
Saat hari sudah gelap mereka sudah berkumpul di hotel yang di maksud teman Hani dan Haru juga sudah ada di sana,tapi Hani dan Haru datang paling lambat tempat tersebut sangat mewah. tempat itu dihias selayaknya menyambut pengantin baru tidak ada orang lain selain keluarga dan tamu dari Haru dan juga Hani
"Kenapa ibu Haru tidak ada?."Batin Hani,ia penasaran tapi tak berani bertanya
"Nahh..ini dia pengantinya."seru Loly
"Wahh...kalian kemana saja,kami sudah lama menunggu?."sahut Dion
"Heyy..kenapa kau bertanya begitu?,mereka pengantin baru,memang nya apa yang bisa di lakukan pengantin baru?,hahahaha." jawab Semi
wajah Hani memerah,dia sangat malu mendengarkan kata-kata dari teman-temannya kakek dan Bibi Haru hanya memberikan senyumannya
"Selamat ya putra Bibi tersayang, bibi tidak menyangka ternyata sekarang kau sudah menikah,semoga dari sekarang hanya kebahagiaan yang ada di sekitarmu."ucap bibi kepada Haru sambil memegang kedua pundak Haru
"Terima kasih bibi tentu saja aku akan bahagia." jawab Haru lalu ia memeluk bibinya, tidak terasa airmata Bibi mengalir ia begitu terharu dan sangat bahagia karena keponakan yang ia besar kan seperti putranya sendiri sekarang sudah menikah.
Lalu bibi bergantian memeluk Hani
"Hani...mulai sekarang kau mungkin akan selalu di repotkan oleh nya,bibi mengandal kan mu."ucap Bibi
Hani hanya membalas dengan anggukan karna bingung mau menjawab apa.
Lalu semua nya duduk di meja panjang
dengan posisi kakek di kursi utama
Bibi Dion Semi Ema
|\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-
|
kakek | Meja
|_____________________________
Haru Hani Loly Sian Jero
"Hahh...kakek tidak tau harus mengatakan apa kepada kalian berdua,yang jelas kakek berharap kalian bahagia,dan kalau boleh kakek meminta satu permintaan pada kalian."kakek menyela
"pemintaan?,wahh... kek bukan kah aku yang menikah harus nya aku lah yang meminta sesuatu dari kakek,kenapa sebalik nya?."jawab Haru
"Hahh...anak nakal ini,memang nya apa yang kau ingin kan dari kakek,katakan..."jawab kakek
"Entah lah..aku belum terfikirkan,Hani apa kau ingin sesuatu katakan pada kakek tua itu,asal kau tau kekayaan ku tidak ada apa apa nya di bandingkan milik nya,cepat lah..ini adalah kesempatan."Haru menatap Hani dengan wajah santai nya
"Hahh...kenapa aku?."Hani kaget
"Katakan saja Hani,kakek akan berikan pada mu."sahut kakek
"Hahaha...tidak..tidak ada kek,aku tidak menginginkan apa pun."Hani kebingungan
"Hahh...kau membuang kesempatan."gumam Haru
Semua orang tertawa melihat kedua nya
"Kau yakin tak ingin sesuatu?."tanya kakek
"Sudah lah kek,kurasa memang dia tak membutuhkan apapun,lagi pula apapun keinginan nya adalah tanggung jawab ku,apa kakek pikir aku tidak mampu?."ucap Haru
"Oòooo...kau sudah dewasa ternyata ya,hahaha."jawab Dion
"Baiklah karna Hani tak mau mengatakan apa keinginan nya,kalau begitu kakek saja yang meminta pada kalian."ucap kakek
"Memang nya apa sih mau kakek?."tanya Haru
"Pulang dan tinggal lah dirumah?."jawab kakek
"Tidak mau."Haru menjawab tanpa berfikir
__ADS_1
"Kenapa?."tanya Kakek
"Kalian pasti akan mengambil waktu ku dengan Hani,kalian akan slalu mengganggu nya,kalian pasti akan meminta nya menemani kalian ini lah itu lah,apa aku salah?."tanya Haru
"Ehmmm..ya karna kita keluarga hal seperti itu sudah wajar kan?."sahut bibi
"Tidak usah berdalih dan membuat alasan tentang keluarga,aku tau kalian kesepian karna berdua saja,suruh saja nia pulang dan suruh dia cepat menikah[Nia adalah anak bibi],lagi pula rumah ku sudah sangat layak di untuk Hani dan anak ku nantinya,jadi kalian tak perlu repot repot."jawab Haru
"Hahhh..anak ini memang tak bisa di ajak bicara."gumam kakek
"Wahh...dari kata kata mu kau memang terlihat seperti suami siaga dan hebat ya."ucap Dion
"Hmmm..kenapa aku ingin menangis saat ini."jawab Semi lalu ia menyandarkan kepala nya di bahu Ema yang duduk di sebelah nya
"Apa kau bocah."jawab Ema sambil menyingkirkan kepala Semi,kedua nya sudah tak bersandiwara lagi di depan kakek dan Bibi,tapi Semi lebih terang terangan mengejar Ema
Di meja ujung terdengar isakan pelan dari seorang pria
"Anda baik baik saja?."tanya Sian karna memang duduk nya di sebelah sian
Tidak lain,suara itu berasal dari Jero
"Heyy Jero..kau menangis?."tanya Semi
"Ti..tidak." jawab Jero sambil menggelengkan kepala dan mengelap air mata yang ada di ujung mata nya
"Anda yakin tidak apa apa?."tanya Sian lagi
"Iya ...saya baik baik saja."jawab Jero
"Jero. ..kau kenapa?,kau menangis???,heyy itu tidak pantas untuk mu,tunggu...apa kau menangis untuk ku?,hentikan...itu menggelikan."ucap Haru
"Kenapa bilang begitu?."Hani menepuk paha Haru
"Asistent Jero..,apa kau sesedih itu,maaf kan kami kalau itu menyentuh emosi mu."ucap Hani
"Apa!!!berani nya kau menganggap ku putra mu?."Haru melotot kaget atas ucapan asistent nya
"Ah..bukan begitu maksud saya boss."Jero gugup karna ia tau kalau salah bicara
"Hahaha....ini benar benar lucu sekali,tapi jika di pikirkan lagi,kau memang pantas jadi putra Jero."jawab Dion terpingkal pingkal,dan membuat seisi ruangan pun tertawa
"Heyy apa yang kau maksud?,bagaimana bisa aku jadi anak nya?"tanya Haru
"Tentu saja bisa,coba saja kau pikir kan selama bertahun tahun,hal apa yang bisa kau lakukan tanpa Jero,hmmm?,dari pekerjaan yang terlihat atau tidak terlihat apakah ada hal yang tak melibat kan Jero?"tanya Dion
"Hahh..itu...tentu saja ada."jawab Haru
"Apa itu,coba katakan?."tanya Dion lagi
"Mmmm..mendapat kan Hani."jawab Jero percaya diri
"auhhh...kau membuat ku mual,inikah yang di maksud bentuk kebucinan yang nyata?."suara Ema keluar,dan yang lain hanya terkekeh.Kata kata Haru membuat semua orang melihat kearah Hani dan itu membuat nya benar benar malu
"Apa kau yakin...bukan kah itu juga dengan bantuan ku?."tanya Dion
"Hmmm..aku juga turut membantu,aku mendatangi Hani untuk membujuk nya."jawab Semi
"Aku...aku dan juga Sian juga selalu membujuk Hani."ucap Loly
"yang paling berjasa itu adalah aku,kalau bukan karna aku....tidak mungkin ada kejadian di bar...."Dion terhenti
"Hentikan!!!"Hani menghentikan sambil menggedor meja dan berdiri,ia tak mau Dion melanjutkan kata kata nya,karna ia tau arah pembicaraan tsb,dan di sana ada kakek dan bibi,bila ini di terus kan pasti membuat nya lebih malu lagi.
"Hahaha...makanan nya sudah mulai dingin apa tidak lebih baik kita makan dulu?."Hani tertawa canggung karna ia merasa merusak suasana,tapi jika tidak di hentikan suasana akan semakin kacau
"Hahaha...benar kata Hani,lebih baik kita mengobrol setelah makan saja."jawab Kakek
"Hani duduk lah."Haru memegang tangan Hani
__ADS_1
"Hahh...iya."Hani duduk kembali
"Haha...apa kau malu?."tanya Haru berbisik
"Tentu saja,apa apa an mereka ini,hampir saja membahas kejadian malam itu,kan disini ada orang tua."jawab Hani juga berbisik
"Kau benar...kejadian malam itu dari pada di bahas lebih baik di ulangi saja bukan?."tanya Haru lagi
"Kau..."Hani melotot
"Baik baik aku berhenti,cepat makan."jawab Haru
Di tengah makan Hani mendapat kan pesan
"Bisakah kau menemui ku di kafe seberang hotel?,aku hanya ingin memberikan selamat atas pernikahan mu."
Isi pesan tsb,pesan itu dari nomor yang Hani tak kenal
"aku tak akan menyita waktu mu lama,dan lebih baik
datanglah sendirian."
pesan susulan tsb
"Siapa ini?,dari mana dia tau aku di hotel?,apa dia seseorang yang ku kenal?."batin Hani
Hani terus menatap handphone nya lalu ia memutus kan membalas
"Maaf..apa anda mengenal saya?."balas Hani
"Tentu saja,kalau aku tak mengenal mu bagaimana mungkin aku tau pernikahan mu."jawab pesan tsb
Loly melihat Hani yang berhenti makan lalu terganggu
"Hani..ada apa?."tanya Loly
"Hahh..Eee...Loly,tidak...tidak ada makan lah."Hani ingin mengatakan pada Loly,tapi ia takut teman nya khawatir
Entah kenapa Hani tak bisa mengabaikan pesan tsb,lalu ia memutuskan akan menemui orang itu
"lagi pula hanya sebentar."batin Hani
Ia lalu berdiri
"kau mau kemana?."tanya Haru
"aku ingin ke toilet."jawab nya
"biar kutemani."ucap Haru
"Tidak..tidak usah,kau terus kan saja makanmu."Hani menolak
"kalau begitu biar aku yang antar."jawab Loly
"Tidak usah Loly,kau teruskan saja makan mu juga."ucap Hani
"Benar?."Loly
"Hmmm"Hani mengannguk
Hani lalu pergi hanya dengan membawa handphone nya saja,ia bukan nya pergi ketoilet tapi malah keluar hotel.
Loly yang merasa aneh dengan sikap Hani merasa tidak nyaman,ia lalu memutus kan mengikuti Hani,dan iya saja,Hani memang berbohong,Loly terus mengikuti kemana teman nya pergi.
Saat di luar hotel Hani melihat kesebrang jalan,di carinya kaffe yang di maksud.Ia lalu berjalan perlahan menyebrangi jalan dan tidak tau dari mana datang nya ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang kearah Hani tanpa ia ketahui,Loly yang melihat langsung berlari sekencang mungkin dan berteriak
"Haniiiiiiiii!!!!"Loly belum sampai ke arah Hani tapi mobil itu sudah menyambar tubuh Hani dengan kencang nya
"Brakkkkkkkkk"
__ADS_1