
"Apa!!!kenapa dia di rumah sakit?."Haru langsung berdiri dari duduk nya
"Itu...ee sebenarnya..."Loly terpotong
"Lupakanlah,nanti saja kau jelaskan,katakan saja di rumah sakit mana ia sekarang."Haru panik
Loly memberi tau rumah sakit tersebut
Haru bergegas melajukan mobil nya dengan kencang,ia meninggalkan semua pekerjaan kepada Jero
Di rumah sakit~~~
Dokter keluar dari ruang pemeriksaan
"Dokter bagaimana keadaan Hani?."Loly langsung memberi pertanyaan
"Kondisi nya memang tidak baik,tapi masih bisa di kendalikan,pendarahan nya juga sudah berhenti,jadi kalian tidak perlu khawatir."jawab Dokter
Aril yang juga menghampiri ikut bertanya
"Anda yakin dok,Hani benar benar tak apa?."tanya nya
"Iya,di hanya perlu beristirahat saja beberapa hari,setelah beberapa jam pasien bisa di pindah kan ke ruang rawat inap."jawab dokter
"Baiklah saya permisi dulu,kalian boleh melihat nya tpi jangan berkelompok ya."imbuh dokter
"Terimakasih dokter."jawab Sian
Dokter meninggalkan mereka bertiga
Aril melangkah hendak pergi ke tempat di mana Hani di tangani,Tapi langsung di cegah oleh Sian
"Mau kemana kau?."Sian
"Tentu saja melihat Hani,kenapa apa kau keberatan?."Aril
"Ya..tentu saja aku keberatan,saat ini keadaan nya sedang tidak baik,lebih baik kau jangan menambah nya."Sian
"Heyyy..manager Sian,semakin kesini kau semakin tidak sopan nya kepada ku?."Aril
"Ini bukan kantor,jadi aku tak perlu menghormati mu,kau tidak memiliki kepentingan apapun disini,jadi pergilah."Sian
Loly yang muak mendengar kan perdebatan di hadapan nya langsung masuk ke ruangan Hani tanpa berpamitan,tapi saat masih di pintu masuk ia di hentikan Aril yang melihat
"Heyyy..ku bilang aku yang akan masuk!!."Aril sedikit berteriak
"Sadarlah Aril,apa kau fikir Hani mau menemui mu,bagaimana jika Hani menemui mu keadaan nya bertambah parah?."Loly membalas teriakan Aril dengan teriakan
Aril masih tidak mau mengalah,ia masih mencoba menerobos masuk,dan tanpa ia sadari seorang pria tanpa bicara langsung mendahului nya
"Loly biar kan aku masuk lebih dulu ."Haru menghampiri Loly
"Baiklah."Loly tidak tau kalau Haru sudah datang,tapi ia mau mengalah karna ia sadar Haru lah yang lebih berhak menemui Hani terlebih dahulu
"Aril sadar lah dengan posisi mu saat ini!!."Sian berucap lirih
Aril yang kesal meninggalkan rumah sakit
Di dalam ruangan
"Hani...kau kenapa?,mana yang sakit."Haru lansung menghampiri Hani
Hani hanya menggeleng,ia masih belum berbicara karna masih syok
"Apa masih sakit?."tanya Haru lagi
"Sedikit."Hani lirih
"Ya sudah sekarang istirahat lah."ucap Haru mengusap kepala Hani
"Tapi kau jangan kemana mana."Pinta Hani
"hmm..aku tak akan pergi kemana pun."Haru mengangguk sambil mengelus rambut Hani lembut
__ADS_1
Hani memejamkan mata dan tak lama ia terlelap
Karna Hani sudah tidur Haru lalu pergi menemui Sian dan Loly yang masih di luar
"Kenapa lama sekali?,Hani tidak papa kan?."Loly langsung menghampiri Haru
"Kurasa ia sudah lebih baik,ia sedang tidur sekarang."jawab Haru
"Hahhh....syukur lah."Loly
"Kalian pulang lah,aku yang akan menjaga nya."ucap Haru
"Bagaimana mungkin kami pulang?."tanya Loly
"Loly ku rasa dia benar,lebih baik kita kembali,kita meninggalkan pekerjaan di kantor,Hani pasti akan baik baik saja,dia tidak sendirian di sini."ucap Sian
"Kau benar,ah tuan Haru tolong jaga Hani untuk kami,tilong hubungi kami jika terjadi sesuatu."pinta Loly
"Hmm..aku pasti akan menjaga nya."jawab Haru
"Baiklah kalau begitu kami permisi,kami titipkan Hani pada anda."Sian berpamitan
Sian dan Loly pergi dari rumah sakit.Haru langsung mengutus seseorang untuk mengurus segala keperluan yang di butuhkan Hani seperti ruang inap dan sebagai nya
Setelah dua jam Hani terbangun dan ia sudah berada di ruang rawat inap yang sangat besar dan mewah.Di lihat nya Haru yang duduk di samping nya,pria itu masih menunggu Hani bangun dengan sabar
"Kau benar benar selalu di sampingku ya?."Suara Hani pelan terdengar
"Hani,Kau sudah bangun,bagaimana perasaan mu?,ah tunggu sebentar,akan ku panggilkan dokter."Haru memencet bel yang sudah tersedia di ruangan tersebut
Tidak berselang lama dokter datang dan menjelaskan keadaan Hani
Setelah dokter keluar
"Hanii sayang,apa yang terjadi padamu?."Bibi Haru membuka pintu dan berlari ke arah Hani yang duduk di ranjang
"Bibi kenapa ada disini?."tanya Haru terheran,tapi sial nya ia tak mendapat respon
"Hani..katakan pada bibi,apa kau baik baik saja?,bagian mana yang sakit?."bibi Haru membolak balik tubuh Hani
"Benarkah?,tapi mereka bilang kau sampai di bopong?."tanya Bibi
"Bibi hentikan."Haru melepaskan cengkraman bibi di bahu Hani
"Ku rasa mata mata bibi tidak terlalu terlatih ya?."imbuh Haru
Bibi hanya diam,ia malu ketahuan oleh Hani dan Haru karna mengawasi mereka
"Ehemm,Hani apa benar kau sudah tidak merasa sakit?."tanya Bibi mengalihkan pembicaraan
"Iya bi,ini sudah lebih baik."ucap Hani
"Apa bibi datang sendiri?".tanya Haru
"Hmm..aku tak memberi tau kakek mu tentang ini,aku takut ia khawatir."jawab Bibi
"Baguslah."Haru
"Tapi sebenarnya bagaimana dengan keadaan Hani?,kenapa ia sampai di rumah sakit?kau itu apa tak bisa menjaga nya?."Bibi bertanya pada Haru
"Tidak ada apa apa bibi,percayalah."Hani menyela
"Benarkah?,kau yakin Hani."
Hani mengangguk
"Ru apa kau bisa pergi?,aku ingin berbicara dengan Hani berdua."pinta bibi
"Memang nya apa yang ingin bibi bicarakan dengan Hani?,kenapa aku harus pergi?."tanya Haru
"Ini masalah wanita kau tidak perlu dengar."jawab bibi
Hani memandang Haru,ia mengangguk mengisyaratkan agar Haru pergi saja,Haru hanya mengiyakan saja dan pergi dari ruangan
__ADS_1
"Bibi,apa yang ingin bibi bicarakan dengan ku?."tanya Hani
"Tidak ada yang penting,hanya saja bibi ingin mengobrol santai saja dengan mu.?"jawab Bibi
"Ahhh...begitu ya,bibi membuat ku takut."Hani
"Hani,mungkin bibi akan terdengar egois dan tak tau malu,tapi bibi mohon tolong jangan pernah meninggal kan Ru kami karna masalah yang pernah terjadi di masa lalu,bibi berjanji kami akan memperlakukan mu dengan baik di masa depan."Bibi sambil memegang kedua tangan Hani
"Bibi,kenapa bibi berbicara seperti itu,memang tak bisa aku pungkiri malam itu aku memang sedikit kaget,tapi sedikit pun tidak ada niatan ku untuk meninggal kan Haru."jawab Hani
"Terimakasih Hani,bibi sangat bersyukur karna kau masuk dalam kehidupan Haru,anak itu hanya terlihat baik,tapi sebenarnya ia sudah sangat menderita sedari kecil."Bibi
"Maksud bibi?."Hani
"Haru memang memiliki orang tua yang masih lengkap,tapi ia tak pernah merasakan kebahagiaan yang di dapat dari orang tuanya,kedua orang tua nya bercerai saat ia masih kecil,ibu nya meninggalkan Haru kepada ayah nya,tapi ayah nya tidak pernah ada di samping nya,anak itu bahkan selalu bersikap dewasa sebelum usia nya.Dan setau bibi ia juga tak pernah memiliki satu hubungan pun dengan wanita,tapi saat kami tau kau ada di sampingnya,kami benar benar bersyukur Hani,dan sekarang bahkan kalian sudah mau memiliki anak.Bibi bahkan merasa berkah ini terlalu banyak kami dapatkan."Bibi
Hani tak bisa menahan air matanya,ia sangat terharu karna ternyata keluarga Haru sangat menerima nya dengan baik,ia merasa memiliki keluarga seperti sebelum kedua orang tuanya pergi
Ia jadi merasa sedikit bersalah karna pemikiranya yang aneh aneh sebelumnya
Beberapa lama mereka bercerita dan bercanda
"Apa kalian belum selesai?,kenapa berbicara lama sekali?."Haru masuk ke ruangan
"Kenapa kau tak sabar sekali?"Bibi
"Bibi,seharusnya bibi ini sedikit peka,aku ini orang yang sibuk,untuk berada di sini beberapa saat saja aku sudah menghilangkan berapa milyar uang?,tapi bibi malah mengambil waktu ku bersama Hani ini."Haru
"Kenapa kau harus membawa bawa pekerjaan,katakan saja kalau kau ingin berduaan saja dengan Hani,kenapa harus berputar putar?."Bibi
"Baiklah...karna bibi sudah tau,lebih baik sekarang bibi pulang oke."Haru membantu bibi bangun dari duduk nya dan mencoba menggiring bibi keluar
"Heyy,anak nakal ini,apa kau mencoba mengusir bibi."Bibi menghentikan
"Emm,aku mengusir bibi,jadi cepat pulanglah ya."Haru mengangguk dan memberi senyumnya
"Ahh...anak ini benar benar,ya sudah lah Hani juga perlu istirahat,jadi bibi akan pulang saja,Hani kau istirahat lah dengan baik ok,nanti kalau terjadi sesuatu telpon lah bibi."Bibi
"Bibi hati hati di jalan."Hani mengannguk
Setelah bibi pergi ~~~
"Hani,apa yang kalian bicarakan?,apa kalian membicarakan ku?."Haru lalu duduk di pinggir ranjang Hani
"Hmm."Hani mengangguk
"Apa yang kalian bicarakan?."Haru
"Aku tak ingin memberi tahumu."Hani
"Apa!!,hahh...baiklah,kali ini aku akan melepaskan mu,tapi kau belum menceritakan kenapa kau sampai pendarahan?."Haru
Hani menunduk,ia enggan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi,ia takut bila Haru akan berbuat gegabah pada Merry
"Entah lah,sedari pagi aku memang sedikit tidak enak badan,mungkin aku kelelahan."Jelas Hani
"Kalau begitu berhentilah bekerja."Haru
"Haru,aku tak bisa berhenti bekerja hanya karna kau memintanya."Hani
"Tapi ini terlalu berbahaya untuk mu dan Blue."Haru
"Aku tau,tapi aku berjanji akan lebih berhati hati lagi,pekerjaan ini adalah impian ku,aku ingin melakukan ini sedari dulu,mungkin untuk sebagian orang itu tidak ada artinya,tapi bagiku bisa mendapat kan penghasilan dari hasil kerja ku sendiri itu adalah hal yang sangat luar biasa."Hani menjelas kan
"Hah.. kurasa aku memang tidak bisa bernegosiasi dengan mu."Haru memijat pangkal hidung nya
"Haru."Hani
"Hmm."Haru
"Bisa kah kau mengantarku ke kamar mandi?,badan ku masih sangat lemas."
jangan lupa like favorite dan vote ya😊
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar👇
dan jangan lupa follow akun author 👌