
Semi dan Dion masuk kedalam bar bersamaan,mereka melihat Haru yang sudah duduk di meja bar sendirian,karna masih pagi memang bar belum buka,hanya saja tidak ada yang tidak bisa di bicarakan dengan uang
"Heyyy sobat kenapa kau minum sepagi ini"Dion yang menghampiri Haru dan mengambil gelas yang di pengang Haru
Semi dan Dion mengapit Haru yang duduk di tengah
"kalian datang?"ucap Haru
"ada apa dengan mu Haru?,kau terlihat tidak bersemangat"tanya Semi
"tidak ada"jawab Haru singkat
"hahhh,baik lah,kalau begitu kau bisa mulai menjelaskan tentang semalam"ucap Dion yang sudah tak sabar lagi
"iya,Dion benar"imbuh Semi
"hahhh,apa kalian bisa melewat kan itu saja?"jawab Haru
"apa yang kau katakan,apa kau tau betapa susah nya aku bangun pagi,dan lagi ini hari minggu,ini semua kulakukan agar aku bisa mendengar apa yang terjadi semalam tau?Dion meninggikan suara nya
"hahaha,benar kata Dion,kau benar benar harus mengatakan pada kami,kami tidak akan memberikan kelonggaran dengan alasan apapun pada mu"imbuh Semi
"hahh..dia hanya pembawa kontrak rumah yang ku beli"jawab Haru yang masih belum jujur
"kau beli rumah baru?,tapi kenapa kau harus mengurus nya sendiri,dan lagi kenapa harus membawa kontrak ke rumah mu?,kau pikir aku mudah di bodohi yaaa,hm..hmm?"ucap Dion yang tidak percaya
"aaa,jadi kau tidak mau jujur pada kami ya Haru"ucap Semi sambil merangkul pundak Haru
"apa yang kalian bicarakan aku mengtakan yang sebenar nya"ucap Haru
"baiklah...kalau begitu,tapi kalau aku tidak salah ingat,gadis itu adalah gadis yang semalam informasi hidup nya ku baca di rumah mu bukan?"ucap Semi sambil mengejek
Haru yang kaget dengan ucapan Semi langsung menengok ke arah nya,ia tidak menyangka teman nya itu mengingat apa yang ia lihat tempo hari
"apa?apa yang kau bicarakan Semi?,apa ada yang tidak aku tau?"tanya Dion
"entah lah,kau bisa tanya kan pada Haru"ucap Semi sambil mengangkat kedua bahu nya
"heyyy Haru cepat katakan lah pada ku...apa kau mau membuat ku mati penasaran,hahh?paksa Dion
"oke oke,dia itu gadis waktu itu"Haru lalu menagatakan,karna sudah sangat muak dengan ocehan kedua teman nya
"gadis waktu itu?,maksudmu gadis yang mana?"tanya Dion
"bukan kah kau sangat penasaran dengan gadis yang di klub waktu itu,kenapa masih tanya lagi"ucap Haru
"apa....jadi maksud mu dia itu..."belum selesai Semi bicara
"apa..jadi dia,dia dia gadis yang kau tiduri waktu itu?Dion berteriak sambil mendobrak meja
"hm"Haru menjawab singkat,sambil masih meminum minuman yang ia pesan
"lalu apa dia datang pada mu meminta mu untuk tanggung jawab atas kehamilan nya?,kalau memang iya,lebih baik kau hati hati,jangan langsung percaya,kau tau kan betapa licik nya wanita zaman sekarang?"ucap Semi santai
"apa maksud mu Semi apa dia sedang hamil?"tanya Dion
"hahhhh...apa kau buta?,padahal kau berada di hadapan nya semalam"ucap Semi
"benarkah?,kenapa aku tidak melihat nya semalam,eh tapi apa benar dia meminta mu tanggung jawab Haru?"tanya Dion
"tidak,dia tidak mengatakan apa apa,lagi pula pertemuan kami semalam atas kemauan ku,aku lah yang sengaja mencari nya"ucap Haru
"benarkah?,tapi kenapa?,ini bukan seperti dirimu,apa kau berfikir dia mengandung anak mu?"ucap Semi
"entah lah,aku tidak tau,aku juga tidak tau dengan apa yang ku lakukan"jawab Haru sambil mengacak rambut nya
__ADS_1
"tapi karna dia tidak mengatakan apa pun padamu,kurasa itu memang bukan anak mu,lagi pula zaman sekarang mana ada orang hanya tidur dengan satu orang?"Ucap Dion
"apa kau tidak salah bicara?,bukan kah orang di sebelah mu adalah bukti nyata?,hehehe"ucap Semi meledek ke arah Haru
"hahaha,kau benar Semi,kenapa itu tak terfikirkan oleh ku,hahaha"jawab Dion yang menyahut mentertawakan Haru
"dasar sialan,apa kalian sudah puas meledek ku?" Haru kesal
"aku melakukan itu bukan tanpa alasan,usia kehamilan nya sangat cocok dengan waktu itu"ucap Haru
"ayolah Haru,jangan bodoh,mungkin saja dia sudah tidur dengan pria lain"ucap Semi
"itu pertama kali juga untuk nya"Haru menjelas kan
"apa..wah Haru,tak kusangka kau lebih brengsek dari kami,kau meniduri gadis yang belum tersentuh sama sekali,aku yakin kau pasti memaksa nya bukan?,tidak mungkin ia dengan suka rela masuk ke kamar mu malam itu"ucap Dion
"kau pikir ini salah siapa?,aku juga tidak ingin melakukan itu"ucap Haru
"sudah sudah,lalu apa kau sudah memastikan nya?"tanya Semi pada Haru
Haru hanya menggeleng
____________________________________________
"kenapa Aril tidak mengangkat telfon ku?"gumam Merry di depan apartement Aril,ia mencari Aril sedari kemarin,tapi tak bisa menemukan nya
Setelah kejadian di lobi kemarin, Aril mendengar dari karyawan lain apa yang di lakukan Merry pada Hani,ia sangat marah dan malu di kantor,ia pergi meninggalkan kantor saat jam makan siang,ia mencari dan menunggu Hani dirumah nya untuk meminta maaf,tapi tak bisa menemuinya,karna Hani tidak di rumah semalam man
"apa dia tidak dirumah?batin nya lagi
Saat Merry hendak beranjak pergi tiba tiba Aril datang dengan penampilan yang sangat berantakan,Aril semalaman tidur di dalam mobil nya karna mabuk
Aril hanya diam tak menjawab,ia lalu memasukan sandi rumah nya,saat hendak masuk,tangan nya yang memegang gagang pintu di tarik oleh Merry
"aku bertanya pada mu,dari mana saja kau?,apa kau tak mendengar ku?"teriak Merry
"lepas kan tangan ku"Aril mengibas kan tangan Merry lalu masuk ke apartement nya,dan Merry mengikuti nya
"ada apa dengan mu?"tanya Merry
"bukan kah aku yang harus nya menanyakan hal itu?"ucap Aril sambil menenggak air minum dari lemari es
"kau ini bicara apa sih?"tanya Merry lagi,karna ia sudah kesal,ia membalik kan tubuh Aril dengan paksa
Karna Aril juga sudah merasa tidak bisa bersabar lagi pada Merry,ia lalu mendorong tubuh Merry mengahantamkan tubuh Merry sedikit keras ketembok,lalu menekan bagian bahu nya
"sudah ku katakan pada mu,jaga sikap mu!,tapi apa yang kau lakukan kemarin di kantor?,kau sengaja membuka segala hal yang sudah susah payah aku tutupi,kau pikir apa yang akan mereka katakan tentang ku mulai sekarang?,apa kau benar benar berharap karir ku hancur hah?"Aril mengatakan dengan nada pelan tapi tedengar jelas kalau dia sedang marah
"memang nya apa hubungan semua ini dengan karir mu?"jawab Merry
"ya memang itu semua tidak ada hubungan nya?,tapi apa kau lupa,sudah berapa kali gosip gosip buruk tentang ku sudah beredar,apa kau pikir atasan ku tidak memperhatikan ini?"ucap Aril
__ADS_1
"aku tidak peduli dengan itu semua,lagi pula ini semua juga kesalahan mu,kenapa kau mengirim pesan pada nya?,kenapa kau masih perhatian padanya?,apa kau masih menyukai nya?"teriak Merry yang masih tak terima
"kau,jadi kau memeriksa handphone ku?"ucap Aril
"iya..memang nya kenapa?,apa kau berfikir aku seperti Hani yang bodoh itu,apa kau fikir aku bisa kau bohongi seperti nya?,andai saja waktu itu aku tidak mengirim pesan pada nya,kurasa sampai sekarang kau masih berpacaran dengan nya"ucap Merry keceplosan
"apa..apa maksudmu,jadi yang memberitahu Hani saat itu adalah dirimu?"sian memperjelas
Karna memang sampai sekarang Aril juga tidak tau kenapa Hani saat itu tiba tiba datang ke hotel tempat mereka bedua bermalam
"ah..itu,itu aku..ee sudah lah sayang semua kan sudah belalu,mari kita lupakan saja,hm"ucap Merry yang bingung karna ia keceplosan,sambil mencoba merayu Aril dengan memeluk pinggang nya
"keluar"ucap Aril,ia merasa kemarahan nya sudah memuncak
"tapi sayang"Merry tambah mengerat kan pelukan nya
"keluarrr"bentak Aril,yang membuat Merry terkejut
"Aril...kau membentak ku?"ucap Merry
"apa kau tak mendengar ku?"Aril pun langsung menyeret tangan Merry keluar apartement nya
"Aril..Aril ini sakit,lepas kan tangan ku"teriak Merry yang lengan nya di genggam kuat oleh Aril
saat di depan pintu
"pergi dari sini"ucap Aril masih dengan kemarahan nya
"Aril,ku mohon kita bisa bicarakan ini,hmm"ucap Merry memohon
"ku bilang pergilah,aku hanya ingin sendiri sekarang,dan kau jangan hibungi aku untuk sementara ini"ucap Aril yang lalu masuk dan membanting pintu
"brakkkkk"suara pintu terdengar di hadapan Merry
"Aril..Aril...ku mohon buka pintu nya,aku akan jelaskan semua nya,Arilll"Merry terus menggedor gedor pintu tapi tidak ada jawaban sama sekali
"baik lah aku akan pergi,tapi aku akan tetap menghubungi mu"teriak Merry agar Aril mendengar
#untuk para pembaca,author minta maaf ya,kalau kesan nya tokoh utama sangat lambat untuk bersama,di karenakan author ingin membuat cerita yang sedikit berbeda saja,karna bila karakter utama cepat bersatu dan menikah author sedikit bingung menuliskan cerita yang seperti apa,karna terlalu banyak cerita tentang novel yang di awali dengan pernikahan,dan pada akhirnya cinta mereka bersemi.
jadi author pengen bikin cerita ringan dan manis untuk kedua katakter utama,dan mereka berjalan pelan pelan untuk saling menyukai
Author minta maaf kalau ceritanya mungkin tidak sesuai harapan semua pembaca inginkan🙏🙏
semoga semua pembaca ku salalu di berikan kesehatan 🤲🤲#
jangan lupa like favorite dan vote ya😊😊
jangan lupa juga tinggal kan komentar👇👇👇
__ADS_1