
Hani terus menatapi wajah Haru yang mengucap kan kata kata tersebut dengan lembutnya.
Mata nya terus berkaca kaca tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagia nya.Ia masih tidak percaya bahwa ada seorang pria yang begitu sempurna yang sangat mencintai dirinya yang bukan siapa siapa.
"Hani...kenapa tak menjawab?",apa kali ini aku juga di tolak lagi?."Ucap Haru
"Baiklah,mari kita menikah."ucap Hani sangat lirih masih sambil memandang wajah Haru
"Benarkah?,kau benar benar serius dengan kata kata mu?."Haru meyakin kan
"Hmm."Hani mengangguk
"Tapi..tidak boleh begini,aku bahkan belum melamar mu dengan benar."Haru tertunduk
"Hei...kenapa bicara seperti itu,mari kita lewati saja hal yang tidak penting itu,hmm."Hani berbicara sambil melemparkan senyum nya
"Wahhh..aku tidak menyangka,ternyata kau orang yang seperti ini ya?."Haru berucap sambil tersenyum mengejek
"Apa apa maksudmu?."Hani
"Kau sangat ingin nya menikah dan hidup dengan ku ternyata,sampai gak memperdulikan hal yang biasa nya di impikan para gadis,biasa nya kalian para gadis menginginkan lamaran yang romantis.Dan mengadakan perta pertunangan yang mewah
Tapi kau malah ingin melewatkan nya."ucap Haru
"Haru coba kau lihat aku,Apa aku terlihat masih cocok mengadakan pesta pertunangan atau apalah itu?,Kau pikir dengan perut ku yang membuncit ini yang datang ke pesta akan memandang kemewahannya?,tidakk....
Mereka malah hanya akan membicarakan perut buncit ku ini,aku bukan nya menjadi pusat perhatian karna kecantikan ku,tapi malah menjadi badut yang hanya mereka tertawakan dan mereka gunjing."Hani memonyongkan bibir nya
"Memang nya siapa yang berani melakukan itu,apa mereka bosan hidup?,tapi karna ini permintaan mu maka akan ku turuti."Haru memegang kedua pipi Hani dan mengecup bibir Hani
"Cupp"
"Heyyy hentikan ini tempat umum"Hani memukul dada Haru
"Siapa yang peduli."Haru lalu memeluk tubuh Hani
Tersirat kebahagiaan dari kedua insan ini,kedua nya saling tersenyum dalam pelukan masing masing
sambil di iringi suara ombak dan angin pantai yang membuat membuat kebahagiaan mereka terasa lebih indah
__________________________________________
Keesokan hari nya di kantor
"Hani...apa ini?."Loly berteriak sambil mengangkat telapak tangan Hani yang terlingkar cincin cantik di jari manis nya
"Apa..ah ini,ini ee ini."Hani terpotong
"Apa dia melamar mu?,apa kalian akan segera menikah?."Loly antusias
"Aaa..itu...ya begitulah."Hani menjawab malu malu
"Wahhh syukur lahh,terimakasih tuhan akhir nya kau menyatukan blue dengan ayah nya,aku berjanji minggu ini aku akan pergi ke gereja,ah aku juga akan pergi ke kuil,aku akan memberikan persembahan pada mu tuhan."Loly terus menggenggam kedua tangan nya mengarah kan keatas lalu kedada nya layak nya orang yang bersyukur
"Heyy Loly,mmang nya boleh begitu?,kau harus nya memilih salah satu tempat ibadah saja,.?."Hani bingung kepada teman nya itu
"Hani..tidak apa apa,itu adalah bentuk terimakasih ku,aku yakin tuhan itu maha tau,semakin banyak tempat ibadah yang ku datangi bukan kah itu lebih baik." Loly benar benar sangat ber api api,entah kenapa ia begitu lebih bersemangat di banding Hani
"Hani aku pergi dulu,aku akan memberi tau Sian oke."Loly lalu pergi mencari Sian
"Eh Loly jangan terlalu heboh begini."Hani berbicara tanpa di dengar Loly sama sekali,karna ia sudah beranjak pergi
__ADS_1
"Dasar gadis ini,apa dia sesenang itu?,Terimakasih Loly,walau pun aku tak memiliki keluarga lagi,setidak nya aku masih punya dirimu,karna ada dirimu aku bisa memberitaukan hal bahagia ke orang lain."Hani bergumam sendiri mensyukuri keberadaan teman baik nya itu
__________________________________________
Di tempat lain Haru memanggil kedua teman nya kekantor nya
Ketiga pria itu duduk di sofa yang ada di ruangan Haru
"Ada apa ini?,tak biasanya kau memanggil kami?."Semi penasaran
"Hmm..baisa nya kau malah mengusir kami saat datang."imbuh Dion sambil mengangguk angguk kan kepala nya
"Mm..sebenar nya ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian."Haru terlihat antusias
"Apa itu?,apa ada bisnis baru?."Semi memajukan posisi duduk nya karna penasaran
"Hah..bukan..bukan hal seperti itu."Haru menjawab
"Bukan?,lalu apa yang ingin kau bahas?."Dion
"Menurut kalian tema pernikahan seperti apa yang banyak di sukai wanita?."Haru berbinar binar
"Apa?,pembahasan macam apa ini?,apa kau mau memulai bisnis weeding?."Semi mundur ke posisi duduk nya semula
"Bukan..sudah ku bilang kan ini bukan masalah bisnis."Haru mengibas ngibas kan telapak tangan nya
"Lalu?,apa maksudmu?..."Dion berhenti sejenak dari bicara nya"Tunggu...kau..kau membicarakan pernikahan mendadak begini..apa jangan jangan kau kau..."Dion terhenti
"Hmm..aku akan menikah."Haru berbicara dengan wajah yang tiada hentinya tersenyum
Mendengar kata kata dari Haru yang begitu mendadak,sebelum kedua teman nya itu terkejut Jero yang berdiri di samping tempat duduk Haru lebih dulu memberikan respon yang tak terduga
"Apa..boss anda tidak salah bicara."Jero berbicara sangat kencang,ia melotot dan memegang pundak bos nya,ia sangat terkejut sampai tak sadar dengan apa yang ia lakukan
"Ahh..maaf bos,saya tidak sengaja."jawab Jero lalu kembali ke posisi berdiri nya
Kedua temanya pun tak kalah kaget,mereka berdua mematung tanpa tau harus berkata apa
"Heyyy ada apa dengan kalian?,kenapa kalian sangat terkejut?."Haru berbicara mulai kesal
"Mm..Haru..aku tau kau memang memiliki hubungan dengan Hani karna anak yang di kandung nya itu adalah anak mu,asal kau tau saja,sebenarnya kami belum terbiasa dengan sikap mu yang tiba tiba saja ingin memulai hubungan dengan wanita,tiba tiba saja kau berkencan dengan nya kau sering kerumah nya dan hal hal lainya.Kami masih bisa memaklumi itu dan juga menurut kami itu juga hal yang baik untuk mu.Tapi untuk menikah...kau..benar benar membuat kami takut,apa orang yang di hadapan ku ini ada lah benar benar Haru yang kami kenal?."Dion berbicara dengan nada bingung nya
"Hahh...memang nya kenapa?,apa aku tak boleh menikah?."Haru memijit pangkal hidung nya,tak menyangka bahwa teman temannya akan merespon seperti ini
"Bu.. bukan begitu Haru,kami hanya sedikit terkejut saja,ah..bukan sedikit..sebenar nya sangat sangat terkejut."Dion bersuara
"Lalu kau..apa kau juga berfikiran sama dengan mereka?."Haru menatap Jero yang berdiri di sebelah nya
"Ee..ituu..saya..."Jero terpotong
"Hahh...sudah lah,di lihat dari reaksimu tadi kau pasti berfikir lebih parah dari mereka berdua."Haru menyela
"Maaf bos."Jero menundukan kepala nya dan bersuara lirih
"Percuma aku memanggil kalian,lagi pula kalian mana tau hal beginian."Haru mengomel
"Heyy...kau itu gampang sekali meraju."Semi menjawab
"Boss saya akan coba membantu."Jero mengajukan diri
"Kau."Haru mendongak kan kepala nya memandang Jero yang berdiri
__ADS_1
"Iya bos."Jawab Jero yakin
"Apa kau pernah berkencan?."Tanya Haru
"Belum pernah bos."Jero
"Apa kau pernah menikah?."Haru
"Saya bahkan belum pernah berkencan,bagaimana saya menikah?."Jero menjawab sedikit tersenyum malu
"Lalu kau bisa membantu apa?,bagaimana bisa kau membantu,sedangkan kau sendiri saja tak punya pengalaman."Haru berbicara seakan putus asa
"Maaf bos."Jero lagi lagi tertunduk
"Astaga..bicara mu seakan kau memiliki pengalaman banyak saja,padahal kau baru saja berkencan beberapa Hari."Dion menggeleng geleng kan kepala nya
"Apa maksudmu beberapa hari,kami sudah bersama cukup lama."Haru menyangkal
"Terserah kau saja lah."Dion lalu berdiri dari duduk nya
"Jero kau sabar lah menghadapinya,saat ini dia akan bertingkah seperti anak belasan tahun yang sedang puber,maaf merepotkan mu."Dion berbicara sambil menepuk pundak Jero dan pergi,dan di susul Semi
"Kami serahkan dia padamu,pasti akan sulit untuk mu."Semi juga menepuk pundak Jero dan pergi
"Heyyy kalian mau kemana?,kenapa pergi begitu saja?."teriak Haru
"Kami ini juga harus cari makan,tidak ada waktu mengirusi rencana pernikahan mu itu." Dion melambaikan tangan nya di atas kepalanya tanpa menengok kebelakang
"Hmm...kabari saja kapan tanggal nya,kami akan membelikan tiket bulan madu untuk mu hahaha."imbuh Semi
"Dasar kalian,hah...sudahlah pergilah sana,aku tidak butuh bantuan kalian sama sekali."teriak Haru
"Aa..Jero apa...apa kau benar benar mau membantuku?."Haru bertanya ragu ragu
"Maaf bos,bukan kah saya tidak ada pengalaman?,bagaimana cara saya membantu?."Jawab Jero
"Hahh..sudah lah,kau memang benar benar tak tertolong,makanya berkencan lah."Haru semakin kesal lalu membantingkan tubuh nya ke sofa
____________________________________________
Di tempat lain
"Kau cari tau tentang gadis ini,cari segalanya yang menyangkut dirinya,jangan ada hal sekecil apa pun yang terlewat."Ibu Haru memberikan foto Hani kepada seorang pria yang memakai pakaian serba hitam di hadapan nya
"Baik nyonya,anda tunggu saja kabar dari saya."Jawab pria tsb lalu ia pergi meninggal kan ibu Haru yang masih berdiri cantik di gang yang sempit dan sedikit gelap
"Aku sangat tidak menyukai orang yang merusak rencana ku."Ibu Haru bergumam pelan sendiri di gang tsb
HALO SEMUANYA🖐🖐GIMANA KABAR NYA NIH?
SEMOGA SELALU SEHAT YA...
AUTHOR KANGEN BANGET BACA KOMEN KOMEN KALIAN NIH,O IYA PELATIHAN AUTHOR UDAH SELESAI NIH,JADI MULAI HARI INI AUTHOR AKAN AKTIF NULIS LAGI.
MINTA DOANYA YA..SUPAYA SETAN INSPIRASI TERUS NEMPLOK DI KEPALA AUTHOR,BIAR BISA NULIS LEBIH BAGUS LAGI😊😊😊
DAN BISA LEBIH MENGHIBUR PARA PEMBACA LAGI
SEMOGA KALIAN SELALU SEHATTTT😘😘😘
jangan lupa like favorite dan vote ya😊
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇
dan jangan lupa follow akun author 👌