ONLY MINE!

ONLY MINE!
Austin keterlaluan


__ADS_3

Nay ini aku, buka matamu..."


Suara ini...


Aku membuka mataku perlahan,"Daren!" kataku kaget, kenapa tiba-tiba ada Daren? Perasaan dari tadi aku tidak melihat dia.


"Kamu kenapa ikutan dansa, sih?" bisik Daren.


Aku menggeleng pelan."Aku mau nyari Nina. Tapi, Austin malah narik pinggangku terus nyuruh dansa."


Daren menghembuskan nafas gusar."Makanya, jangan jauh-jauh. Nina ada sama Adnan, dia lagi nyariin kamu juga. Tapi, kamu nya malah di sini. Kita niatnya mau pulang, makan di rumah makan padang. Mau ikut ga?" kata Daren kesal.


Aku berbinar."Mau!"


"Udah sekarang selesein dulu..."


Jlep.


Lampu kembali mati, musik pun berhenti. Udah ke empat kali, berarti sekali lagi.


Aku merasakan tanganku di tarik kencang sama seseorang. Tapi, Daren memelukku erat. Bahkan dia seperti habis melepaskan tangan yang menarikku. Dan meletakan tanganku di lehernya, seperti sedang memeluk.


Jantungku berdegup kencang, aku gak mau pindah ke siapa-siapa!


Kini, aku merasakan tanganku di tarik paksa. Sampai pelukanku pada leher Daren terlepas, untungnya Daren masih memelukku erat. Kemudian Daren memutar badannya membelakangi pelaku yang menarikku tadi, entah dia Austin atau bukan. Tapi, aku merasa kalo itu memang dia.


Tak!


Lampu kembali menyala beriringan dengan musik yang kembali menggema. Aku sangat lega masih bersama Daren.


Aku mengedarkan pandanganku, ternyata Austin sedang menatapku tajam sambil berdansa dengan wanita lain. Apa orang yang menarikku dengan paksa itu Austin?


Aku memalingkan wajahku ke arah lain.


"Kenapa... Ada yang sakit?" tanya Daren pelan.


Aku menggeleng,"Nggak kok... "


"Jangan khawatir," kata Daren sambil mengencengkan pelukannya di pinggangku membuat aku sedikit menempel padanya.


Jlep.


Lampu mati dan musik kembali berhenti untuk yang terakhir kalinya. Aku memeluk erat Daren. Aku gak mau sama Austin! Tapi, bukan berarti aku mau sama Daren. Cuma... Daren lebih baik.


"Ah! Jangannn...." teriak tertahanku sedikit kencang. Bisa-bisanya orang gila itu menyobek gaunku dari punggung sampai pinggang!


Bagaimana ini?


"Sial*n!" kata Daren sarkas.


BRUKKK!


Daren langsung melepaskan jasnya dan memakaikannya padaku.


Tak!


Lampu menyala dengan musik menggema. Terlihat, Austin sedang duduk di lantai sambil mengusap punggungnya yang terbentur dinding.


"BANGS*T! BISA-BISANYA LU SOBEKIN BAJU NAYLA!" bentak Daren kasar. Daren terengah-engah dan menarik kerah baju Austin.


Brukkk!


Daren menonjok pipi Austin membuatnya terhuyung kebelakang.

__ADS_1


"PUNYA NIAT BUSUK APA LU KAYAK GITU? GAK DAPAT DANSA SAMA NAYLA, MALAH SOBEKIN BAJUNYA GITU? SETRES!" teriak Daren murka.


Adnan dan Nina menghampiri. Aku berdiri syok melihat Daren yang mengamuk.


Dareng mengacak rambutnya kasar dan menarik nafas panjang."Pak Austin. Saya sangat kecewa dengan perlakuan anda... Mulai detik ini, saya mencabut semua saham saya di perusahaan anda!" kata Daren tegas.


Austin menatap Daren nanar."Pak! Saya minta maaf, saya janji nggak akan melakukan hal seperti itu lagi!"


Daren menatap Austin tajam lalu berjalan ke arahku.


"Ayo pulang." katanya.


Aku tersentak kaget waktu Daren tiba-tiba menggendongku.


"Da-daren... Aku bisa jalan!" bisikku pelan.


Daren hanya diam, rahangnya tegang, pandangan matanya tajam.


Aku mengedarkan pandanganku kepenjuru. Semuanya sedang menatap ke arah kami, apa lagi saat satpam membuka pintu. Kami sudah di hadapkan dengan kamera dan wartawan.


Aku menenggelamkan wajahku di dada bidang Daren karena malu.


"Pak Daren! Ada apa dengan bu Nayla?" tanya salah satu wartawan.


Wartawan semakin mengerubungi kami, membuat kami susah untuk lewat.


"Minggir." kata Daren tegas.


Adnan melangkah di depan Daren dan membuka jalan. Setelah sampai di mobil Daren, aku melihat Nina sedang duduk di kursi pengemudi.


"Nin kamu yang bawa?" tanyaku aneh.


Nina berdecak sebal."Lu di apain sama si Austin?"


Daren berdehem."Nggak dikit kalo semua punggungmu keliatan, Nay."


"Brengs*k emang si Austin!" kata Nina sambil memukul gagang stir.


"Kamu ke mana aja, Nin... Kok lama?" tanyaku kesal.


Nina menoleh melototkan matanya padaku."Lu yang ke mana aja, Nayla! Gue bilang kan tunggu di situ. Kenapa malah keluyuran!"


Aku terkekeh pelan."Tadi Austin gangguin, terus kamu lama perginya. Niatnya mau aku susulin. Tapi, Austin malah paksa buat dansa. Untung ada Daren! Walau pun tadi aku sama Daren dansa dikit."kataku kesal.


Adnan yang duduk di kursi sebelah Nina terkejut."Hah? Daren dansa! Masa sih? Gak mungkiinnnnn!"


Aku mengernyit."Loh, kenapa? Kok gak mungkin?"


"Daren paling-" belum sempat Adnan menyelesaikan ucapannya Daren sudah memotong.


"Diem Adnan!" potong Daren sambil menatap tajam Adnan.


Adnan berdehem."Terus apa aja yang di lakuin Austin?"


"Nggak ada, cuma cium tangan aja. Sambil maksa ngajak dansa." jawabku.


"Hah? Cium tangan bagian mana!" kata Nina sedikit membentakku.


"Deket bahu..." kataku pelan.


"BRENGS*K! AYO BALIK LAGI, GUE BAKAR TUH GEDUNG SAMA AUSTIN-AUSTINNYA!" teriak Nina emosi.


"Kenapa kamu diam aja?" tanya Adnan. Sambil mengusap pelan punggung Nina, supaya Nina sedikit tenang.

__ADS_1


Aku menggeleng."Aku gak diam aja. Aku juga berusaha biar dia ngelepasi aku. Cuma, setiap aku berontak, dia makin nempelin badannya ke badanku. Katanya, dia gak bakalan lepasin aku. Makanya, pas ada Daren aku kaget..." kataku menjelaskan.


Badanku gemeteran, karena bingung sama apa yang aku alami tadi. Aku memang kurang suka keramaian, dan tidak pernah berdansa sama laki-laki juga. Seringnya sama Nina, hehe.


Adnan, Nina dan Daren diam.


Aku meneguk ludahku kasar. Mereka kenapa?


"Kamu... Beneran cabut semua saham kamu di perusahaan Xxx1?" tanyaku pada Daren.


Daren menganggukan kepalanya."Bukan cuma aku, papamu juga bakalan cabut semua saham di Xxx1."


Aku mengangguk."Aku sebenarnya udah niat dari pas dia godain aku di sofa." kataku tegas.


"Sebentar lagi, Xxx1 bakal bangkrut." kata Nina sarkas.


"Bukan sebentar lagi, memang udah bangkrut!" jawab Adnan.


Aku mengernyit,"Kenapa? Kan masih banyak perusahaan yang naro saham di sana kan?"


"Banyak... Tapi gak sebanyak Daren. Hampir 50 persen saham Daren semua. 30 persen saham papamu dan sisanya perusahaan lain." kata Adnan menjelaskan.


Aku langsung menoleh ke Daren,"Tapi... Kasian juga, Kan papanya Austin yang membangun perusahaan sekarang malah bangkrut..." kataku mengingat wajahnya pak Andre.


"Udah konsekuensinya." kata Daren menatapku dalam.


Aku langsung membuang wajahku ke arah lain. Daren kenapa? Kok seperti ada yang berbeda dengan dia?


"Nay... Mau ke rumah makan padang?" tanya Nina antusias.


Aku mengangguk antusias."MAU... MAU!"


Tak lama Nina langsung membelokan mobil Daren tepat di depan rumah makan padang. Kami semua langsung turun...


"YEAYYYYY... Ayo makan dua piring!" kataku yang merangkul pundak Nina.


"AYOOO! Makan sampai pingsan!" kata Nina yang membalas merangkulku.


"Makan secukupnya aja!" kata Adnan mengingatkan.


"Liat aja nanti siapa yang makan paling banyak!" kataku sambil melirik ke arah Daren.


Kami berempat masuk. Dan aku langsung memesan enam porsi nasi, empat teh manis anget, sama empat air mineral.


Kenapa enam porsi nasi? Karena satu porsi doang gak bakalan cukup, hehe! Kami berempat duduk di satu meja, Nina duduk berhadapan denganku dan Daren berhadapan dengan Adnan. Jadi, yang duduk di sebelahku itu Daren.


Setelah nasi dan minuman datang, aku langsung mengambil ayam bakar dan gulai tunjang. Begitu pun dengan Nina dan Adnan. Berbeda dengan Daren yang malah duduk menghadap ke arahku. Dia sama sekali tidak menyentuh nasi!


"Kenapa?" tanyaku bingung sambil memasukan sesuap nasi ke dalam mulutku.


"Enakkk!!!" pekikku senang.


Nina mengangguk mengiyakan.


"Suapin..." kata Daren pelan.


Uhuk! Uhuk!


Nina dan Adnan terbatuk-batuk, aku langsung menyodorkan dua botol air ke arah mereka. Tak menyangka reaksi mereka berdua seperti itu, walau pun aku juga sedikit kaget!


"Da-daren..." kata Adnan melongo sambil menatap Daren yang sedang mangap karena aku suapin.


Bersambung...

__ADS_1


Hai semuaaaa... Gimana bab 15 ini? Boleh like dan komentar di bawah yaaa... Biar author makin semangat updatenya! Terimakasih 🥹❤️


__ADS_2