
"Brukkkk."Tubuh Hani hampir terpental kebelakang,tapi sudah di sambut oleh tangan berotot yang menggunakan jam tangan mewah yang melingkar di lengan nya
"Astaga...sedari kapan kau di sini?"Hani melotot
"Kenapa?,apa kau takut ketahuan karna sudah beduaan dengan pria brengsek tadi,hmmm."Haru menatap kesal
"Be..berduaan apa nya?,aku tadi tak sengaja bertemu dengan nya,lagian aku tadi bersama Loly kok."Hani gelagapan,karna ia tau seperti nya pria di hadapan nya ini kesal
"Tapi aku hanya melihat mu bersama pria tadi,bukan dengan Loly."ucap Haru
"Hihi...kenapa?,apa kau cemburu,hmm?."Hani lalu memegang lengan Haru ingin membujuk nya
"Cemburu....hahaha..apa itu cemburu,aku tidak tau apa itu."Haru memalingkan wajah nya
"Mmmm..benarkah...kalau begitu kenapa kau terlihat kesal,lihat ini kau mengerut kan kening mu sampai seperti ini."Hani menunjuk kening Haru
"Sudah ku bilang tidak."Haru semakin kesal
"Oke oke...tapi kenapa kau ada di sini?apa kau sudah merindukan ku,hmmm?."Hani bertanya
"Tidak...aku hanya berencana mengajak seseorang makan siang,tapi ternyata dia sudah makan siang dengan pria lain,jadi lebih baik aku pulang saja."Haru lalu membalik tubuh nya ingin pergi
Hani hanya melihat saja Haru yang beranjak pergi
Karna tidak ada respon dari Hani Haru menghentikan langkah nya
"Kau..kau tak menghalangiku pergi?."Haru membalik tubuh nya dan bertanya
"Apa?...bukan nya kau bilang mau pergi?."Hani memasang wajah polos
"Hahh..kau kau."Haru kehabisan kata kata
"hahaha...maaf maaf,jangan pergi ya."Hani lalu menghampiri Haru dan mendekap satu lengan Haru
"Karna aku sudah makan,aku akan menemanimu saja,bagaimana?."imbuh nya
"Tidak usah aku sudah tak lapar lagi."ucap Haru
"Benarkah?,wahhhh...ternyata hanya dengan melihat ku membuat mu kenyang ya?."Hani memasang wajah imut nya sambil menopang kan wajah nya ke kedua telapak tangan nya lalu mengedip kedip kan mata nya
Melihat Hani yang begitu manis membuat Haru tertawa dan tertunduk
"Kenapa kau tertawa?,apa aku lucu?."tanya Hani
"Hmm...hah...ku rasa aku sangat mencintai mu,sampai membuat ku begini."Haru menatapi wajah Hani dalam
"Berarti sekarang kau tak marah lagi?."tanya Hani
"Bagaimana aku bisa marah padamu."Haru membelai kepala Hani lembut
mereka berdua berbincang dan mengumbar ke uwu an tanpa mengingat bahwa banyak mata yang memperhatikan mereka,bahkan ada beberapa orang yang diam diam memotret kebersamaan keduanya.
____________________________________________
Setelah beberapa hari ...
Pagi pagi sekali Haru sudah datang ke rumah Hani
"Ting tong....."Suara bel
Hani membukakan pintunya
"Haru kenapa sepagi ini sudah datang?."Hani
"Tidak boleh?."Haru
"Bukan begitu,tapi ini terlalu pagi."Hani
"Aku sudah merindukan mu,gimana dong."Haru
"Aww..kau mulai lagi."Hani
__ADS_1
Kedua nya masuk ke dalam rumah
"Oh iya..Katakan berapa sandi rumah mu,ini sangat merepotkan setiap kali aku kesini slalu saja harus menunggu mu membuka pintu."Haru
"Nanti akan ku beri tau."Hani
"Kau sudah siap kan semua?."Haru
"Hmm..sudah ku kumpulkan di sana."Hani menunjuk map yang ia letakan di atas meja yang ada di ruang tamu
"Periksalah dulu siapa tau ada yang kurang,aku mandi dulu."Ucap Hani
"Hmm."Haru mengangguk lalu menuju sofa kecil yang ada di ruang tamu
Hani masuk ke kamar nya,tapi sebelum ia menutup
pintu ia memanggil Haru,dengan hanya mengeluarkan kepalanya dari balik pintu
"Haru."panggil Hani
"Hmmm."Haru menengok ke arah suara
"Bisa kah kau buat kan sarapan,Blue sudah kelaparan dari semalam."Hani meminta dengan nada manja
"Baiklah..akan ku buat kan,pergilah mandi dulu."Haru menjawab dengan senyum nya
"Hehehe,thank you kau memang yang terbaik."Hani kegirangan sambil memberikan jempol nya,lalu pergi masuk dan menutup pintu kamar nya
Setelah Haru selesai mengecek berkas berkas Hani,ia beranjak ke dapur untuk membuat sarapan dan di tengah tengah aktifitas nya
"Drttttt....drtttt."Suara handphone nya berdering
"Ada apa?."Haru memulai pembicaraan
"Maaf tuan muda,ada seorang pria aneh yang terus saja mengawasi rumah nona Hani."jawab pengawal yang selalu ada di sekitar Haru
"Mungkin itu orang nya kakek atau bibi."Haru menjawab santai,karna memang selama ini kedua orang itu slalu kepo dengan urusan pribadi nya,apalagi menyangkut Hani
"Tapi saya rasa anda salah tuan,kalau memang itu orang nyonya atau ketua,saya pasti mengenali nya."Pria tsb meyakinkan
"Saya yakin tuan muda,dan seperti nya dia sudah mengikuti nona Hani beberapa hari ini,saat anda bertemu dengan nona Hani,saya juga sempat melihat nya berada di sekitar nona Hani."jawab pria di sebrang telfon
"Hahh..kalau begitu kau awasi dia."perintah Haru
"Saya akan suruh yang lain mengawasi nya tuan."jawab nya
"Tidak perlu,cukup kau saja,lagi pula setelah urusan Hari ini selesai kita tangkap dia,aku ingin tau sebenarnya siapa yang menyuruh nya."Haru bicara pelan tapi penuh tekanan
"Baik tuan muda."Jawab nya
Haru menutup telfon nya
"Siapa yang berani berulah dengan ku?,apa...wanita tua itu?."Batin Haru
"Haru ada apa?."Hani tiba tiba datang dari samping Dan mengaget kan Haru
"Hahhh...tidak tidak ada,kau sudah selesai?."tanya Haru
"Hmmm..."Hani mengangguk
"Kau yakin tak apa,kau terlihat melamun barusan?,apa ada pekerjaan yang mendesak?"tanya Hani
"Tidak..tidak ada apa apa."jawab Haru
"Kau yakin,kalau memang sangat penting kita bisa tunda dulu urusan kita hari ini."ucap Hani
"Kau ini bicara apa?,saat ini tidak ada yang lebih penting dari mendaftar kan pernikahan kita...
Hani...,hal ini seharus nya kita lakukan dari dulu,kau sudah menanggung semuanya sendiri cukup lama,jadi jangan menunda nya lagi,Hmmm."Haru memegang kedua bahu Hani
Hani hanya mengangguk
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Hani menuju kamar nya
Haru yang masih membereskan meja makan di panggil oleh Hani
"Haru...bisakah kau kemari?."Hani berteriak
"Ada apa?,kau butuh sesutu?."Haru menjawab tapi masih melakukan aktifitas nya
"Cepat lah...ini darurat."Hani memaksa
"Apa...memang nya ada apa?"Haru langsung bergegas menuju kamar Hani
"Ada apa?."Haru menghampiri Hani dengan wajah panik
"Ini...coba lihat ini,lebih baik aku pakai baju ini atau yang ini?."Hani memegang dua baju di kedua tangan nya
"Apa...kau bilang darurat?."Haru bingung
"Benar..ini memang darurat,aku tidak bisa memutuskan harus pakai baju yang mana?."ucap Hani,membuat Haru langsung tertunduk menghela nafas nya yang panjang
"Kenapa?,...apa tidak ada yang bagus ya?,Hahhh...tubuh ku memang sekarang menggemuk perut ku juga semakin membuncit.pasti pakai baju apa pun akan terlihat sama saja,padahal kan aku ingin terlihat bagus di camera nanti."Hani bicara menghadap kan tubuh nya ke cermin dengan nada putus asa
"Tapi ini semua gara gara dirimu,kau selalu saja memberiku makanan yang enak,aku kan jadi tidak bisa mengontrol makan ku."Hani tiba tiba ngegas
"Ke...kenapa jadi aku yang salah?."Haru bingung
"Tentu saja ini salah mu,kau yang membuat ku begini,dan lihat ini,perut buncit ini juga perbuatan mu,setiap hari dia terus saja membesar membuat semua pakaian ku susah untuk di guanakan."Hani bicara menunjuk perut nya,ia tak sadar lagi dengan kata kata nya
"Hahaha...baiklah ku akui itu memang perbuatan ku,aku akan bertanggung jawab,dan setelah hari ini akan ku pastikan dia akan lebih cepat membesar,jadi bersiap siap lah,hmmm."Haru mendekat kan tubuh nya sengaja ingin menggoda Hani
Hani yang sadar akan kata kata nya merasa malu,ia merasa telah memancing pembicaraan ke arah sana,dan hal itu membuat pipi nya memerah
"Ka...kau..bicara apa?,kenapa bicara mu ngelantur begitu."Hani gelagapan ia bicara sambil membuang pandangan nya ke arah lain
"Kenapa..kenapa kau malu begitu?,bukan kah Hari ini kita akan menikah?,berarti malam ini kau akan tidur di kamar ku bukan?."Haru terus saja menggoda Hani yang sudah salah tingkah
"Hahhh...hentikan..jangan bicara lagi,aku mau ganti baju dulu."Hani membalik tubuh nya ingin menuju kamar mandi
"Heyyy...mau kemana?."Haru menahan kedua bahu Hani dari belakang
"Sudah ku bilang kan aku mau ganti baju."jawab Hani
"Ya sudah ganti di sini saja,memang nya mau pergi kemana?."Ucap Haru
"Apa..kenapa kau tiba tiba bersikap begini?."Hani mulai kesal dan malu
"Sudah lah tidak papa...kau tidak usah malu pada ku,lagi pula sebentar lagi aku juga akan melihat...."Haru terpotong
"Bukkkk."suara bantal melayang ke wajah Haru
"kau...jika kau bicara hal hal mesum lagi,kau lihat saja akibat nya."Hani lalu pergi mengganti baju nya
Haru yang melihat tingkah Hani yang sangat malu hanya bisa tertawa kecil
Selang beberapa saat Hani sudah selesai dengan ritual dandan nya,mereka lalu pergi menuju kantor pencatatan pernikahan
Saat sampai masih di dalam mobil
"Huhhhh."Hani membuang nafas panjang dari mulut nya
"Kenapa?.Haru bertanya
"Hmmm...entah lah,aku merasa ada sesuatu di sini."Hani menjawab sambil menunjuk dada nya
"Apa...apa terasa sakit?."Haru kaget
"Bukan...bukan itu maksud ku,hanya saja ...ada perasaan aneh di dalam sini,aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan menikah.Hidup ini memang aneh,dari mana awal dari ini semuanya,kenapa tiba tiba saat ini aku bisa menikah dengan mu...,aku bertemu dengan mu pria yang tak pernah ku fikirkan,bahkan tak berani kubayangkan datang ke kehidupan ku,dan sekarang aku sedang mengandung anak mu,bukan kah takdir hidup ini sangat aneh?semuanya berjalan begitu saja,sampai akhirnya kita sampai di titik ini."Hani bertanya tanya
"Hah...aku juga terkadang juga berfikir begitu,aku fikir dulu aku hanya akan terus menjadi pria aneh yang tak bisa didekati wanita,tapi tiba tiba kau muncul di kehidupan ku dan mengubah ku.Hani...walau pun dari awal pertemuan kita memang tidak biasa dan aneh,tapi kuharap kau hanya mengingat baik baik nya saja."Haru menggenggam telapak tangan Hani
Hani mengangguk memberikan senyum nya
__ADS_1
TUNGGU KELANJUTANYA YA,KAYAK NYA MULAI EPISODE BERIKUT NYA AKAN MULAI ADA GUNCANGAN DI HUBUNGAN MEREKA NIH,KARNA DI SEBUAH HUBUNGAN NGGAK MUNGKIN KAN MULUS TERUS....
OKE PARA PEMBACA TERCINTA KU,TETEP TERUS PANTENGIN CERITA SELANJUTNYA YAAAA1🤗🤗