Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 52


__ADS_3

"Cuppppp"Haru mengecup bibir Hani dengan cepat


Keduanya hanya tersenyum,mereka sudah saling mengakui hubungan membuat mereka tidak begitu canggung lagi


Keduanya sarapan sambil berbicara ringan


"Karena hari ini hari Minggu,Bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan?." tanya Haru kepada Hani


"Kurasa itu bukan ide yang bagus."jawab Hani


"Kenapa?."Tanya Haru


" Apa kau tidak ingat beberapa hari yang lalu kita menjadi headline di koran. Aku tidak mau itu terulang lagi." ucap Hani


"Lalu apa rencanamu hari ini?."tanya Haru


"Bagaimana kalau kita dirumah saja."usul Hani


"Di rumah?,memang nya apa yang bisa kita lakukan dirumah?."tanya Haru


"Kita bisa membaca buku, kita bisa menonton drama di tv,lalu kita bisa menceritakan masa kecil kita, kita belum pernah melakukan itu bersama bukan?." jawab Hani


" Baiklah itu bukan ide yang buruk,tapi pastikan dulu kedua temanmu itu tidak akan mengganggu kita hari ini!."Haru memperingatkan


Hani hanya menjawab dengan tawa


Hari itu mereka melakukan semua yang mereka rencanakan dan tidak terasa hari Mulai gelap lagi.


Karena cukup bosan mereka berdua memutuskan naik ke atas gedung apartemen.Mereka berdua berdiri santai di atap gedung


"Kenapa kamu ingin pergi ke sini,di sini anginnya cukup kencang nanti kau kedinginan."ucap Haru


"kalau aku kedinginan kau bisa memelukku." Hani mengucapkan dengan manja,membuat Haru yang mendengarnya sangat gemas


"kalau begitu tidak perlu Menunggu kau kedinginan, sini biar ku peluk."Haru memeluk tubuh Hani dari belakang


"Bagaimana Hangat bukan?." tanya Haru


"Hmm, saat kau disampingku aku tidak perlu khawatir tentang apa pun."Hani kembali memberi sanyumnya


"Hahhh..aku benar tidak menyangka melakukan hal seperti ini."Haru


"Seperti ini apa maksudmu?."Hani


"Aku memiliki penyakit yang tidak ada orang miliki."Haru


"Apa itu?."Hani


"Mmm...bagaimana cara mengatakan nya ya,mungkin kau bisa menyebut nya sebuah kelainan."Haru


"Kelainan?."Hani


"Aku tidak menyukai bila ada wanita di sekitar ku,aku tidak pernah sekali pun menyukai wanita."Haru


"Hah..apa kau membohongiku sekarang?."Hani


"Tidak,itulah kenyataannya."Haru


"Lalu bagaimana denganku?."Hani


"Kau itu pengecualian,kau itu harus nya merasa bersyukur,dari sekian ribu wanita yang ingin mendekati ku,hanya kau yang berhasil."Haru memanacing


"Hey...memang nya kapan aku mendekati mu?,kurasa kau perlu di ingat kan lagi."Hani


"Haha,baiklah,aku lah yang mendekati mu,aku juga lah yang mengejar mu,apa kau puas?."Haru


Hani tertawa mendengar pengakuan Haru


"Sebentar,berarti aku adalah cinta pertama mu?."tanya Hani


"Tidak juga."Haru


"Apa ini,bukan kah kau bilang tadi tidak pernah menyukai wanita?."Hani


"Memang nya cinta pertama harus kepada lawan jenis?,cinta pertama ku adalah uang dan pekerjaan."jawab Haru


"Apa apa an kau ini,kau membandingkan ku dengan pekerjaan?."Hani kesal


"Baiklah,aku mengakui nya,kau memang cinta pertama ku,semua yang kulakukan dengan mu semuanya adalah hal pertama untuk ku."jawab Haru


"Benarkah,kenapa aku merasa sedikit bangga ya."ucap Hani Hani tertawa

__ADS_1


"Hani."Haru


"Hm."Hani


"Apa kau tak lelah?."tanya Haru


"Apa maksudmu?."tanya Hani


"Apa kau berfikir aku tidak tau?.Hari ini jelas sekali kau terlalu memaksakan diri,kau berusaha bersikap baik baik saja,kau memaksa senyum dan tawa mu,Hani apa kau membenci ku tentang hal yang menimpa kedua orang tua mu?."Tanya Haru mulai berbicara serius


Hani melepaskan pelukan Haru dan membalik tubuhnya menghadap Haru


"Ternyata aku tidak bisa berbohong padamu."Hani menunduk


"Tidak ada alasan aku membenci mu Haru,tapi..aku tidak bisa membohongi hatiku,ada kebimbangan di sana.Aku merasa tuhan tidak adil,kenapa Ia mempertemukan keluarga kita dengan takdir seperti ini."imbuh Hani


"Aku tidak tau dalam situasi seperti ini harus mengatakan apa pada mu,bila aku menghiburmu aku akan terlihat tidak tahu malu.Tapi jika aku membiarkan mu dengan kebimbangan saat ini,aku takut kau akan memutuskan meninggalkan ku."ucap Haru


"Hahh."Hani menghela nafas panjang,pikiran nya juga sama rumit nya


Mereka terdiam tanpa kata lagi,sampai akhirnya memutus kan kembali turun


"Pulang lah,ini sudah cukup malam."Hani


"Kau tidak papa ku tinggal sendirian?."Haru


Hani mengangguk


"Baiklah,aku akan pulang."Haru


Haru mengambil kunci mobil nya,ia memeluk dan mengecup kening Hani sebelum pergi


"Tidak perlu mengantar ku,diluar dingin,istirahat lah saja."Ucap Haru


"Hmm..Kau hati hatilah di jalan,hubungi aku jika sudah sampai


Dan Haru pergi meninggalkan rumah Hani


_________________________________________


Keesokan Harinya di kantor Hani


pukul 11 pagi Hani,Sian dan Loly berada di ruang miting,begitu juga Aril dan Merry,ini adalah hari pertama Aril masuk kerja setelah ia mengambil cuti cukup lama.


"Hani,kau baik baik saja?."Loly


Hani hanya mengangguk sambil terus membolak balik dokumen nya


Aril yang masih belum rela melepas Hani sama tidak fokus nya di ruang miting,ia terus memandang ke arah Hani tanpa jeda,membuat si Merry yang melihat pun menjadi geram.Sedari pagi ia berusaha ingin berbicara dengan Aril,tapi selalu gagal


Saat jam makan siang mereka selesai miting,Hani berjalan keluar lebih dulu dari Loly,karna Loly masih mebereskan dokumen nya.


Merry yang sangat kesal berjalan cepat dengan sengaja mendorong tubuh Hani dari samping dengan menggunakan bahu nya,lalu ia berjalan keluar ruangan dengan cepat.


Karna mendapat tekanan kuat dari Merry,Hani sampai terpental ke dinding,perutnya menghantam dinding cukup keras dan


"Akhhhhh."Hani teriak karna kesakitan


"Astaga Hani!."Aril yang melihat Hani langsung berlari


"Hani kau tidak apa apa?."imbuh nya


"Hani!!,apa yang terjadi?."Loly kaget karna memang ia tidak melihat Merry menyenggol nya


"Ada apa?."Sian tak kalah kaget karna tak tau apa yang terjadi


Mendapat kan pertanyaan dari banyak orang Hani sama sekali tidak menjawab


"Hani..kenapa?,ada apa dengan mu?."Aril bertanya


"Astaga Hani,darah...kau berdarah!!."Loly berteriak


"Loly benar,kau berdarah,lebih baik sekarang kita ke rumah sakit."Aril langsung membopong Hani,tapi belum sempat ia berjalan Sian memegangi lengan nya


"Biar saya saja yang membawanya kerumah sakit pak Aril,anda sudah tidak ada hubungan dengan Hani,jadi anda tidak perlu melakukan ini"Ucap Sian


"Apa hal seperti itu penting sekarang?,yang terpenting saat ini adalah keselamatan Hani."Aril berteriak


Loly memegangi lengan Sian


"Sian biar kan saja,jangan membuang waktu untuk berdebat,yang penting sekarang kita harus membawa Hani ke rumah sakit dulu."Ucap Loly

__ADS_1


Sian merasa kata kata Loly ada benarnya,ia lalu melepaskan genggamanya pada lengan Aril


Hani hanya meringis kesakitan tanpa memperdulikan lagi apa yang di lakukan Aril


Mereka melangkah cepat kemobil,Sian melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi


Di dalam mobil Hani duduk di bangku belakang bersama Loly,ia menyandarkan kepala nya dibahu Loly karna menahan rasa sakit


Sesampai nya di rumah sakit,lagi lagi Aril dangan sigap membopong tubuh Hani,ia berjalan setengah berlari menuju ruang gawat darurat


Loly yang panik terus menangis


"Sudah Loly,kau jangan begini."Sian menenangkan Loly


"Apa..apa yang akan terjadi pada mereka berdua Sian?."Loly terus menangis


"Yakinlah tidak akan ada hal buruk yang terjadi,jadi tenaglah,hmm."Ucap Sian sambil memeluk Loly


Setelah beberapa saat~~~


"Oh iya Sian,bukan kah kita sebaik nya menghubungi tuan Haru?."ucap Loly,kata kata Loly terdengar di telinga Aril,membuat Aril mengepal kan tangan nya


"Kau benar,tunggu aku akan menghubungi nya."Ucap Sian


Sian memang tidak memiliki no handphone Haru,tapi ia memiliki no handphone Jero.


Tapi saat Sian hendak menelpon, Aril merebut Handphone Sian dan langsung membantingnya


"prakkkkkk"


"tidak perlu menghubunginya!!."Aril berteriak


Aril sangat tau siapa pemilik nama Haru yang di sebutkan Loly barusan,setelah pertemuan di rumah Hani ia mengetahui bahwa pria yang di sebut Hani sebagai suaminya itu adalah Haru,yaitu presdir muda dari group CONCH


"Apa yang kau lakukan Aril?."Sian juga berteriak,ia melupakan bahasa formal nya pada Aril karna marah


"Ku bilang tidak perlu menghubungi pria itu,aku sudah ada di sini,Hani tidak membutuhkan siapa pun lagi!!."Ucap Aril


"Haeyyy,kau sudah gila ya?,apa hak mu bicara seperti itu?,kau bukan siapa siapa Hani lagi,jadi sadarlah." Loly menjawab dengan berteriak juga


"Diam!!."Aril membentak Loly


Sian tidak terima Loly di bentak oleh Aril, langsung menarik kerah baju Aril


"Kau lah yang harus diam,aku membiarkan mu membawa Hani kesini,bukan berarti kau bisa berbuat semaumu,aku melakukan itu karna demi keselamatan Hani.Sadarkan otak mu itu,kau pasti sudah tau kan pria bernama Haru itu siapa?,apa kau yakin mau bersaing dengan nya?,apa kau sudah bosan hidup?."Sian mengucap kan tanpa berteriak tapi terdengar sangat menakutkan,dengan tetap mencengkram kerah baju Aril


"Hahaha..apa kau mengancamku?,kau fikir aku takut?."jawab Aril


"Ada apa ini?,ini rumah sakit,jangan membuat keributan di sini!!."Suara petugas rumah sakit menegur keduanya


Sian lalu melepaskan kerah baju Aril,ia memungut handphone nya yang berserakan di lantai di bantu Loly


Aril yang juga sangat kesal pergi menjauh ketempat lain


"Hahh orang itu benar benar sudah tidak waras."gumam Loly


"hmm..kurasa ia benar benar menyesal telah meninggalkan Hani."imbuh Sian


"Drttttt...drrrtttttt."Suara handphone Hani yang di bawa oleh Loly berdering


Dilihat Loly yang menelpon adalah Haru


"Ahh kebetulan sekali."ucap Loly


"Siapa?."tanya Sian


"Tuan Haru."jawab Loly


"Cepat jawab lah."Sian


"Halo."Loly


"Siapa ini?,kenapa bukan Hani yang mengangkat,kemana dia?."Haru langsung memberi dengan banyak pertanyaan


"Ini aku Loly tuan Haru,sebernarnya saat ini Hani sedang ada di rumah sakit."jawab Loly


"Apa!!!."


jangan lupa like favorite dan vote ya😊


jangan lupa juga tinggalkan komentar👇

__ADS_1


dan jangan lupa follow akun author 👌


__ADS_2