Orang Itu,Aku Mencintai Nya

Orang Itu,Aku Mencintai Nya
Episode 28


__ADS_3

Haru membaringkan Hani di ranjang tidur nya,terlihat ia sangat kelabak kan melihat Hani kesakitan


"apa yang harus kulakukan?ah dokter Ari,iya aku harus menelpon dokter Ari"batin Haru


Dokter Ari adalah dokter kandungan yang di kenal Haru dan kebetulan ia tinggal di lingkungan yang sama


"tunggu lah sebentar Hani,aku akan menelpon dokter"ucap Haru


Tidak lama dokter yang di maksud datang,Haru yang sangat kebingungan menunggu sang dokter di depan pintu pun mengantar kan nya kekamar di mana Hani masih kesakitan


"dokter tolong periksalah dia,sebelum nya ia tidak apa apa,lalu tiba tiba ia seperti ini"ucap Haru menunjuk kepada Hani


"baiklah"lalu dokter melakukan tugas nya


"berapa usia kandungan mu nona"tanya dokter


"enam...enam bulan dok"jawab Hani lirih


"mm...apakah kau mengalami guncangan di perut baru baru ini?"tanya dokter lagi


Haru yang teringat laporan jero tadi siang langsung menjawab


"iya dok,tadi siang tubuh nya terdorong sampai jatuh kelantai"ucap Haru


Hani sedikit kaget berfikir bagaimana pria ini tau,tapi ia tidak begitu menghirau kan nya,karna


rasa sakit nya


"benar kah?,itu memang berbahaya,seharus nya kau menjaga dirimu baik baik"ucap dokter


"dokter,lalu apa yang akan terjadi pada bayi ku"tanya Hani


"iya dok,apa akan terjadi hal buruk pada bayi nya?"imbuh Haru


"untung nya saat ini tidak papa,ini hanya kontraksi palsu,terkadang memang terjadi di kehamilan di usia ini,tapi bukan berarti kau bisa lengah menjaga bayimu"ucap dokter kepada Haru


"apa,kenapa dokter ini bilang bayi nya"batin Hani


Haru tidak begitu memperdulikan perkataan dokter Ari


"lalu apakah aku harus membawanya ke rumah sakit sekarang?"tanya Haru lagi


"untuk saat ini tidak perlu,rasa sakit itu akan hilang dengan sendiri nya,kau hanya perlu membantu menenangkan kontraksi nya"ucap Dokter


"bagaimana cara nya dok?"tanya Haru


"kau bisa mengelus perut ibu nya dengan perlahan,itu akan sangat membantu menghilang kan rasa sakit nya,tapi kontraksi itu akan datang dan hilang,jadi pastikan kau terus menjaga di samping nya,ah....dan berikan ia air hangat,itu juga akan sedikit membantu"ucap dokter Ari


"baik lah dok,saya mengerti"jawab Haru


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter Ari

__ADS_1


Lalu dokter Ari pergi meninggal kan rumah Haru


Haru bertingakah sigap seperti suami siaga,ia langsung memberikan air Hangat pada Hani


"minum lah ini"Haru membantu membangun kan Hani untuk minum


"maaf sudah merepotkan anda,tapi bisa kah anda mengantar saya pulang?"tanya Hani


"kenapa kau bengal sekali,dalam keadaan mu seperti ini kau masih ingin pulang?"ucap Haru


"tapi saya tidak mau tambah merepot kan anda"ucap Hani


"apa maksud mu,ini juga tanggung jawab ku"jawab Haru yang tak sadar dengan ucapan nya


"apa,kenapa anda harus bertanggung jawab?"tanya Hani keheranan


"hah"Haru terdiam sejenak


"sudah lah jangan bahas lagi,berbaring lah aku akan mengelus perut mu"ucap Haru kelabakan karna ia keceplosan


"tidak,tidak kenapa anda mengelus perut saya?"ucap Hani


"apa kau tidak dengar kata dokter tadi?"bentak Haru yang mulai kehilangan kesabaran


"tapi...ssttthhhh...akhhh"Hani meringis kesakitan lagi dan memegangi perut nya lagi


"apa ku bilang,kenapa kau terus keras kepala"Haru lalu memaksa membaringkan tubuh Hani,dan Haru langsung duduk di pinggiran ranjang dan mengelus perut Hani pelan,karna posisi Hani yang telentang Ia merasa tidak nyaman,ia terus bingung harus memandang ke arah mana,hingga membuat nya sangat tegang,begitu pula Haru ia juga sama serba salah nya terus mencari arah kemana ia memandang


"apakah aku boleh menghadap ke sana?"tanya Hani sambil menunjuk arah yang membelakangi Haru


"hmmm.."Haru hanya menjawab singkat


Hani lalu membelakangi Haru,yang membuat suasana tegang mencair


Hani tidak bisa memungkiri,bahwa ia merasa nyaman dengan perlakuan Haru saat ini,ia merasa ada seseorang yang menggantikan ibu nya,karna dulu ibu nya lah yang melakukan hal seperti ini pada nya


"bagaimana anda tau kalau saya hari ini terjatuh kelantai?"tanya Hani memulai percakapan


"jero memberitahuku"ucap Haru


"lalu,apakah benar anda sengaja meminta bahwa harus saya yang memandu pembelian hunian ini?"tanya Hani memberanikan diri


"kenapa kau PD sekali,memang nya aku terlihat kurang kerjaan?"jawab Haru tidak mengakuinya karna menurut nya itu memalukan


"benar kah?kenapa aku masih tidak percaya?"batin Hani


"kurasa anda bisa berhenti,ini sudah tidak sakit lagi"ucap Hani,yang merasa perut nya sudah tidak begitu sakit karna bantuan Haru


"diam lah,nanti sakit nya pasti datang lagi"ucap Haru datar,yang beruasaha setenang mungkin


Setelah beberapa lama,Hani tertidur di ranjang Haru,Haru masih saja mengelus perut Hani tanpa henti

__ADS_1


jam sudah menunjuk pukul 12.30 Haru pun menguap,tapi ia berusaha menyadar kan dirinya dan terus mengelus perut Hani


"apakah dia sudah baik baik saja"batin Haru


Hani tiba tiba membuka matanya,dan masih merasakan bahwa tangan Haru masih mengelus perut nya


"ya Tuhan..ia masih melakukan nya"batin Hani


Hani membalik tubuh nya menghadap Haru


"saya rasa anda sudah cukup melakukan nya"ucap Hani lirih


Haru yang kaget melihat Hani terbangun menghentikan tangan nya


"kau sudah bangun?tanya Haru


"hm..."Hani menganggukan kepala nya,sambil membangun kan tubuh nya


"kau sudah merasa baikan?"tanya Haru lagi


"ya..kurasa sudah lebih baik"jawab Hani


"maaf karna sudah merepotkan anda,kalau begitu saya akan permisi pulang dulu"ucap Hani


"apa kau tidak lihat ini pukul berapa?kau tau aku juga sudah kelelahan menjaga mu dari tadi,jadi aku tidak bisa mengantar mu,dan jam segini tidak akan ada taxi"ucap Haru


"ah..begitukah,tapi aku merasa tidak enak pada anda"ucap Hani tertuduk


"sudah lah,aku tidak ingin berdebat,tidur lah saja disini untuk malam ini,aku akan mengantar mu besok"ucap Haru sambil berdiri dari duduk nya,kaki nya terasa keram karna duduk di posisi yang sama selama beberapa jam


"aku ada di kamar sebelah,kalau perut mu sakit lagi kau bisa memanggil ku"ucap Haru


"baiklah"Hani hanya mengangguk


"tidur lah lagi,akan ku matikan lampu nya"Haru lalu pergi keluar dari kamar nya sendiri dan beristirahat di kamar tamu


"kenapa dia bersikap seperti itu,dan ada apa dengan ku,kenapa aku selalu menuruti nya,hahhh,terserah lah,lebih baik aku tidur saja,jarang jarang aku bisa tidur di kamar sebagus ini"ucap Hani merebah kan tubuh nya


Di kamar sebelah ternyata Haru tidak bisa memejam kan mata nya,ia terfikir kan bagaimana kalau Hani kesakitan tapi tidak mau membangunkan nya


"apa sebaiknya aku tetap di kamar itu saja?"gumam Haru


"ah..tidak bila aku kesana lagi,apa yang akan ia pikir kan,sebaik nya aku tidur saja,dia bukan gadis bodoh kan,hanya diam saja saat kesakitan"gumam nya dan berusaha memejamkan mata nya


 


jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊


dan jangan lupa tinggal kan komentar👌👌


 

__ADS_1


__ADS_2