
Hani sampai lebih dulu,ia langsung menunggu ke hunian yang sudah di janjikan,Hani menunggu sambil berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota B yang sangat sibuk,semua terlihat jelas di mata Hani,karna hunian yang di tuju berada di lantai 19 membuat Hani sedikit ngeri,saat ia melihat bagian bawah gedung,ia pun mundur sedikit demi sedikit Dan
"brukkk"ia menabrak seseorang di belakang nya
Hani terkejut lalu berbalik tanpa melihat siapa yang ia tabrak dan membungkuk kan badan nya
"maaf kan saya,saya tidak sengaja "ucap Hani lalu mengangkat kepala nya dan menatap siapa yang orang yang ia tabrak tadi
Betapa terkejut nya Hani,mata nya langsung membelalak,tubuh nya seketika kaku,ia bingung respon apa yang harus ia tunjukan,dan tanpa sadar ia memundur kan kaki nya
"kenapa....kenapa harus orang ini"batin Hani
"kau orang dari perusahaan xx?"suara Haru membuyarkan kekagetan Hani
"ya...ah iya"kekagetan Hani masih belum hilang,ia menengok kekanan dan kekiri,mencari apakah ada orang lain di sini,dan ia tidak menemukan siapa pun,pintu hunian itu memang sengaja Hani buka supaya calon pembeli langsung masuk saja
Haru memang sengaja pergi sendiri tanpa jero,dan ia juga sengaja bersikap seperti mereka tidak pernah bertemu
"ada apa,apa kau mencari sesuatu?"tanya Haru tenang
Hani lalu menatap wajah tampan Haru sebentar,lalu menurun kan pandangan nya ke bawah
"tidak,tidak ada"Hani sambil menggeleng kan kepala nya,Haru hanya mengangguk lalu berjalan jalan seperti selayak nya orang yang melihat lihat hunian
Hani hanya diam di tempat nya,ia melupakan apa tugas nya di ke tempat ini
"bagaimana orang ini bisa bersikap santai begini,apa dia tidak mengingat ku?tapi jika itu benar akan lebih baik"batin Hani
"apa kau tidak akan menjelas kan tentang hunian ini?"ucap Haru sambil menengok ke arah gadis yang masih terlihat bingung itu
"iya...maaf,maaf kan saya,saya akan menjelas kan mulai dari sini"ucap Hani yang sambil menunjuk bagian dapur terlebih dahulu,Hani terus menjelas kan satu persatu setiap ruangan yang ada di hunian itu,ia mencoba tetap profesional,walau pun sebenarnya ia ingin lari dari tempat itu saat ini juga
Saat waktunya menunjukan ruangan kamar,Haru langsung melepas kan jas yang ia kenakan dan meninggal kan kemeja putih yang menempel di tubuh nya,ia menggulung sedikit lengan baju nya yang membuat garis urat di lengan Haru terlihat,dan jam tangan mewah yang ia kenakan membuat ketampanan nya semakin meningkat
#Kalian para cewek pasti tau kan betapa menarik nya kalau cowok yang badan nya atletis cuma pakai kemeja putih doang🤭🤭🤭maaf ya author nyeleneh#oke kita lanjut ya
Haru lalu merebah kan tubuh nya di atas ranjang dengan posisi telentang
karna Hunian itu adalah yang terbaik,jadi semua perabotan dan peralatan rumah sudah lengkap
__ADS_1
Hani yang melihat adegan itu langsung memalingkan wajah nya karna malu
Haru memang sengaja menggodanya,ia ingin melihat reaksi Hani
"Hahh,ternyata kau tetap masih gadis polos,di mana keberanian mu saat kau melemparkan uang pada ku"batin Haru sambil tersenyum licik
Merasa puas dengan keisengan nya,Haru bangun dari tidur nya
"ganti ranjang ini,ini sama sekali tidak nyaman"ucap Haru
"baik,apa ada merk tertentu yang anda sukai,kami akan menggantinya dengan merk tersebut"ucap Hani
"nanti ku beri tau"ucap Haru,tetap dengan ketenanganya
Hani yang sedari tadi salah tingkah karna berusaha menutupi perut nya,dan perasaan malu saat mengingat mereka pernah memiliki hubungan satu malam,membuat Haru mulai risih,Hani sedari tadi pun tidak mau menatap Haru sama sekali dan itu membuat Haru mulai kesal
"Apa kau punya kebiasaan berbicara dengan orang tanpa menatap?"tanya Haru
Hani menghirup nafas panjang,dan masih tetap sedikit menunduk
"ya tuhannn,ku mohon buat lah keadaan seperti ini cepat berlalu"batin Hani memelas
"apa kau tidak berfikir orang yang kau ajak bicara, akan merasa ia tidak di hargai?"pancing Haru lagi
"apa maksud mu,aku seperti ini hanya pada mu,aku bahkan bersyukur jika kau berfikir seperti itu"batin Hani sambil terus meremas bagian rok nya
"maaf kan saya,saya harap anda tidak berfikir seperti itu,karna saya tidak bermaksud seperti itu"ucap Hani lagi
"baiklah,kita sudahi saja hari ini,seperti nya kau juga sudah kelelahan"ucap Haru berjalan lebih dulu meninggalkan kamar,karna memang sudah hampir satu jam Hani menjelas kan kepada Haru,karna hunian itu cukup besar
"hahhhhhh"Hani melepas kan nafas nya lega
"akhir nya,ini selesai"ucap Hani
Ia pun juga keluar dari kamar itu
mereka turun bersama kelantai bawah menggunakan lift tanpa ada pembicaraan sepatah kata pun,saat lift terbuka Haru keluar lebih dulu,Sebenar nya Hani berniat berpamitan tapi karna Haru berjalan dengan langkah nya begitu lebar Hani merasa tidak bisa menyusulnya,walau pun sebenar nya jika Hani sedikit memaksa langkah nya ia juga bisa menyusul
"bagus lah,begini juga lebih baik"ucap Hani
__ADS_1
Hani lalu berjalan keluar gedung itu berjalan menuju halte bus yang tidak begitu jauh dari sana Dan
"titt...tittt"suara klakson mobil
Hani terkejut dan langsung menengok ke arah suara tersebut
Haru menurunkan jendela mobil nya
"masuk lah,aku akan mengantar mu"ucap Haru masih di dalam mobil
Hani terkejut melihat pria yang ada di dalam mobil itu
"terimakasih,saya tidak mau merepotkan anda"jawab Hani masih tetap tidak memandang Haru
"naik lah,apa kau mau aku tidak jadi membeli hunian itu"ucap Haru lagi
"apa apaan orang ini,kenapa dia harus mengancam dengan hal seperti ini"batin Hani
"itu hak anda bila anda tidak jadi membeli hunian itu,kami tidak akan memaksa"ucap Hani
"gadis ini memang benar benar sulit di hadapi"batin Haru,lalu ia pun turun dari mobil nya dan menghampiri Hani yang ada di pinggir jalan
"begitukah,bagaimana kalau aku mengatakan pada bos mu kalau aku tidak jadi membeli bukan karna aku tidak menyukai hunian nya,tapi karna pegawai nya yang tidak sopan,hmm?"ancam Haru,ia berbisik mendekat kan wajah nya ke telinga Hani
"apa lagi ini,sebenar nya apa maksud orang ini?"batin Hani,ia berfikir bagai mana kalau orang ini benar benar mengadukan nya,pasti dia akan di pecat,dan bukan hanya dia saja Sian pun juga akan terlibat,karna hunian ini memang proyek yang sangat penting di perusahaan xx
dan pada akhir nya Hani menatap wajah Haru,tapi dengan raut wajah kesal
"baiklah saya akan naik mobil anda,jadi tolong jangan mengadukan apa apa ke tempat kerja saya"ucap Hani kesal
"tergantung sikap mu"ucap Haru sambil tersenyum mengangkat kedua bahu nya
Hani pun melangkah kan kaki nya masuk kedalam mobil lebih dahulu Dan
"Brakkkk"
Jangan lupa like,Favorite dan vote ya😊
__ADS_1