
Setelah selesai dengan semua urusan keduanya lalu kembali ke mobil
"Drrttt...drrtt.."Suara handphone Hani
"Siapa?"tanya Haru
"Loly...tunggu sebentar,Ya Loly ada apa?."tanya Hani
"Hani...bagaimana apa pendaftaran nya sudah selesai?."tanya Loly
"Sudah,kami baru saja keluar."jawab Hani
"Lalu,sekarang kau sudah jadi istri orang dong,kau pasti tidak main dengan kami lagi."ucap Loly
"Kau ini bicara apa?."jawab Hani
"Yahh..kau kan sudah jadi nyonya Haru,pasti kau akan berteman dengan orang orang yang selevel dengan mu."Loly lemas
"Hayyy kau ini kenapa bicara begitu,ini kan hari bahagia Hani harus nya kau memberi selamat,jangan merusak nya seperti itu."terdengar suara Sian di samping Loly,ia lalu mengambil handphone yang di pegang Loly
"Hani jangan dengar kan dia ya,dia hanya sedih karna waktu nya bersama mu pasti berkurang."Sian bicara pada Hani
"Tidak papa..aku tau maksud nya,itu adalah kode keras untuk mu,harus nya kau juga cepat mengajak nya menikah."Hani
"Baiklah..akan mulai ku pikir kan."jawab Sian terkekeh
"Heyyy...kalian berencana ngobrol sampai kapan?,"Haru memotong
"Hahh..suami mu itu pemarah sekali Hani,sudah lah aku akan tutup telpon nya."ucap Sian
"Baik lah..."Hani menjawab
"Ehhh tunggu dulu,jangan tutup dulu."Haru menghentikan
"Kenapa?."tanya Hani
"Kedua teman mu itu,suruh mereka datang nanti malam."ucap Haru
"Datang kemana?."Hani sama sekali tidak tau rencana Haru
"Bibi dan kakek membuat jamuan makan malam untuk merayakan hari ini,di hotel s.hahhh..padahal aku sudah melarang nya,tapi mereka tetap saja ngotot,mereka sama sekali tidak peka."Haru terlihat kesal
Hani terkekeh mendengar nya
"Sian kau dengar itu,datang lah kesana bersama Loly,mengerti."Hani menekan suaranya agar tak di bantah
"Baiklah,kami pasti akan datang."ucap Sian
Lalu ia menutup telfon nya
"Sudah?."tanya Haru
Hani hanya mengangguk
"Kita pergi kemana sekarang?."tanya Haru
"Terserah kau saja."jawab Hani
"Hahh..padahal aku ingin terbang jauh dari negara ini sekarang juga,tapi mengingat kondisi mu kita tak bisa melakukan nya sekarang."Haru tertunduk
"Maaf..kau pasti kecewa,mau bagaimana lagi,perut ku sudah sangat besar sekarang,jadi aku mudah lelah."ucap Hani
"Kenapa kau meminta maaf,harus nya aku yang meminta maaf padamu,kita hanya mendaftarkan pernikahan tanpa ada perayaan atau pesta apapun,aku sungguh sangat malu pada mu."Haru memasang wajah menyesal
"Tidak ...jangan bicara seperti itu,ini kan permintaan ku,aku merasa sangat aneh jika melakukan resepsi dengan keadaan hamil,jika kita lakukan itu setelah Blue keluar kurasa itu akan lebih baik."Hani
"Hmm..terserah kau saja,yang penting kau tidak terbebani."Jawab Haru
Haru tak sengaja melihat pergerakan dari pengawal nya dari jendela mobil nya,lalu ia teringat sesuatu
"Hani..aku ada keperluan sebentar,kau tunggu lah di kafe yang ada di sana."Haru ingin mengalihkan perhatian Hani
"Hah..ada apa?,ada sesuatu yang mendesak?."tanya Hani
__ADS_1
"Ehh..itu..iya ada seseorang yang ingin ku temui di dekat sini sebentar."Jawab Haru
"Baik lah."Hani menurut lalu turun dari mobil
Haru juga ikut turun
"Ayo ku antar kau dulu."ucap Haru
"Tidak usah..cafe nya hanya beberapa langkah saja,kenapa harus di antar,cepat pergilah,jangan sampai orang itu menunggu mu."ucap Hani
"Kau yakin?."Haru
"Hmm."Hani mengangguk
"Pergilah..tunggu aku di sana,aku tidak akan lama."Ucap Haru
"Hati hatilah."Hani lalu pergi menuju kafe
Melihat Hani menjauh ia lalu menelpon pengawal nya
"Iya tuan muda."suara pria di sebrang telfon
"bawa mata mata itu padaku."ucap Haru
"Baik tuan muda."pengawal itu sudah faham apa maksud dari bos nya
Beberapa saat Haru sampai di sebuah gang yang sempit dan sepi,di sana sudah ada dua pengawal Haru dan satu pria asing yang sudah babak belur.
Haru menghampiri mereka dengan wajah tenang nya
"Katakan...siapa yang mengirimu?."tanpa basa basi Haru langsung memberi pertanyaan pada pria tsb.
Pria tsb sadar siapa bos orang yang menangkap nya,ternyata orang yang sudah menangkap nya adalah pria yang selalu bersama gadis yang selalu ia awasi
"Tuan..tuan tolong lepaskan aku,katakan apa yang ingin kau tau,aku pasti akan mengatakan nya."pria itu merangkak menuju kaki Haru dan memeluk nya,ia memohon agar di beri pengampunan
"Singkirkan tangan mu."Haru melepas kan kaki nya dari rangkulan pria yang tidak berdaya itu
"Kau tenang saja,aku tidak akan membunuh mu,asal kau ikuti aturan ku."imbuh Haru
"Oke..pertama tama katakan apa wanita tua itu yang menyuruh mu?."tanya Haru untuk memastikan
"Apa?,wanita tua,wanita tua siapa?,apa maksud anda nyonya ratna?."tanya pria itu
"Hah..ternyata benar."Haru menyunggingkan satu bibir nya
"Tuan..sebenar nya apa maksud tuan?"tanya nya lagi,sebenarnya pria tsb tidak tau siapa yang ada di hadapan nya,ia tidak tau kalau wanita yang ia awasi selama ini adalah kekasih anak dari wanita yang memperkerjakan nya
"Kau...ia menyuruh mu melakukan apa?."tanya Haru lagi
"Ahh..itu,dia menyuruh ku mengawasi gadis itu,dan juga aku di suruh mencari info tentang nya."jawab nya cepat tanpa berfikir,karna ia sudah ketakutan
"Tuan,aku berjanji tidak akan memberikan info apapun padanya,tapi tolong ampuni nyawa ku."
"Tidak perlu...,kau sudah bekerja jadi jangan buat orang yang sudah membayar mu kecewa."Haru lalu menurunkan tubuh nya keposisi jongkok di hadapan pria itu.
"Kau..katakan saja semua padanya,laporkan semua yang kau lihat hari ini padanya,ahh..jangan lupa minta lah uang tambahan padanya,untuk mu membeli pakaian,penampilanmu sekarang ini menyakiti mata ku."Haru lalu berdiri kembali
"Hahh...dari dulu dia selalu menyuruh orang yang miskin dan kesusahan."Haru menggerutu
"Ta...tapi tuan,apa tidak akan apa apa jika aku melaporkan semuanya?."tanya nya
"Tidak apa,aku sangat ingin melihat ekspresi nya,ah..satu lagi apa kau sudah mendapat kan info tentang kehidupan Hani?."tanya Haru lagi
"Itu...itu sudah tuan,tapi saya belum melaporkan apa pun pada nyonya ratna."pria itu lalu mengeluarkan map dari balik jaket nya,dan memberikan nya pada Haru.Haru lalu melihat isi dalam Map itu.
"Ini..kau yang mengumpulkan ini?."tanya Haru keheranan
"Benar tuan."jawab nya
"Hanya dalam beberapa hari kau bisa menumpulkan sebanyak ini?."tanya Haru lagi
"Benar."jawab nya
__ADS_1
"Wahhh...kemampuan mu luar biasa,siapa kau sebenarnya."tanya Haru
Pengawal Haru lalu mendekat pada nya,dan membisikan sesuatu,yang membuat raut wajah Haru berubah
"Hahh..pantas saja,wanita tua itu cukup hebat mencari orang,sayang sekali jika bakat mu kau gunakan untuk hal seperti ini,tapi mau bagaimana lagi,kau sendiri lah yang merusak hidup mu,pantas saja di lihat dari penampilan mu kau terlihat menyedihkan"ucap Haru
"Kau boleh pergi,aku akan membawa ini,belajar lah hidup dengan benar."Haru lalu meninggalkan pria tsb bersama kedua pengawal nya.
"Bawa ini,letakan di kantor ku dengan baik,Haru memberikan map yang berisikan data hidup Hani
"Baik tuan,lalu bagaimana dengan pria itu?."tanya pengawal
"Biar kan saja,sejauh ini ia tak membahayakan Hani,ia hanya melakukan itu demi uang."jawab Haru
"Saya mengerti tuan muda."jawab Pengawal itu dan membungkukan tubuh nya,kedua pengawal lalu memisahkan diri dari bos nya
Haru kembali kemobil menuju kafe di mana ia meninggalkan Hani
"Kau sudah sampai?,kenapa cepat sekali?."tanya Hani yang melihat Haru sudah berdiri di hadapan nya
"Aku hanya bertemu dengan orang sebentar saja,maaf membuat mu menunggu."Haru bersikap seolah tak terjadi apa apa
"Tidak papa,apa kau mau kopi,ternyata kopi di sini rasanya sangat enak."tanya Hani
"Benarkah?,oke aku akan pesan."jawab Haru dengan senyum nya
Mereka berdua berbincang bincang menghabiskan waktu
____________________________________________Di tempat lain ....
Pria musterius yang selalu mengikuti Hani menelpon ibu Haru sesuai yang di perintahkan
"Halo nyonya."
"Hmmm...katakan."Suara wanita yang tidak lain adalah ibu Haru
"Putra anda dan wanita bernama Hani itu pergi ke kantor pencatatan pernikahan,seperti nya mereka mendaftar untuk menikah."ucap nya
"Apa kau bilang!!!,kau jangan mengarang,katakan dengan benar."Ibu Haru berteriak
"Saya mengatakan yang sebenarnya nyonya."jawab nya
"Tidak mungkin,mana mungkin anak itu berani melakukan itu tanpa memberi tahuku."Ibu Haru sangat gusar
"Di mana kau sekarang apa kau masih mengikuti nya?."imbuh nya
"Sa..saya,tidak ...saya tidak mengikuti nya."jawab nya
"Apa...kenapa kau bodoh sekali,kenapa tidak mengikuti nya di saat penting begini?."ibu Haru berteriak
"Nyonya saya ingin berhenti,tolong berikan sisa uang upah saya."ucap nya
"Apa...pekerjaan mu saja belum beres mau berhenti,dan berani nya kau meminta uang pelunasan,kerja lah dengan benar dulu baru minta bayaran."ibu Haru lalu mematikan telfonya
"Halo...halo nyonya,Sial..dia mematikan telfonya,hahh bagaimana ini,aku harus mendapat kan uang itu,kalau tidak aku bisa benar benar mati."gerutu pria tsb
___________________________________________
Di tempat lain
"Sialll...kenapa semua jadi begini,tidak,tidak bisa,aku harus mencari mereka."ibu Haru bingung ia mondar mandir di rumah nya memikirkan cara lain untuk memisahkan keduanya
Setelah beberapa saat suara bel pintunya berbunyi
"Ting..tong.."
"Iya sebentar."teriak ibu Haru
"Ceklekkk."suara pintu apartement terbuka
"Kau..kenapa kau di sini?."
jangan lupa like vote dan favorite ya๐๐๐
__ADS_1
jangan lupa juga tinggalkan komentar๐๐๐
dan jangan lupa follow akun author๐๐๐