren.


Nayla tak menoleh. Karena dia tau, Daren pasti hanya memakai handuk kecil, yang menutupi pinggang Sampai pahanya saja."Anduk aku ketinggalan," jawab Nayla.


"Mau pake anduk aku?" tawar Daren.


"Emang kamu punya anduk dua?" tanya Nayla. Lagi-lagi dia tak menoleh.


"Ada,"

__ADS_1


Nayla berdehem pelan. Dia sangat ingin mandi, tapi jika tidak memakai handuk, bagaimana?"Anduknya panjang nggak? Aku gak mau kalo pendek kayak yang kamu pake!"


"Panjang kok. Udah sana mandi! Bau asem sampe ke sini," jawab Daren.


"Anduknya mana?" tanya Nayla.


"Udah mandi dulu, ntar aku ketok pintunya. Anduknya aku cari dulu di koper. Oh, iya. Abis ngasih anduk aku mau ke bawah bentar ya?" jelas Daren.


"Oke."


Nayla langsung masuk ke kamar mandi. Saat air membasahi tubuhnya, rasa cepek yang dia rasakan seharian ini ikut mengalir.


Tok! Tok!


Daren mengetuk pintu kamar mandi, Nayla bergegas ke arah pintu dan membukanya sedikit. Tangan Daren sedikit masuk sambil menyodorkan handuk. Nayla langsung mengambilnya dan kembali mengunci pintu. Nayla melanjutkan mandinya yang tertunda.


Setelah beberapa saat, Nayla selesai mandi. Dia langsung bergegas keluar dari kamar memakai handuk Daren. Nayla menengok kanan dan kiri, Daren tidak ada! Sepertinya dia lagi ke bawah untuk mengambil camilan.


Kreetttt


"Aaaaaa! Daren! Jangan masuk dulu!" kata Nayla panik dan mencoba menutupi tubuh bagian atasnya.


BUK!


Daren yang tak sengaja melihat tubuh bagian atas Nayla, langsung berbalik badan dan menutup pintu. Nayla langsung bergegas memakai baju, dan berbaring di atas kasur. Nayla menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Daren terduduk di sofa sambil memegang dadanya. Jantungnya berdegup tak karuan, pikirannya melayang jauh. Punggung dan perut Nayla terus melintas di otaknya.


"Ah, sial*an! jangan berpikiran mesum, Daren!" gumam Daren pelan. Daren menjambak rambutnya frustrasi. Setelah itu, Daren membaringkan tubuhnya di sofa. Menghadap kanan dan kiri, pikirannya terus di penuhi oleh Nayla.


*****


Nayla terbangun dan langsung mengambil ponselnya. Ternyata, baru jam dua malam. Tenggorokan Nayla kering, dia kehausan. Tapi, air di atas meja habis. Jadi, mau tidak mau dia harus keluar dari kamar.

__ADS_1


Nayla berjalan ke arah dapur dan meneguk air dingin dari kulkas. Saat melewati ruangan televisi, Nayla melihat Daren yang sedang memeluk dirinya sendiri. Sepertinya dia kedinginan. Nayla mengernyit. Sedang apa Daren ada di sini? Sesaat kemudian dia langsung tersadar. Kalo dia dan Daren sudah menikah.


Jantung Nayla berdegup kencang, tapi dia tetap menghampiri Daren. Nayla melihat wajah tampan Daren yang tertidur cukup pulas. Membuat Nayla tersenyum geli sendiri. Pasalnya, mau bagaimana pun ekspresi tampan Daren. Di otak Nayla, Daren tetap laki-laki jahil yang suka menggoda. Apa lagi, dia suka mencium Nayla secara tiba-tiba.


"Daren..." panggil Nayla pelan.


Daren melenguh pelan."Hmm..." jawab Daren.


"Daren... Ayo pindah ke kamar," kata Nayla. Kali ini dia mengguncang pelan tubuh Daren.


Daren mendongak sambil mengucek matanya."Nay..." panggil Daren. Suaranya yang berat dan serak membuat Nayla kelabakan sendiri.


"I-iya... Ayo pindah ke kamar," jawab Nayla terbata.


Nayla menuntun Daren ke kamar, karena Daren masih menutup setengah matanya. Takutnya, Daren malah menabrak tembok jika tidak Nayla tuntun. Setelah sampai kasur, Nayla kembali membaringkan tubuh Daren dan tak lupa menyelimutinya.


Sreettt!


Nayla terkejut, saat pinggangnya di tarik oleh Daren. Membuat Nayla terhuyung dan jatuh ke samping Daren. Daren langsung memeluk Nayla erat dan menyelimuti tubuhnya dan Nayla.


"Daren lepas!" kata Nayla berontak. Tapi, saat Nayla melihat ke arah Daren. Daren masih memejamkan matanya, tapi kenapa dia bisa menarik Nayla dan memeluknya seerat ini? Apa Daren pura-pura tidur? Atau dia mengigau? pikiran Nayla berkecamuk. Tubuhnya di kunci oleh Daren. Apa lagi, wajah Nayla tenggelam di cekukan leher Daren. Membuat wangi tubuh Daren menyeruak masuk ke indra penciumannya.


"Da-daren..." panggil Nayla pelan. Dia mencoba membangunkan Daren supaya melepaskannya.


Daren hanya diam. Tapi tubuh Daren merosot ke bawah secara perlahan, sampai ke cekukan leher Nayla. Membuat posisi mereka terbalik."Daren ayo lepaskan! Jangan main-main!" kata Nayla kesal. Karena jantung Nayla sejak tadi terus berdegup tak karuan.


Daren masih memeluk Nayla erat. Membuat Nayla tak bisa pindah dari tempanya sekarang. Nayla memberontak pun, Daren hanya diam tak bergeming sedikit pun. Jadi, sia-sia saja dia mengeluarkan tenaga jika sudah begini. Rasa kantuk yang sejak tadi terus menyerang Nayla. Sampai Nayla kecapean sendiri, karena terlalu banyak memberontak dan sudah tidak sanggup menahan kantuknya. Nayla tertidur di pelukan Daren.


Saat mendengar deru napas Nayla yang teratur. Dan Nayla sudah tidak memberontak sedikit pun. Daren mendongak, ternyata Nayla sudah tertidur. Daren tersenyum senang, mengusap lembut wajah cantik Nayla.'Maaf sayang... Aku sengaja biar bisa meluk kamu, di malam pertama kita ini.' batin Daren.


Bersambung...


Terimakasih buat kakak-kakak semua yang sudah baca dan support aku! Jangan lupa, like dan komentarnya yaaa. Biar aku semakin semangat buat update bab baru😊❤️

__ADS_1


__ADS_2