ONLY MINE!

ONLY MINE!
Belanja melepas masa Lajang!


__ADS_3

Nayla merosot lesu ke atas meja kerjanya. Bagaimana bisa, hari ini adalah hari terakhir dia melajang. Karena besok, dia sudah menjadi istri orang."Bagaimana ini... Aku jadi ragu," gumam Nayla sendirian.


Nayla melihat jam di pergelangan tangannya. Sepuluh menit lagi dia akan pulang. Walau pun sekarang pekerjaannya sudah selesai, tapi dia tidak mau pulang duluan.


Tok! Tok! Tok!


Nayla menatap nanar ke arah pintu."Masuk," kata Nayla lemas.


Nina masuk ke ruangan Nayla, sudah memakai tas nya hendak pulang."Nay, udah selesai? Pulang yuk!" ajak Nina.


Nayla menggeleng."Aku mau nginep di kantor aja..." jawab Nayla lesu.


Nina menggeleng pelan. Dia tau, sahabatnya ini sedang gugup. Karena besok adalah hari pernikahannya. Nina berdehem."Gimana kalo malam ini gue nginep?" kata Nina.


Nayla mendongak."Boleh!" jawab Nayla sedikit antusias.


Nina tersenyum simpul."Yaudah, yuk!"


Nayla langsung berdiri dan mengambil tasnya. Berjalan ke arah Nina lalu menggandeng lengannya. Mereka berdua berjalan ke arah parkiran. Padahal, masih ada lima menit lagi untuk pulang. Tapi, karena pekerjaan keduanya sudah selesai, mereka memutuskan untuk pulang duluan. Apa lagi, posisinya Nayla tidak membawa mobil. Karena tadi pagi dia di antar sopir. Jadi, Nayla hanya perlu mengirimkan pesan ke pak sopir supaya tidak perlu menjemputnya.


Nayla dan Daren memang akan melangsungkan pernikahan besok. Mama dan papanya sedang sibuk mengurus gedung. Harusnya Nayla tidak bekerja hari ini, tapi karena ada beberapa urusan yang harus di selesaikan. Nayla terpaksa harus masuk ke kantor.


"Nay? Mau nyamperin mama sama papa lu dulu?" tanya Nina.


Nayla menggeleng."Nggak deh, Nin. Aku capek banget. Aku mau serahin semuanya sama mama dan papa aja. Hari ini kita puas-puasin jalan berdua yuk?" jawab Nayla.


Nina tersenyum senang."Boleh! Kita ke mall aja gimana? Udah lama juga kan?" kata Nina.


Nayla mengangguk."Oke. Aku juga pengen beli beberapa baju sih!" jawab Nayla antusias. Apa lagi kalo soal belanja, mereka berdua sangat menyukainya.


Drrtttt


Nayla merogoh ponselnya. Ternyata, Daren mengirimkan pesan.


"Nay... Kamu di mana?"


Nayla membaca pesan dari Daren. Lalu, membalasnya."Lagi di jalan, mau ke mall sama Nina,"


Tuk. (Terkirim)


Drttttt


Belum sampai satu menit, Daren sudah membalas pesan Nayla."Oke. Hati-hati ya. Aku udah kirim uang buat jajan hari ini. Di abisin ya!"

__ADS_1


Nayla mengernyit.'Kirim uang buat jajan? Emangnya dia pikir aku nggak punya uang apa?' batin Nayla.


Nayla membuka m-banking yang ada di ponselnya, dan melihat berapa nominal yang Daren berikan untuknya."Gila!" pekik Nayla sedikit terkejut.


"Kenapa?!" kata Nina panik.


Nayla terkekeh canggung."Nggak! Ini si Daren ngirim uang, katanya buat jajan hari ini, suruh di abisin. Walau pun aku punya uang, tapi kaget aja kalo di kasih dari orang!" jawab Nayla.


Nina mengangguk mengerti."Wajar dong. Daren ngasih lu uang, kan besok kalian menikah! Oh, iya. Dia ngasih berapa?"


Nayla menghembuskan napasnya berat."Iya sih, besok aku bukan lajang lagi! Huaaaaaa!!!" kata Nayla pura-pura menangis.


Nina terkekeh pelan."Udah woi! Dia ngasih berapa Nay! Gue penasaran nih!" kata Nina sewot.


Nayla berdehem."Lumayan sih..." jawab Nayla.


"Berapa woi! Lumayan itu berapa! Gue agak ragu sama jawaban lu," kata Nina kesal.


Nayla berdehem lagi." 1 miliar..." jawab Nayla pelan.


Ckiiittttt


Nina mengerem mobilnya dadakan."Apa?! Gila lu! 1 miliar di bilang lumayan. Itu gede bego! Apa lagi buat satu hari!!" kata Nina sarkas. Nayla tertawa pelan melihat reaksi Nina, sudah bisa Nayla tebak.


"Mau ke mana dulu, Nay?" tanya Nina.


Nayla berdehem."Aku ikut kamu aja, Nin. Kamu mau makan dulu?"


Nina mengangguk."Pasti dong! Makan ramen gimana, mau nggak?" tanya Nina.


"Mau!" jawab Nayla antusias.


Setelah menemukan restauran ramen. Mereka berdua langsung masuk dan memesan. Tak lama, makanan pun sampai dan mereka langsung menyantapnya.


"Nay... Besok kan lu nikah. Nah, sehabis nikah kalian mau tinggal di mana?" tanya Nina penasaran.


Nayla berdehem pelan."Belum tau sih, Nin. Tapi Daren pernah bilang, mau tinggal di rumah yang pernah aku inepin pas pulang dari ulang tahun Adnan," jelas Nayla.


"Oh gitu... Bagus deh, tinggal berdua!" kata Nina senang.


"Menurutmu... Orang yang habis menikah itu ngelakuin apa aja sih?" tanya Nayla.


Nina tertawa pelan."Nanya sama siapa, neng? Gue kan belum nikah. Ya mana gue tau!" jawab Nina sewot.

__ADS_1


Nayla terkekeh."Iya, sih... Maaf!"


Nayla dan Nina akhirnya pulang, setelah capek berkeliling di mall. Apa lagi, dengan belanjaan yang lumayan banyak. Hari ini, Nayla membeli barang yang sama dengan Nina. Setiap Nayla beli, dia juga membelikan Nina. Karena dia bingung sendiri, uang 1 miliar dari Daren harus dia apakan. Soalnya, Daren menyuruhnya untuk menghabiskan uang itu. Sekalian, biar pas jalan-jalan bisa couple sama Nina!


Nina memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah Nayla. Karena malam ini, dia akan menginap.


Dari jauh, mama Nayla menghampiri."Nay... Kok pulangnya malem sih? Kan besok kamu nikah sayang!" kata mama lembut.


"Nggak malem banget kok, ma. Sekarang juga mau langsung istirahat," jawab Nayla.


Mama menggangguk pasrah."Kamu sama Nina udah makan?" tanya mama.


"Sudah ma. Yaudah, Nayla mau ke kamar dulu ya!" pamit Nayla.


"Beneran Nin?" tanya mama ke Nina.


Nina mengangguk."Beneran tante!" jawab Nina tanpa ragu. Mama Nayla tersenyum lembut.


"Aku boleh nginep di sini kan, tan?" tanya Nina.


Mama Nayla tertawa pelan."Ya boleh dong, sayang. Tante malah seneng!" Setelah sedikit berbincang, Nina pamit untuk menyusul Nayla.


Saat masuk ke dalam kamar Nayla, Nina berdecak kesal. Karena Nayla tertidur masih menggunakan baju kantor, belum mandi dan bersih-bersih pula!


"Nay..." panggil Nina pelan.


Nayla berdehem pelan.


"Nayyy... Mandi dulu!" kata Nina kesal. Karena Nayla hanya berdehem tanpa membuka matanya.


Lagi-lagi, Nayla hanya berdehem.


"Buset Nay! Melek napa! Ham hem ham hem doang yaelah!" ujar Nina mulai emosi. Nayla harusnya tau, kalo kesabaran Nina itu setipis tisu basah di bagi dua!


"Iya..." jawab Nayla masih dengan mata tertutup.


"Nay! Ada Daren tuh!" pekik Nina.


Nayla langsung terduduk di tempatnya, sambil mengedarkan pandangannya."Mana! Mana!" sahut Nayla cepat. Dengan mata yang sudah terbuka sempurna.


"Soal Daren aja, gercep!" dengkus Nina sebal.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentar ya teman-teman. Supaya aku terbantu untuk lebih semangat buat update nya! Terimakasih 🥹❤️


__ADS_2