
"Haruu!!!."suara seseorang masuk sambil membanting pintu ruangan nya
"Kenapa lagi dia disini?." gumam Haru
Itu adalah Ibu Haru,ia datang bersama Ema,ibu Haru datang dengan kemarahan di wajah nya
Haru,Semi,dan Dion,menghentikan kegiatan mereka,suasana langsung berubah menjadi mencengkam
"Haru,katakan pada ibu,apa maksud dari berita ini,kau harus mencegah mereka mencetak berita bodoh ini,ini bisa mempengaruhi citra mu Haru,kau harus memberi pelajaran pada mereka,apa kau mengerti!!."ibu Haru berbicara tanpa sela sambil menunjukan koran yang ia bawa
"Hahh...kenapa hari ini ruangan ku berisik sekali,kalian semua sangat bersemangat ingin mengetahui kehidupan pribadi ku,dan lagi apa hak anda mengatakan hal ini?."ucap Haru
"Haru kenapa kau berkata seperti itu?."jawab Ema
"Ema,aku juga heran dengan mu,kenapa belakangan ini kau selalu saja bersama nya,apa kau sekarang menjabat sebagai pembicaranya?."tanya Haru
"Apa?,apa maksudmu?."tanya Ema
"Sudahlah Ema,kau pasti tau apa maksud ku,jadi jangan ikut campur lagi dengan urusan ku."ucap Haru
Ema seketika terdiam
"Semi,jadi dia Ema?,aku dari tadi berfikir seperti pernah melihat nya,tapi aku tidak bisa mengingatnya dengan benar,dia Ema teman kita saat SMP bukan?."Dion berbisik pada Semi
"Hmm..."Semi hanya menjawab singkat,ia terus menatapidan mengagumi Ema tanpa berkedip,sudah sangat lama ia tidak bertemu dengan cinta pertama nya itu
"Kenapa kau bisa secantik ini sekarang?."batin Semi
Kedua teman Haru hanya diam,mereka tau kapan saat mereka harus ikut campur dan kapan tidak
Kembali ke percakapan Haru dan ibunya~~~~
"Pokok nya berita itu benar atau tidak, ibu tidak akan mengakui hubungan mu itu,karna ibu yang akan pilih kan jodoh untuk mu!!!."ibu Haru berteriak
"Hahahahha,lucu sekali,atas dasar apa anda berbicara seperti itu?."Haru tertawa keheranan
"Haru ibu tau kau tidak menyukai ibu,ibu mengakui itu semua memang kesalahan ibu,ibu lah yang menghianati ayah mu,tidak papa jika kau tidak menghormati ibu,tapi untuk hal jodoh mu,ibu tidak akan berkompromi,kau harus mengikuti kata kata ibu!!!"Ibu Haru berbicara dengan tegas lalu meninggalkan ruangan
Haru hanya tertawa kecil melihat tingkah ibu nya
"Apa sekarang dia bertindak seperti ibu sungguhan,hahh sungguh lucu."ucap Haru
"Haru,bisa kah kau berhenti memperlakukan ibu mu seperti itu,kesalahan apapun yang ia lakukan,tetap saja dia adalah ibumu."ucap Ema
"Ema,bukan kah sudah ku katakan jangan ikut campur urusan ku."Haru berbicara dingin
"Kenapa kau semakin kesini tabiat mu semakin memburuk sih?,aku sungguh muak melihat nya."ucap Ema
"Bagus lah kalau kau tau,jadi lebih baik kau jangan pernah mendekati ku lagi."ucap Haru
__ADS_1
"Heyyy Haru,apa kau merasa aku mendekati mu?,apa kau pikir aku masih menyukai mu setelah berpuluh tahun kita tidak bertemu?,saat itu di rumah mu dan hari ini aku bisa di hadapan mu,kau pikir itu semua keinginan ku?,asal kau tau saja,ibu mu lah yang mengajak ku,aku bahkan tidak tau apa maksud dari semua yang di lakukan ibu mu,jadi jangan terlalu berfikir bahwa kau itu istimewa dan segalanya,andai aku tau kalau ibumu mengajak ku untuk bertemu dengan mu,pasti aku sudah menolak nya,aku hanya menghormati ibu mu saja!!!."Ema benar benar kesal,ia juga meninggalkan ruangan Haru dengan langkah cepat
"Haru,apa kau baru saja di tolak?."suara Dion terdengar
"Di tolak kepala mu,apa aku terlihat menyatakan cinta?."ucap Haru
Haru dan Dion memandangi Semi yang masih mematung,mengagumi Ema
"Heyy ada apa dengan nya?."tanya Haru pada Dion
Dion menggeleng,dan langsung menepuk punggung
Semi kencang
"Heyy sadarlah,apa kau sebegitu terpesonanya?."ucap Dion
Semi terkaget lalu tersadar dari lamunan nya
"Semi,jangan katakan kau masih menyukai nya?."Tanya Haru
"Itu..entahlah,aku merasa dunia ku berhenti saat melihat nya."jawab Semi
"Bagaimana bisa kau masih menyukai nya,kau tidak dengar tadi,dia yang dulu mengejar Haru sampai seperti orang gila saja, bisa tidak menyukai Haru lagi saat ini,aaa..apa kau memang tipe setia ya?,eyy tapi mana mungkin,kau kan sama saja dengan ku."ucap Dion
"Hahh..benar sekali,tadi dia bilang dia sudah tidak menyukai Haru lagi bukan?,wahh ini kabar baik,dengan begini aku punya kesempatan mendekati nya."Semi bersemangat
"Hahaha,kau naif sekali,memang nya kau pikir gadis sepertinya tidak memiliki kekasih?."ucapan Haru langsung membuat Semi lemas
"Benarkah?,kau benar benar membujuk nya?."Haru langsung berubah mood saat mendengar nama Hani
"Hauhhh,sudah lah,kau memang benar benar sudah buta,baru saja kau marah marah pada ibumu,sekarang wajah mu tiba tiba berubah saat membicarakan gadis bernama Hani itu."Semi semakin kesal
Mereka terus saja berdebat dengan sesekali mengeluar kan tawa yang terdengar sampai keluar ruangan,membuat Jero tenang,karna biasanya saat bos nya baru bertemu ibunya,ia akan uring uringan
___________________________________________
Malam hari di rumah Haru~~~~
"Drttttt...drtttttt."suara Handphone Haru
"Halo bibi."Haru
"Hay Ru,bagaimana kabar mu?,kenapa kau lama sekali tidak mengunjungi bibi dan kakek,kakek mu terus menanyakan mu." bibi
"Aku baik bi,maaf kan aku bi,akhir akhir ini banyak pekerjaan di kantor,bagaimana dengan kesehatan kakek?."Haru
"Kakek mu baik baik saja,hanya saja belakangan ini kakek mu sedikit terganggu dengan berita yang sedang ramai di perbincangkan,bibi yakin kau tau apa itu kan?."Bibi
"Hahhh...bi,tidak perlu memusingkan hal itu,aku bahkan juga tidak sempat mendengarkan hal seperti itu,pekerjaan ku benar benar menumpuk belakangan ini."Haru beralasan
__ADS_1
"Apa kau yakin sibuk bekerja,bukan nya berkencan?,apa kau pikir kami tidak tau kegiatan mu hm?."bibi meledek Haru,karna sebenarnya ia mengetahui semua yang di lakukan keponkan nya itu,ia menyuruh orang untuk mencari tau tentang siapa gadis yang selalu bersama Haru
"Apa maksud bibi?,jangan bilang kalian memata matai ku?."Haru
"Mematai matai?,bukan kah istilah itu sangat berlebihan?Ru...kami hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi,itu saja,karna menurut bibi ini adalah hal yang luar biasa,selama ini kau tidak pernah dekat dengan gadis mana pun,kami benar benar takut kau tidak akan pernah mau menikah,tapi tidak bibi sangka, ternyata kau adalah seorang pria yang nakal,ah...bahkan dia sekarang sedang hamil,tapi kau masih tidak mau memberi tau kami."jawab bibi
"Ayolah bi...hentikan,apa bibi sedang mengejek ku sekarang?."ucap Haru
"Hahaha,Ru pulang lah kita bicarakan saat kau di rumah,dan ingat bawa gadis bernama Hani itu bersama mu,mengerti!!!."ucap bibi
"Apa ini,bahkan bibi tau namanya,jadi kalian benar benar memata mata i ku ya?."ucap Haru
"Ahhh kau ini kenapa bicara seperti itu,kami hanya ingin tau saja,siapa gadis yang sudah mendapat kan hati mu,itu saja,kenapa kau itu berlebihan sekali,kami tidak akan menyakiti nya."ucap bibi
"Baiklah,aku akan usahakan pulang,tapi aku tidak berjanji akan membawanya."ucap Haru
"Hey anak kurang ajar!,apa maksudmu kau tidak berjanji membawanya,kau tidak mau mengenal kan nya pada kami,hahh."Suara kakek Haru berteriak,karna memang handphone bibi di buat mode pengeras
Haru menjauhkan telinganya dari handphone nya
"Astaga..orang tua ini,kenapa suara nya kencang sekali?,kalau kakek masih punya tenaga sekuat itu untuk berteriak,pasti kesehatan kakek sama sekali tidak buruk,kenapa tidak mengambil kembali group CONCH,dan aku akan kembali ke bisnis ku sebelumnya,Aaa jangan jangan selama ini kakek hanya berakting sakit saja ya? ."Haru menjawab kakek nya
Kakek dan cucu ini memang selalu berdebat,tapi sebenar nya kedua nya saling menyayangi dan melindungi dalam diam
"Dasar kurang ajar kau,kakek tidak mau tau,bagaimanapun cara nya kau harus membawanya kemari,apa kau itu bukan laki laki?,dia sudah hamil tapi kau masih tidak mengenalkan nya pada kami,dan lagi apa kau tidak malu pada orang tua nya hah?."Kakek mengomeli Haru
"Hah...kakek tidak perlu memikirkan hal itu,ia sudah tidak memiliki orang tua."jawab Haru sambil memijat pangkal hidungnya
"Apa!!!,astaga apa aku selama ini membesar kan dan memberi makan anak bodoh seperti mu?."kakek menambah level omelan nya
"A...apa maksud kakek?."tanya Haru
"Kau masih tidak tau?,kau itu memang benar benar bodoh ya?,dia itu sudah tidak memiliki orang tua,dan sekarang dia sedang hamil,tapi kau tidak ada niat menikahinya,apa kau masih waras?,apa kau tak berfikir bagaimana perasaan nya?."kakek semakin marah
"Kek..itu biarlah menjadi urusan ku sendiri,kalian tidak perlu okut campur,aku akan melakukan apa yang menurut ku benar."jawab Haru
"Apa kau....."kakek terpotong
"Ayah..sudah lah jangan terlalu bersemangat,nanti darah mu naik lagi."potong bibi
"Hah...sudah sudah,kakek tidak mau dengar alasan apapun,mari kita bicarakan ini saat kalian datang nanti."ucap kakek,ia langsung memutus sambungan
telfon
Haru yang sebenarnya sudah memikir kan hal itu jauh jauh hari,masih merasa bingung,ia khawatir jika ia membicarakan pernikahan secepat ini,akan membuat Hani takut,diingat nya mereka baru saja memutus kan memiliki hubungan bersama.
"Ku rasa aku harus mencoba nya,akan tidak baik juga jika Blue lahir sebelum kami menikah,baik lah kakek,aku akan mengabulkan permintaan mu kali ini,jadi berhenti mengatai diri ku bodoh,hahh...padahal kau tau berapa jumlah uang yang sudah ku dapat kan dengan otak jenius ku ini,berani berani nya orang tua itu mengatai ku bodoh."Haru bergumam
jangan lupa like favorite dan vote ya๐๐
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar๐
dan jangan lupa juga follow akun author ๐๐