
"Dia anak mu."Hani mengucap kan dengan masih tertunduk
"Apa."...Haru terpaku memandangi Hani
"Maaf karna baru...."Hani terpotong
"Tunggu."Potong Haru masih terus memandangi Hani
"kenapa?."tanya Hani
"Tidak,aku hanya belum menghilangkan keterkejutan ku saja,jadi benar dugaan ku selama ini,Blue memang anak ku?."Ucap Haru
Hani mengangguk
Haru berdiri,ia langsung memeluk tubuh Hani
"Terimakasih Hani,terimakasih."bisik Haru
"Terimakasih untuk apa?."tanya Hani
"Terimakasih telah memberitauku,terimakasih kau mau mengandung anak ku,terimakasih kau mau membuka hatimu untuk ku,dan terimakasih kau sudah menyembuhkan trauma dan penyakit ku."Ucap Haru
"Sakit?,kau sakit apa?."Hani melepas kan pelukan nya dari Haru
"Ah..itu,kita tidak perlu membahasnya semua sudah berlalu."Jawab Haru
Selang beberapa waktu ~
"Kau tidak pulang?."tanya Hani
"Apa?,kau mengusir ku?."tanya Haru
"Bukan begitu,ini sudah malam,apa kau tidak ingin istirahat?."jawab Hani
"Tak bisa kah aku tidur di sini saja?."Haru menawar
"Apa yang kau bicarakan?,aku hanya punya satu kamar,bagaimana bisa kau tidur disini?."Hani terkejut
"Oke oke,aku akan pulang."Haru menyerah
Setelah di depan pintu rumah Hani,Hani mengantarkan nya sampai depan,Haru berjalan pergi saat beberapa langkah,Haru kembali lagi menghampiri Hani
"Ada apa?,kenapa,kenapa kau kembali?."Hani memasang wajah panik
"Tidak bisa kah kau tinggal dengan ku saja?."Tanya Haru
"Apa yang kau bicarakan?."Hani mulai kesal
"bagaimana kalau nanti sampai rumah aku merindukan mu?."Haru bertanya manja
"Kumohon berhentilah bersikap seperti bocah."jawab Hani
"Ku rasa ini tidak berhasil,bagaimana kalau aku nanti merindukan Blue."tambah nya lagi masih mencoba
"Kubilang pulang lah,apa kau selalu bersikap seperti ini saat berkencan dengan seseorang?."Hani mengomel
"Apa,jadi kau mengakui bila kita sudah berkencan?."Tanya Haru antusias
"Apa,aku tidak. bilang begitu."Hani menyaringkan suara nya
"Hahh..baiklah,tapi asal kau tau aku bersikap seperti ini hanya kepada mu."ucap Haru
"Hahh."Hani tidak paham maksud pembicaraan Haru
"Sudah lah,aku akan pergi,masuk lah di luar dingin."ucap Haru
Dan akhirnya mereka berpisah untuk malam itu, meninggalkan kebahagiaan di hati masing masing🥰
___________________________________________
Setelah dua hari di pagi hari di kantor~~~~
"Hani!!!."Loly berlari kearah Hani sambil membawa koran
"Ada apa?,kenapa heboh sekali."Ucap Hani
"Ini..ini coba lihat ini."Loly memberikan koran yang ia pegang
"Apa ini?."Hani masih bingung sambil menerima koran
__ADS_1
Hani melihat koran tersebut,mata nya membelalak tidak percaya
"Lo...Loly apa ini?,ke kenapa aku ada di koran?".Hani tergagap
"itulah yang ingin ku tanyakan padamu?."Loly masih berbicara dengan suara kencang
Di dalam koran Haru dan Hani menjadi berita utama,terpampang gambar keduanya saat sarapan kapan hari itu,tapi wajah Hani di blur,tapi masih terlihat jika ia sedang hamil
"PRESDIR MUDA GROUP CONCH SUDAH MENIKAH?"
Begitulah headline yang terpampang di halaman utama koran pagi ini
"Ada apa?,kenapa kalian ribut sekali?."tanya Sian yang baru saja datang
"Sian coba lihat ini."ucap Loly
Hani masih menganga karna kekagetan nya
Sian juga melihat koran yang di pegang Hani
"Ini...,hahh kau tidak papa Hani?."Tanya Sian
Hani hanya diam
"Sian kenapa kau tidak terlihat kaget?."tanya Loly
"Ahh....itu aku sudah tau."jawab Sian
"Apa?,jadi kau sudah tau Sian?,kenapa tak memberitauku?."tanya Hani
"Maaf Hani,aku hanya tidak mau ikut campur urusan kalian berdua,apa sampai sekarang dia belum memberitaumu?."tanya Sian
Hani menggeleng
"Wahhhh...jadi selama ini,dia adalah Presdir group CONCH yang besar itu?,aku benar benar tidak menyangka kalau ayah Blue adalah orang yang sangat kaya."Loly menggeleng geleng kan kepala nya
"Tapi untung saja mereka tidak memperlihat kan wajah ku."ucap Hani
________________________________________
Di tempat lain
"Boss."suara Jero masuk ke ruangan Haru
"Boss,hari ini anda masuk koran."ucap Jero
"Memang nya kenapa?,bukan kah itu sudah biasa,kau seperti baru bekerja dengan ku saja."Haru tak tapi menanggapi dan melanjutkan pekerjaan nya
"Tapi boss,ini berbeda."ucap Jero
Haru mulai penasaran,Jero pun memberikan koran tersebut
"Siapa yang berani melakukan ini,perusahaan itu harus saya beri pelajaran."Suara Jero
"Tidak perlu,kenapa kau itu terlalu kaku Jero,biarkan saja mereka,mereka hanya mencari makan,tapi mereka cukup pintar dengan tidak memperlihat kan wajah Hani."ucap Haru dengan menampilkan senyum nya
"Apa..jadi orang itu nona Hani?,pantas saja bos tidak memberikan respon apa apa."batin Jero
"Baik lah bos."jawab Jero
"Ada apa dengan ekspresi mu itu?,kau terlihat tidak senang?."tanya Haru
"Iya...ah tidak ada bos,memang nya ekspresi saya kenapa?."jawab Jero
"Tidak perlu penasaran,pada saat nya kau pasti akan tau sendiri."ucap Haru
_________________________________________
Malam hari~~~~
"Drtttttt...drtttttt."suara handphone Hani
"Halo."jawab Hani
"Kau di mana?."tanya Haru
"Di rumah."jawab Hani
"Baiklah,aku ke rumah mu."Haru mematikan panggilan nya
__ADS_1
"Kenapa dia semau nya sendiri."gumam Hani
Beberapa saat kemudian,Haru sampai ,ia membunyikan bel rumah Hani
"Ceklekkk."
"Kenapa lama sekali?."Haru langsung memberikan pertanyaan saat Hani baru saja membuka pintu
"Astaga..kau membuat ku kaget!!."Hani memegangi dadanya
"Maaf maaf,ayo ikut aku."Haru langsung menarik lengan Hani,membawa nya pergi dan masuk ke mobil nya
"Kita mau kemana?."Hani bertanya
"Sudah ikut saja."ucap Haru
Haru melajukan mobil nya perlahan,di dalam mobil Hani hanya diam,ia sangat ingin menanyakan tentang berita yang beredar di koran tadi pagi,tapi entah mengapa mulut nya tidak bisa membuka
Mereka sampai di taman hiburan yang sangat sepi
"Kenapa kau membawa ku kesini?."Tanya Hani
"Emmmm,anggap saja aku menunjukan siapa diriku,aku membayar semua tempat ini hanya ingin ku tunjukan padamu."ucap Haru
"Apa maksud mu?."tanya Hani
"Aku ingin memberitau mu kalau berita yang kau baca itu benar,kau pasti ingin menyakan nya bukan?,aku memang pemimpin group CONCH,ya.... aku memang sekaya itu hingga mampu menyewa semua ini,Hari ini kau sangat pendiam,aku yakin pasti banyak hal yang kau fikirkan tentang ku bukan?."ucap Haru ,Haru menjelaskan dengan kesombongan nya yang ia buat
Hani hanya diam menatap Haru
"Maaf kan aku Hani,aku tak memberi taumu dari awal siapa diriku,karna menurut ku itu bukan lah hal yang penting,lagi pula aku hanya pewaris saja, semua itu milik pemegang saham,ya walau pun keluargaku lah pemegang saham terbesar".ucap Haru masih tetap dengan kesombongan nya
"Haru..,aku tau itu bukan lah hal yang penting bagimu,tapi tidak bagiku,kita bukan lah orang yang pantas untuk bersama,aku merasa kau sangat jauh untuk ku gapai,sesaat aku merasa kau adalah orang yang bisa ku andalkan,orang yang bisa ku jadikan sandaran,tapi seketika aku merasa kau adalah orang yang asing seperti sebelum nya,aku merasa aku tidak seharus nya bersamamu."Hani berbicara menunduk,ia merasa rendah diri karna status Haru yang sangat tinggi
"Hani..kenapa kau mengatakan hal seperti itu,pemikiran mu itu sungguh tidak berdasar."ucap Haru
"Entah lah...aku aku merasa tidak cukup pantas untuk...Hani terpotong."
"Hani..di dunia ini tidak ada pantas dan tidak pantas,itu pemikiran yang harus kau buang jauh jauh,saat ini aku mencintai mu,itu sudah cukup,tidak ada hal lain yang harus di fikirkan lagi."jelas Haru
Hani hanya menatapi wajah Haru tanpa suara,ia terus berfikir apakah benar pria ini sebegitu menyukai nya,hingga ia tak memikirkan status sosial sama sekali
Haru memeluk tubuh Hani
"Tidak perlu memikirkan hal hal yang rumit,ingat saat hamil kau bukan hanya harus menjaga kesehatan tubuh mu,tapi kau juga harus menjaga mental dan fikiran mu,aku tidak mau kau dan Blue nanti kenapa napa."Haru memberikan pengertian
Hani mengangguk,ia mebalas pelukan Haru yang hangat
Setelah beberapa saat
"Tapi dari semua tempat,kenapa kau membawaku kesini?."tanya Hani
"Hmm...entah lah..ku rasa ini adalah tempat paling sempurna yang bisa menunjukan kekayaan ku,apa kau tau berapa uang yang ku keluarkan untuk ini?."tanya Haru
"Apa itu penting sekarang?,walau pun uang mu banyak seharus nya kau lihat siapa yang kau ajak kemari,kau pikir dengan kondisi ku sekarang aku bisa menaiki semua wahana yang ada di sini."ucap Hani
Seketika wajah Haru berubah ekspresi,wajah sombong nya berubah menjadi rasa malu
"Apa..ee....itu..,kenapa aku tidak kepikiran ya."Haru menggosok tengkuk nya,karna malu ketahuan bodoh
"Astaga...kesombongan mu itu sampai menutupi otak mu ya?,aku tau di atas gunung memang ada langit,tapi seperti nya di atas langit masih ada kesombongan mu itu."Ucap Hani
"Wahh....kenapa kau kejam sekali,aku begini karna dirimu,aku mencari di internet hal romantis apa yang bisa ku lakukan untuk kekasih ku,aku sudah berusaha dengan keras tau."Haru menjawab
"Apa...kenapa kau harus mencari internet?,apa kau masih bocah?."ejek Hani
"Apa..bocah kau bilang?,ini...ini....ini pertama kali bagiku."Haru mengucap kan lirih karna malu
"Apa maksudmu pertama kali?,..sebentar jangan bilang kau baru pertama kali berkencan?."Ucap Hani
Haru diam,terlihat ia sangat malu karna pengakuan nya,Hani menahan senyum nya karna melihat Haru,dan ia memecah kan suasana
"Baiklah,karna kita sudah ada di sini,kau juga sudah membayar semua ini dengan sangat mahal,dan lagi karna kita tak bisa menaiki wahana apapun,bagaimana kalau kita memakan sesuatu saja,hmmm?."Hani mencairkan suasana tadi
"Apa yang ingin kau makan?."tanya Haru
"Entahlah...apa ada yang bisa kita makan disini?."tanya Hani
"Tunggulah disini sebentar."Ucap Haru lalu pergi berlari mencari sesuatu
__ADS_1
jangan lipa like favorite dan vote😊😊😊
jangan lupa juga tunggalkan komentar👇👇